Mangunreja, 21 Agustus 2026 — Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama PT INTI Everspring Indonesia dan Pemerintah Desa Mangunreja menjajaki kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mangunreja. Penjajakan ini dilakukan melalui diskusi awal untuk memetakan persoalan, kebutuhan, serta potensi solusi yang dapat dikembangkan melalui program CSR. Persoalan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu utama yang dibahas, mulai dari belum optimalnya pemilahan sampah dari sumber, sampah yang masih ditemukan di lingkungan dan aliran sungai, hingga perlunya sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tim CAC UNSERA bersama mitra meninjau kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di Desa Mangunreja. Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, selaku Peneliti pada Pusat Studi CAC sekaligus Koordinator Program Kolaborasi CAC UNSERA–PT INTI Everspring Indonesia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini perlu diawali dengan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak ingin program hanya berhenti pada bantuan atau penyediaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem dan perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA. Direktur CAC UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok PKK, dalam membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan dari tingkat keluarga. “PKK memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan Pokja 1 sampai Pokja 4 dapat diintegrasikan dalam gerakan pengelolaan sampah. Pokja 1 dapat memperkuat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan, Pokja 2 melalui edukasi keluarga, Pokja 3 melalui keterampilan dan pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan Pokja 4 dapat menguatkan aspek kesehatan lingkungan. Jadi, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelas Dr. Liza Diniarizky Putri. Menurutnya, edukasi juga perlu diperluas kepada anak-anak sekolah agar perubahan perilaku tidak hanya terjadi di tingkat rumah tangga, tetapi tumbuh sejak generasi muda. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan proyek lingkungan di sekolah yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah. Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif. “Persoalan sampah ini tidak cukup hanya dengan sosialisasi. Kami berharap ada solusi yang konkret dan berkelanjutan, termasuk bagaimana sampah dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat,” ungkap H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si. Dari pihak PT INTI Everspring Indonesia, Koordinator CSR Ahmad Nahudin, menyampaikan bahwa penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan masyarakat secara langsung sebelum menentukan bentuk program CSR. “Kami ingin melihat terlebih dahulu kondisi dan kebutuhan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan desa dan UNSERA dapat menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Nahudin. Dalam diskusi turut muncul sejumlah gagasan, antara lain edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan sekolah, pengembangan biopori di lingkungan rumah dan sekolah, penguatan sistem pengumpulan, serta kajian kemungkinan pengolahan dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan awal, sehingga bentuk program dan dukungan yang akan dikembangkan selanjutnya masih akan dikaji bersama berdasarkan hasil assessment di lapangan. Melalui kolaborasi antara CAC UNSERA, PT INTI Everspring Indonesia, dan Pemerintah Desa Mangunreja, pengelolaan sampah diharapkan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas Unsera
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 12 Agustus 2026 — Universitas Serang Raya (Unsera) resmi meluncurkan Climate Action Center (CAC) Unsera dalam rangkaian KKM Fair 2026 dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian yang mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rachmattoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya. Grand Launching Climate Action Center (CAC) Unsera menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran CAC merupakan langkah Unsera dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus mendorong kolaborasi, penelitian, edukasi, dan aksi nyata yang berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.PA., Dosen Universitas Serang Raya, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya sekaligus Duta CAC Unsera, turut menyampaikan materi mengenai “Inovasi Kebijakan Tata Kelola Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat produksi gagasan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memetakan persoalan, menyusun agenda strategis, serta menawarkan solusi berbasis riset. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, NGO, dan lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan selalu dimulai dari kesadaran kecil yang dijalankan secara konsisten,” ujar beliau dalam pesan penutup materinya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.kom menyampaikan bahwa kehadiran CAC diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan. “Kami berharap CAC dapat menjadi ruang bersama untuk menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Melalui Grand Launching ini, CAC Unsera diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pusat kegiatan, tetapi berkembang menjadi ruang yang menghubungkan pengetahuan, riset, kolaborasi, dan aksi nyata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Unsera untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Melalui kolaborasi bersama UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Serang Raya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang, KKM 08 sukses menyelenggarakan Program Kerja Bidang Kesehatan bertajuk “Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat” pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 100 peserta, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia). Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tim UKM KSR PMI Unit Universitas Serang Raya. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu oleh tenaga kesehatan dari PMI Kota Serang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan peserta. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Desa Drangong. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Muhammad Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kolaborasi antara KKM 08, KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Kesehatan KKM 08 Universitas Serang Raya, Mahfudoh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.> “Kami tidak hanya ingin menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Salah satu peserta kegiatan, Ibu Siti Aminah (54), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh KKM 08 Universitas Serang Raya. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan penjelasan tentang cara menjaga kesehatan, saya juga bisa memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UKM KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, kegiatan ini juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. KKM 08 Universitas Serang Raya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas Unsera
Read MoreDi balik setiap penelitian, selalu ada pertanyaan yang ingin dijawab. Bagi Usep Sholahudin, pertanyaan tersebut bukan hanya menjadi awal sebuah riset, tetapi juga menjadi dorongan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Hibah Internal Penelitian, Usep Sholahudin terus mengembangkan kajian akademik sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas wawasan keilmuan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Perjalanan penelitian selalu menghadirkan tantangan, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metode, hingga memastikan hasil yang diperoleh memiliki nilai ilmiah dan manfaat praktis. Namun, bagi Usep, proses tersebut justru menjadi ruang untuk terus belajar dan memperkaya cara pandang terhadap suatu permasalahan. Keikutsertaannya dalam Hibah Internal menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif di lingkungan Universitas Serang Raya. Penelitian tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dan publikasi ilmiah. Dampak dari penelitian tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, setiap temuan yang dihasilkan akan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik maupun masyarakat. “Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika kita tidak pernah berhenti bertanya, meneliti, dan berbagi hasilnya kepada sesama.” – Usep Solahudin Bagi Usep Sholahudin, penelitian adalah perjalanan tanpa garis akhir. Setiap hasil yang dicapai bukan menjadi penutup, melainkan langkah awal untuk melahirkan penelitian berikutnya yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi Indri Lestari, teknologi bukan sekadar perangkat yang mempermudah pekerjaan. Di dunia pendidikan, teknologi adalah kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Melalui Hibah Internal Penelitian, Indri Lestari mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian tersebut lahir dari keyakinan bahwa proses belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran tentu bukan perkara sederhana. Setiap media digital yang digunakan harus tetap memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Karena itu, setiap tahapan penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan yang dihadapi pendidik di era digital. Lebih dari sekadar menghasilkan penelitian, perjalanan ini menjadi ruang bagi Indri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui sehari-hari di kelas. Dari berbagai percobaan, evaluasi, hingga penyempurnaan metode, lahirlah gagasan yang diharapkan mampu memperkaya praktik pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, tetapi juga mendorong semakin banyak pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. “Teknologi akan memberikan manfaat ketika mampu membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, bukan sekadar membuat proses belajar menjadi serba digital.” – Indri Lestari Melalui penelitian ini, Indri Lestari ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali dimulai dari keberanian mencoba pendekatan baru. Ketika inovasi terus tumbuh, ruang kelas pun akan berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBelajar matematika sering kali dianggap sebagai tantangan bagi sebagian siswa. Rumus yang kompleks dan cara penyampaian yang monoton membuat mata pelajaran ini kerap dipandang sulit. Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Yani Supriyani melihat bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. Yani Supriyani memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Melalui Hibah Internal Fakultas Studi Ilmu Pendidikan (FSIP) Tahun 2025, ia mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari inovasi dalam proses belajar mengajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dari sinilah penelitian yang dilakukan Dr. Yani berangkat, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Proses penelitian tentu membutuhkan ketelitian, mulai dari merancang konsep, mengembangkan metode, hingga memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi dunia pendidikan. Melalui Hibah Internal FSIP 2025, Dr. Yani terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dampak yang ingin diwujudkan tidak berhenti pada hasil penelitian semata. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta didik memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi jembatan agar proses belajar semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.” – Dr. Yani Supriyani Bagi Dr. Yani Supriyani, penelitian merupakan ruang untuk terus menghadirkan pembaruan dalam dunia pendidikan. Melalui inovasi yang lahir dari riset, ia berharap pembelajaran tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi riset yang mampu diberikan kepada masyarakat. Di Universitas Serang Raya (UNSERA), semangat tersebut terus dibangun melalui berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sosok yang konsisten mendorong lahirnya budaya riset adalah Dr. Ing. Farid Wajdi. Selain aktif sebagai akademisi, Dr. Ing. Farid Wajdi juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA. Peran tersebut membawanya tidak hanya fokus menghasilkan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkompetisi dalam berbagai hibah penelitian tingkat nasional. Membangun budaya riset bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mendampingi para peneliti agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan demi memperkuat budaya akademik di lingkungan UNSERA. Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Semakin banyak dosen UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari berbagai skema nasional. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya riset di lingkungan kampus terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Dr. Ing. Farid Wajdi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Karena itu, LPPM terus mendorong penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan. “Riset yang baik bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mampu menjawab persoalan melalui penelitian, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya sebagai agen perubahan.” – Dr. Ing. Farid. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dr. Ing. Farid Wajdi berharap budaya riset di UNSERA terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas kampus. Ia meyakini bahwa setiap penelitian yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan nyata akan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKetika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More