Kategori: Riset untuk Solusi

Researcher Stories: Menumbuhkan Budaya Riset dari Fakultas Teknik, Langkah Konsisten Dr. Heru Winarno

Sebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Climate Action Center UNSERA Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim melalui Penanaman Mangrove

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Center (CAC) UNSERA kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026, di kawasan pesisir Sawah Luhur, Banten. Kegiatan ini melibatkan Duta Perubahan Iklim CAC serta mahasiswa UNSERA sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari langkah nyata UNSERA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Mangrove dipilih karena memiliki peran ekologis yang penting, seperti mencegah abrasi pantai, menyerap emisi karbon biru (blue carbon), serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Edukasi tersebut menjadi penguatan nilai akademik sekaligus implementasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim. Direktur Climate Action Center UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky P., S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Melalui aksi sederhana seperti penanaman mangrove, mahasiswa diajak untuk hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Duta Climate Action Center UNSERA, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.P.A. mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Firdaus, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti penanaman mangrove,” ujarnya. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Climate Action Center, Duta Perubahan Iklim CAC, dan mahasiswa Fakultas Teknik UNSERA mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penanaman bibit mangrove, edukasi lingkungan, serta kampanye digital melalui media sosial. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai sarana penyebaran pesan positif mengenai pentingnya aksi iklim kepada masyarakat luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNSERA terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata demi terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Hadirkan Akademisi Dunia, Bahas Penelitian Komunitas Adat dan Peran Seni dalam Pemberdayaan Masyarakat

Serang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Peran Akademisi dalam Demokrasi: FISIPKUM UNSERA Gelar Kuliah Pakar Kepemiluan

Serang, unsera.ac.id — Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan Kuliah Pakar bertajuk “Implementasi & Evaluasi Kebijakan Kepemiluan” pada Kamis (22/01) bertempat di Ruang Kaca Lantai 1, Gedung A UNSERA. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari FISIPKUM UNSERA. Kuliah pakar ini menghadirkan Ali Faisal, S.H., M.H., M.E, Ketua Bawaslu Provinsi Banten, sebagai keynote speaker, serta dibuka dengan opening speech oleh Budi Hasnah, S.Sos., M.Si, Dosen Program Studi Administrasi Negara UNSERA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kebijakan kepemiluan, khususnya dalam aspek implementasi, pengawasan, dan evaluasi pemilu di Indonesia. Dalam opening speech-nya, Budi Hasnah, S.Sos., M.Si menekankan pentingnya kegiatan akademik seperti kuliah pakar sebagai sarana menjembatani teori dan praktik kepemiluan. Ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga gambaran nyata tentang dinamika pelaksanaan pemilu di lapangan. “Melalui Kuliah Pakar ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga penjelasan langsung mengenai bagaimana kebijakan pemilu dijalankan di lapangan. Dari situ terlihat bahwa praktik kepemiluan memiliki banyak kendala dan tantangan yang perlu dipahami secara kritis,” ujarnya Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan dan evaluasi pemilu merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas demokrasi. Evaluasi formatif dinilai penting untuk mencegah potensi pelanggaran sejak tahapan awal pemilu, sementara evaluasi sumatif diperlukan untuk menilai keberhasilan kebijakan setelah seluruh proses pemilu selesai. Dengan pendekatan tersebut, pengawasan pemilu tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga menjadi dasar perbaikan kualitas pemilu pada periode berikutnya. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal kebijakan kepemiluan. Partisipasi aktif melalui pengawasan partisipatif, penyampaian pandangan kritis, serta penolakan terhadap praktik-praktik yang mencederai demokrasi seperti politik uang menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pemilu. Antusiasme peserta terlihat dari respons positif mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Rifa Maulida, menyampaikan bahwa kuliah pakar ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas implementasi kebijakan kepemiluan. “Kegiatan ini memberikan gambaran utuh tentang implementasi kebijakan pemilu, mulai dari dasar hukum, tahapan penyelenggaraan, hingga peran lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP. Saya menjadi lebih memahami bahwa kebijakan kepemiluan tidak hanya bersifat normatif, tetapi sangat kompleks dalam praktiknya,” ungkapnya. Mahasiswa tersebut juga menilai bahwa pengawasan dan evaluasi pemilu harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar pemilu tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat. Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar ini, FISIPKUM UNSERA berharap mahasiswa dapat menjadi generasi akademik yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam mendukung penguatan demokrasi melalui pendidikan dan literasi politik yang berkelanjutan. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas UNSERA

Read More

Mahasiswa Unsera Ciptakan Alat Pendeteksi Heat Stroke untuk Petani: Inovasi Teknologi untuk Lindungi Petani dari Bahaya Cuaca Ekstrem

Serang, unsera.ac.id — Mahasiswa Jurusan Sistem Komputer Universitas Serang Raya (Unsera) kembali membuktikan kontribusinya terhadap masyarakat melalui inovasi teknologi bertajuk “Early Warning System Heat Stroke for Farmers”. Alat ini dirancang sebagai sistem pendeteksi dini cuaca panas ekstrem untuk membantu para petani menghindari risiko heat stroke yang sering terjadi akibat paparan suhu tinggi saat bekerja di lahan. Kegiatan peluncuran dan edukasi alat ini dilaksanakan pada 16 Juni 2025 di Desa Tirtayasa, Kabupaten Serang, dan diikuti oleh 30 petani lokal. Tak sekadar memperkenalkan alat, tim mahasiswa Unsera juga menggelar sesi edukasi kesehatan mental berbasis iklim dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan, menggunakan metode pembelajaran kelompok dan permainan edukatif. Acara ini dipandu langsung oleh dosen Unsera dan didampingi oleh dua fasilitator internasional: Inovasi alat ini berawal dari tantangan yang diberikan oleh dosen pembimbing, Siswanto, M.T., kepada tim mahasiswa untuk menciptakan sebuah teknologi yang bermanfaat. Awalnya, tim belum mengetahui secara pasti siapa yang akan menjadi pengguna alat tersebut. Namun, setelah mendengar keluhan dari para petani yang kerap mengalami sakit kepala akibat terik matahari, mereka pun mulai merancang alat ini sebagai solusi nyata atas permasalahan tersebut. “Kami awalnya hanya diberi tugas membuat alat, belum tahu untuk siapa. Tapi setelah tahu bahwa para petani sering merasa pusing karena suhu yang tinggi, kami sadar alat ini harus kami tujukan untuk mereka,” ujar Vincensius Situmorang. Perjalanan mereka tidak mudah. Tantangan teknis seperti kelebihan tegangan listrik dan komponen speaker yang kurang responsif sempat menghambat proses. Mereka bahkan harus mengganti rancangan alat hingga tiga kali agar bisa berfungsi secara optimal. Namun berkat kerja keras dan bimbingan dosen, alat ini akhirnya berhasil beroperasi dengan baik dan dapat memberikan sinyal peringatan saat suhu mencapai batas berbahaya. Dengan hadirnya sistem ini, para petani kini bisa mengetahui kapan suhu lingkungan sudah cukup tinggi dan disarankan untuk beristirahat sejenak agar terhindar dari gangguan kesehatan serius. Harapannya, alat ini dapat menjadi solusi nyata yang meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya menjaga kesehatan saat bekerja di bawah cuaca ekstrem. Proyek pengembangan alat Early Warning System Heat Stroke merupakan inisiatif dari empat mahasiswa Jurusan Sistem Komputer Unsera: Vincensius Situmorang, Wendi Setiawan Saputra, Dadan Sumindar, dan Alfredo Jati Florentino. Proyek ini dibimbing langsung oleh Bapak Siswanto, M.T., dan saat ini telah memasuki tahap prototipe awal (Tahap 1). Dalam arah pengembangannya, alat ini direncanakan untuk menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dan Wireless Sensor Network (WSN). Seperti disampaikan oleh pembimbing, “Kedepan akan dikembangkan berbasis IOT yang dapat memonitoring kondisi secara real time dan menggunakan teknologi WSN (wireless sensor network).” Melalui proyek ini, Unsera terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga peka terhadap permasalahan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Inovasi “Early Warning System Heat Stroke for Farmers” menjadi bukti nyata bahwa kontribusi mahasiswa bisa memberi dampak langsung kepada masyarakat. Dari kampus untuk petani, dari Unsera untuk Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus

Read More

UNSERA, Duke-NUS dan HKMU Gelar Penanaman Pohon sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Tirtayasa

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Serang Raya (UNSERA) bekerja sama dengan Duke-NUS Medical School, Singapura, Hong Kong Metropolitan University (HKMU), serta berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang dan Dalberg, sebuah firma konsultasi global, menggelar kegiatan penanaman pohon pada 26 September 2024 di Desa Tirtayasa sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam. Penanaman pohon ini dimulai setelah sesi edukasi mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, khususnya risiko heatstroke kepada para petani di desa Tirtayasa, yang disampaikan oleh Dr. Sheena Ramazanu, Assistant Professor dari HKMU, dan Ms. Nurul Amanina Hussain, Research Associate dari Duke-NUS Medical School. Penanaman pohon dilakukan di area sekitar Desa Tirtayasa, sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk. Secara simbolis, penanaman pohon juga dilakukan di kampus UNSERA oleh Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., dan Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Serang, H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc., M.Hum, sebagai tanda komitmen kampus dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dr. Sheena Ramazanu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UNSERA atas dukungan dan kolaborasi dalam kegiatan ini. “thank to Unsera for supporting and welcoming us to collaborate in this activity. This collaboration is very important for us in delivering the message about climate change and taking real action to address it.” ujar Dr. Sheena. Dr. Siska Mardiana, S.Sos, M.M., seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSERA yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan komentarnya mengenai pentingnya kolaborasi ini. “Penanaman pohon bukan hanya simbol, tetapi juga langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim yang dampaknya sudah mulai kita rasakan. Kolaborasi ini sangat penting dalam membangun kesadaran serta mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan”. Zalsa, salah satu mahasiswa UNSERA yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, juga mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat. “Ikut dalam penanaman pohon ini sangat membuka mata saya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Saya harap kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena memberikan dampak yang nyata dan positif, baik bagi lingkungan maupun bagi kami sebagai generasi muda,” Kaodah, seorang warga desa Tirtayasa, juga menambahkan, “Semoga dengan penanaman pohon ini bisa memberikan udara yang lebih segar dan tidak panas untuk anak-anak di masa depan.” Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya dalam hal meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penghijauan dan pemeliharaan lingkungan. (H)

Read More

Bilah Aksesibilitas