Kategori: Lingkungan Berkelanjutan

Climate Action Center UNSERA Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim melalui Penanaman Mangrove

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Center (CAC) UNSERA kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026, di kawasan pesisir Sawah Luhur, Banten. Kegiatan ini melibatkan Duta Perubahan Iklim CAC serta mahasiswa UNSERA sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari langkah nyata UNSERA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Mangrove dipilih karena memiliki peran ekologis yang penting, seperti mencegah abrasi pantai, menyerap emisi karbon biru (blue carbon), serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Edukasi tersebut menjadi penguatan nilai akademik sekaligus implementasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim. Direktur Climate Action Center UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky P., S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Melalui aksi sederhana seperti penanaman mangrove, mahasiswa diajak untuk hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Duta Climate Action Center UNSERA, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.P.A. mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Firdaus, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti penanaman mangrove,” ujarnya. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Climate Action Center, Duta Perubahan Iklim CAC, dan mahasiswa Fakultas Teknik UNSERA mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penanaman bibit mangrove, edukasi lingkungan, serta kampanye digital melalui media sosial. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai sarana penyebaran pesan positif mengenai pentingnya aksi iklim kepada masyarakat luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNSERA terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata demi terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Hadirkan Akademisi Dunia, Bahas Penelitian Komunitas Adat dan Peran Seni dalam Pemberdayaan Masyarakat

Serang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terjaga: Saatnya Banten Mengembangkan Green Entrepreneurship

Penulis :  Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Unsera Dirikan Pusat Studi Climate Action Centre sebagai Komitmen Aksi Iklim Berkelanjutan

Serang, Senin, 22 Desember 2025 – Universitas Serang Raya (UNSERA) secara resmi menyelenggarakan Soft Launching Climate Action Center (CAC) di sela rangkaian kegiatan Wisuda ke-18 Gelombang I, bertempat di Gedung Rachmatullah Convention Hall (RCH), Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini menandai dimulainya operasional CAC sebagai pusat strategis pengembangan riset, pendidikan, dan aksi kolaboratif dalam merespons tantangan perubahan iklim secara berkelanjutan dengan mengusung semangat “Local Wisdom for Global Sustainability.” Soft launching ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta mitra dan pemangku kepentingan lintas sektor yang memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim, ketahanan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Momentum ini menegaskan peran UNSERA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen aktif dalam agenda keberlanjutan global melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan kontekstual. Climate Action Center (CAC) merupakan pusat inisiatif strategis UNSERA yang dirancang sebagai hub multidisipliner untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik nyata di masyarakat. CAC berfokus pada pengembangan solusi perubahan iklim berbasis riset, penguatan literasi lingkungan dan ekososial, komunikasi ekologis yang berakar pada kearifan lokal, serta pemberdayaan masyarakat dalam program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Abdul Malik., M.Si., menegaskan bahwa pembentukan Climate Action Center merupakan wujud komitmen institusi dalam menjawab tantangan krisis iklim secara sistematis dan berkelanjutan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui riset terapan, inovasi, dan kemitraan lintas sektor. “UNSERA berkomitmen menjadikan Climate Action Center sebagai ruang kolaboratif yang mendorong lahirnya riset dan program aksi iklim yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di tingkat lokal dan regional, serta berkontribusi pada agenda keberlanjutan global,” ujar Rektor UNSERA. Sejalan dengan hal tersebut, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, M.Kesos., M.I.Kom, selaku Director of the Climate Action Center (CAC) dan Head of Public Relations Universitas Serang Raya, menekankan bahwa CAC dibangun dengan pendekatan integratif yang menghubungkan sains, budaya, dan aksi komunitas. “Climate Action Center hadir sebagai ruang integrasi antara pengetahuan akademik, nilai-nilai kearifan lokal, dan praktik masyarakat. Kami meyakini bahwa solusi iklim yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbasis riset, komunikasi ilmiah yang inklusif, serta keterlibatan aktif komunitas. Melalui CAC, UNSERA berupaya menjembatani sains dan kebijakan agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa CAC akan mengembangkan berbagai program strategis yang mencakup riset adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, aksi iklim berbasis komunitas, pengembangan kampus hijau, diplomasi hijau internasional, serta advokasi kebijakan dan diseminasi pengetahuan berbasis bukti ilmiah. Melalui Climate Action Center, UNSERA mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang responsif terhadap isu perubahan iklim sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas lokal, dan mitra global. Kehadiran CAC diharapkan mampu memperkuat posisi UNSERA sebagai pusat unggulan dalam pengembangan aksi iklim yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Soft launching Climate Action Center (CAC) menjadi langkah strategis Universitas Serang Raya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tengah tantangan krisis iklim global. Dengan pendekatan multidisipliner, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal, CAC diharapkan mampu menjadi pusat rujukan pengembangan pengetahuan, inovasi, dan aksi nyata menuju pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas Unsera

Read More

Bilah Aksesibilitas