Di balik setiap penelitian, selalu ada pertanyaan yang ingin dijawab. Bagi Usep Sholahudin, pertanyaan tersebut bukan hanya menjadi awal sebuah riset, tetapi juga menjadi dorongan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Hibah Internal Penelitian, Usep Sholahudin terus mengembangkan kajian akademik sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas wawasan keilmuan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Perjalanan penelitian selalu menghadirkan tantangan, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metode, hingga memastikan hasil yang diperoleh memiliki nilai ilmiah dan manfaat praktis. Namun, bagi Usep, proses tersebut justru menjadi ruang untuk terus belajar dan memperkaya cara pandang terhadap suatu permasalahan. Keikutsertaannya dalam Hibah Internal menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif di lingkungan Universitas Serang Raya. Penelitian tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dan publikasi ilmiah. Dampak dari penelitian tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, setiap temuan yang dihasilkan akan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik maupun masyarakat. “Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika kita tidak pernah berhenti bertanya, meneliti, dan berbagi hasilnya kepada sesama.” – Usep Solahudin Bagi Usep Sholahudin, penelitian adalah perjalanan tanpa garis akhir. Setiap hasil yang dicapai bukan menjadi penutup, melainkan langkah awal untuk melahirkan penelitian berikutnya yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi Indri Lestari, teknologi bukan sekadar perangkat yang mempermudah pekerjaan. Di dunia pendidikan, teknologi adalah kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Melalui Hibah Internal Penelitian, Indri Lestari mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian tersebut lahir dari keyakinan bahwa proses belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran tentu bukan perkara sederhana. Setiap media digital yang digunakan harus tetap memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Karena itu, setiap tahapan penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan yang dihadapi pendidik di era digital. Lebih dari sekadar menghasilkan penelitian, perjalanan ini menjadi ruang bagi Indri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui sehari-hari di kelas. Dari berbagai percobaan, evaluasi, hingga penyempurnaan metode, lahirlah gagasan yang diharapkan mampu memperkaya praktik pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, tetapi juga mendorong semakin banyak pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. “Teknologi akan memberikan manfaat ketika mampu membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, bukan sekadar membuat proses belajar menjadi serba digital.” – Indri Lestari Melalui penelitian ini, Indri Lestari ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali dimulai dari keberanian mencoba pendekatan baru. Ketika inovasi terus tumbuh, ruang kelas pun akan berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBelajar matematika sering kali dianggap sebagai tantangan bagi sebagian siswa. Rumus yang kompleks dan cara penyampaian yang monoton membuat mata pelajaran ini kerap dipandang sulit. Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Yani Supriyani melihat bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. Yani Supriyani memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Melalui Hibah Internal Fakultas Studi Ilmu Pendidikan (FSIP) Tahun 2025, ia mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari inovasi dalam proses belajar mengajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dari sinilah penelitian yang dilakukan Dr. Yani berangkat, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Proses penelitian tentu membutuhkan ketelitian, mulai dari merancang konsep, mengembangkan metode, hingga memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi dunia pendidikan. Melalui Hibah Internal FSIP 2025, Dr. Yani terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dampak yang ingin diwujudkan tidak berhenti pada hasil penelitian semata. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta didik memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi jembatan agar proses belajar semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.” – Dr. Yani Supriyani Bagi Dr. Yani Supriyani, penelitian merupakan ruang untuk terus menghadirkan pembaruan dalam dunia pendidikan. Melalui inovasi yang lahir dari riset, ia berharap pembelajaran tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi riset yang mampu diberikan kepada masyarakat. Di Universitas Serang Raya (UNSERA), semangat tersebut terus dibangun melalui berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sosok yang konsisten mendorong lahirnya budaya riset adalah Dr. Ing. Farid Wajdi. Selain aktif sebagai akademisi, Dr. Ing. Farid Wajdi juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA. Peran tersebut membawanya tidak hanya fokus menghasilkan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkompetisi dalam berbagai hibah penelitian tingkat nasional. Membangun budaya riset bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mendampingi para peneliti agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan demi memperkuat budaya akademik di lingkungan UNSERA. Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Semakin banyak dosen UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari berbagai skema nasional. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya riset di lingkungan kampus terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Dr. Ing. Farid Wajdi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Karena itu, LPPM terus mendorong penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan. “Riset yang baik bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mampu menjawab persoalan melalui penelitian, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya sebagai agen perubahan.” – Dr. Ing. Farid. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dr. Ing. Farid Wajdi berharap budaya riset di UNSERA terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas kampus. Ia meyakini bahwa setiap penelitian yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan nyata akan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKetika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSemua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi sebagian orang, penelitian mungkin hanya identik dengan jurnal, data, dan laporan akademik. Namun, bagi Dr. A.P. Delly Maulana, penelitian adalah cara menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan di Banten, ia mengembangkan riset yang berhasil memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. A.P. Delly Maulana menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir. Ketertarikannya pada bidang penelitian sosial mendorongnya untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional bukanlah proses yang singkat. Menyusun proposal penelitian membutuhkan kajian yang mendalam, pengumpulan data awal, penyusunan metodologi yang matang, hingga berbagai penyempurnaan agar penelitian memiliki nilai kebaruan sekaligus manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai dosen, beliau juga harus menjalankan tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Titik balik datang ketika gagasan penelitian yang dibangun berhasil menunjukkan relevansinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Fokus penelitian yang tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan berbasis data untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan proposal tersebut memperoleh pendanaan dari DRTPM. Keberhasilan meraih Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025 menjadi pencapaian yang membuktikan bahwa riset di lingkungan UNSERA terus berkembang dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Lebih dari sekadar pendanaan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan, pemberdayaan masyarakat nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Banten. Dampak yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di atas kertas. Ilmu pengetahuan akan memberikan makna ketika hasilnya dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” — Dr. A.P. Delly Maulana. Melalui perjalanan ini, Dr. A.P. Delly Maulana ingin menunjukkan bahwa setiap penelitian memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Dengan kepedulian terhadap persoalan di sekitar serta semangat untuk terus menghasilkan inovasi, riset dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Harapannya, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read More