Kategori: Kisah Pengabdian

KKM 40 Universitas Serang Raya Resmikan dan Serahkan Rocket Stove Minim Asap di Desa Kramatwatu

Serang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA

Read More

Saat Pengabdian Menjadi Karya, LLDIKTI Wilayah IV Ajak Mahasiswa KKM UNSERA Abadikan Cerita Berdampak

Serang, unsera.ac.id – Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya meninggalkan dampak nyata bagi lingkungan, tetapi juga menyimpan banyak cerita inspiratif yang layak untuk didokumentasikan. Melalui kompetisi SOROT! (Short Movie & Video Competition), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten mengajak mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), maupun program pengabdian sejenis untuk mengabadikan setiap proses, inovasi, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat melalui karya visual kreatif. Mengusung tema “Menyoroti Potensi Lokal yang Berdampak”, kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengangkat kisah-kisah inspiratif selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus pada hasil akhir program, karya yang dihasilkan juga diharapkan mampu merekam proses kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi lokal yang berkembang berkat kontribusi mahasiswa. Kompetisi dibuka dalam dua kategori, yaitu Short Movie dengan durasi maksimal lima menit berformat horizontal (16:9) dan Short Video berdurasi maksimal tiga menit berformat vertikal (9:16). Seluruh peserta didorong menghadirkan karya yang kreatif, komunikatif, dan mampu menggambarkan makna pengabdian kepada masyarakat melalui sudut pandang yang inspiratif. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh LLDIKTI Wilayah IV, rangkaian kegiatan dimulai dengan tahap sosialisasi pada Juli 2026, dilanjutkan seleksi internal perguruan tinggi, pengiriman karya pada 23–27 Agustus 2026, hingga pengumuman pemenang pada September 2026. Para pemenang akan memperoleh sertifikat penghargaan serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik. Bagi mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program KKM yang telah dilaksanakan di berbagai daerah sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat. Dokumentasi yang dikemas melalui media visual tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi, inspirasi, dan promosi potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kompetisi ini, UNSERA mengajak seluruh kelompok KKM UNSERA 2026 untuk turut berpartisipasi dengan mengirimkan karya terbaik yang merepresentasikan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap program kerja yang telah dilaksanakan memiliki cerita yang layak untuk diabadikan, dibagikan, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan biarkan setiap momen berharga selama KKM hanya tersimpan di galeri atau folder penyimpanan. Jadikan karya visual sebagai media untuk menyampaikan dampak nyata pengabdian mahasiswa sekaligus mengharumkan nama Universitas Serang Raya di tingkat regional maupun nasional. Partisipasi dalam kompetisi ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kreativitas, inovasi, dan kemampuan bercerita melalui media digital, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan narasi positif tentang potensi lokal serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Dari Ruang Kuliah ke Ruang Tumbuh, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus

Serang, unsera.ac.id – Belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA), ruang belajar juga hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk Unlock Your Potential, mahasiswa Semester 4 Kelas A1 menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi 18 anak berkebutuhan khusus (ABK) di Rumah Belajar Bermain Fairuz, Kota Cilegon. Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Public Relations ini menjadi bentuk implementasi pembelajaran sekaligus wujud kepedulian mahasiswa dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk melatih motorik, kreativitas, serta kemampuan berinteraksi. Mulai dari finger painting bertema Pohon Kebersamaan, permainan jejak tangan dan kaki, hingga mewarnai gantungan kunci, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan pendekatan belajar sambil bermain agar anak-anak merasa nyaman, percaya diri, dan bebas mengekspresikan diri. Ketua Pelaksana, Baniyah, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus membangun kepedulian sosial mahasiswa. Kami berharap setiap aktivitas yang dilakukan dapat memberikan pengalaman positif dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dalam berinteraksi,” ujarnya. Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap aktivitas, saling berinteraksi, dan menunjukkan hasil karya mereka dengan penuh kebanggaan. Bagi mahasiswa, momen tersebut menjadi pengalaman berharga untuk belajar membangun komunikasi, empati, dan kepedulian sosial secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang memberikan manfaat bagi sesama. Melalui berbagai program pembelajaran dan kolaborasi dengan masyarakat, Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menghadirkan kontribusi positif di lingkungan sekitar. Ingin menjadi bagian dari generasi yang belajar, bertumbuh, dan memberi dampak? Universitas Serang Raya membuka ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan tumbuh bersama masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Ketika Pengetahuan Menjadi Awal Sebuah Perubahan

Di balik setiap penelitian, selalu ada pertanyaan yang ingin dijawab. Bagi Usep Sholahudin, pertanyaan tersebut bukan hanya menjadi awal sebuah riset, tetapi juga menjadi dorongan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Hibah Internal Penelitian, Usep Sholahudin terus mengembangkan kajian akademik sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas wawasan keilmuan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Perjalanan penelitian selalu menghadirkan tantangan, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metode, hingga memastikan hasil yang diperoleh memiliki nilai ilmiah dan manfaat praktis. Namun, bagi Usep, proses tersebut justru menjadi ruang untuk terus belajar dan memperkaya cara pandang terhadap suatu permasalahan. Keikutsertaannya dalam Hibah Internal menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif di lingkungan Universitas Serang Raya. Penelitian tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dan publikasi ilmiah. Dampak dari penelitian tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, setiap temuan yang dihasilkan akan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik maupun masyarakat. “Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika kita tidak pernah berhenti bertanya, meneliti, dan berbagi hasilnya kepada sesama.” – Usep Solahudin Bagi Usep Sholahudin, penelitian adalah perjalanan tanpa garis akhir. Setiap hasil yang dicapai bukan menjadi penutup, melainkan langkah awal untuk melahirkan penelitian berikutnya yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Dari Sebuah Klik, Hadir Cara Baru untuk Belajar

Bagi Indri Lestari, teknologi bukan sekadar perangkat yang mempermudah pekerjaan. Di dunia pendidikan, teknologi adalah kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Melalui Hibah Internal Penelitian, Indri Lestari mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian tersebut lahir dari keyakinan bahwa proses belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran tentu bukan perkara sederhana. Setiap media digital yang digunakan harus tetap memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Karena itu, setiap tahapan penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan yang dihadapi pendidik di era digital. Lebih dari sekadar menghasilkan penelitian, perjalanan ini menjadi ruang bagi Indri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui sehari-hari di kelas. Dari berbagai percobaan, evaluasi, hingga penyempurnaan metode, lahirlah gagasan yang diharapkan mampu memperkaya praktik pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, tetapi juga mendorong semakin banyak pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. “Teknologi akan memberikan manfaat ketika mampu membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, bukan sekadar membuat proses belajar menjadi serba digital.” – Indri Lestari Melalui penelitian ini, Indri Lestari ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali dimulai dari keberanian mencoba pendekatan baru. Ketika inovasi terus tumbuh, ruang kelas pun akan berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Menghadirkan Pembelajaran yang Relevan di Era Digital, Langkah Dr. Yani Supriyani Berinovasi dalam Pendidikan Matematika

Belajar matematika sering kali dianggap sebagai tantangan bagi sebagian siswa. Rumus yang kompleks dan cara penyampaian yang monoton membuat mata pelajaran ini kerap dipandang sulit. Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Yani Supriyani melihat bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. Yani Supriyani memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Melalui Hibah Internal Fakultas Studi Ilmu Pendidikan (FSIP) Tahun 2025, ia mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari inovasi dalam proses belajar mengajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dari sinilah penelitian yang dilakukan Dr. Yani berangkat, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Proses penelitian tentu membutuhkan ketelitian, mulai dari merancang konsep, mengembangkan metode, hingga memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi dunia pendidikan. Melalui Hibah Internal FSIP 2025, Dr. Yani terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dampak yang ingin diwujudkan tidak berhenti pada hasil penelitian semata. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta didik memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi jembatan agar proses belajar semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.” – Dr. Yani Supriyani Bagi Dr. Yani Supriyani, penelitian merupakan ruang untuk terus menghadirkan pembaruan dalam dunia pendidikan. Melalui inovasi yang lahir dari riset, ia berharap pembelajaran tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Menumbuhkan Budaya Riset dari Fakultas Teknik, Langkah Konsisten Dr. Heru Winarno

Sebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Membangun Budaya Riset, Langkah Dr. Ing. Farid Wajdi Menguatkan Ekosistem Penelitian di UNSERA

Kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi riset yang mampu diberikan kepada masyarakat. Di Universitas Serang Raya (UNSERA), semangat tersebut terus dibangun melalui berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sosok yang konsisten mendorong lahirnya budaya riset adalah Dr. Ing. Farid Wajdi. Selain aktif sebagai akademisi, Dr. Ing. Farid Wajdi juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA. Peran tersebut membawanya tidak hanya fokus menghasilkan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkompetisi dalam berbagai hibah penelitian tingkat nasional. Membangun budaya riset bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mendampingi para peneliti agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan demi memperkuat budaya akademik di lingkungan UNSERA. Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Semakin banyak dosen UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari berbagai skema nasional. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya riset di lingkungan kampus terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Dr. Ing. Farid Wajdi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Karena itu, LPPM terus mendorong penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan. “Riset yang baik bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mampu menjawab persoalan melalui penelitian, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya sebagai agen perubahan.” – Dr. Ing. Farid. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dr. Ing. Farid Wajdi berharap budaya riset di UNSERA terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas kampus. Ia meyakini bahwa setiap penelitian yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan nyata akan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Behind the Achievement: Ardika Antasari, Membuktikan Bahwa Riset Sosial Mampu Membawa Perubahan

Ketika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Behind the Achievement: Dari Asisten Laboratorium Menjadi Tim Inovator, Perjalanan Syifa Husna Raih Pendanaan PKM 2024

Sebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Bilah Aksesibilitas