Di balik setiap penelitian, selalu ada pertanyaan yang ingin dijawab. Bagi Usep Sholahudin, pertanyaan tersebut bukan hanya menjadi awal sebuah riset, tetapi juga menjadi dorongan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Hibah Internal Penelitian, Usep Sholahudin terus mengembangkan kajian akademik sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas wawasan keilmuan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Perjalanan penelitian selalu menghadirkan tantangan, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metode, hingga memastikan hasil yang diperoleh memiliki nilai ilmiah dan manfaat praktis. Namun, bagi Usep, proses tersebut justru menjadi ruang untuk terus belajar dan memperkaya cara pandang terhadap suatu permasalahan. Keikutsertaannya dalam Hibah Internal menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif di lingkungan Universitas Serang Raya. Penelitian tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dan publikasi ilmiah. Dampak dari penelitian tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, setiap temuan yang dihasilkan akan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik maupun masyarakat. “Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika kita tidak pernah berhenti bertanya, meneliti, dan berbagi hasilnya kepada sesama.” – Usep Solahudin Bagi Usep Sholahudin, penelitian adalah perjalanan tanpa garis akhir. Setiap hasil yang dicapai bukan menjadi penutup, melainkan langkah awal untuk melahirkan penelitian berikutnya yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi Indri Lestari, teknologi bukan sekadar perangkat yang mempermudah pekerjaan. Di dunia pendidikan, teknologi adalah kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Melalui Hibah Internal Penelitian, Indri Lestari mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian tersebut lahir dari keyakinan bahwa proses belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran tentu bukan perkara sederhana. Setiap media digital yang digunakan harus tetap memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Karena itu, setiap tahapan penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan yang dihadapi pendidik di era digital. Lebih dari sekadar menghasilkan penelitian, perjalanan ini menjadi ruang bagi Indri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui sehari-hari di kelas. Dari berbagai percobaan, evaluasi, hingga penyempurnaan metode, lahirlah gagasan yang diharapkan mampu memperkaya praktik pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, tetapi juga mendorong semakin banyak pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. “Teknologi akan memberikan manfaat ketika mampu membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, bukan sekadar membuat proses belajar menjadi serba digital.” – Indri Lestari Melalui penelitian ini, Indri Lestari ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali dimulai dari keberanian mencoba pendekatan baru. Ketika inovasi terus tumbuh, ruang kelas pun akan berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBelajar matematika sering kali dianggap sebagai tantangan bagi sebagian siswa. Rumus yang kompleks dan cara penyampaian yang monoton membuat mata pelajaran ini kerap dipandang sulit. Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Yani Supriyani melihat bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. Yani Supriyani memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Melalui Hibah Internal Fakultas Studi Ilmu Pendidikan (FSIP) Tahun 2025, ia mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari inovasi dalam proses belajar mengajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dari sinilah penelitian yang dilakukan Dr. Yani berangkat, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Proses penelitian tentu membutuhkan ketelitian, mulai dari merancang konsep, mengembangkan metode, hingga memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi dunia pendidikan. Melalui Hibah Internal FSIP 2025, Dr. Yani terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dampak yang ingin diwujudkan tidak berhenti pada hasil penelitian semata. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta didik memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi jembatan agar proses belajar semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.” – Dr. Yani Supriyani Bagi Dr. Yani Supriyani, penelitian merupakan ruang untuk terus menghadirkan pembaruan dalam dunia pendidikan. Melalui inovasi yang lahir dari riset, ia berharap pembelajaran tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKetika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSemua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MorePenulis : Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga saat ini, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan nasional. Meskipun sebagian besar rumah tangga telah memiliki akses air minum layak, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran sekitar 11–12 persen (Kompas.com, 2026). Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (UNSERA), Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air, termasuk air tanah, harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Provinsi Banten, penggunaan air tanah oleh masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta terus meningkat. Apabila pemanfaatannya tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin besar. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) yang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir. Selain itu, eksploitasi air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut sehingga air tawar berubah menjadi payau serta mengakibatkan mengeringnya mata air dan aliran sungai.Lebih lanjut, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan kontaminasi. Peningkatan konsentrasi logam berat seperti tembaga dan timbal, serta kandungan klorida dalam air tanah, dapat berdampak terhadap kesehatan manusia sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Secara regulasi, pengelolaan air tanah telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan bahwa air tanah merupakan bagian dari sumber daya air yang harus dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Ketentuan ini juga diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024 yang mengatur pemanfaatan air tanah agar tidak terjadi praktik eksploitasi yang merusak tanpa memperhatikan aspek konservasi. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan adanya upaya pelestarian fungsi lingkungan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, dan pengawasan terhadap sumber daya lingkungan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan air bersih oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Banten dinilai belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air tanah secara mandiri dengan memasang mesin pompa air tanpa adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, kondisi tersebut perlu segera dimitigasi agar tidak menimbulkan krisis air bersih dan kerusakan lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperkuat advokasi dan penegakan aturan terkait eksploitasi air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya air. Kedua, optimalisasi fungsi PDAM sebagai pengelola air bersih di tingkat daerah perlu diperkuat agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dapat dikurangi. Ketiga, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong keseimbangan antara pengambilan dan pengisian ulang air tanah melalui berbagai upaya konservasi, seperti pembangunan sumur resapan atau biopori. Keempat, pemanfaatan teknologi juga perlu didorong guna mengurangi potensi kontaminasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah. Melalui momentum Hari Air Sedunia, Prof. Dr. Delly Maulana, MPA menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNSERA dalam mendorong kesadaran publik serta kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan di Banten. Opini oleh: Prof. Dr. Delly Maulana, MPA Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Program Studi Teknik Kimia Universitas Serang Raya (UNSERA) menerima kunjungan akademik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan Diskusi Pengelolaan Laboratorium pada Senin, (8/12). Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia UNSERA ini menjadi ruang pertukaran wawasan terkait peralatan Operasi Teknik Kimia, penguatan tata kelola laboratorium, serta eksplorasi peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi. Kunjungan tersebut menghadirkan delegasi dari UGM yang terdiri dari: 1. Prof. Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., IPU. – Kepala Laboratorium Proses Pemisahan, Departemen Teknik Kimia UGM 2. Ade Kurniawan, S.T., M.Eng., Ph.D. – Tim Akademik Departemen Teknik Kimia UGM 3. Mukmin Sapto Pamungkas, S.T., M.Eng. – Tim Akademik Departemen Teknik Kimia UGM 4. Ir. Yuni Kusumastuti, S.T., M.Eng., D.Eng., IPM. – Ketua Program Studi Magister Teknologi Pengendalian Pencemaran Industrial (MTPPI) UGM Pertemuan ini membuka ruang dialog mengenai pengembangan kurikulum, riset, hingga peluang kerja sama publikasi ilmiah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Dr. Tiur Elysabeth, ST., MT. selaku Kepala Program Studi Teknik Kimia menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru yang sangat bermanfaat bagi penguatan program studi, khususnya pada aspek laboratorium dan penelitian. “Kunjungan UGM memberikan banyak perspektif baru bagi pengembangan laboratorium dan riset di Prodi Teknik Kimia UNSERA. Kami berdiskusi mengenai peralatan laboratorium Operasi Teknik Kimia, mendapatkan sosialisasi terkait program Magister Teknologi Pengendalian Pencemaran Industrial, dan sekaligus membuka peluang kolaborasi penulisan artikel. Kami berharap pertemuan ini menjadi pintu masuk menuju kerja sama riset yang dapat meningkatkan publikasi internasional bereputasi serta perolehan hibah penelitian kompetitif bagi dosen-dosen kami.” ungkapnya Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., IPU. memberikan apresiasi sekaligus pandangan akademik mengenai potensi penguatan laboratorium UNSERA. “Kami melihat bahwa UNSERA memiliki potensi besar dalam pengembangan laboratorium dan penelitian terapan, terutama di bidang operasi teknik kimia. Kesiapan prodi dalam memperkuat fasilitas dan komitmen peningkatan kompetensi dosen menjadi modal penting untuk pengembangan kolaborasi ke depan. Kami dari UGM sangat terbuka untuk mendukung UNSERA melalui pendampingan laboratorium, kerja sama riset, dan penguatan kapasitas akademik yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.” Beliau juga menambahkan bahwa pengelolaan laboratorium yang baik akan memberikan dampak langsung pada kualitas lulusan di masa mendatang. “Laboratorium adalah jantung dari pendidikan teknik. Ketika laboratorium dikelola dengan standar yang baik, baik dari sisi keselamatan, kelayakan alat, maupun sistem monitoring, maka kualitas pembelajaran dan pengalaman praktikum mahasiswa akan meningkat signifikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kemampuan mahasiswa UNSERA dalam memahami proses pemisahan, operasi teknik kimia, serta praktik laboratorium yang sesuai standar industri.” Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. S.i. turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penguatan akademik di tingkat prodi. “UNSERA selalu terbuka terhadap kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi nasional. Kunjungan UGM ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kapasitas laboratorium, meningkatkan daya saing riset, dan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa serta dosen Teknik Kimia. Kami mendukung penuh langkah prodi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan reputasi institusi.” Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi UNSERA dalam memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Pertemuan tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan fasilitas laboratorium, peningkatan kualitas penelitian dosen, serta optimalisasi pengalaman belajar mahasiswa Teknik Kimia. Dengan komitmen pimpinan universitas dan prodi untuk terus meningkatkan mutu akademik, kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dan memberikan dampak konkret bagi penguatan kapasitas laboratorium, peningkatan publikasi internasional bereputasi, serta perolehan hibah penelitian kompetitif di masa mendatang. UNSERA percaya bahwa kolaborasi strategis seperti ini merupakan fondasi penting dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Siti Mariyam | Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) dengan bangga mengumumkan daftar dosen Fakultas Ilmu Sosial, Politik, dan Ilmu Hukum UNSERA yang berhasil menerima pendanaan dalam Program Hibah Penelitian Internal Tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan pengembangan penelitian akademik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berikut adalah daftar dosen penerima hibah beserta judul penelitian yang berhasil lolos dalam program ini: Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., menyampaikan harapannya: “Dosen diharapkan mendapatkan ruang untuk mengembangkan inovasi dan menciptakan iklim akademik yang bergairah serta berdampak bagi masyarakat.” Kami mengucapkan selamat kepada para dosen penerima hibah penelitian internal UNSERA tahun 2025. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi civitas akademika lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan dan penelitian Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: 🌐 Website resmi UNSERA: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus
Read More