Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui partisipasi daring dalam 1st International Conference on Social Sciences (IConSS) 2026 yang diselenggarakan pada 16–17 Oktober 2026 di Hilarion T. Feliciano Activity Center, Misamis University, Ozamiz City, Filipina. Mengusung tema “Redefining the Social Sciences for Sustainable Development: Current Trends, Emerging Issues, and Future Pathways”, konferensi ini menjadi forum bagi akademisi dan peneliti untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, serta membahas tantangan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. IConSS 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Misamis University dengan UNSERA, Universitas Brawijaya, Universitas Amikom Purwokerto, dan José Rizal University. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring akademik dan mendorong pertukaran pengetahuan lintas negara. Rektor UNSERA, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menyampaikan, “Melalui IConSS 2026, UNSERA berupaya memperkuat kolaborasi akademik internasional, memperluas jejaring penelitian, serta mendorong pengembangan ilmu sosial yang mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat.” Pada hari pertama, konferensi menghadirkan Professor Fay Rola-Rubzen, PhD, dari Curtin University, Australia, sebagai pembicara utama (keynote speaker), serta Takashi Tsuji, PhD, dari Obihiro University of Agriculture and Veterinary Medicine, Jepang, sebagai pembicara pleno (plenary speaker). Rangkaian kegiatan mencakup presentasi makalah dalam sesi paralel, diskusi ilmiah, dan peninjauan poster penelitian. Topik yang dibahas meliputi kota dan komunitas berkelanjutan, kesehatan dan kesejahteraan, pembangunan manusia, transformasi digital, tata kelola, ekonomi, kesetaraan, dan keadilan sosial. Pada hari kedua, 17 Oktober 2026, konferensi dijadwalkan berlanjut dengan presentasi penelitian, sesi pleno, forum diskusi, pemberian penghargaan, dan penutupan. Dalam rangkaian IConSS 2026, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom., berhasil meraih penghargaan Best Presenter. Penghargaan ini menjadi salah satu capaian dosen UNSERA dalam forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Melalui partisipasi dalam IConSS 2026, UNSERA diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama internasional, mendorong pengembangan penelitian, serta memperkuat kontribusi sivitas akademika dalam menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT Inti Everspring Indonesia mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema “Aksi Nyata untuk Lingkungan Kita”. Puncak kegiatan dilaksanakan di Desa Mangunreja, Kabupaten Serang, pada Rabu (14/10/2026), ditandai dengan penyerahan sarana pengelolaan lingkungan dan dukungan pertanian bagi masyarakat setempat. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat dalam mendorong praktik keberlanjutan dari tingkat lokal. Pendekatan pemberdayaan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan penerapan program di lapangan. Puncak kegiatan ditandai dengan simbolisasi penyerahan program pemberdayaan kepada PKK Desa Mangunreja, sarana kebersihan kepada SDN Mangunreja, serta sarana pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat praktik pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat dan sekolah sekaligus mendukung aktivitas pertanian warga. Sarana pengelolaan lingkungan yang diberikan meliputi tiga tempat sampah botol plastik, delapan set tempat sampah terpilah, tiga unit komposter, serta sarana untuk 30 titik biopori. Sementara itu, dukungan kepada Gapoktan berupa alat perontok padi dan alat perontok jagung yang diharapkan dapat membantu efisiensi proses pascapanen. Prof. Delly selaku Person in Charge (PIC) program CSR dari UNSERA menjelaskan bahwa pemberdayaan berbasis lingkungan perlu dibangun melalui proses yang bertahap dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Program ini tidak berhenti pada edukasi dan penyerahan sarana. Kami ingin mendorong agar masyarakat dapat menerapkan praktik pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Karena itu, pendampingan serta monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan penerapan program dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat,” ujar Prof. Delly. Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pembelajaran dalam mengembangkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui proses evaluasi, UNSERA dapat meninjau pemanfaatan sarana, keterlibatan kelompok sasaran, serta perkembangan praktik yang telah diperkenalkan. Dari pihak industri, perwakilan manajemen PT Inti Everspring Indonesia, Gallan Kusuma, S.T., M.T., menekankan pentingnya kolaborasi agar program CSR memberikan manfaat yang berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi dengan UNSERA dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mangunreja. Program CSR menjadi lebih bermakna ketika dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ungkap Gallan. Dukungan terhadap pendidikan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam program ini. Kepala SDN Mangunreja, Muflihah, S.Pd., menyampaikan bahwa sarana kebersihan yang diberikan diharapkan dapat memperkuat pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah. “Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah di lingkungan sekolah. Pendidikan lingkungan perlu dilakukan secara konsisten agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., diharapkan turut memperkuat perspektif mengenai manfaat kolaborasi bagi masyarakat desa. “Kami menyambut baik kolaborasi yang menghadirkan dukungan bagi masyarakat, sekolah, dan kelompok tani di Desa Mangunreja. Kami berharap bantuan dan pendampingan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melanjutkan praktik-praktik positif yang telah diperkenalkan,” demikian rancangan pernyataan Kepala Desa Mangunreja. Monitoring dan Evaluasi Selama Tiga Bulan Setelah intervensi program selesai dilaksanakan, UNSERA akan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga bulan ke depan. Pemantauan ini diarahkan untuk melihat pemanfaatan sarana yang telah diberikan, keterlibatan kelompok sasaran, serta perkembangan penerapan praktik pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan di lapangan. Tahap ini menjadi penting karena dampak program belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pelaksanaan kegiatan atau penyerahan bantuan. Melalui monitoring dan evaluasi, UNSERA akan memperoleh gambaran mengenai perkembangan program sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan dan peluang penyempurnaan pendekatan pemberdayaan. Kolaborasi UNSERA dan PT Inti Everspring Indonesia diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat dalam membangun praktik keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan lokal. Dengan menggabungkan edukasi, pendampingan, dukungan sarana, dan evaluasi berkelanjutan, program ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan pendekatan pemberdayaan berbasis lingkungan yang dapat terus disempurnakan sesuai dengan kondisi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read MoreMangunreja, 1 Oktober 2026 — PT Inti Everspring Indonesia bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Pusat Studi Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) melaksanakan program kolaborasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Mangunreja, Kabupaten Serang. Program ini melibatkan PT Inti Everspring Indonesia, UNSERA melalui PSLP, Pemerintah Desa Mangunreja, SDN Mangunreja, kader PKK, dan mahasiswa KKM Tematik UNSERA. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai edukasi, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar manfaatnya dapat berkelanjutan. Pada pelaksanaan perdana, kegiatan berlangsung di dua lokasi. Di SDN Mangunreja, sekitar 80 peserta didik mengikuti edukasi pemilahan sampah, pengenalan sampah organik dan anorganik, dampak sampah plastik, games edukasi, penyematan simbolis Duta Lingkungan, pemasangan poster, serta praktik pemasangan biopori. Materi menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Wawa, selaku guru sekaligus koordinator kegiatan di SDN Mangunreja, menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik edukasi pemilahan sampah ini karena anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kebiasaan ini dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah.” Sementara itu, sebanyak 30 kader PKK mengikuti kegiatan bertema “Sampah Menjadi Berkah: Pemilahan Sampah, Biopori, Kompos, dan Ecoenzyme untuk Keluarga Sehat.” Kegiatan membahas pengelolaan sampah dari rumah sekaligus mendorong kader PKK menjadi penggerak kebiasaan ramah lingkungan di keluarga. H. Astuti, Ketua TP PKK sekaligus Ibu Lurah/Kepala Desa Mangunreja, mengapresiasi kolaborasi tersebut. “Kami mengapresiasi program kolaborasi ini karena PT Inti Everspring Indonesia bersama UNSERA hadir langsung di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berlanjut dan memberikan perubahan nyata di lingkungan Mangunreja.” Kolaborasi untuk Keberlanjutan Mewakili PT Inti Everspring Indonesia, Ahmad Nahudin menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami tidak ingin hanya hadir dalam satu kegiatan, tetapi membangun proses yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Karena itu, kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM Tematik UNSERA dalam pendampingan, monitoring, dan evaluasi program.” Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT Inti Everspring Indonesia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Mangunreja, sehingga kolaborasi tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Prof. Dr. AP. Delly Maulana, MPA, selaku PIC kegiatan, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa KKM Tematik menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. “Program ini kami rancang tidak berhenti pada kegiatan edukasi hari ini. Mahasiswa KKM Tematik akan terlibat dalam pendampingan, monitoring, dan evaluasi untuk melihat penerapan program di lapangan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.” Rangkaian kegiatan selanjutnya mencakup pendampingan berkelanjutan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta acara puncak kolaborasi pada 14 Oktober 2026 di Balai Desa Mangunreja. Kolaborasi PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA bersama pemerintah desa, sekolah, PKK, dan mahasiswa KKM Tematik diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA berkolaborasi, bergerak bersama, dan membangun perubahan dari Mangunreja. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 13 September 2026 — Pagi itu, perjalanan bukan hanya membawa mahasiswa HIMANURA UNSERA menuju sebuah tempat, tetapi juga membawa niat sederhana: hadir, berbagi, dan menciptakan cerita bersama. Melalui Bakti Sosial HIMANURA 2026 dengan tema “Workshop Satu Hari Bersama, Sejuta Makna untuk Semua”, Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya (HIMANURA UNSERA) hadir di Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan dimulai dengan persiapan dan briefing panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi pembacaan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, rangkaian sambutan, serta doa. Momen tersebut menjadi awal dari pertemuan yang tidak hanya mempertemukan panitia dan peserta, tetapi juga mempertemukan semangat untuk saling berbagi. Setelah pembukaan, suasana beralih ke sesi workshop. Chandra Irawan hadir sebagai pemateri dalam materi “Roadmap Masa Depan: My Future Promise”. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk melihat masa depan dengan lebih berani, mengenali apa yang ingin dicapai, dan mulai memikirkan langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut. Bukan hanya tentang mendengarkan dan memahami materi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang membuat suasana semakin cair. Peserta dan panitia bersama-sama mempersiapkan alat dan bahan, kemudian menuangkan kreativitas melalui kegiatan melukis tote bag. Dari satu tote bag ke tote bag lainnya, muncul berbagai warna dan bentuk yang berbeda, tetapi semuanya lahir dari satu hal yang sama: kebersamaan. Setelah selesai berkarya, seluruh peserta dan panitia turut melakukan bersih-bersih area kegiatan. Muhammad Hafifullah, M.Pd., Kepala Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran HIMANURA. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran HIMANURA. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi tentang kepedulian dan kebersamaan yang dirasakan. Semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi kenangan baik dan memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan memiliki cita-cita.” Sementara itu, Rifa Maulida, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial. “Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar datang, memberikan sesuatu, lalu pulang. Kami ingin satu hari yang kami habiskan bersama dapat meninggalkan sejuta makna. Melalui workshop dan kegiatan kreasi, kami berharap ada semangat, cerita, dan pengalaman yang bisa dibawa pulang oleh setiap peserta.” Hal yang sama dirasakan oleh Restia Cilegonia, Ketua Pelaksana Bakti Sosial HIMANURA 2026, yang melihat kebersamaan sebagai bagian paling berharga dari seluruh proses. “Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana acara berjalan sesuai susunan kegiatan, tetapi tentang bagaimana setiap orang yang terlibat bisa merasakan kebersamaan. Melihat peserta ikut belajar, tertawa, dan berkarya bersama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai panitia.” Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan ucapan dari Ketua HIMANURA dan Kepala Yayasan, penyerahan donasi, sertifikat, dan plakat, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Bagi keluarga besar HIMANURA, hari itu menjadi pengingat bahwa kebermaknaan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, cukup dengan meluangkan waktu, hadir dengan tulus, dan menciptakan ruang untuk belajar serta tertawa bersama. Satu hari mungkin telah selesai, tetapi cerita dan makna yang tercipta di dalamnya diharapkan terus tinggal. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreMangunreja, 21 Agustus 2026 — Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT INTI Everspring Indonesia dan Pemerintah Desa Mangunreja menjajaki kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mangunreja. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi awal untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu utama yang dibahas, mulai dari belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga perlunya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tim CAC UNSERA bersama mitra meninjau kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di Desa Mangunreja. Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, selaku Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA. Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok PKK, dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan dari tingkat keluarga. “PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah. Pokja 1 dapat memperkuat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, Pokja 2 melalui edukasi keluarga, Pokja 3 melalui keterampilan dan pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan Pokja 4 dapat menguatkan aspek kesehatan lingkungan. Jadi, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri. Menurutnya, edukasi juga perlu diperluas kepada anak-anak sekolah agar perubahan perilaku tidak hanya terjadi di tingkat rumah tangga, tetapi tumbuh sejak generasi muda. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. “Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si. Dari pihak PT INTI Everspring Indonesia, Koordinator CSR Ahmad Nahudin, menyampaikan bahwa penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR. “Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin. Dalam diskusi turut muncul sejumlah gagasan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian kemungkinan pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal, sehingga bentuk program dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan. Melalui kolaborasi antara CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas Unsera
Read MoreSerang, 16 Agustus 2026 — Suasana perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Kramatwatu terasa berbeda pada Minggu (16/8/2026). Festival Kramatwatu yang digelar KKM 40 Universitas Serang Raya (Unsera) tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat sekaligus menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa selama kurang lebih 20 hari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., Kepala Desa Kramatwatu, Ketua RW 02 Ade Ahmad, serta Ketua KKM 40 Erlan Priadi. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah, mulai dari karnaval, perlombaan HUT RI, hingga acara malam yang diisi dengan pentas seni, pemutaran video dokumenter KKM 40, pemberian plakat, serta pengumuman juara Festival Anak Sholeh dan Karnaval. Selama berada di Kramatwatu, mahasiswa KKM 40 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga ikut berbaur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Keterlibatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan warga, pelaku UMKM, dan unsur pemerintahan setempat. Interaksi yang terjalin menjadi bagian dari upaya membangun hubungan sekaligus mengenalkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua RW 02 Ade Ahmad menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKM 40 yang telah hadir dan berbaur dengan masyarakat selama pelaksanaan KKM. “Tidak terasa mereka sudah 20 hari di sini. Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah bersama-sama dengan warga. Mohon maaf kalau selama kegiatan ada kekurangan.” Beliau juga menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam membantu memperkenalkan potensi UMKM. Menurutnya, pemanfaatan ruang digital dapat membantu memperluas jangkauan pasar sehingga potensi lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., dalam sambutannya turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKM 40 Unsera yang telah melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui berbagai kegiatan di lingkungan setempat. Sementara itu, Kepala Desa Kramatwatu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKM. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Bagi Ketua KKM 40 Erlan Priadi, Festival Kramatwatu menjadi salah satu rangkaian penutup perjalanan mahasiswa bersama masyarakat. Setelah kurang lebih 20 hari menjalankan berbagai program, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM 40. Festival Kramatwatu kemudian ditutup dengan rangkaian pentas seni dan pengumuman pemenang berbagai perlombaan. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian KKM 40 Unsera di Kramatwatu, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik antara mahasiswa dengan masyarakat yang diharapkan dapat terus terjaga. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 12 Agustus 2026 — Universitas Serang Raya (Unsera) resmi meluncurkan Climate Action Center (CAC) Unsera dalam rangkaian KKM Fair 2026 dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian yang mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rachmattoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya. Grand Launching Climate Action Center (CAC) Unsera menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran CAC merupakan langkah Unsera dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus mendorong kolaborasi, penelitian, edukasi, dan aksi nyata yang berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.PA., Dosen Universitas Serang Raya, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya sekaligus Duta CAC Unsera, turut menyampaikan materi mengenai “Inovasi Kebijakan Tata Kelola Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat produksi gagasan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memetakan persoalan, menyusun agenda strategis, serta menawarkan solusi berbasis riset. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, NGO, dan lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan selalu dimulai dari kesadaran kecil yang dijalankan secara konsisten,” ujar beliau dalam pesan penutup materinya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.kom menyampaikan bahwa kehadiran CAC diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan. “Kami berharap CAC dapat menjadi ruang bersama untuk menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Melalui Grand Launching ini, CAC Unsera diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pusat kegiatan, tetapi berkembang menjadi ruang yang menghubungkan pengetahuan, riset, kolaborasi, dan aksi nyata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Unsera untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus mendorong hadirnya aksi nyata melalui gerakan UNSERA Berdampak. Pada 8 Agustus 2026, Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui Gerakan Sungai Bersih, yang dilaksanakan melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan aliran sungai di wilayah RT 02 Desa Drangong. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya UNSERA untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sungai yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka. Bagi UNSERA, sungai tidak hanya merupakan bagian dari lingkungan fisik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Gerakan Sungai Bersih diarahkan tidak sekadar untuk membersihkan sungai pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan bersama untuk menjaga kebersihannya secara berkelanjutan. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata. “Kami ingin kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti sebagai program selama KKM, tetapi juga membawa nilai dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Gotong royong membersihkan aliran sungai ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana UNSERA hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dari kegiatan seperti inilah kepedulian dapat dibangun dan terus dikembangkan.” Sementara itu, Ketua Pelaksana UNSERA Berdampak, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Gerakan Sungai Bersih merupakan salah satu bentuk nyata semangat UNSERA Berdampak yang mendorong sivitas akademika untuk hadir dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “UNSERA Berdampak hadir untuk mendorong berbagai inisiatif sivitas akademika yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Gerakan Sungai Bersih ini menunjukkan bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika mahasiswa, masyarakat, dan unsur kampus bergerak bersama, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.” Koordinator Lapangan Gerakan Sungai Bersih, Entis Haryadi, S.E., M.Akt., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembersihan sungai, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga sungai merupakan tanggung jawab bersama. “Gerakan Sungai Bersih ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Membersihkan sungai adalah langkah awal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak kembali membuang sampah ke aliran sungai. Karena itu, kami berharap gerakan ini dapat terus dilanjutkan secara bersama-sama dan menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat.” Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Gotong royong diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian antara masyarakat dengan sivitas akademika UNSERA dalam menjaga lingkungan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 08 UNSERA turut menjadi bagian dari sivitas akademika yang terlibat langsung dalam Gerakan Sungai Bersih. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan lingkungan secara langsung serta mengembangkan kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat. Koordinator Bidang Lingkungan KKM 08 UNSERA, Hazel Daiva Nugraha, mengatakan bahwa kondisi aliran sungai menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat. “Kami melihat aliran sungai sebagai bagian dari lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami fokus membersihkan sampah dan material yang dapat menghambat aliran air. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil pada saat pelaksanaan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.” Gerakan Sungai Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan gotong royong satu kali, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan kebiasaan menjaga sungai secara berkelanjutan. Kolaborasi antara UNSERA, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui UNSERA Berdampak, UNSERA terus mendorong agar pengetahuan, kepedulian, dan energi sivitas akademika dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gerakan Sungai Bersih menjadi bukti bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat: dari kepedulian, bergerak bersama, dan menjaga sungai untuk masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Semangat kolaborasi terasa di Desa Tembong Wakaf, Kota Serang, pada Sabtu (8/8/2026). KKM Kelompok 29 Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar kegiatan sosialisasi yang tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat potensi desa dari sisi ekonomi, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Desa Tembong Wakaf mulai pukul 16.00 WIB tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam satu ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. selaku Rektor Universitas Serang Raya, Lina Marlina Dewi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKM 29 Universitas Serang Raya, Entis Haryadi, S.E., M.Akt. selaku Dosen Universitas Serang Raya, serta Tubagus Yusuf Kusnadi selaku Ketua Poktan Sumur Kecapi Kelurahan Tembong. Kehadiran para narasumber membawa pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui sesi edukasi yang disampaikan Entis Haryadi, S.E., M.Akt. Masyarakat diajak memahami bahwa mengembangkan usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengelolaan keuangan yang tertata. Mulai dari bagaimana memutar modal, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola kas, hingga menyusun strategi bisnis menjadi bagian dari materi yang dibagikan. Hal sederhana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih terarah dalam mengembangkan usahanya. “Usaha yang berkembang bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh bagaimana modal tersebut dikelola dengan baik dan berkelanjutan.” Beranjak dari persoalan ekonomi, pembahasan kemudian menyentuh potensi pangan yang ada di sekitar masyarakat. Tubagus Yusuf Kusnadi membagikan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman pangan serta budidaya ikan lele yang memiliki potensi ekonomi. Bagi masyarakat, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Di tengah rangkaian kegiatan, kehadiran Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. turut memperkuat pesan bahwa kegiatan mahasiswa di masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat secara langsung. “Mahasiswa memiliki peran penting untuk hadir di tengah masyarakat, membawa pengetahuan yang dimiliki, sekaligus belajar dari kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.” Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kegiatan KKM Kelompok 29: bahwa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan ruang kelas. Ilmu justru menemukan maknanya ketika dapat diterapkan, dibagikan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Peta Wilayah Desa Tembong Wakaf secara simbolis bersama warga. Momen tersebut menjadi penanda sederhana dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Bagi KKM Kelompok 29 UNSERA, kegiatan ini bukan sekadar agenda program kerja. Ada cerita tentang mahasiswa yang datang untuk berbagi, masyarakat yang membuka ruang untuk belajar bersama, serta berbagai pihak yang bertemu dalam satu tujuan: mendorong potensi desa agar semakin berkembang. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari wajah UNSERA Berdampak ketika mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga didorong untuk mampu berkolaborasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Karena pada akhirnya, dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari satu pengetahuan yang dibagikan, satu kolaborasi yang dibangun, dan satu langkah kecil yang dilakukan bersama. UNSERA Berdampak. Berkarya bersama, tumbuh bersama, dan hadir untuk masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read More