Serang, Unsera.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kegiatan International Community Service yang diselenggarakan bersama Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara bagi mahasiswa untuk mengembangkan kampanye komunikasi lingkungan berbasis kreativitas dan teknologi digital. Program yang merupakan bagian dari implementasi Program Educompreneur 2026 ini dirancang untuk memperkuat jejaring akademik internasional, menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya, serta mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. Mengusung tema “Green Influencers: Youth Collaboration for Environmental Sustainability”, mahasiswa UNSERA dan UiTM Malaysia berkolaborasi dalam tim lintas negara untuk merancang kampanye komunikasi yang mengangkat berbagai isu keberlanjutan, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan sampah plastik, hingga dampak industri fesyen terhadap lingkungan. Beragam ide kreatif lahir dari setiap kelompok. Tim Peony mengusung tema “Pause Before Plastic: Small Habits, Big Impact” melalui mock-up campaign presentation serta konten media sosial untuk Instagram dan TikTok. Sementara itu, Tim Rose mengangkat isu “The Environmental Impact of Fast Fashion in Indonesia and Malaysia” melalui poster digital dan konten media sosial. Kampanye pengurangan sampah plastik juga menjadi fokus Tim Anggrek melalui tema “Reduce Plastic, Protect Our Earth” yang dikemas dalam poster digital dan konten TikTok. Tim Edelweiss mengangkat isu plastic waste melalui poster digital dan konten Instagram, sedangkan Tim Lily mengajak audiens lebih peduli terhadap paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari melalui kampanye bertajuk “Invisible Exposure: Microplastics in Daily Life”. Di sisi lain, isu fesyen berkelanjutan menjadi perhatian beberapa kelompok. Tim Lotus mengangkat tema “The Environmental Impact of Fast Fashion in Global” dan “UnfastenFashion”, sementara Tim Tulip menghadirkan kampanye “Breaking the Fast Fashion Cycle Through Sustainable Consumption”. Adapun Tim Lavender mengajak generasi muda untuk merefleksikan dampak jangka panjang industri fesyen melalui tema “Fast Fashion, Slow Future”. Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA mengungkapkan bahwa pengalaman berkolaborasi dengan mahasiswa dari negara lain memberikan wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi dalam mendorong perubahan sosial. “Kegiatan ini membuka kesempatan bagi kami untuk bertukar ide, memahami perspektif lintas budaya, dan mengasah kreativitas dalam menyusun kampanye yang relevan dengan isu lingkungan. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri untuk berkolaborasi di tingkat internasional,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan komunikasi strategis dan pemanfaatan media digital, tetapi juga belajar membangun kolaborasi lintas budaya serta merancang solusi kreatif terhadap isu-isu global. Partisipasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA dalam International Community Service menjadi wujud komitmen kampus dalam menciptakan lulusan yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing global. Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, Program Educompreneur 2026 terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam forum internasional dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, Unsera.ac.id – Komitmen Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam memperluas jejaring internasional terus diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Pada Rabu (10/6/2026), kedua institusi melaksanakan serangkaian program kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi kerja sama internasional yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pimpinan akademik dari kedua perguruan tinggi, mulai dari guest lecturing, international community service, pengembangan kampanye komunikasi lingkungan, hingga keterlibatan dosen Ilmu Komunikasi UNSERA sebagai juri internasional. Melalui Program Educompreneur 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA bersama Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media UiTM mendorong lahirnya ruang belajar kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga pada pengembangan kepedulian terhadap isu-isu global, khususnya keberlanjutan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari UNSERA dan UiTM berkolaborasi dalam tim lintas negara untuk merancang kampanye komunikasi digital yang mengangkat isu perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Berbagai karya kreatif dihasilkan, mulai dari poster digital, konten media sosial, video singkat, hingga presentasi kampanye yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Siska Mardiana, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama internasional menjadi langkah penting dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini. “Kerja sama internasional tidak hanya membuka peluang pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan UiTM Malaysia, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Dr. Siska Mardiana. Lebih dari sekadar program pertukaran akademik, kolaborasi UNSERA dan UiTM Malaysia menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif dan berdampak. Sinergi ini membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan solusi kreatif terhadap isu-isu global, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Implementasi kerja sama internasional antara UNSERA dan UiTM Malaysia menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, UNSERA terus memperluas ruang kolaborasi global untuk menciptakan inovasi, memperkuat kompetensi sivitas akademika, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, Unsera.ac.id – Komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali diwujudkan melalui Program Educompreneur 2026. Kali ini, dua dosen Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Siska Mardiana, S.Sos., M.M. dan Endang Tri Santi, M.I.Kom., dipercaya menjadi juri dalam kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Komunikasi dan Pengajian Media, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, pada Rabu (10/6/2026). Keterlibatan kedua dosen tersebut menjadi bagian dari kolaborasi akademik antara UNSERA dan UiTM Malaysia yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari kedua institusi dalam pengembangan kampanye komunikasi lingkungan. Melalui tim lintas negara, para peserta merancang berbagai luaran kreatif, mulai dari poster digital, konten media sosial, video singkat, hingga presentasi kampanye yang berfokus pada peningkatan kesadaran terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Dalam perannya sebagai juri, Dr. Siska Mardiana, S. Sos., MM dan Endang Tri Santi, M.Ikom, menilai kreativitas, efektivitas pesan, serta relevansi kampanye yang dikembangkan peserta. Penilaian tersebut tidak hanya berfokus pada kualitas visual, tetapi juga pada kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan. “Keterlibatan dosen sebagai juri internasional menjadi bagian dari upaya Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri komunikasi,” ujar Dr. Siska Mardiana. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Komunikasi dan Pengajian Media UiTM, di antaranya Professor Dr. Abd Rasid Abd Rahman selaku Dean, Associate Professor Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad selaku Deputy Dean of Industry Linkage, Research and Alumni Network, Dr. Wan Norbani Wan Nordin selaku Head of Centre for Strategic Communication, Encik Mohd Nur Najmi Nuji selaku Senior Lecturer bidang Public Relations, serta Dr. Abdul Hamid Saifuddin selaku Coordinator of Industry Linkage and Alumni Network. Partisipasi dosen Ilmu Komunikasi UNSERA sebagai juri internasional mencerminkan komitmen universitas dalam memperkuat kolaborasi global, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong sivitas akademika untuk aktif berkontribusi dalam forum internasional. Langkah ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang terus diusung UNSERA dalam mencetak lulusan berdaya saing global dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, Unsera.ac.id – Krisis lingkungan yang semakin nyata tidak hanya berdampak pada kondisi alam, tetapi juga memengaruhi kesehatan psikologis generasi muda. Fenomena yang dikenal sebagai eco-anxiety atau kecemasan terhadap masa depan lingkungan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum akademik internasional yang diselenggarakan oleh Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, pada Rabu (10/6/2026). Dalam forum tersebut, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA), Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom., hadir sebagai Guest Lecturer dengan membawakan materi bertajuk “Eco-Anxiety to Advocacy: The Digital Green SEAblings of Nusantara’s Youth.” Melalui paparannya, Dr. Liza menyoroti bagaimana kecemasan generasi muda terhadap perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan ketidakpastian masa depan dapat menjadi kekuatan positif apabila diarahkan menjadi gerakan advokasi yang konstruktif. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga harus berperan sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesadaran publik melalui komunikasi strategis dan pemanfaatan media digital. “Perubahan iklim telah melahirkan berbagai bentuk kekhawatiran di kalangan anak muda. Namun, eco-anxiety tidak boleh berhenti pada rasa cemas. Kecemasan tersebut perlu ditransformasikan menjadi aksi nyata melalui edukasi, advokasi, kolaborasi, dan gerakan digital yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Dr. Liza. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana media sosial, kampanye digital, dan kreativitas komunikasi dapat menjadi sarana untuk membangun gerakan lingkungan yang lebih inklusif dan relevan bagi generasi muda di kawasan Asia Tenggara. Pendekatan ini dinilai penting mengingat tantangan lingkungan yang dihadapi negara-negara ASEAN memiliki karakteristik yang serupa dan membutuhkan respons kolaboratif lintas batas negara. Kegiatan Guest Lecturing ini merupakan bagian dari implementasi Program Educompreneur 2026 yang dikembangkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa. Forum ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan mahasiswa Indonesia-Malaysia dalam membahas isu keberlanjutan lingkungan dari perspektif komunikasi. Selain mengikuti sesi kuliah tamu, mahasiswa UNSERA dan UiTM terlibat dalam aktivitas kolaboratif lintas negara untuk merancang kampanye komunikasi lingkungan berbasis media digital. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemecahan masalah terhadap isu-isu global yang dihadapi masyarakat saat ini. Partisipasi dosen UNSERA dalam forum akademik internasional ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, meningkatkan kolaborasi akademik regional, serta mendorong kontribusi keilmuan yang relevan terhadap berbagai tantangan global. Kehadiran UNSERA di forum ini juga menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan dalam menghadapi masa depan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UNSERA terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang mendorong kolaborasi internasional, inovasi komunikasi, dan pengembangan generasi muda yang mampu menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 26 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset bersama École Française d’Extrême-Orient (EFEO) Prancis dan Institute of Research on Contemporary Southeast Asia (IRASEC). Kegiatan ini mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Prancis untuk membahas dinamika sosial serta budaya masyarakat lokal melalui kunjungan lapangan, diskusi akademik, dan pertukaran perspektif lintas budaya. Kolaborasi ini dipimpin oleh Prof. Xavier Guillot dari EFEO Prancis sebagai Project Leader, serta melibatkan Dr. Gabriel Facal dari IRASEC dan akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. Kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman penelitian sekaligus memperkuat kerja sama akademik internasional yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut Prof. Xavier Guillot, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting untuk menghasilkan penelitian yang lebih kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi internasional memungkinkan kita memahami suatu komunitas dari berbagai sudut pandang. Melalui kerja sama ini, pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Gabriel Facal menegaskan bahwa penelitian sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar mampu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap realitas masyarakat. “Pertukaran perspektif antara peneliti lokal dan internasional sangat penting untuk membangun penelitian yang lebih reflektif, inklusif, dan berdampak,” jelasnya. Akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang berharga bagi sivitas akademika UNSERA untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas riset di tingkat global. “Melalui kolaborasi ini, UNSERA tidak hanya menjadi mitra penelitian, tetapi juga bagian dari jaringan akademik internasional yang terus berkembang,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat, memperluas kolaborasi internasional, dan menghadirkan pengalaman akademik berkelas dunia bagi mahasiswa maupun dosen. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Hal ini tercermin dari kiprah para alumni yang telah berhasil berkarier di berbagai sektor, termasuk di tingkat internasional. Azhar Indartanto, salah satu alumni lulusan Program Studi Teknik Kimia UNSERA, yang saat ini bekerja di perusahaan global Qatar Chemical sebagai Lab Tester. Dalam wawancara yang dilakukan, Azhar menyampaikan bahwa pendidikan S1 di UNSERA memberikan peluang yang lebih luas dalam memasuki dunia kerja, terutama untuk menembus pasar kerja global. “Setelah lulus S1 UNSERA, peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, apalagi di luar negeri, semakin terbuka, karena kebanyakan perusahaan mensyaratkan minimal pendidikan S1,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pengalaman belajar selama masa perkuliahan di UNSERA memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan profesional. Menurutnya, keterlibatan dosen praktisi yang memiliki pengalaman di industri menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran. “Pengalaman dididik oleh dosen praktisi yang bekerja di industri sangat membantu, karena kita jadi tahu bagaimana ilmu yang dipelajari dapat diaplikasikan langsung di dunia kerja,” jelasnya. Lebih lanjut, Azhar turut memberikan saran kepada mahasiswa UNSERA agar lebih siap menghadapi dunia kerja dengan membangun relasi dan meningkatkan kemampuan non-teknis. “Perbanyak koneksi dan tingkatkan soft skill, terutama komunikasi dan leadership, karena itu sangat dibutuhkan di dunia kerja,” pesannya. Kisah Azhar Indartanto menunjukkan bahwa lulusan UNSERA memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi dinamika dunia kerja, termasuk pada level internasional. Bekal pendidikan yang relevan, didukung pengalaman pembelajaran aplikatif serta penguatan soft skill, menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan profesional alumni. Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa UNSERA diharapkan dapat mulai mempersiapkan diri sejak dini dengan mengoptimalkan proses pembelajaran, memperluas jejaring, serta mengembangkan kompetensi diri secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapan dalam memasuki dunia kerja. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Program Jejak Alumni UNSERA kembali menghadirkan cerita perjalanan alumni yang penuh makna. Kali ini datang dari Daniel Natanael, lulusan Ilmu Komunikasi tahun 2024 yang kini menapaki karier di Jepang. Berbeda dari jalur yang banyak dibayangkan, Daniel justru menemukan jalannya di bidang Teknisi Ahli Kelistrikan (電気工事) bersama Nichiyu Internasional Co. Perjalanan tersebut berawal dari fase yang tidak mudah, di mana ia harus menghadapi realita sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus di Indonesia. Namun, dari proses itulah Daniel mulai melihat peluang yang lebih luas dan berani mengambil langkah besar untuk bekerja di luar negeri. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya kesiapan diri di dunia kerja. “Saran saya, lebih baik belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, atau Korea. Kemudian, cari cara supaya bisa bekerja di luar negeri, salah satunya melalui LPK,” ungkap Daniel. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kemampuan public speaking sebagai nilai tambah yang dapat membantu dalam berbagai situasi profesional. Kisah Daniel menjadi refleksi bahwa jalan karier tidak selalu berjalan lurus. Keberanian untuk mencoba dan kesiapan diri menjadi kunci dalam membuka peluang yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional. Sebagai bagian dari UNSERA, kisah ini menunjukkan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja global. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Hal ini tercermin dari kiprah para alumninya yang telah berkontribusi di berbagai sektor industri, salah satunya Anggie Permana, alumni Teknik Kimia yang saat ini berkarier di PT. Amman Mineral sebagai Engineer Control Room. Dalam wawancara yang dilakukan, Anggie Permana membagikan pengalamannya setelah lulus dari UNSERA. Ia mengungkapkan bahwa proses adaptasi di dunia kerja dapat dilalui dengan baik berkat pengalaman selama kuliah. “Saat pertama kali bekerja, saya bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja karena selama kuliah saya juga menjadi asisten laboratorium di UNSERA. Dari situ saya sudah memahami proses di laboratorium, sehingga ketika masuk ke dunia kerja, saya tinggal menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya. Lebih lanjut, Anggie menekankan bahwa pengalaman berorganisasi menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kemampuan profesionalnya. Ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEKA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT). “Pengalaman berorganisasi sangat membantu, terutama dalam melatih kemampuan komunikasi, keberanian untuk berbicara atau speak up, serta kemampuan problem solving dalam menghadapi permasalahan di pekerjaan,” jelasnya. Menurutnya, kombinasi antara pengalaman sebagai asisten laboratorium dan keaktifan dalam organisasi memberikan bekal yang kuat dalam memahami proses kerja serta membangun keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional. Sebagai alumni, Anggie juga memberikan saran kepada mahasiswa UNSERA yang sedang mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. “Mahasiswa perlu meningkatkan training, baik soft skill maupun hard skill, karena itu sangat dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, penting juga untuk aktif dalam organisasi kampus agar terbiasa berkomunikasi dan bekerja dalam tim,” pesannya. Kisah Anggie Permana menjadi salah satu contoh nyata bahwa UNSERA tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja. Diharapkan, semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk mempersiapkan diri secara optimal sejak di bangku perkuliahan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Serang Raya (UNSERA). Rama Aryo Prambudi berhasil memperoleh apresiasi dari Microsoft melalui Microsoft Bug Bounty Program setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu fitur milik Microsoft. Atas temuannya tersebut, Rama mendapatkan apresiasi berupa bounty senilai 6.000 dolar Amerika Serikat, serta pengakuan dalam Microsoft Hall of Fame dan merchandise resmi dari Microsoft. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menunjukkan kompetensi dan kontribusi nyata dalam bidang keamanan siber (cybersecurity) di tingkat internasional. Rama menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak diraih secara instan. Dalam prosesnya, ia harus melalui beberapa kali penolakan ketika melaporkan temuan kerentanan sebelum akhirnya mendapatkan apresiasi dari pihak Microsoft. “Dalam prosesnya saya sempat mengalami penolakan sebanyak enam kali karena beberapa kerentanan yang saya laporkan ternyata sudah lebih dulu dilaporkan oleh researcher lain. Ada juga laporan yang dinyatakan valid, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan bounty maupun Hall of Fame. Namun saya terus mencoba hingga akhirnya menemukan satu kerentanan yang setelah melalui diskusi dan penjelasan lebih lanjut mengenai dampaknya, pihak Microsoft menaikkan tingkat keparahan bug tersebut sehingga saya mendapatkan apresiasi berupa bounty, Hall of Fame, dan merchandise,” jelas Rama. Ia juga mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia keamanan siber mulai tumbuh sejak menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Informatika UNSERA. Awalnya ia mengaku tidak terlalu menyukai pemrograman, namun ketertarikannya mulai berkembang ketika mempelajari dasar-dasar pengembangan web pada perkuliahan. “Ketika mulai mempelajari pengembangan web, saya memahami bagaimana sebuah aplikasi web bekerja dan bagaimana celah keamanan dapat terjadi jika sistem tidak dikembangkan dengan praktik keamanan yang baik. Dari situ saya mulai tertarik mendalami dunia bug hunting, apalagi saat itu isu kebocoran data di Indonesia sedang marak terjadi,” ungkapnya. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. Abdul Malik., M. Si, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Rama menjadi bukti bahwa mahasiswa UNSERA memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi di tingkat global. “Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Serang Raya. Capaian yang diraih oleh Rama Aryo Prambudi menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki kemampuan dan daya saing dalam bidang teknologi informasi, khususnya keamanan sistem digital. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor. Rama juga memberikan pesan kepada mahasiswa yang tertarik mendalami bidang cybersecurity agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan secara konsisten. “Mulailah dari bidang yang paling kalian sukai, seperti web application, network, atau infrastruktur sistem. Pelajari bagaimana sistem bekerja dan pahami berbagai kerentanan yang mungkin terjadi. Saat ini banyak sumber belajar yang dapat diakses sehingga memudahkan siapa pun untuk mempelajari cybersecurity. Kunci utamanya adalah konsisten, tidak mudah menyerah, dan terus belajar hal-hal baru,” pesannya. Prestasi yang diraih oleh Rama Aryo Prambudi menjadi bukti bahwa ketekunan, rasa ingin tahu, serta kemampuan analitis yang kuat dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam ekosistem teknologi global. Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Serang Raya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi informasi, riset, dan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan industri serta tantangan keamanan siber di era transformasi digital. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More