Sebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi sebagian orang, penelitian mungkin hanya identik dengan jurnal, data, dan laporan akademik. Namun, bagi Dr. A.P. Delly Maulana, penelitian adalah cara menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan di Banten, ia mengembangkan riset yang berhasil memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. A.P. Delly Maulana menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir. Ketertarikannya pada bidang penelitian sosial mendorongnya untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional bukanlah proses yang singkat. Menyusun proposal penelitian membutuhkan kajian yang mendalam, pengumpulan data awal, penyusunan metodologi yang matang, hingga berbagai penyempurnaan agar penelitian memiliki nilai kebaruan sekaligus manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai dosen, beliau juga harus menjalankan tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Titik balik datang ketika gagasan penelitian yang dibangun berhasil menunjukkan relevansinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Fokus penelitian yang tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan berbasis data untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan proposal tersebut memperoleh pendanaan dari DRTPM. Keberhasilan meraih Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025 menjadi pencapaian yang membuktikan bahwa riset di lingkungan UNSERA terus berkembang dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Lebih dari sekadar pendanaan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan, pemberdayaan masyarakat nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Banten. Dampak yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di atas kertas. Ilmu pengetahuan akan memberikan makna ketika hasilnya dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” — Dr. A.P. Delly Maulana. Melalui perjalanan ini, Dr. A.P. Delly Maulana ingin menunjukkan bahwa setiap penelitian memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Dengan kepedulian terhadap persoalan di sekitar serta semangat untuk terus menghasilkan inovasi, riset dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Harapannya, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreDi tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Baduy tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut menjadi perhatian Dr. Liza Diniarizky Putri, dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memilih mengangkat literasi sosial dan ekologi masyarakat Baduy sebagai fokus penelitiannya hingga berhasil memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Bagi Dr. Liza, penelitian bukan hanya tentang menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi upaya untuk memahami sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat. Ketertarikannya pada isu sosial, budaya, dan lingkungan mendorongnya melakukan riset yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat adat yang memiliki nilai-nilai keberlanjutan. Meneliti masyarakat adat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap budaya lokal, proses penelitian juga menuntut pendekatan yang menghormati adat istiadat, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan secara etis. Di sisi lain, penyusunan proposal hingga memenuhi standar hibah nasional juga memerlukan proses yang panjang dan penuh penyempurnaan. Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika penelitian yang diusulkan dinilai memiliki relevansi terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan lokal. Literasi sosial dan ekologi yang diwariskan masyarakat Baduy dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa kini. Dari situlah lahir keyakinan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut akhirnya terjawab melalui keberhasilan Dr. Liza memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari kearifan lokal mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari sekadar hibah penelitian, riset ini diharapkan mampu memperkuat dokumentasi pengetahuan masyarakat Baduy, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat adat. “Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.” — Dr. Liza Diniarizky Putri Melalui penelitian ini, Dr. Liza ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi mereka. Harapannya, semakin banyak dosen maupun mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Center (CAC) UNSERA kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026, di kawasan pesisir Sawah Luhur, Banten. Kegiatan ini melibatkan Duta Perubahan Iklim CAC serta mahasiswa UNSERA sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari langkah nyata UNSERA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Mangrove dipilih karena memiliki peran ekologis yang penting, seperti mencegah abrasi pantai, menyerap emisi karbon biru (blue carbon), serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Edukasi tersebut menjadi penguatan nilai akademik sekaligus implementasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim. Direktur Climate Action Center UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky P., S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Melalui aksi sederhana seperti penanaman mangrove, mahasiswa diajak untuk hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Duta Climate Action Center UNSERA, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.P.A. mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Firdaus, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti penanaman mangrove,” ujarnya. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Climate Action Center, Duta Perubahan Iklim CAC, dan mahasiswa Fakultas Teknik UNSERA mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penanaman bibit mangrove, edukasi lingkungan, serta kampanye digital melalui media sosial. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai sarana penyebaran pesan positif mengenai pentingnya aksi iklim kepada masyarakat luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNSERA terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata demi terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More