Tag: PenelitianBerdampak

Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terjaga: Saatnya Banten Mengembangkan Green Entrepreneurship

Penulis :  Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Hari Air Sedunia: Akademisi UNSERA Soroti Risiko Eksploitasi Air Tanah di Banten

Serang – Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga saat ini, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan nasional. Meskipun sebagian besar rumah tangga telah memiliki akses air minum layak, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran sekitar 11–12 persen (Kompas.com, 2026). Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (UNSERA), Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air, termasuk air tanah, harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Provinsi Banten, penggunaan air tanah oleh masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta terus meningkat. Apabila pemanfaatannya tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin besar. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) yang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir. Selain itu, eksploitasi air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut sehingga air tawar berubah menjadi payau serta mengakibatkan mengeringnya mata air dan aliran sungai.Lebih lanjut, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan kontaminasi. Peningkatan konsentrasi logam berat seperti tembaga dan timbal, serta kandungan klorida dalam air tanah, dapat berdampak terhadap kesehatan manusia sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Secara regulasi, pengelolaan air tanah telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan bahwa air tanah merupakan bagian dari sumber daya air yang harus dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Ketentuan ini juga diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024 yang mengatur pemanfaatan air tanah agar tidak terjadi praktik eksploitasi yang merusak tanpa memperhatikan aspek konservasi. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan adanya upaya pelestarian fungsi lingkungan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, dan pengawasan terhadap sumber daya lingkungan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan air bersih oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Banten dinilai belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air tanah secara mandiri dengan memasang mesin pompa air tanpa adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, kondisi tersebut perlu segera dimitigasi agar tidak menimbulkan krisis air bersih dan kerusakan lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperkuat advokasi dan penegakan aturan terkait eksploitasi air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya air. Kedua, optimalisasi fungsi PDAM sebagai pengelola air bersih di tingkat daerah perlu diperkuat agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dapat dikurangi. Ketiga, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong keseimbangan antara pengambilan dan pengisian ulang air tanah melalui berbagai upaya konservasi, seperti pembangunan sumur resapan atau biopori. Keempat, pemanfaatan teknologi juga perlu didorong guna mengurangi potensi kontaminasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah. Melalui momentum Hari Air Sedunia, Prof. Dr. Delly Maulana, MPA menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNSERA dalam mendorong kesadaran publik serta kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan di Banten. Opini oleh: Prof. Dr. Delly Maulana, MPA Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Terima Kunjungan UGM untuk Penguatan Laboratorium dan Pengembangan Kolaborasi Akademik

Serang, unsera.ac.id – Program Studi Teknik Kimia Universitas Serang Raya (UNSERA) menerima kunjungan akademik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan Diskusi Pengelolaan Laboratorium pada Senin, (8/12). Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia UNSERA ini menjadi ruang pertukaran wawasan terkait peralatan Operasi Teknik Kimia, penguatan tata kelola laboratorium, serta eksplorasi peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi. Kunjungan tersebut menghadirkan delegasi dari UGM yang terdiri dari: 1. Prof. Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., IPU. – Kepala Laboratorium Proses Pemisahan, Departemen Teknik Kimia UGM 2. Ade Kurniawan, S.T., M.Eng., Ph.D. – Tim Akademik Departemen Teknik Kimia UGM 3. Mukmin Sapto Pamungkas, S.T., M.Eng. – Tim Akademik Departemen Teknik Kimia UGM 4. Ir. Yuni Kusumastuti, S.T., M.Eng., D.Eng., IPM. – Ketua Program Studi Magister Teknologi Pengendalian Pencemaran Industrial (MTPPI) UGM Pertemuan ini membuka ruang dialog mengenai pengembangan kurikulum, riset, hingga peluang kerja sama publikasi ilmiah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Dr. Tiur Elysabeth, ST., MT. selaku Kepala Program Studi Teknik Kimia menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru yang sangat bermanfaat bagi penguatan program studi, khususnya pada aspek laboratorium dan penelitian.  “Kunjungan UGM memberikan banyak perspektif baru bagi pengembangan laboratorium dan riset di Prodi Teknik Kimia UNSERA. Kami berdiskusi mengenai peralatan laboratorium Operasi Teknik Kimia, mendapatkan sosialisasi terkait program Magister Teknologi Pengendalian Pencemaran Industrial, dan sekaligus membuka peluang kolaborasi penulisan artikel. Kami berharap pertemuan ini menjadi pintu masuk menuju kerja sama riset yang dapat meningkatkan publikasi internasional bereputasi serta perolehan hibah penelitian kompetitif bagi dosen-dosen kami.” ungkapnya Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., IPU. memberikan apresiasi sekaligus pandangan akademik mengenai potensi penguatan laboratorium UNSERA.  “Kami melihat bahwa UNSERA memiliki potensi besar dalam pengembangan laboratorium dan penelitian terapan, terutama di bidang operasi teknik kimia. Kesiapan prodi dalam memperkuat fasilitas dan komitmen peningkatan kompetensi dosen menjadi modal penting untuk pengembangan kolaborasi ke depan. Kami dari UGM sangat terbuka untuk mendukung UNSERA melalui pendampingan laboratorium, kerja sama riset, dan penguatan kapasitas akademik yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.” Beliau juga menambahkan bahwa pengelolaan laboratorium yang baik akan memberikan dampak langsung pada kualitas lulusan di masa mendatang.  “Laboratorium adalah jantung dari pendidikan teknik. Ketika laboratorium dikelola dengan standar yang baik, baik dari sisi keselamatan, kelayakan alat, maupun sistem monitoring, maka kualitas pembelajaran dan pengalaman praktikum mahasiswa akan meningkat signifikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kemampuan mahasiswa UNSERA dalam memahami proses pemisahan, operasi teknik kimia, serta praktik laboratorium yang sesuai standar industri.” Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. S.i. turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penguatan akademik di tingkat prodi.  “UNSERA selalu terbuka terhadap kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi nasional. Kunjungan UGM ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kapasitas laboratorium, meningkatkan daya saing riset, dan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa serta dosen Teknik Kimia. Kami mendukung penuh langkah prodi dalam mendorong kerja sama strategis yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan reputasi institusi.” Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi UNSERA dalam memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Pertemuan tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan fasilitas laboratorium, peningkatan kualitas penelitian dosen, serta optimalisasi pengalaman belajar mahasiswa Teknik Kimia. Dengan komitmen pimpinan universitas dan prodi untuk terus meningkatkan mutu akademik, kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dan memberikan dampak konkret bagi penguatan kapasitas laboratorium, peningkatan publikasi internasional bereputasi, serta perolehan hibah penelitian kompetitif di masa mendatang. UNSERA percaya bahwa kolaborasi strategis seperti ini merupakan fondasi penting dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Siti Mariyam | Humas Unsera

Read More

Dosen Fakultas Ilmu Sosial, Politik Dan Ilmu Hukum UNSERA Berjaya! Hibah Penelitian Internal 2025 Siap Mewujudkan Inovasi

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) dengan bangga mengumumkan daftar dosen Fakultas Ilmu Sosial, Politik, dan Ilmu Hukum UNSERA yang berhasil menerima pendanaan dalam Program Hibah Penelitian Internal Tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan pengembangan penelitian akademik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berikut adalah daftar dosen penerima hibah beserta judul penelitian yang berhasil lolos dalam program ini: Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., menyampaikan harapannya: “Dosen diharapkan mendapatkan ruang untuk mengembangkan inovasi dan menciptakan iklim akademik yang bergairah serta berdampak bagi masyarakat.” Kami mengucapkan selamat kepada para dosen penerima hibah penelitian internal UNSERA tahun 2025. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi civitas akademika lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan dan penelitian Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: 🌐 Website resmi UNSERA: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus

Read More

Bilah Aksesibilitas