Mangunreja, 21 Agustus 2026 — Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT INTI Everspring Indonesia dan Pemerintah Desa Mangunreja menjajaki kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mangunreja. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi awal untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu utama yang dibahas, mulai dari belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga perlunya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tim CAC UNSERA bersama mitra meninjau kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di Desa Mangunreja. Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, selaku Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA. Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok PKK, dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan dari tingkat keluarga. “PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah. Pokja 1 dapat memperkuat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, Pokja 2 melalui edukasi keluarga, Pokja 3 melalui keterampilan dan pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan Pokja 4 dapat menguatkan aspek kesehatan lingkungan. Jadi, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri. Menurutnya, edukasi juga perlu diperluas kepada anak-anak sekolah agar perubahan perilaku tidak hanya terjadi di tingkat rumah tangga, tetapi tumbuh sejak generasi muda. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. “Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si. Dari pihak PT INTI Everspring Indonesia, Koordinator CSR Ahmad Nahudin, menyampaikan bahwa penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR. “Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin. Dalam diskusi turut muncul sejumlah gagasan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian kemungkinan pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal, sehingga bentuk program dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan. Melalui kolaborasi antara CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas Unsera
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Semangat kolaborasi terasa di Desa Tembong Wakaf, Kota Serang, pada Sabtu (8/8/2026). KKM Kelompok 29 Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar kegiatan sosialisasi yang tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat potensi desa dari sisi ekonomi, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Desa Tembong Wakaf mulai pukul 16.00 WIB tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam satu ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. selaku Rektor Universitas Serang Raya, Lina Marlina Dewi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKM 29 Universitas Serang Raya, Entis Haryadi, S.E., M.Akt. selaku Dosen Universitas Serang Raya, serta Tubagus Yusuf Kusnadi selaku Ketua Poktan Sumur Kecapi Kelurahan Tembong. Kehadiran para narasumber membawa pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui sesi edukasi yang disampaikan Entis Haryadi, S.E., M.Akt. Masyarakat diajak memahami bahwa mengembangkan usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengelolaan keuangan yang tertata. Mulai dari bagaimana memutar modal, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola kas, hingga menyusun strategi bisnis menjadi bagian dari materi yang dibagikan. Hal sederhana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih terarah dalam mengembangkan usahanya. “Usaha yang berkembang bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh bagaimana modal tersebut dikelola dengan baik dan berkelanjutan.” Beranjak dari persoalan ekonomi, pembahasan kemudian menyentuh potensi pangan yang ada di sekitar masyarakat. Tubagus Yusuf Kusnadi membagikan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman pangan serta budidaya ikan lele yang memiliki potensi ekonomi. Bagi masyarakat, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Di tengah rangkaian kegiatan, kehadiran Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. turut memperkuat pesan bahwa kegiatan mahasiswa di masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat secara langsung. “Mahasiswa memiliki peran penting untuk hadir di tengah masyarakat, membawa pengetahuan yang dimiliki, sekaligus belajar dari kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.” Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kegiatan KKM Kelompok 29: bahwa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan ruang kelas. Ilmu justru menemukan maknanya ketika dapat diterapkan, dibagikan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Peta Wilayah Desa Tembong Wakaf secara simbolis bersama warga. Momen tersebut menjadi penanda sederhana dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Bagi KKM Kelompok 29 UNSERA, kegiatan ini bukan sekadar agenda program kerja. Ada cerita tentang mahasiswa yang datang untuk berbagi, masyarakat yang membuka ruang untuk belajar bersama, serta berbagai pihak yang bertemu dalam satu tujuan: mendorong potensi desa agar semakin berkembang. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari wajah UNSERA Berdampak ketika mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga didorong untuk mampu berkolaborasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Karena pada akhirnya, dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari satu pengetahuan yang dibagikan, satu kolaborasi yang dibangun, dan satu langkah kecil yang dilakukan bersama. UNSERA Berdampak. Berkarya bersama, tumbuh bersama, dan hadir untuk masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, Selasa, 7 April 2026 – Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya (UNSERA) memperdalam pemahaman mengenai proses penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kebijakan publik melalui kunjungan akademik ke DPRD Kabupaten Serang pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMANURA) ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) untuk menghubungkan teori administrasi publik dengan praktik di lapangan. Sebanyak 55 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota HIMANURA serta mahasiswa Semester 6 Program Studi Administrasi Negara UNSERA mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kunjungan akademik ini, peserta memperoleh kesempatan mempelajari secara langsung mekanisme kerja lembaga legislatif daerah, proses penyusunan kebijakan publik, hingga dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rangkaian kegiatan diawali dengan dialog kelembagaan bersama Ketua DPRD Kabupaten Serang, H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.A.P. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran strategis DPRD sebagai lembaga legislatif daerah yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai proses penyusunan Peraturan Daerah (Perda), pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai perubahan kewenangan DPRD berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Melalui regulasi tersebut, DPRD tidak lagi memiliki kewenangan menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban kepala daerah, melainkan memberikan catatan strategis dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, mahasiswa juga diajak memahami bahwa keberhasilan suatu kebijakan publik tidak hanya ditentukan pada tahap perumusannya, tetapi juga dipengaruhi oleh proses implementasi di lapangan yang kerap menghadapi berbagai tantangan. Antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan mengenai proses legislasi, tata kelola pemerintahan, hingga isu-isu aktual dalam administrasi publik. Ketua Program Studi Administrasi Negara UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Rethorika Berthanila, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman praktis. “Administrasi publik merupakan disiplin ilmu yang sangat erat kaitannya dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman empiris agar mampu memahami bagaimana kebijakan publik dirumuskan, diimplementasikan, hingga dievaluasi. Kunjungan akademik ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis, analitis, serta membangun kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.” Sementara itu, Ketua Umum HIMANURA UNSERA, Rifa Maulida, menyampaikan bahwa kunjungan akademik ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata mengenai tata kelola pemerintahan daerah sekaligus memperkuat wawasan tentang kebijakan publik. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana proses penyelenggaraan pemerintahan berlangsung. Dialog bersama DPRD Kabupaten Serang memberikan pengalaman berharga dalam memahami fungsi legislatif, proses pembentukan kebijakan, serta tantangan implementasinya. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan literasi, kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan instansi pemerintahan.” Kunjungan akademik ke DPRD Kabupaten Serang menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Administrasi Negara UNSERA dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia pemerintahan. Melalui pengalaman belajar secara langsung, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai administrasi publik, tata kelola pemerintahan, dan proses kebijakan publik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk lulusan Administrasi Negara UNSERA yang profesional, adaptif, kritis, dan berintegritas sehingga siap berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menorehkan capaian penting dalam perjalanan akademiknya melalui pengukuhan Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan pada Program Studi Administrasi Negara. Momen bersejarah ini berlangsung bersamaan dengan Wisuda XVIII Gelombang 2 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH), Selasa (7/7), dan menjadi tonggak penguatan budaya akademik, riset, serta pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan UNSERA. Pengukuhan Guru Besar merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi seorang dosen sekaligus menjadi indikator berkembangnya kualitas pendidikan tinggi. Bagi Universitas Serang Raya, momentum ini menjadi bukti bahwa ikhtiar membangun mutu pendidikan, memperkuat tradisi riset, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak terus menunjukkan hasil yang nyata. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan Prof. Delly bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika, tetapi juga menandai semakin kuatnya budaya akademik yang tumbuh di UNSERA. “Pengukuhan Guru Besar merupakan buah dari proses akademik yang panjang. Kami meyakini bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan melahirkan kualitas, dan kualitas akan menghadirkan kepercayaan masyarakat. Pengukuhan Prof. Delly menjadi tonggak penting bagi UNSERA sekaligus motivasi agar semakin banyak dosen yang terus berkembang hingga mencapai jenjang akademik tertinggi,“ ujar Abdul Malik. Ia juga mengungkapkan bahwa UNSERA terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik. Saat ini, proses pengajuan Guru Besar berikutnya juga tengah berjalan sebagai bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat kapasitas keilmuan dan penelitian. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. menyoroti pentingnya kebijakan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam melalui tata kelola yang kolaboratif dan berbasis bukti ilmiah. Menurutnya, berbagai tantangan lingkungan saat ini membutuhkan kebijakan yang mampu menyelaraskan kepentingan pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan. “Kebijakan lingkungan harus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak dan didukung oleh riset yang kuat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan berkelanjutan,” tutur Prof. Delly. Selain menjadi akademisi, Prof. Delly dikenal aktif menghasilkan berbagai penelitian, publikasi ilmiah, serta buku di bidang administrasi publik, kebijakan publik, desentralisasi, hingga pembangunan berkelanjutan. Kiprahnya tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNSERA dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan publik. Pengukuhan Guru Besar ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Serang Raya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul melalui penguatan sumber daya manusia, budaya riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Dengan semakin berkembangnya kualitas dosen dan penelitian, UNSERA optimistis mampu terus melahirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Pengukuhan Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan menjadi momentum strategis bagi Universitas Serang Raya dalam memperkuat budaya akademik dan mutu pendidikan tinggi. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga mencerminkan komitmen UNSERA untuk terus menghasilkan sumber daya akademik yang unggul, mendorong lahirnya inovasi berbasis riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Bagi mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) yang sedang merintis usaha atau memiliki ide bisnis inovatif, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dapat menjadi peluang yang patut dipersiapkan sejak dini. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini tidak hanya menyediakan pendanaan usaha, tetapi juga memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk membantu mahasiswa mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. P2MW merupakan salah satu program nasional yang dirancang untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dari lingkungan perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa yang telah memiliki atau sedang mengembangkan usaha berkesempatan memperoleh dukungan dalam mengelola bisnis secara lebih profesional, mulai dari perencanaan usaha hingga strategi pengembangannya. Lebih dari sekadar bantuan pendanaan, P2MW memberikan pengalaman belajar yang dapat membantu mahasiswa memahami dunia bisnis secara langsung. Peserta akan didorong untuk mengembangkan model usaha, meningkatkan kualitas produk, menyusun strategi pemasaran, serta mengelola keuangan usaha dengan lebih baik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kesempatan bagi Mahasiswa Berbagai Program Studi P2MW terbuka bagi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Kategori usaha yang dapat diajukan pun beragam, mulai dari makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif, seni dan budaya, jasa, pariwisata dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, hingga bisnis digital. Mahasiswa dapat mengikuti program ini secara berkelompok dengan anggota tiga hingga lima orang. Usaha yang diajukan harus merupakan hasil pengembangan mahasiswa sendiri dan memiliki potensi untuk terus berkembang. Dengan pendekatan tersebut, P2MW mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berinovasi, tetapi juga membangun kemampuan kolaborasi dalam menjalankan usaha. Mengapa Mahasiswa UNSERA Perlu Mempersiapkan Diri? Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu kompetensi yang penting dimiliki mahasiswa. Melalui P2MW, mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, hingga keterampilan dalam mengambil keputusan bisnis. Program ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam bentuk usaha nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak sedikit usaha mahasiswa yang berkembang lebih luas setelah mendapatkan pembinaan dan pendampingan melalui program kewirausahaan seperti P2MW. Bagi mahasiswa UNSERA, P2MW dapat menjadi wadah untuk menunjukkan inovasi, mengembangkan potensi bisnis, sekaligus memperluas jejaring dengan sesama mahasiswa wirausaha dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saatnya Mulai Bersiap Meskipun pelaksanaan program tahun ini telah berjalan, mahasiswa UNSERA dapat mulai mempersiapkan diri untuk periode berikutnya. Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengembangkan ide bisnis, membangun tim yang solid, melakukan riset pasar, hingga mulai menjalankan usaha dalam skala kecil untuk menguji produk dan kebutuhan konsumen. Mahasiswa yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai P2MW dapat mengakses portal resmi program melalui https://p2mw.kemdiktisaintek.go.id/. Portal tersebut menyediakan informasi mengenai panduan pelaksanaan, kategori usaha, persyaratan peserta, serta berbagai informasi terbaru terkait program. Melalui P2MW, mahasiswa UNSERA memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide menjadi usaha yang lebih matang, memperluas pengalaman di bidang kewirausahaan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, 11 Juni 2026 – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama Asisten Laboratorium Teknik Industri melaksanakan kegiatan Industrial Insight Visit 2026 ke PT Krakatau Chandra Energi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai penerapan ilmu Teknik Industri dalam lingkungan industri secara nyata sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Teaching Industry yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik dan Program Studi Teknik Industri UNSERA. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kondisi industri nyata. Dengan demikian, mahasiswa dan Asisten Laboratorium Teknik Industri dapat memahami secara langsung budaya kerja, sistem operasional, standar industri, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik UNSERA yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. “Kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” ujar Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ermawanto selaku Operation Engineering Maintenance & Services Department Manager PT Krakatau Chandra Energi yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri. “Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini,” ungkap Ermawanto. Peserta kemudian mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan, Safety Induction, implementasi Smart Industry dan teknologi Industri 4.0, sistem operasi industri, Maintenance Management, Otomasi Industri, Health, Safety and Environment (HSE), serta Sustainability. Materi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi, pengelolaan operasional, budaya keselamatan kerja, dan praktik keberlanjutan yang diterapkan dalam lingkungan industri modern. Selain observasi lapangan, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para profesional PT Krakatau Chandra Energi. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan industri saat ini, perkembangan teknologi di sektor energi, serta kompetensi yang dibutuhkan lulusan Teknik Industri dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Ketua Program Studi Teknik Industri UNSERA, Mohamad Jihan Shofa, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia industri. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dengan praktik industri. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan mampu mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Program Studi Teknik Industri,” ujar Mohamad Jihan Shofa, S.T., M.T. Senada dengan hal tersebut, Alam selaku Ketua Asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan. “Sebagai mahasiswa Teknik Industri, kunjungan ke PT Krakatau Chandra Energi memberikan perspektif baru mengenai bagaimana teori yang dipelajari di kelas, seperti tata letak pabrik, ergonomi, dan manajemen rantai pasok diterapkan secara nyata di industri. Kami juga belajar mengenai komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan dan keselamatan kerja. Kegiatan ini sangat relevan untuk mempersiapkan kami terjun ke dunia industri setelah lulus nanti,” ujarnya. Melalui Industrial Insight Visit 2026, Program Studi Teknik Industri dan Asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 26 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset bersama École Française d’Extrême-Orient (EFEO) Prancis dan Institute of Research on Contemporary Southeast Asia (IRASEC). Kegiatan ini mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Prancis untuk membahas dinamika sosial serta budaya masyarakat lokal melalui kunjungan lapangan, diskusi akademik, dan pertukaran perspektif lintas budaya. Kolaborasi ini dipimpin oleh Prof. Xavier Guillot dari EFEO Prancis sebagai Project Leader, serta melibatkan Dr. Gabriel Facal dari IRASEC dan akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. Kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman penelitian sekaligus memperkuat kerja sama akademik internasional yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut Prof. Xavier Guillot, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting untuk menghasilkan penelitian yang lebih kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi internasional memungkinkan kita memahami suatu komunitas dari berbagai sudut pandang. Melalui kerja sama ini, pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Gabriel Facal menegaskan bahwa penelitian sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar mampu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap realitas masyarakat. “Pertukaran perspektif antara peneliti lokal dan internasional sangat penting untuk membangun penelitian yang lebih reflektif, inklusif, dan berdampak,” jelasnya. Akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang berharga bagi sivitas akademika UNSERA untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas riset di tingkat global. “Melalui kolaborasi ini, UNSERA tidak hanya menjadi mitra penelitian, tetapi juga bagian dari jaringan akademik internasional yang terus berkembang,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat, memperluas kolaborasi internasional, dan menghadirkan pengalaman akademik berkelas dunia bagi mahasiswa maupun dosen. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya turut berpartisipasi dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia Kantor Wilayah Banten bersama APTISI Wilayah IV-B/Banten pada Selasa, 12 Mei 2026 di Universitas Raharja, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Universitas Serang Raya menjadi salah satu perguruan tinggi di Banten yang terlibat dalam penandatanganan kerja sama tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan dari APTISI dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, diseminasi paten dan hak cipta, diskusi, hingga penandatanganan kerja sama bersama perguruan tinggi se-Banten. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akademisi terhadap perlindungan karya dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. “Kekayaan intelektual bukan hanya tentang perlindungan karya, tetapi juga bagaimana kampus mampu melahirkan inovasi yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Melalui kegiatan ini, UNSERA terus berkomitmen mendukung budaya inovasi, kreativitas, dan penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual di lingkungan kampus. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read More