Serang, unsera.ac.id – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya meninggalkan dampak nyata bagi lingkungan, tetapi juga menyimpan banyak cerita inspiratif yang layak untuk didokumentasikan. Melalui kompetisi SOROT! (Short Movie & Video Competition), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten mengajak mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), maupun program pengabdian sejenis untuk mengabadikan setiap proses, inovasi, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat melalui karya visual kreatif. Mengusung tema “Menyoroti Potensi Lokal yang Berdampak”, kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengangkat kisah-kisah inspiratif selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus pada hasil akhir program, karya yang dihasilkan juga diharapkan mampu merekam proses kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi lokal yang berkembang berkat kontribusi mahasiswa. Kompetisi dibuka dalam dua kategori, yaitu Short Movie dengan durasi maksimal lima menit berformat horizontal (16:9) dan Short Video berdurasi maksimal tiga menit berformat vertikal (9:16). Seluruh peserta didorong menghadirkan karya yang kreatif, komunikatif, dan mampu menggambarkan makna pengabdian kepada masyarakat melalui sudut pandang yang inspiratif. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh LLDIKTI Wilayah IV, rangkaian kegiatan dimulai dengan tahap sosialisasi pada Juli 2026, dilanjutkan seleksi internal perguruan tinggi, pengiriman karya pada 23–27 Agustus 2026, hingga pengumuman pemenang pada September 2026. Para pemenang akan memperoleh sertifikat penghargaan serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik. Bagi mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program KKM yang telah dilaksanakan di berbagai daerah sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat. Dokumentasi yang dikemas melalui media visual tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi, inspirasi, dan promosi potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kompetisi ini, UNSERA mengajak seluruh kelompok KKM UNSERA 2026 untuk turut berpartisipasi dengan mengirimkan karya terbaik yang merepresentasikan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap program kerja yang telah dilaksanakan memiliki cerita yang layak untuk diabadikan, dibagikan, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan biarkan setiap momen berharga selama KKM hanya tersimpan di galeri atau folder penyimpanan. Jadikan karya visual sebagai media untuk menyampaikan dampak nyata pengabdian mahasiswa sekaligus mengharumkan nama Universitas Serang Raya di tingkat regional maupun nasional. Partisipasi dalam kompetisi ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan bercerita melalui media digital, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan narasi positif tentang potensi lokal serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kali ini, Kelompok KKM 08 UNSERA menjalin kolaborasi dengan UPT Perpustakaan Universitas Serang Raya dan Komunitas Kimichigo dalam penyelenggaraan Kelas Literasi Kreatif sebagai bagian dari program kerja bidang pendidikan di Lingkungan Drangong, Kota Serang. Kolaborasi tersebut mengusung tema “Kelas Literasi Kreatif: Membangun Minat Baca dan Kreativitas Anak melalui Storytelling dan Kegiatan Membaca Interaktif”. Program ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat budaya literasi pada anak-anak melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif. Melalui kegiatan ini, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari storytelling interaktif, permainan literasi, membaca bersama, hingga aktivitas kreatif yang bertujuan menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan berbahasa, mengembangkan daya imajinasi, serta membangun rasa percaya diri anak sejak dini. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih aktif dan bermakna bagi peserta. Sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan komunitas literasi menjadi salah satu upaya dalam memperluas akses pendidikan nonformal yang berkualitas bagi masyarakat. Kehadiran UPT Perpustakaan UNSERA sebagai mitra strategis bersama Komunitas Kimichigo memperkuat pelaksanaan program literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan karakter anak melalui aktivitas yang edukatif. Program Kelas Literasi Kreatif menjadi salah satu implementasi pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan mahasiswa selama pelaksanaan KKM UNSERA 2026. Melalui kolaborasi lintas unit dan komunitas, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Universitas Serang Raya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan inovatif. Sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKM UNSERA terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap kebutuhan lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sivitas akademika dan mitra masyarakat mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata serta memperkuat budaya literasi sebagai fondasi dalam menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi (Ujikom) Batch 4 Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. Kegiatan yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 ini diikuti oleh 210 peserta dari berbagai program studi yang mengikuti proses asesmen sesuai dengan skema sertifikasi profesinya. Pelaksanaan Uji Kompetensi Batch 4 menghadirkan beragam skema sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kebutuhan dunia industri, di antaranya Supervisor SDM, Junior Web Programmer, Associate Data Analyst, Digital Marketing, Personil Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Network Administrator, Asisten Produser, Analisis Pencegahan dan Penyelesaian Hubungan Industrial, Melaksanakan Penyediaan Informasi Akuntansi Keuangan, Jenjang 4 Bidang Kewirausahaan Industri, hingga Melaksanakan Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan. Seluruh asesmen dilaksanakan oleh asesor kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Direktur LSP UNSERA, Rt. Erlina Gentari, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis untuk memastikan lulusan UNSERA memiliki kompetensi yang terukur sekaligus diakui secara profesional oleh dunia usaha dan dunia industri. “Tujuan utama pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi LSP UNSERA Batch 4 adalah memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar yang diakui industri. Kami ingin lulusan UNSERA tidak hanya membawa ijazah akademik, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai bukti nyata kemampuan yang dimiliki. Hal ini menjadi nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki dunia kerja,” ungkapnya. Menurutnya, kualitas hasil sertifikasi hanya dapat terwujud melalui proses asesmen yang kredibel, objektif, dan sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan. “Seluruh proses sertifikasi kami laksanakan berdasarkan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mulai dari pendaftaran, verifikasi persyaratan, pelaksanaan asesmen, hingga penetapan hasil kompetensi. Proses ini didukung oleh asesor yang telah memiliki lisensi resmi BNSP sehingga penilaian dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional. Kami juga terus melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian mutu agar kredibilitas sertifikasi yang diterbitkan LSP UNSERA tetap terjaga,” jelas Rt. Erlina Gentari. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa LSP UNSERA terus melakukan pengembangan skema sertifikasi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang. “Pada Batch 4 ini kami juga terus melakukan pengembangan skema sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan program studi dan perkembangan dunia industri. Selain memperkuat skema yang telah ada, LSP UNSERA akan terus menghadirkan skema kompetensi baru yang relevan dengan transformasi digital, kebutuhan sektor jasa, manufaktur, manajemen, hingga kewirausahaan. Ke depan, kami juga akan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan para pemangku kepentingan agar skema sertifikasi yang dimiliki LSP UNSERA selalu selaras dengan kebutuhan pasar kerja,” tambahnya. Salah satu peserta Uji Kompetensi dari Program Studi Teknik Informatika, Wira Atmaja, mengungkapkan bahwa sertifikasi kompetensi memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. “Mengikuti uji kompetensi membuat saya lebih percaya diri karena kemampuan yang kami miliki diuji berdasarkan standar profesi yang berlaku. Selain menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat, sertifikasi ini juga menjadi nilai tambah ketika nantinya memasuki dunia kerja. Saya berharap mahasiswa UNSERA dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan industri,” ujarnya. Melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Batch 4 Tahun 2026 yang diikuti oleh 210 peserta, Universitas Serang Raya kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terverifikasi secara profesional. Sinergi antara UNSERA, LSP, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreKAIFA 2026 Resmi Ditutup, LDK Karisma UNSERA Perkuat Syiar Islam dan Apresiasi Talenta Generasi Muda
SERANG – Rangkaian Karisma Islamic Fair (KAIFA) 2026 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Karisma Universitas Serang Raya (UNSERA) resmi ditutup pada Kamis (9/7). Memasuki hari kedua, kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat melalui tabligh akbar, santunan anak yatim, pengumuman pemenang lomba, hingga closing ceremony, sebagai penutup festival yang mengusung semangat syiar Islam, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi generasi muda. Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Serang Raya, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan KAIFA 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi kampus maupun masyarakat. “KAIFA menjadi bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan kegiatan yang bernilai edukatif, religius, dan berdampak bagi masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi LDK Karisma dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan berharap KAIFA terus berkembang sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan syiar Islam, sekaligus pengembangan bakat generasi muda,” ujar Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M. Selain menjadi ajang kompetisi, hari kedua KAIFA 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial melalui santunan kepada anak yatim serta tabligh akbar yang mengajak peserta untuk semakin mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah terasa hingga penghujung acara. Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari dua cabang perlombaan, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Marawis. Pemenang Lomba MTQ Pemenang Lomba Marawis Ketua Pelaksana KAIFA 2026, Eka Rizki Ramdhani, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang mendapat respons positif dari peserta dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan KAIFA tidak hanya diukur dari banyaknya peserta maupun kelancaran acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan setelah kegiatan berakhir. “Bagi kami, keberhasilan sebuah acara bukan hanya soal ramainya peserta atau lancarnya kegiatan, tetapi juga tentang manfaat yang dirasakan setelah acara selesai. Alhamdulillah, banyak peserta memberikan kesan positif dan merasa senang menjadi bagian dari KAIFA 2026. Semoga KAIFA ke depannya dapat berkembang lebih baik, menjangkau peserta yang lebih luas, menghadirkan inovasi baru, dan tetap menjadi wadah syiar Islam yang membawa manfaat bagi generasi muda,” ungkap Eka. Kesan positif juga disampaikan oleh Tubagus Ahmad Mumtaz, peraih Juara 1 MTQ. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti sekaligus meraih prestasi pada ajang KAIFA 2026. “Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengikuti KAIFA tahun ini. Semoga KAIFA tahun depan lebih maju lagi, lebih besar lagi, dan lebih semangat lagi,” tuturnya. Sementara itu, Sigit Kamsan Aji, perwakilan tim Risma Anajla yang berhasil meraih Juara 1 Marawis, berharap festival ini terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni Islami. “Saya sangat bersyukur dapat berpartisipasi di Festival KAIFA 2026. Semoga festival ini bisa terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi festival yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Melalui penyelenggaraan KAIFA 2026, LDK Karisma Universitas Serang Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program kemahasiswaan yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga memperkuat syiar Islam, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter. Diharapkan, KAIFA dapat terus menjadi agenda unggulan UNSERA yang menginspirasi lahirnya generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSERANG – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus mendorong lahirnya kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual. Komitmen tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Karisma Islamic Fair (KAIFA) 2026 yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Karisma UNSERA pada Rabu (8/7) di Auditorium Gedung A UNSERA. Mengusung semangat syiar Islam yang inklusif, KAIFA 2026 menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyalurkan bakat, mempererat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan seni Islam. Tahun ini, kegiatan menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Marawis, yang diikuti peserta dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Provinsi Banten. Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Serang Raya, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., mengapresiasi inisiatif LDK Karisma dalam menghadirkan kegiatan yang mampu menjadi media pembinaan karakter mahasiswa sekaligus memperkuat syiar Islam di lingkungan kampus. “KAIFA merupakan kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga spiritual dan sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena mampu membentuk generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman,” ujarnya. Rangkaian hari pertama diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi kegiatan, hingga pelaksanaan babak perlombaan MTQ dan Marawis. Suasana kompetisi berlangsung semarak dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang mengikuti setiap sesi perlombaan secara sportif. Ketua Pelaksana KAIFA 2026, Eka Rizki Ramdhani, mengatakan bahwa penyelenggaraan KAIFA tahun ini dilatarbelakangi oleh keinginan LDK Karisma untuk kembali menghadirkan ruang syiar Islam yang dekat dengan generasi muda setelah beberapa tahun tidak diselenggarakan. “KAIFA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi salah satu ikhtiar LDK Karisma untuk menghadirkan syiar Islam yang lebih dekat dengan mahasiswa dan pelajar. Kami melihat banyak generasi muda memiliki potensi di bidang keislaman, hanya saja mereka membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan tersebut. Karena itu, kami ingin KAIFA menjadi tempat mereka belajar, berkompetisi, memperluas relasi, sekaligus semakin mencintai Al-Qur’an dan seni Islam,” jelas Eka. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa kegiatan bernuansa keislaman masih mendapat sambutan positif dari generasi muda. Antusiasme tersebut terlihat sejak proses registrasi hingga pelaksanaan perlombaan yang berlangsung sepanjang hari pertama. Di balik kelancaran acara, Eka mengungkapkan terdapat proses persiapan yang tidak singkat. Salah satu tantangan terbesar panitia adalah memastikan informasi mengenai KAIFA dapat menjangkau calon peserta secara luas dalam waktu yang terbatas. Hal tersebut diatasi melalui koordinasi antardivisi yang intensif serta optimalisasi media sosial sebagai sarana publikasi. “Momen yang paling berkesan bagi saya justru ketika melihat seluruh panitia tetap saling membantu meskipun sudah lelah. Di balik acara yang terlihat lancar, ada banyak proses dan kerja keras yang mungkin tidak terlihat. Saat seluruh rangkaian hari pertama selesai dengan baik dan semua dapat tersenyum, kami merasa perjuangan selama berbulan-bulan benar-benar terbayarkan,” ungkapnya. Melalui KAIFA 2026, LDK Karisma berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi muda, serta memperluas jejaring silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa di Provinsi Banten. Rangkaian KAIFA 2026 masih akan berlanjut pada hari kedua dengan berbagai agenda, mulai dari tabligh akbar, santunan anak yatim, pengumuman pemenang perlombaan, hingga penutupan kegiatan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKetika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSemua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreDi balik sebuah prestasi nasional, selalu ada proses panjang yang penuh perjuangan. Hal itulah yang menggambarkan perjalanan Kaila Tazkia bersama dua rekannya, Shinta Yuhanida dan Muhammad Ihsan Idzharuddien, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Serang Raya (UNSERA), yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Artikel Ilmiah (PKM-AI) Tahun 2026. Keberhasilan mereka menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan. Kaila Tazkia bersama tim merupakan mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis teknologi. Berbekal semangat untuk menghadirkan inovasi di dunia pendidikan, mereka menyusun artikel ilmiah berjudul “Eksplorasi Struktur Faktor Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa Melalui Area Model Berbantuan PhET Interactive Simulation” di bawah bimbingan Dr. Rina Oktaviyanthi, M.Pd. Perjalanan menuju pendanaan nasional tentu tidak berjalan mudah. Menyusun artikel ilmiah yang layak bersaing membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kerja sama tim yang kuat. Berbagai proses mulai dari pengumpulan data, penyusunan naskah, diskusi intensif, hingga revisi berulang menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka lalui. Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan, mereka juga dituntut mampu membagi waktu agar seluruh tahapan penelitian dapat diselesaikan dengan optimal. Semangat untuk terus belajar menjadi titik balik yang mengantarkan tim ini menuju keberhasilan. Setiap masukan dari dosen pembimbing dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang disusun. Proses yang awalnya penuh tantangan perlahan berubah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kualitas penelitian mereka. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim Kaila Tazkia resmi dinyatakan lolos pendanaan PKM Skema Insentif 2026 tingkat nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset dan inovasi yang terus berkembang di lingkungan Universitas Serang Raya. Lebih dari sekadar memperoleh pendanaan, keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani meneliti, menghasilkan karya ilmiah, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan akademik. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Kami percaya setiap proses yang dijalani, sekecil apa pun, akan membawa kami lebih dekat pada tujuan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan tidak takut mencoba.” Ujar Kaila. Bagi Kaila dan tim, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan kampus. Mereka berharap semakin banyak mahasiswa UNSERA yang berani keluar dari zona nyaman, menuangkan ide-ide inovatif, dan membuktikan bahwa kerja keras serta kolaborasi mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read More