Kategori: Lingkungan Berkelanjutan

Climate Action Center UNSERA dan PT Inti Everspring Indonesia Jajaki Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Desa Mangunreja

Mangunreja, 21 Agustus 2026 — Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT INTI Everspring Indonesia dan Pemerintah Desa Mangunreja menjajaki kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mangunreja. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi awal untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu utama yang dibahas, mulai dari belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga perlunya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tim CAC UNSERA bersama mitra meninjau kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di Desa Mangunreja. Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, selaku Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA. Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok PKK, dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan dari tingkat keluarga. “PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah. Pokja 1 dapat memperkuat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, Pokja 2 melalui edukasi keluarga, Pokja 3 melalui keterampilan dan pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan Pokja 4 dapat menguatkan aspek kesehatan lingkungan. Jadi, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri. Menurutnya, edukasi juga perlu diperluas kepada anak-anak sekolah agar perubahan perilaku tidak hanya terjadi di tingkat rumah tangga, tetapi tumbuh sejak generasi muda. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. “Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si. Dari pihak PT INTI Everspring Indonesia, Koordinator CSR Ahmad Nahudin, menyampaikan bahwa penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR. “Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin. Dalam diskusi turut muncul sejumlah gagasan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian kemungkinan pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal, sehingga bentuk program dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan. Melalui kolaborasi antara CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas Unsera

Read More

Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian UNSERA Dorong Inovasi Berdampak melalui KKM Fair 2026

SERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA

Read More

Universitas Serang Raya Resmi Luncurkan Climate Action Center, Perkuat Komitmen Aksi Iklim dan Lingkungan

Serang, 12 Agustus 2026 — Universitas Serang Raya (Unsera) resmi meluncurkan Climate Action Center (CAC) Unsera dalam rangkaian KKM Fair 2026 dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian yang mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rachmattoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya. Grand Launching Climate Action Center (CAC) Unsera menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran CAC merupakan langkah Unsera dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus mendorong kolaborasi, penelitian, edukasi, dan aksi nyata yang berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.PA., Dosen Universitas Serang Raya, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya sekaligus Duta CAC Unsera, turut menyampaikan materi mengenai “Inovasi Kebijakan Tata Kelola Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat produksi gagasan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memetakan persoalan, menyusun agenda strategis, serta menawarkan solusi berbasis riset. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, NGO, dan lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan selalu dimulai dari kesadaran kecil yang dijalankan secara konsisten,” ujar beliau dalam pesan penutup materinya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.kom menyampaikan bahwa kehadiran CAC diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan. “Kami berharap CAC dapat menjadi ruang bersama untuk menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Melalui Grand Launching ini, CAC Unsera diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pusat kegiatan, tetapi berkembang menjadi ruang yang menghubungkan pengetahuan, riset, kolaborasi, dan aksi nyata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Unsera untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera

Read More

Sukses Menyelenggarakan Kelas Literasi Kreatif, KKM 08 UNSERA Gandeng UPT Perpustakaan dan Kimichigo Bangun Budaya Literasi Anak

SERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Berkolaborasi dengan UPT Perpustakaan Universitas Serang Raya dan Kimichigo, KKM 08 sukses menyelenggarakan program kerja bidang pendidikan bertajuk “Kelas Literasi Kreatif: Membangun Minat Baca dan Kreativitas Anak Melalui Storytelling dan Kegiatan Membaca Interaktif” pada 26 Juli 2026 di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Mengusung konsep belajar yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan tersebut berhasil menarik antusiasme 100 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Kolaborasi antara mahasiswa KKM 08, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo bertujuan untuk menanamkan budaya literasi sejak dini sekaligus mengembangkan kreativitas anak-anak melalui pendekatan yang edukatif dan inovatif. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan Tim KKM 08, UPT Perpustakaan Universitas Serang Raya, serta Kimichigo kepada seluruh peserta. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, peserta diajak mengikuti ice breaking dan senam ringan sebelum memasuki sesi utama. Acara kemudian dilanjutkan dengan storytelling interaktif yang mengajak anak-anak menyimak cerita sekaligus berpartisipasi aktif selama proses berlangsung. Setelah itu, peserta mengikuti sesi tanya jawab untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam menyampaikan pendapat. Keseruan semakin terasa melalui games literasi yang menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Anak-anak kemudian diajak mengikuti kegiatan kreatif pembuatan karya, yang selanjutnya dipresentasikan di hadapan peserta lainnya. Sebagai penutup, panitia mengadakan quiz berhadiah yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. “Program Kelas Literasi Kreatif ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi dapat dilakukan secara inovatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak-anak. Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda di Desa Drangong,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Pendidikan KKM 08 Universitas Serang Raya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa konsep kegiatan sengaja dirancang agar anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan, berimajinasi, dan berani mengekspresikan ide. “Melalui Kelas Literasi Kreatif, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Storytelling, permainan edukatif, hingga kegiatan membuat karya menjadi media agar anak-anak semakin mencintai membaca dan mampu mengembangkan kreativitasnya. Kami berharap semangat literasi ini terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di Desa Drangong,” jelasnya. Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu peserta kegiatan, Aisyah (11), siswi sekolah dasar yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Menurutnya, kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif membuat membaca menjadi lebih menyenangkan. “Aku senang sekali ikut kegiatan ini karena ceritanya seru dan kakak-kakaknya baik. Tadi kami juga bermain sambil belajar, membuat karya, dan dapat hadiah. Jadi membaca ternyata menyenangkan. Semoga nanti ada kegiatan seperti ini lagi di desa kami,” ungkapnya dengan penuh semangat. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UPT Perpustakaan UNSERA, dan Kimichigo, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan mitra dapat menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga mendorong anak-anak untuk berpikir kreatif, berani berkomunikasi, dan membangun rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas yang telah dirancang. Ke depan, KKM 08 Universitas Serang Raya berharap Kelas Literasi Kreatif dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berkelanjutan demi menciptakan generasi yang gemar membaca, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas Unsera

Read More

KKM 08 UNSERA Sukses Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bersama UKM KSR UNSERA dan PMI Kota Serang

SERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Melalui kolaborasi bersama UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Serang Raya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang, KKM 08 sukses menyelenggarakan Program Kerja Bidang Kesehatan bertajuk “Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat” pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 100 peserta, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia). Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tim UKM KSR PMI Unit Universitas Serang Raya. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu oleh tenaga kesehatan dari PMI Kota Serang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan peserta. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Desa Drangong. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Muhammad Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kolaborasi antara KKM 08, KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Kesehatan KKM 08 Universitas Serang Raya, Mahfudoh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.> “Kami tidak hanya ingin menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Salah satu peserta kegiatan, Ibu Siti Aminah (54), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh KKM 08 Universitas Serang Raya. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan penjelasan tentang cara menjaga kesehatan, saya juga bisa memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UKM KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, kegiatan ini juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. KKM 08 Universitas Serang Raya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas Unsera

Read More

KKM 40 Universitas Serang Raya Resmikan dan Serahkan Rocket Stove Minim Asap di Desa Kramatwatu

Serang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA

Read More

Climate Action Center UNSERA Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim melalui Penanaman Mangrove

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Center (CAC) UNSERA kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026, di kawasan pesisir Sawah Luhur, Banten. Kegiatan ini melibatkan Duta Perubahan Iklim CAC serta mahasiswa UNSERA sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari langkah nyata UNSERA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Mangrove dipilih karena memiliki peran ekologis yang penting, seperti mencegah abrasi pantai, menyerap emisi karbon biru (blue carbon), serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Edukasi tersebut menjadi penguatan nilai akademik sekaligus implementasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim. Direktur Climate Action Center UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky P., S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Melalui aksi sederhana seperti penanaman mangrove, mahasiswa diajak untuk hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Duta Climate Action Center UNSERA, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.P.A. mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Firdaus, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti penanaman mangrove,” ujarnya. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Climate Action Center, Duta Perubahan Iklim CAC, dan mahasiswa Fakultas Teknik UNSERA mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penanaman bibit mangrove, edukasi lingkungan, serta kampanye digital melalui media sosial. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai sarana penyebaran pesan positif mengenai pentingnya aksi iklim kepada masyarakat luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNSERA terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata demi terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Hadirkan Akademisi Dunia, Bahas Penelitian Komunitas Adat dan Peran Seni dalam Pemberdayaan Masyarakat

Serang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terjaga: Saatnya Banten Mengembangkan Green Entrepreneurship

Penulis :  Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Unsera Dirikan Pusat Studi Climate Action Centre sebagai Komitmen Aksi Iklim Berkelanjutan

Serang, Senin, 22 Desember 2025 – Universitas Serang Raya (UNSERA) secara resmi menyelenggarakan Soft Launching Climate Action Center (CAC) di sela rangkaian kegiatan Wisuda ke-18 Gelombang I, bertempat di Gedung Rachmatullah Convention Hall (RCH), Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini menandai dimulainya operasional CAC sebagai pusat strategis pengembangan riset, pendidikan, dan aksi kolaboratif dalam merespons tantangan perubahan iklim secara berkelanjutan dengan mengusung semangat “Local Wisdom for Global Sustainability.” Soft launching ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta mitra dan pemangku kepentingan lintas sektor yang memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, ketahanan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Momentum ini menegaskan peran UNSERA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen aktif dalam agenda keberlanjutan global melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan kontekstual. Climate Action Center (CAC) merupakan pusat inisiatif strategis UNSERA yang dirancang sebagai hub multidisipliner untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik nyata di masyarakat. CAC berfokus pada pengembangan solusi perubahan iklim berbasis riset, penguatan literasi lingkungan dan ekososial, komunikasi ekologis yang berakar pada kearifan lokal, serta pemberdayaan masyarakat dalam program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Abdul Malik., M.Si., menegaskan bahwa pembentukan Climate Action Center merupakan wujud komitmen institusi dalam menjawab tantangan krisis iklim secara sistematis dan berkelanjutan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui riset terapan, inovasi, dan kemitraan lintas sektor. “UNSERA berkomitmen menjadikan Climate Action Center sebagai ruang kolaboratif yang mendorong lahirnya riset dan program aksi iklim yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di tingkat lokal dan regional, serta berkontribusi pada agenda keberlanjutan global,” ujar Rektor UNSERA. Sejalan dengan hal tersebut, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, M.Kesos., M.I.Kom, selaku Director of the Climate Action Center (CAC) dan Head of Public Relations Universitas Serang Raya, menekankan bahwa CAC dibangun dengan pendekatan integratif yang menghubungkan sains, budaya, dan aksi komunitas. “Climate Action Center hadir sebagai ruang integrasi antara pengetahuan akademik, nilai-nilai kearifan lokal, dan praktik masyarakat. Kami meyakini bahwa solusi iklim yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbasis riset, komunikasi ilmiah yang inklusif, serta keterlibatan aktif komunitas. Melalui CAC, UNSERA berupaya menjembatani sains dan kebijakan agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa CAC akan mengembangkan berbagai program strategis yang mencakup riset adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, aksi iklim berbasis komunitas, pengembangan kampus hijau, diplomasi hijau internasional, serta advokasi kebijakan dan diseminasi pengetahuan berbasis bukti ilmiah. Melalui Climate Action Center, UNSERA mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang responsif terhadap isu perubahan iklim sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas lokal, dan mitra global. Kehadiran CAC diharapkan mampu memperkuat posisi UNSERA sebagai pusat unggulan dalam pengembangan aksi iklim yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Soft launching Climate Action Center (CAC) menjadi langkah strategis Universitas Serang Raya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tengah tantangan krisis iklim global. Dengan pendekatan multidisipliner, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal, CAC diharapkan mampu menjadi pusat rujukan pengembangan pengetahuan, inovasi, dan aksi nyata menuju pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas Unsera

Read More

Bilah Aksesibilitas