Serang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat.
Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA.
“Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M.
Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan.
“Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal.
Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan.
Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata.
“Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional.
Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus.
Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)!
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:
🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus
Editor: Dea|Humas UNSERA