Serang, 13 September 2026 — Pagi itu, perjalanan bukan hanya membawa mahasiswa HIMANURA UNSERA menuju sebuah tempat, tetapi juga membawa niat sederhana: hadir, berbagi, dan menciptakan cerita bersama. Melalui Bakti Sosial HIMANURA 2026 dengan tema “Workshop Satu Hari Bersama, Sejuta Makna untuk Semua”, Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya (HIMANURA UNSERA) hadir di Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan dimulai dengan persiapan dan briefing panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi pembacaan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, rangkaian sambutan, serta doa. Momen tersebut menjadi awal dari pertemuan yang tidak hanya mempertemukan panitia dan peserta, tetapi juga mempertemukan semangat untuk saling berbagi. Setelah pembukaan, suasana beralih ke sesi workshop. Chandra Irawan hadir sebagai pemateri dalam materi “Roadmap Masa Depan: My Future Promise”. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk melihat masa depan dengan lebih berani, mengenali apa yang ingin dicapai, dan mulai memikirkan langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut. Bukan hanya tentang mendengarkan dan memahami materi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang membuat suasana semakin cair. Peserta dan panitia bersama-sama mempersiapkan alat dan bahan, kemudian menuangkan kreativitas melalui kegiatan melukis tote bag. Dari satu tote bag ke tote bag lainnya, muncul berbagai warna dan bentuk yang berbeda, tetapi semuanya lahir dari satu hal yang sama: kebersamaan. Setelah selesai berkarya, seluruh peserta dan panitia turut melakukan bersih-bersih area kegiatan. Muhammad Hafifullah, M.Pd., Kepala Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran HIMANURA. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran HIMANURA. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi tentang kepedulian dan kebersamaan yang dirasakan. Semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi kenangan baik dan memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan memiliki cita-cita.” Sementara itu, Rifa Maulida, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial. “Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar datang, memberikan sesuatu, lalu pulang. Kami ingin satu hari yang kami habiskan bersama dapat meninggalkan sejuta makna. Melalui workshop dan kegiatan kreasi, kami berharap ada semangat, cerita, dan pengalaman yang bisa dibawa pulang oleh setiap peserta.” Hal yang sama dirasakan oleh Restia Cilegonia, Ketua Pelaksana Bakti Sosial HIMANURA 2026, yang melihat kebersamaan sebagai bagian paling berharga dari seluruh proses. “Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana acara berjalan sesuai susunan kegiatan, tetapi tentang bagaimana setiap orang yang terlibat bisa merasakan kebersamaan. Melihat peserta ikut belajar, tertawa, dan berkarya bersama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai panitia.” Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan ucapan dari Ketua HIMANURA dan Kepala Yayasan, penyerahan donasi, sertifikat, dan plakat, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Bagi keluarga besar HIMANURA, hari itu menjadi pengingat bahwa kebermaknaan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, cukup dengan meluangkan waktu, hadir dengan tulus, dan menciptakan ruang untuk belajar serta tertawa bersama. Satu hari mungkin telah selesai, tetapi cerita dan makna yang tercipta di dalamnya diharapkan terus tinggal. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreMangunreja, 21 Agustus 2026 — Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT INTI Everspring Indonesia dan Pemerintah Desa Mangunreja menjajaki kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mangunreja. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi awal untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu utama yang dibahas, mulai dari belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga perlunya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tim CAC UNSERA bersama mitra meninjau kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di Desa Mangunreja. Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, selaku Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA. Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok PKK, dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan dari tingkat keluarga. “PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah. Pokja 1 dapat memperkuat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, Pokja 2 melalui edukasi keluarga, Pokja 3 melalui keterampilan dan pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan Pokja 4 dapat menguatkan aspek kesehatan lingkungan. Jadi, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri. Menurutnya, edukasi juga perlu diperluas kepada anak-anak sekolah agar perubahan perilaku tidak hanya terjadi di tingkat rumah tangga, tetapi tumbuh sejak generasi muda. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. “Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si. Dari pihak PT INTI Everspring Indonesia, Koordinator CSR Ahmad Nahudin, menyampaikan bahwa penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR. “Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin. Dalam diskusi turut muncul sejumlah gagasan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian kemungkinan pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal, sehingga bentuk program dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan. Melalui kolaborasi antara CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas Unsera
Read MoreSerang, 16 Agustus 2026 — Suasana perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Kramatwatu terasa berbeda pada Minggu (16/8/2026). Festival Kramatwatu yang digelar KKM 40 Universitas Serang Raya (Unsera) tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat sekaligus menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa selama kurang lebih 20 hari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., Kepala Desa Kramatwatu, Ketua RW 02 Ade Ahmad, serta Ketua KKM 40 Erlan Priadi. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah, mulai dari karnaval, perlombaan HUT RI, hingga acara malam yang diisi dengan pentas seni, pemutaran video dokumenter KKM 40, pemberian plakat, serta pengumuman juara Festival Anak Sholeh dan Karnaval. Selama berada di Kramatwatu, mahasiswa KKM 40 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga ikut berbaur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Keterlibatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan warga, pelaku UMKM, dan unsur pemerintahan setempat. Interaksi yang terjalin menjadi bagian dari upaya membangun hubungan sekaligus mengenalkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua RW 02 Ade Ahmad menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKM 40 yang telah hadir dan berbaur dengan masyarakat selama pelaksanaan KKM. “Tidak terasa mereka sudah 20 hari di sini. Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah bersama-sama dengan warga. Mohon maaf kalau selama kegiatan ada kekurangan.” Beliau juga menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam membantu memperkenalkan potensi UMKM. Menurutnya, pemanfaatan ruang digital dapat membantu memperluas jangkauan pasar sehingga potensi lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., dalam sambutannya turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKM 40 Unsera yang telah melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui berbagai kegiatan di lingkungan setempat. Sementara itu, Kepala Desa Kramatwatu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKM. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Bagi Ketua KKM 40 Erlan Priadi, Festival Kramatwatu menjadi salah satu rangkaian penutup perjalanan mahasiswa bersama masyarakat. Setelah kurang lebih 20 hari menjalankan berbagai program, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM 40. Festival Kramatwatu kemudian ditutup dengan rangkaian pentas seni dan pengumuman pemenang berbagai perlombaan. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian KKM 40 Unsera di Kramatwatu, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik antara mahasiswa dengan masyarakat yang diharapkan dapat terus terjaga. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 12 Agustus 2026 — Universitas Serang Raya (Unsera) resmi meluncurkan Climate Action Center (CAC) Unsera dalam rangkaian KKM Fair 2026 dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian yang mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rachmattoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya. Grand Launching Climate Action Center (CAC) Unsera menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran CAC merupakan langkah Unsera dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus mendorong kolaborasi, penelitian, edukasi, dan aksi nyata yang berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.PA., Dosen Universitas Serang Raya, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya sekaligus Duta CAC Unsera, turut menyampaikan materi mengenai “Inovasi Kebijakan Tata Kelola Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat produksi gagasan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memetakan persoalan, menyusun agenda strategis, serta menawarkan solusi berbasis riset. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, NGO, dan lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan selalu dimulai dari kesadaran kecil yang dijalankan secara konsisten,” ujar beliau dalam pesan penutup materinya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.kom menyampaikan bahwa kehadiran CAC diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan. “Kami berharap CAC dapat menjadi ruang bersama untuk menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Melalui Grand Launching ini, CAC Unsera diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pusat kegiatan, tetapi berkembang menjadi ruang yang menghubungkan pengetahuan, riset, kolaborasi, dan aksi nyata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Unsera untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus mendorong hadirnya aksi nyata melalui gerakan UNSERA Berdampak. Pada 8 Agustus 2026, Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui Gerakan Sungai Bersih, yang dilaksanakan melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan aliran sungai di wilayah RT 02 Desa Drangong. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya UNSERA untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sungai yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka. Bagi UNSERA, sungai tidak hanya merupakan bagian dari lingkungan fisik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Gerakan Sungai Bersih diarahkan tidak sekadar untuk membersihkan sungai pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan bersama untuk menjaga kebersihannya secara berkelanjutan. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata. “Kami ingin kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti sebagai program selama KKM, tetapi juga membawa nilai dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Gotong royong membersihkan aliran sungai ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana UNSERA hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dari kegiatan seperti inilah kepedulian dapat dibangun dan terus dikembangkan.” Sementara itu, Ketua Pelaksana UNSERA Berdampak, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Gerakan Sungai Bersih merupakan salah satu bentuk nyata semangat UNSERA Berdampak yang mendorong sivitas akademika untuk hadir dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “UNSERA Berdampak hadir untuk mendorong berbagai inisiatif sivitas akademika yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Gerakan Sungai Bersih ini menunjukkan bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika mahasiswa, masyarakat, dan unsur kampus bergerak bersama, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.” Koordinator Lapangan Gerakan Sungai Bersih, Entis Haryadi, S.E., M.Akt., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembersihan sungai, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga sungai merupakan tanggung jawab bersama. “Gerakan Sungai Bersih ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Membersihkan sungai adalah langkah awal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak kembali membuang sampah ke aliran sungai. Karena itu, kami berharap gerakan ini dapat terus dilanjutkan secara bersama-sama dan menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat.” Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Gotong royong diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian antara masyarakat dengan sivitas akademika UNSERA dalam menjaga lingkungan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 08 UNSERA turut menjadi bagian dari sivitas akademika yang terlibat langsung dalam Gerakan Sungai Bersih. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan lingkungan secara langsung serta mengembangkan kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat. Koordinator Bidang Lingkungan KKM 08 UNSERA, Hazel Daiva Nugraha, mengatakan bahwa kondisi aliran sungai menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat. “Kami melihat aliran sungai sebagai bagian dari lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami fokus membersihkan sampah dan material yang dapat menghambat aliran air. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil pada saat pelaksanaan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.” Gerakan Sungai Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan gotong royong satu kali, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan kebiasaan menjaga sungai secara berkelanjutan. Kolaborasi antara UNSERA, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui UNSERA Berdampak, UNSERA terus mendorong agar pengetahuan, kepedulian, dan energi sivitas akademika dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gerakan Sungai Bersih menjadi bukti bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat: dari kepedulian, bergerak bersama, dan menjaga sungai untuk masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Semangat kolaborasi terasa di Desa Tembong Wakaf, Kota Serang, pada Sabtu (8/8/2026). KKM Kelompok 29 Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar kegiatan sosialisasi yang tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat potensi desa dari sisi ekonomi, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Desa Tembong Wakaf mulai pukul 16.00 WIB tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam satu ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. selaku Rektor Universitas Serang Raya, Lina Marlina Dewi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKM 29 Universitas Serang Raya, Entis Haryadi, S.E., M.Akt. selaku Dosen Universitas Serang Raya, serta Tubagus Yusuf Kusnadi selaku Ketua Poktan Sumur Kecapi Kelurahan Tembong. Kehadiran para narasumber membawa pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui sesi edukasi yang disampaikan Entis Haryadi, S.E., M.Akt. Masyarakat diajak memahami bahwa mengembangkan usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengelolaan keuangan yang tertata. Mulai dari bagaimana memutar modal, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola kas, hingga menyusun strategi bisnis menjadi bagian dari materi yang dibagikan. Hal sederhana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih terarah dalam mengembangkan usahanya. “Usaha yang berkembang bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh bagaimana modal tersebut dikelola dengan baik dan berkelanjutan.” Beranjak dari persoalan ekonomi, pembahasan kemudian menyentuh potensi pangan yang ada di sekitar masyarakat. Tubagus Yusuf Kusnadi membagikan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman pangan serta budidaya ikan lele yang memiliki potensi ekonomi. Bagi masyarakat, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Di tengah rangkaian kegiatan, kehadiran Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. turut memperkuat pesan bahwa kegiatan mahasiswa di masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat secara langsung. “Mahasiswa memiliki peran penting untuk hadir di tengah masyarakat, membawa pengetahuan yang dimiliki, sekaligus belajar dari kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.” Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kegiatan KKM Kelompok 29: bahwa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan ruang kelas. Ilmu justru menemukan maknanya ketika dapat diterapkan, dibagikan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Peta Wilayah Desa Tembong Wakaf secara simbolis bersama warga. Momen tersebut menjadi penanda sederhana dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Bagi KKM Kelompok 29 UNSERA, kegiatan ini bukan sekadar agenda program kerja. Ada cerita tentang mahasiswa yang datang untuk berbagi, masyarakat yang membuka ruang untuk belajar bersama, serta berbagai pihak yang bertemu dalam satu tujuan: mendorong potensi desa agar semakin berkembang. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari wajah UNSERA Berdampak ketika mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga didorong untuk mampu berkolaborasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Karena pada akhirnya, dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari satu pengetahuan yang dibagikan, satu kolaborasi yang dibangun, dan satu langkah kecil yang dilakukan bersama. UNSERA Berdampak. Berkarya bersama, tumbuh bersama, dan hadir untuk masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Berkolaborasi dengan UPT Perpustakaan Universitas Serang Raya dan Kimichigo, KKM 08 sukses menyelenggarakan program kerja bidang pendidikan bertajuk “Kelas Literasi Kreatif: Membangun Minat Baca dan Kreativitas Anak Melalui Storytelling dan Kegiatan Membaca Interaktif” pada 26 Juli 2026 di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Mengusung konsep belajar yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan tersebut berhasil menarik antusiasme 100 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Kolaborasi antara mahasiswa KKM 08, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo bertujuan untuk menanamkan budaya literasi sejak dini sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak melalui pendekatan yang edukatif dan inovatif. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan Tim KKM 08, UPT Perpustakaan Universitas Serang Raya, serta Kimichigo kepada seluruh peserta. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, peserta diajak mengikuti ice breaking dan senam ringan sebelum memasuki sesi utama. Acara kemudian dilanjutkan dengan storytelling interaktif yang mengajak anak-anak menyimak cerita sekaligus berpartisipasi aktif selama proses berlangsung. Setelah itu, peserta mengikuti sesi tanya jawab untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam menyampaikan pendapat. Keseruan semakin terasa melalui games literasi yang menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Anak-anak kemudian diajak mengikuti kegiatan kreatif pembuatan karya, yang selanjutnya dipresentasikan di hadapan peserta lainnya. Sebagai penutup, panitia mengadakan quiz berhadiah yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. “Program Kelas Literasi Kreatif ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi dapat dilakukan secara inovatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak-anak. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda di Desa Drangong,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Pendidikan KKM 08 Universitas Serang Raya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa konsep kegiatan sengaja dirancang agar anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan, berimajinasi, dan berani mengekspresikan ide. “Melalui Kelas Literasi Kreatif, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Storytelling, permainan edukatif, hingga kegiatan membuat karya menjadi media agar anak-anak semakin mencintai membaca dan mampu mengembangkan kreativitasnya. Kami berharap semangat literasi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di Desa Drangong,” jelasnya. Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu peserta kegiatan, Aisyah (11), siswi sekolah dasar yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Menurutnya, kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif membuat membaca menjadi lebih menyenangkan. “Aku senang sekali ikut kegiatan ini karena ceritanya seru dan kakak-kakaknya baik. Tadi kami juga bermain sambil belajar, membuat karya, dan dapat hadiah. Jadi membaca ternyata menyenangkan. Semoga nanti ada kegiatan seperti ini lagi di desa kami,” ungkapnya dengan penuh semangat. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan mitra dapat menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, berani berkomunikasi, dan membangun rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas yang telah dirancang. Ke depan, KKM 08 Universitas Serang Raya berharap Kelas Literasi Kreatif dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berkelanjutan demi menciptakan generasi yang gemar membaca, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas Unsera
Read MoreSERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Melalui kolaborasi bersama UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Serang Raya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang, KKM 08 sukses menyelenggarakan Program Kerja Bidang Kesehatan bertajuk “Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat” pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 100 peserta, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia). Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tim UKM KSR PMI Unit Universitas Serang Raya. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu oleh tenaga kesehatan dari PMI Kota Serang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan peserta. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Desa Drangong. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Muhammad Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kolaborasi antara KKM 08, KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Kesehatan KKM 08 Universitas Serang Raya, Mahfudoh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.> “Kami tidak hanya ingin menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Salah satu peserta kegiatan, Ibu Siti Aminah (54), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh KKM 08 Universitas Serang Raya. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan penjelasan tentang cara menjaga kesehatan, saya juga bisa memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UKM KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, kegiatan ini juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. KKM 08 Universitas Serang Raya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read More