Serang, 13 September 2026 — Pagi itu, perjalanan bukan hanya membawa mahasiswa HIMANURA UNSERA menuju sebuah tempat, tetapi juga membawa niat sederhana: hadir, berbagi, dan menciptakan cerita bersama. Melalui Bakti Sosial HIMANURA 2026 dengan tema “Workshop Satu Hari Bersama, Sejuta Makna untuk Semua”, Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya (HIMANURA UNSERA) hadir di Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan dimulai dengan persiapan dan briefing panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi pembacaan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, rangkaian sambutan, serta doa. Momen tersebut menjadi awal dari pertemuan yang tidak hanya mempertemukan panitia dan peserta, tetapi juga mempertemukan semangat untuk saling berbagi. Setelah pembukaan, suasana beralih ke sesi workshop. Chandra Irawan hadir sebagai pemateri dalam materi “Roadmap Masa Depan: My Future Promise”. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk melihat masa depan dengan lebih berani, mengenali apa yang ingin dicapai, dan mulai memikirkan langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan harapan tersebut. Bukan hanya tentang mendengarkan dan memahami materi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang membuat suasana semakin cair. Peserta dan panitia bersama-sama mempersiapkan alat dan bahan, kemudian menuangkan kreativitas melalui kegiatan melukis tote bag. Dari satu tote bag ke tote bag lainnya, muncul berbagai warna dan bentuk yang berbeda, tetapi semuanya lahir dari satu hal yang sama: kebersamaan. Setelah selesai berkarya, seluruh peserta dan panitia turut melakukan bersih-bersih area kegiatan. Muhammad Hafifullah, M.Pd., Kepala Yayasan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ar-Ridho, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran HIMANURA. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran HIMANURA. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang bantuan yang diberikan, tetapi tentang kepedulian dan kebersamaan yang dirasakan. Semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi kenangan baik dan memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan memiliki cita-cita.” Sementara itu, Rifa Maulida, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial. “Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar datang, memberikan sesuatu, lalu pulang. Kami ingin satu hari yang kami habiskan bersama dapat meninggalkan sejuta makna. Melalui workshop dan kegiatan kreasi, kami berharap ada semangat, cerita, dan pengalaman yang bisa dibawa pulang oleh setiap peserta.” Hal yang sama dirasakan oleh Restia Cilegonia, Ketua Pelaksana Bakti Sosial HIMANURA 2026, yang melihat kebersamaan sebagai bagian paling berharga dari seluruh proses. “Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana acara berjalan sesuai susunan kegiatan, tetapi tentang bagaimana setiap orang yang terlibat bisa merasakan kebersamaan. Melihat peserta ikut belajar, tertawa, dan berkarya bersama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai panitia.” Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan ucapan dari Ketua HIMANURA dan Kepala Yayasan, penyerahan donasi, sertifikat, dan plakat, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Bagi keluarga besar HIMANURA, hari itu menjadi pengingat bahwa kebermaknaan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Terkadang, cukup dengan meluangkan waktu, hadir dengan tulus, dan menciptakan ruang untuk belajar serta tertawa bersama. Satu hari mungkin telah selesai, tetapi cerita dan makna yang tercipta di dalamnya diharapkan terus tinggal. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 16 Agustus 2026 — Suasana perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Kramatwatu terasa berbeda pada Minggu (16/8/2026). Festival Kramatwatu yang digelar KKM 40 Universitas Serang Raya (Unsera) tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat sekaligus menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa selama kurang lebih 20 hari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., Kepala Desa Kramatwatu, Ketua RW 02 Ade Ahmad, serta Ketua KKM 40 Erlan Priadi. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah, mulai dari karnaval, perlombaan HUT RI, hingga acara malam yang diisi dengan pentas seni, pemutaran video dokumenter KKM 40, pemberian plakat, serta pengumuman juara Festival Anak Sholeh dan Karnaval. Selama berada di Kramatwatu, mahasiswa KKM 40 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga ikut berbaur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Keterlibatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan warga, pelaku UMKM, dan unsur pemerintahan setempat. Interaksi yang terjalin menjadi bagian dari upaya membangun hubungan sekaligus mengenalkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua RW 02 Ade Ahmad menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKM 40 yang telah hadir dan berbaur dengan masyarakat selama pelaksanaan KKM. “Tidak terasa mereka sudah 20 hari di sini. Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah bersama-sama dengan warga. Mohon maaf kalau selama kegiatan ada kekurangan.” Beliau juga menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam membantu memperkenalkan potensi UMKM. Menurutnya, pemanfaatan ruang digital dapat membantu memperluas jangkauan pasar sehingga potensi lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Camat Kramatwatu Edi Jaya, S.IP., M.M., dalam sambutannya turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKM 40 Unsera yang telah melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui berbagai kegiatan di lingkungan setempat. Sementara itu, Kepala Desa Kramatwatu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKM. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Bagi Ketua KKM 40 Erlan Priadi, Festival Kramatwatu menjadi salah satu rangkaian penutup perjalanan mahasiswa bersama masyarakat. Setelah kurang lebih 20 hari menjalankan berbagai program, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM 40. Festival Kramatwatu kemudian ditutup dengan rangkaian pentas seni dan pengumuman pemenang berbagai perlombaan. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian KKM 40 Unsera di Kramatwatu, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik antara mahasiswa dengan masyarakat yang diharapkan dapat terus terjaga. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmennya dalam mendorong penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian yang dirangkaikan dengan KKM Fair 2026 dan Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Universitas Serang Raya. Mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman mahasiswa di lapangan, serta kebutuhan masyarakat. Seminar nasional tersebut diikuti oleh mahasiswa KKM UNSERA 2026, dosen pembimbing lapangan, jajaran rektorat, kepala lembaga dan biro di lingkungan UNSERA, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pengabdian dan pengembangan inovasi kampus. Melalui KKM Fair 2026, berbagai pengalaman dan proses pembelajaran mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi bagian dari ruang berbagi dan refleksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, proses identifikasi persoalan, kolaborasi, serta upaya menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penanggung Jawab KKM 2026, Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., mengatakan bahwa pengalaman mahasiswa selama berada di masyarakat memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di ruang kelas. “Kalau di kampus mahasiswa lebih banyak belajar teori, maka di lapangan mereka belajar bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, berinteraksi dengan masyarakat, dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan yang ada. Proses seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya belajar memahami masalah, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikannya,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan KKM juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi melalui ide dan inovasi yang mereka miliki. Sementara itu, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada tiga hal yang harus kita dorong bersama, yaitu pengetahuan, inovasi, dan kebermanfaatan. Pengetahuan yang kita miliki harus melahirkan inovasi, tetapi inovasi juga tidak cukup hanya karena menghasilkan sesuatu yang baru. Ukurannya adalah apakah kebaruan itu benar-benar mampu menjawab persoalan dan memberikan manfaat,” jelasnya. Ia menambahkan, pendidikan tidak semestinya berhenti di ruang kelas. Lingkungan masyarakat juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus menguji pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat memproduksi pengetahuan. Kita juga harus mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi penguatan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian. Karena itu, penelitian dan pengabdian harus bertemu pada satu titik, yaitu dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” ungkap Abdul Malik. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, S.Sos. sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan pendekatan modern dalam sektor pertanian, termasuk pengalaman mengembangkan produk dengan brand Jawara yang mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyoroti tiga tahapan penting dalam membangun sebuah perubahan di masyarakat, yaitu kesadaran, intervensi, dan keberlanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi penting agar program yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain seminar nasional, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Grand Launching Climate Action Center (CAC) UNSERA, yang menjadi langkah UNSERA dalam memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Kehadiran CAC melengkapi semangat UNSERA Berdampak untuk mendorong kolaborasi antara sivitas akademika, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan lingkungan. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Serang Raya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman KKM UNSERA 2026 juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan masyarakat melalui komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan inovasi. Melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian, KKM Fair 2026, serta Grand Launching Climate Action Center, UNSERA terus mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 12 Agustus 2026 — Universitas Serang Raya (Unsera) resmi meluncurkan Climate Action Center (CAC) Unsera dalam rangkaian KKM Fair 2026 dan Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian yang mengusung tema “Inovasi untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Rachmattoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya. Grand Launching Climate Action Center (CAC) Unsera menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran CAC merupakan langkah Unsera dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu perubahan iklim dan lingkungan, sekaligus mendorong kolaborasi, penelitian, edukasi, dan aksi nyata yang berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.PA., Dosen Universitas Serang Raya, Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya sekaligus Duta CAC Unsera, turut menyampaikan materi mengenai “Inovasi Kebijakan Tata Kelola Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan.” Dalam pemaparannya, Beliau menekankan bahwa kampus harus menjadi pusat produksi gagasan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memetakan persoalan, menyusun agenda strategis, serta menawarkan solusi berbasis riset. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, perguruan tinggi, NGO, dan lembaga pendidikan lainnya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. “Keberlanjutan selalu dimulai dari kesadaran kecil yang dijalankan secara konsisten,” ujar beliau dalam pesan penutup materinya. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky Putri, S.I.P., M.Kesos., M.I.kom menyampaikan bahwa kehadiran CAC diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan. “Kami berharap CAC dapat menjadi ruang bersama untuk menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Melalui Grand Launching ini, CAC Unsera diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pusat kegiatan, tetapi berkembang menjadi ruang yang menghubungkan pengetahuan, riset, kolaborasi, dan aksi nyata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Unsera untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus mendorong hadirnya aksi nyata melalui gerakan UNSERA Berdampak. Pada 8 Agustus 2026, Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui Gerakan Sungai Bersih, yang dilaksanakan melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan aliran sungai di wilayah RT 02 Desa Drangong. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya UNSERA untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sungai yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka. Bagi UNSERA, sungai tidak hanya merupakan bagian dari lingkungan fisik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Gerakan Sungai Bersih diarahkan tidak sekadar untuk membersihkan sungai pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan bersama untuk menjaga kebersihannya secara berkelanjutan. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat nyata. “Kami ingin kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti sebagai program selama KKM, tetapi juga membawa nilai dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Gotong royong membersihkan aliran sungai ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana UNSERA hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dari kegiatan seperti inilah kepedulian dapat dibangun dan terus dikembangkan.” Sementara itu, Ketua Pelaksana UNSERA Berdampak, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Gerakan Sungai Bersih merupakan salah satu bentuk nyata semangat UNSERA Berdampak yang mendorong sivitas akademika untuk hadir dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “UNSERA Berdampak hadir untuk mendorong berbagai inisiatif sivitas akademika yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Gerakan Sungai Bersih ini menunjukkan bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika mahasiswa, masyarakat, dan unsur kampus bergerak bersama, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.” Koordinator Lapangan Gerakan Sungai Bersih, Entis Haryadi, S.E., M.Akt., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembersihan sungai, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga sungai merupakan tanggung jawab bersama. “Gerakan Sungai Bersih ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Membersihkan sungai adalah langkah awal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak kembali membuang sampah ke aliran sungai. Karena itu, kami berharap gerakan ini dapat terus dilanjutkan secara bersama-sama dan menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat.” Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Gotong royong diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian antara masyarakat dengan sivitas akademika UNSERA dalam menjaga lingkungan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 08 UNSERA turut menjadi bagian dari sivitas akademika yang terlibat langsung dalam Gerakan Sungai Bersih. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan lingkungan secara langsung serta mengembangkan kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat. Koordinator Bidang Lingkungan KKM 08 UNSERA, Hazel Daiva Nugraha, mengatakan bahwa kondisi aliran sungai menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat. “Kami melihat aliran sungai sebagai bagian dari lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami fokus membersihkan sampah dan material yang dapat menghambat aliran air. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil pada saat pelaksanaan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.” Gerakan Sungai Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan gotong royong satu kali, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan kebiasaan menjaga sungai secara berkelanjutan. Kolaborasi antara UNSERA, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui UNSERA Berdampak, UNSERA terus mendorong agar pengetahuan, kepedulian, dan energi sivitas akademika dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Gerakan Sungai Bersih menjadi bukti bahwa dampak dapat dimulai dari lingkungan terdekat: dari kepedulian, bergerak bersama, dan menjaga sungai untuk masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam|Humas Unsera
Read MoreSERANG – Komitmen mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 08. Melalui kolaborasi bersama UKM Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Serang Raya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang, KKM 08 sukses menyelenggarakan Program Kerja Bidang Kesehatan bertajuk “Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat” pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Aula Desa Drangong RT 02 RW 07, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 100 peserta, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia). Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh tim UKM KSR PMI Unit Universitas Serang Raya. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu oleh tenaga kesehatan dari PMI Kota Serang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan peserta. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Desa Drangong. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 08 Universitas Serang Raya, Muhammad Nurhaula Huddin, S.E., M.Sc., mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kolaborasi antara KKM 08, KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujarnya. Koordinator Program Kerja Bidang Kesehatan KKM 08 Universitas Serang Raya, Mahfudoh, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.> “Kami tidak hanya ingin menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Salah satu peserta kegiatan, Ibu Siti Aminah (54), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh KKM 08 Universitas Serang Raya. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan penjelasan tentang cara menjaga kesehatan, saya juga bisa memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus pergi ke fasilitas kesehatan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena sangat membantu masyarakat,” ungkapnya. Melalui kolaborasi antara KKM 08 Universitas Serang Raya, UKM KSR PMI Unit UNSERA, dan PMI Kota Serang, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, kegiatan ini juga memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. KKM 08 Universitas Serang Raya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Untuk Informasi lebih lanjut, bisa hubungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya meninggalkan dampak nyata bagi lingkungan, tetapi juga menyimpan banyak cerita inspiratif yang layak untuk didokumentasikan. Melalui kompetisi SOROT! (Short Movie & Video Competition), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten mengajak mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), maupun program pengabdian sejenis untuk mengabadikan setiap proses, inovasi, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat melalui karya visual kreatif. Mengusung tema “Menyoroti Potensi Lokal yang Berdampak”, kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengangkat kisah-kisah inspiratif selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus pada hasil akhir program, karya yang dihasilkan juga diharapkan mampu merekam proses kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi lokal yang berkembang berkat kontribusi mahasiswa. Kompetisi dibuka dalam dua kategori, yaitu Short Movie dengan durasi maksimal lima menit berformat horizontal (16:9) dan Short Video berdurasi maksimal tiga menit berformat vertikal (9:16). Seluruh peserta didorong menghadirkan karya yang kreatif, komunikatif, dan mampu menggambarkan makna pengabdian kepada masyarakat melalui sudut pandang yang inspiratif. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh LLDIKTI Wilayah IV, rangkaian kegiatan dimulai dengan tahap sosialisasi pada Juli 2026, dilanjutkan seleksi internal perguruan tinggi, pengiriman karya pada 23–27 Agustus 2026, hingga pengumuman pemenang pada September 2026. Para pemenang akan memperoleh sertifikat penghargaan serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik. Bagi mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program KKM yang telah dilaksanakan di berbagai daerah sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat. Dokumentasi yang dikemas melalui media visual tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi, inspirasi, dan promosi potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kompetisi ini, UNSERA mengajak seluruh kelompok KKM UNSERA 2026 untuk turut berpartisipasi dengan mengirimkan karya terbaik yang merepresentasikan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap program kerja yang telah dilaksanakan memiliki cerita yang layak untuk diabadikan, dibagikan, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan biarkan setiap momen berharga selama KKM hanya tersimpan di galeri atau folder penyimpanan. Jadikan karya visual sebagai media untuk menyampaikan dampak nyata pengabdian mahasiswa sekaligus mengharumkan nama Universitas Serang Raya di tingkat regional maupun nasional. Partisipasi dalam kompetisi ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan bercerita melalui media digital, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan narasi positif tentang potensi lokal serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, 12 Juli 2026 – Kreativitas dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kepedulian. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui kegiatan Eco Creative Movement for Gen Z di Panti Asuhan Al Arif Kasemen, Kota Serang, Minggu (12/7/2026). Mengusung tema “Berbagi Kreativitas, Menumbuhkan Kepedulian”, mahasiswa mengajak anak-anak panti mengenal cara memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan bernilai guna melalui workshop daur ulang yang dikemas dengan suasana belajar sambil bermain. Kegiatan juga diisi dengan fun games serta penyerahan bantuan berupa sembako, Al-Qur’an, pakaian layak pakai, makanan ringan, dan kebutuhan lainnya. Kegiatan yang merupakan implementasi Mata Kuliah Manajemen Public Relations ini tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman bermakna bagi anak-anak panti untuk mengenal pentingnya menjaga lingkungan sekaligus berbagi dengan sesama. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ingin menjadi bagian dari generasi yang belajar, berkarya, dan memberi dampak bagi masyarakat? Universitas Serang Raya membuka ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh melalui pengalaman belajar yang inovatif, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan dunia nyata. Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru dapat diakses melalui kanal resmi Universitas Serang Raya. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA
Read MoreSebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More