Ketika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSemua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi sebagian orang, penelitian mungkin hanya identik dengan jurnal, data, dan laporan akademik. Namun, bagi Dr. A.P. Delly Maulana, penelitian adalah cara menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan di Banten, ia mengembangkan riset yang berhasil memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. A.P. Delly Maulana menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir. Ketertarikannya pada bidang penelitian sosial mendorongnya untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional bukanlah proses yang singkat. Menyusun proposal penelitian membutuhkan kajian yang mendalam, pengumpulan data awal, penyusunan metodologi yang matang, hingga berbagai penyempurnaan agar penelitian memiliki nilai kebaruan sekaligus manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai dosen, beliau juga harus menjalankan tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Titik balik datang ketika gagasan penelitian yang dibangun berhasil menunjukkan relevansinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Fokus penelitian yang tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan berbasis data untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan proposal tersebut memperoleh pendanaan dari DRTPM. Keberhasilan meraih Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025 menjadi pencapaian yang membuktikan bahwa riset di lingkungan UNSERA terus berkembang dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Lebih dari sekadar pendanaan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan, pemberdayaan masyarakat nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Banten. Dampak yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di atas kertas. Ilmu pengetahuan akan memberikan makna ketika hasilnya dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” — Dr. A.P. Delly Maulana. Melalui perjalanan ini, Dr. A.P. Delly Maulana ingin menunjukkan bahwa setiap penelitian memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Dengan kepedulian terhadap persoalan di sekitar serta semangat untuk terus menghasilkan inovasi, riset dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Harapannya, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreDi balik sebuah prestasi nasional, selalu ada proses panjang yang penuh perjuangan. Hal itulah yang menggambarkan perjalanan Kaila Tazkia bersama dua rekannya, Shinta Yuhanida dan Muhammad Ihsan Idzharuddien, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Serang Raya (UNSERA), yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Artikel Ilmiah (PKM-AI) Tahun 2026. Keberhasilan mereka menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan. Kaila Tazkia bersama tim merupakan mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis teknologi. Berbekal semangat untuk menghadirkan inovasi di dunia pendidikan, mereka menyusun artikel ilmiah berjudul “Eksplorasi Struktur Faktor Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa Melalui Area Model Berbantuan PhET Interactive Simulation” di bawah bimbingan Dr. Rina Oktaviyanthi, M.Pd. Perjalanan menuju pendanaan nasional tentu tidak berjalan mudah. Menyusun artikel ilmiah yang layak bersaing membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kerja sama tim yang kuat. Berbagai proses mulai dari pengumpulan data, penyusunan naskah, diskusi intensif, hingga revisi berulang menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka lalui. Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan, mereka juga dituntut mampu membagi waktu agar seluruh tahapan penelitian dapat diselesaikan dengan optimal. Semangat untuk terus belajar menjadi titik balik yang mengantarkan tim ini menuju keberhasilan. Setiap masukan dari dosen pembimbing dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang disusun. Proses yang awalnya penuh tantangan perlahan berubah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kualitas penelitian mereka. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim Kaila Tazkia resmi dinyatakan lolos pendanaan PKM Skema Insentif 2026 tingkat nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset dan inovasi yang terus berkembang di lingkungan Universitas Serang Raya. Lebih dari sekadar memperoleh pendanaan, keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani meneliti, menghasilkan karya ilmiah, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan akademik. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Kami percaya setiap proses yang dijalani, sekecil apa pun, akan membawa kami lebih dekat pada tujuan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan tidak takut mencoba.” Ujar Kaila. Bagi Kaila dan tim, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan kampus. Mereka berharap semakin banyak mahasiswa UNSERA yang berani keluar dari zona nyaman, menuangkan ide-ide inovatif, dan membuktikan bahwa kerja keras serta kolaborasi mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSERANG, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menorehkan capaian penting dalam perjalanan akademiknya melalui pengukuhan Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan pada Program Studi Administrasi Negara. Momen bersejarah ini berlangsung bersamaan dengan Wisuda XVIII Gelombang 2 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH), Selasa (7/7), dan menjadi tonggak penguatan budaya akademik, riset, serta pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan UNSERA. Pengukuhan Guru Besar merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi seorang dosen sekaligus menjadi indikator berkembangnya kualitas pendidikan tinggi. Bagi Universitas Serang Raya, momentum ini menjadi bukti bahwa ikhtiar membangun mutu pendidikan, memperkuat tradisi riset, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak terus menunjukkan hasil yang nyata. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan Prof. Delly bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika, tetapi juga menandai semakin kuatnya budaya akademik yang tumbuh di UNSERA. “Pengukuhan Guru Besar merupakan buah dari proses akademik yang panjang. Kami meyakini bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan melahirkan kualitas, dan kualitas akan menghadirkan kepercayaan masyarakat. Pengukuhan Prof. Delly menjadi tonggak penting bagi UNSERA sekaligus motivasi agar semakin banyak dosen yang terus berkembang hingga mencapai jenjang akademik tertinggi,“ ujar Abdul Malik. Ia juga mengungkapkan bahwa UNSERA terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik. Saat ini, proses pengajuan Guru Besar berikutnya juga tengah berjalan sebagai bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat kapasitas keilmuan dan penelitian. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. menyoroti pentingnya kebijakan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam melalui tata kelola yang kolaboratif dan berbasis bukti ilmiah. Menurutnya, berbagai tantangan lingkungan saat ini membutuhkan kebijakan yang mampu menyelaraskan kepentingan pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan. “Kebijakan lingkungan harus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak dan didukung oleh riset yang kuat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan berkelanjutan,” tutur Prof. Delly. Selain menjadi akademisi, Prof. Delly dikenal aktif menghasilkan berbagai penelitian, publikasi ilmiah, serta buku di bidang administrasi publik, kebijakan publik, desentralisasi, hingga pembangunan berkelanjutan. Kiprahnya tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNSERA dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan publik. Pengukuhan Guru Besar ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Serang Raya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul melalui penguatan sumber daya manusia, budaya riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Dengan semakin berkembangnya kualitas dosen dan penelitian, UNSERA optimistis mampu terus melahirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Pengukuhan Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan menjadi momentum strategis bagi Universitas Serang Raya dalam memperkuat budaya akademik dan mutu pendidikan tinggi. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga mencerminkan komitmen UNSERA untuk terus menghasilkan sumber daya akademik yang unggul, mendorong lahirnya inovasi berbasis riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreDi tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Baduy tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut menjadi perhatian Dr. Liza Diniarizky Putri, dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memilih mengangkat literasi sosial dan ekologi masyarakat Baduy sebagai fokus penelitiannya hingga berhasil memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Bagi Dr. Liza, penelitian bukan hanya tentang menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi upaya untuk memahami sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat. Ketertarikannya pada isu sosial, budaya, dan lingkungan mendorongnya melakukan riset yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat adat yang memiliki nilai-nilai keberlanjutan. Meneliti masyarakat adat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap budaya lokal, proses penelitian juga menuntut pendekatan yang menghormati adat istiadat, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan secara etis. Di sisi lain, penyusunan proposal hingga memenuhi standar hibah nasional juga memerlukan proses yang panjang dan penuh penyempurnaan. Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika penelitian yang diusulkan dinilai memiliki relevansi terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan lokal. Literasi sosial dan ekologi yang diwariskan masyarakat Baduy dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa kini. Dari situlah lahir keyakinan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut akhirnya terjawab melalui keberhasilan Dr. Liza memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari kearifan lokal mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari sekadar hibah penelitian, riset ini diharapkan mampu memperkuat dokumentasi pengetahuan masyarakat Baduy, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat adat. “Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.” — Dr. Liza Diniarizky Putri Melalui penelitian ini, Dr. Liza ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi mereka. Harapannya, semakin banyak dosen maupun mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Serang Raya (UNSERA) sukses menyelenggarakan Industrial Competition and Bazar Festival (ICB FEST) 2026. Mengusung tema Engineering Creative for Smart Industry, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta inovasi melalui kompetisi dan bazar yang berlangsung selama dua hari. ICB FEST 2026 menghadirkan enam cabang kompetisi, yakni Essay, Poster, Business Model Canvas (BMC), Mobile Legends, E-Football, dan Futsal. Meskipun cabang lomba E-Football dan Futsal tidak dapat dilaksanakan karena kendala teknis, rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun pengunjung. Ketua Program Studi Teknik Industri UNSERA, Mohamad Jihan Shofa, S.T., M.T., mengatakan bahwa ICB FEST merupakan bentuk nyata komitmen Program Studi Teknik Industri dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. “Tema Engineering Creative for Smart Industry sejalan dengan visi kami untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan mampu memberikan kontribusi nyata. Harapannya, ICB FEST dapat terus berkembang menjadi signature event Teknik Industri UNSERA yang dikenal di tingkat nasional,” ujarnya. Senada dengan itu, Dekan Fakultas Teknik UNSERA, Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D., mengapresiasi kerja keras panitia yang berhasil menghadirkan kompetisi berskala nasional. “ICB FEST menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengelola kegiatan besar sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi. Saya berharap kegiatan seperti ini terus melahirkan kreativitas, menjunjung sportivitas, serta mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana ICB FEST 2026, Riyan Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus memperkenalkan Program Studi Teknik Industri UNSERA kepada masyarakat luas. “ICB FEST kami hadirkan untuk meningkatkan semangat berkompetisi, mengasah kemampuan berpikir kritis dan inovatif, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelajar menunjukkan potensi terbaiknya. Melihat antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap ICB FEST dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar di masa mendatang,” jelasnya. Melalui ICB FEST 2026, HMTI bersama Program Studi Teknik Industri UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang belajar yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat eksistensi Teknik Industri UNSERA sekaligus melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Menjelang Wisuda ke 18.2 Universitas Serang Raya (UNSERA) yang akan digelar pada 7 Juli 2026, para calon wisudawan bersiap membuka babak baru dalam perjalanan karier. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal untuk mengembangkan potensi, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Agar lebih siap menghadapi dunia profesional, berikut lima tips yang dapat diterapkan: Melalui semangat UNSERA Berdampak, Universitas Serang Raya terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berkarakter, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selamat kepada seluruh calon wisudawan Wisuda ke 18.2 UNSERA, semoga setiap langkah menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebermanfaatan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read More