Kategori: Highlight-Pengabdian

Behind the Achievement: Ketika Rasa Ingin Tahu Berubah Menjadi Prestasi, Perjalanan Melyda Usrotun Menembus PKM Nasional

Semua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Behind the Achievement: Dari Asisten Laboratorium Menjadi Tim Inovator, Perjalanan Syifa Husna Raih Pendanaan PKM 2024

Sebuah ide besar sering kali lahir dari kesamaan tujuan. Bagi Syifa Husna dan tim, perjalanan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 berawal dari semangat sederhana untuk berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Syifa Husna merupakan ketua tim PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Serang Raya (UNSERA) yang berhasil memperoleh pendanaan hibah PKM Tahun 2024. Bersama Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani, Muhammad Dimas Adhitya, dan Muhammad Alam Adeyaka Putra, serta di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T., mereka mengembangkan inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik berbasis energi terbarukan yang diberi nama Eco.Revine. Inovasi ini dirancang untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi filamen mesin 3D printing dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energi. Menariknya, tim Eco.Revine tidak terbentuk secara kebetulan. Syifa menceritakan bahwa tim tersebut lahir dari sekelompok asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA yang berasal dari berbagai angkatan. Berbekal visi yang sama untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa, mereka memutuskan membangun sebuah tim yang mampu menggabungkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan teknis dalam satu inovasi. Dalam proses penyusunan proposal, tim menyadari bahwa menghasilkan ide yang baik saja tidak cukup. Mereka harus mempelajari panduan PKM, menyusun proposal secara sistematis, serta terus melakukan penyempurnaan agar gagasan yang diajukan memenuhi kriteria penilaian. Setiap tahapan menjadi proses belajar yang memperkuat kemampuan mereka dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Semangat kebersamaan menjadi titik balik yang membuat seluruh proses terasa lebih ringan. Bagi Syifa dan tim, setiap diskusi, proses perancangan, hingga pembuatan alat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dikerjakan bersama dengan penuh kekompakan. Dukungan dari dosen pembimbing juga menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan PKM 2024. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat melahirkan inovasi yang memiliki nilai dan manfaat. Melalui Eco.Revine, tim berharap pengolahan sampah plastik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai guna melalui pemanfaatan energi terbarukan. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu PIMNAS,” ungkap Syifa Husna. Menutup kisah perjalanannya, Syifa berharap Program Kreativitas Mahasiswa di UNSERA terus berkembang dan semakin banyak mahasiswa yang berani mengambil kesempatan untuk berkarya. Baginya, setiap ide memiliki peluang untuk menjadi solusi nyata apabila dikerjakan dengan kesungguhan, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Behind the Achievement: Berawal dari Kepedulian terhadap Air Bersih, Uswatun Hasanah dan Tim Raih Pendanaan PKM 2024

Sebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Ketika Riset Menjadi Harapan bagi Masyarakat Nelayan Banten

Bagi sebagian orang, penelitian mungkin hanya identik dengan jurnal, data, dan laporan akademik. Namun, bagi Dr. A.P. Delly Maulana, penelitian adalah cara menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan di Banten, ia mengembangkan riset yang berhasil memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. A.P. Delly Maulana menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir. Ketertarikannya pada bidang penelitian sosial mendorongnya untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional bukanlah proses yang singkat. Menyusun proposal penelitian membutuhkan kajian yang mendalam, pengumpulan data awal, penyusunan metodologi yang matang, hingga berbagai penyempurnaan agar penelitian memiliki nilai kebaruan sekaligus manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai dosen, beliau juga harus menjalankan tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Titik balik datang ketika gagasan penelitian yang dibangun berhasil menunjukkan relevansinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Fokus penelitian yang tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan berbasis data untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan proposal tersebut memperoleh pendanaan dari DRTPM. Keberhasilan meraih Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025 menjadi pencapaian yang membuktikan bahwa riset di lingkungan UNSERA terus berkembang dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Lebih dari sekadar pendanaan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan, pemberdayaan masyarakat nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Banten. Dampak yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di atas kertas. Ilmu pengetahuan akan memberikan makna ketika hasilnya dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” — Dr. A.P. Delly Maulana. Melalui perjalanan ini, Dr. A.P. Delly Maulana ingin menunjukkan bahwa setiap penelitian memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Dengan kepedulian terhadap persoalan di sekitar serta semangat untuk terus menghasilkan inovasi, riset dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Harapannya, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Researcher Stories: Menjaga Kearifan Lokal Baduy Melalui Riset yang Berdampak

Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Baduy tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut menjadi perhatian Dr. Liza Diniarizky Putri, dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memilih mengangkat literasi sosial dan ekologi masyarakat Baduy sebagai fokus penelitiannya hingga berhasil memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Bagi Dr. Liza, penelitian bukan hanya tentang menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi upaya untuk memahami sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat. Ketertarikannya pada isu sosial, budaya, dan lingkungan mendorongnya melakukan riset yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat adat yang memiliki nilai-nilai keberlanjutan. Meneliti masyarakat adat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap budaya lokal, proses penelitian juga menuntut pendekatan yang menghormati adat istiadat, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan secara etis. Di sisi lain, penyusunan proposal hingga memenuhi standar hibah nasional juga memerlukan proses yang panjang dan penuh penyempurnaan. Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika penelitian yang diusulkan dinilai memiliki relevansi terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan lokal. Literasi sosial dan ekologi yang diwariskan masyarakat Baduy dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa kini. Dari situlah lahir keyakinan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut akhirnya terjawab melalui keberhasilan Dr. Liza memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari kearifan lokal mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari sekadar hibah penelitian, riset ini diharapkan mampu memperkuat dokumentasi pengetahuan masyarakat Baduy, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat adat. “Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.” — Dr. Liza Diniarizky Putri Melalui penelitian ini, Dr. Liza ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi mereka. Harapannya, semakin banyak dosen maupun mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

PPK Ormawa: Kesempatan Mahasiswa UNSERA Mengembangkan Organisasi dan Mengabdi kepada Masyarakat

SERANG, unsera.ac.id – Organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kepemimpinan mahasiswa. Lebih dari itu, organisasi juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu program yang mendukung hal tersebut adalah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). PPK Ormawa merupakan program yang memberikan kesempatan kepada organisasi kemahasiswaan untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengelola organisasi, tetapi juga mengasah kemampuan dalam merancang solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam proses identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dampak yang dihasilkan. Apa Itu PPK Ormawa? PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan secara berkelompok. Program ini memberikan dukungan pendanaan sekaligus pendampingan bagi organisasi mahasiswa yang memiliki gagasan program inovatif dan berkelanjutan. Berbeda dengan kegiatan sosial yang bersifat insidental, PPK Ormawa menekankan pada keberlanjutan program dan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk menyusun program yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam jangka panjang. Mengapa Mahasiswa UNSERA Perlu Mengenal PPK Ormawa? Bagi mahasiswa UNSERA yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, PPK Ormawa dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, manajemen program, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Melalui program ini, mahasiswa dapat belajar bagaimana menyusun proposal kegiatan yang baik, membangun kemitraan dengan masyarakat, mengelola anggaran program, hingga mengukur dampak dari kegiatan yang dilaksanakan. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang tidak hanya bermanfaat selama masa kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Selain itu, keterlibatan dalam PPK Ormawa juga dapat memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Beragam Program yang Bisa Dikembangkan PPK Ormawa memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang diajukan dapat mencakup bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, lingkungan, kesehatan, teknologi tepat guna, digitalisasi UMKM, pengembangan desa wisata, hingga pemberdayaan kelompok masyarakat lainnya. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kampus untuk menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Saatnya Organisasi Mahasiswa UNSERA Bersiap Bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNSERA, PPK Ormawa dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat. Persiapan dapat dimulai dengan mengidentifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat, membangun tim yang solid, serta merancang program yang inovatif dan berkelanjutan. Informasi resmi mengenai PPK Ormawa, panduan pelaksanaan, persyaratan, serta perkembangan program dapat diakses melalui https://kemdiktisaintek.go.id dan kanal resmi program yang diumumkan setiap periode pelaksanaan. Melalui PPK Ormawa, mahasiswa UNSERA memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas organisasi, memperkuat kompetensi kepemimpinan, serta menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya berperan sebagai wadah aktivitas kampus, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA Perluas Wawasan Industri Global melalui Outing PR Class di Burson Malaysia

Serang, unsera.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional bagi mahasiswanya melalui kegiatan Outing Public Relations (PR) Class ke Burson Malaysia, salah satu agensi komunikasi global terkemuka. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Educom Visit Malaysia 2026 yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik komunikasi dan hubungan masyarakat di tingkat internasional. Sebanyak 43 mahasiswa dan 4 dosen pendamping mengikuti kunjungan yang berlangsung di Event Hall, Level 13A, Annexe Management Office, Menara AIA Sentral, Kuala Lumpur. Selama kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja industri komunikasi melalui sesi pemaparan materi, tur kantor, hingga diskusi interaktif bersama para profesional Burson Malaysia. Kunjungan ini terlaksana melalui kolaborasi antara UNSERA dan Burson Malaysia yang mendukung penguatan hubungan antara dunia akademik dan industri. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai perkembangan industri komunikasi global, fungsi dan peran strategis public relations dalam organisasi, serta berbagai peluang karier yang dapat ditekuni oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Perwakilan Burson Malaysia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda sekaligus memperkenalkan lingkungan kerja profesional kepada generasi calon praktisi komunikasi masa depan. Selain mengikuti sesi pemaparan materi, mahasiswa juga diajak melihat secara langsung aktivitas operasional perusahaan melalui office tour. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai divisi, alur kerja, serta budaya kerja yang diterapkan di lingkungan agensi komunikasi global. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teori komunikasi yang selama ini dipelajari di ruang perkuliahan. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Siska Mardiana, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Outing PR Class menjadi salah satu upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif melalui interaksi langsung dengan praktisi komunikasi profesional. Kami berharap mahasiswa dapat memahami dinamika industri secara nyata, memperluas wawasan global, serta meningkatkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi sharing experience dan tanya jawab, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan para praktisi mengenai tantangan industri, pengembangan karier, hingga keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi dinamika dunia kerja komunikasi yang terus berkembang. Salah satu peserta, Rekta, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. “Kunjungan ke Burson Malaysia memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kami bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah agensi komunikasi global bekerja, memahami budaya kerja profesional, serta mengetahui keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di industri komunikasi. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dunia profesional dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta perspektif global yang dapat mendukung pengembangan karier mereka di masa depan. Kolaborasi bersama Burson Malaysia juga menjadi bukti komitmen UNSERA dalam menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri internasional. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA dan UiTM Wujudkan Kolaborasi Kreatif dalam Program Green Influencers

Serang, unsera.ac.id – Isu lingkungan menjadi titik temu kolaborasi akademik internasional antara mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, melalui kegiatan bertajuk “Green Influencers: Youth Collaboration for Environmental Sustainability” yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026 di Dewan Kolej Seroja. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar kolaboratif yang mempertemukan 43 mahasiswa UNSERA dengan mahasiswa Faculty of Communication and Media Studies (FKPM) UiTM dalam satu ruang kerja kreatif lintas negara. Melalui pendekatan berbasis praktik, mahasiswa didorong untuk merancang strategi komunikasi lingkungan yang dikemas dalam bentuk konten digital yang relevan dengan audiens muda saat ini, sekaligus menantang mereka untuk berpikir cepat, kreatif, dan adaptif dalam kerja tim internasional. Dalam kelompok kerja campuran (groupwork), mahasiswa dari kedua universitas menghasilkan berbagai luaran kreatif seperti poster digital (infografis), konten media sosial untuk Instagram dan TikTok, video kampanye pendek, hingga presentasi konsep kampanye (mock campaign presentation). Seluruh karya dirancang untuk menyampaikan pesan edukatif terkait perubahan iklim, pengelolaan sampah plastik, dan keberlanjutan lingkungan dengan pendekatan komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda. Deputy Dean, Industry Linkage, Research and Alumni Network FKPM UiTM, Yang Mulia Associate Professor Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad, mengapresiasi dinamika kolaborasi yang terbangun antara mahasiswa UNSERA dan UiTM selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat mengapresiasi bagaimana mahasiswa dari kedua universitas dapat beradaptasi dengan cepat, saling bertukar ide, dan menghasilkan karya yang sangat kreatif dalam waktu singkat. Program Green Influencers ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan melalui cara yang lebih segar dan relevan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya. Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA, Nasywa Assyifa Huda, turut membagikan pengalamannya selama terlibat dalam proses kolaborasi bersama mahasiswa UiTM. “Awalnya sempat ada rasa canggung karena baru pertama kali bekerja dengan mahasiswa dari negara lain, tapi ternyata prosesnya sangat menyenangkan. Kami banyak berdiskusi, saling bertukar perspektif tentang tren media sosial di Indonesia dan Malaysia, lalu menggabungkan ide untuk membuat konten kampanye lingkungan. Dari sini saya belajar bahwa komunikasi bukan hanya soal bahasa, tapi juga soal bagaimana menyatukan ide dari latar belakang yang berbeda,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA dan UiTM menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara tidak hanya memperkuat kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga melahirkan kreativitas komunikasi yang berdampak dalam isu-isu sosial dan lingkungan di tingkat global. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA Dalami Praktik Public Relations Global melalui Professional Exposure Program di Burson Malaysia

Serang, unsera.ac.id – Di balik keberhasilan sebuah organisasi menjaga reputasi dan membangun kepercayaan publik, terdapat proses komunikasi strategis yang dirancang secara matang. Pengalaman tersebut dipelajari secara langsung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, salah satu agensi komunikasi global terkemuka. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Educompreneur 2026 ini diikuti oleh 43 mahasiswa dan 4 dosen pendamping. Bertempat di Event Hall, Level 13A, Menara AIA Sentral, Kuala Lumpur, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja public relations internasional melalui sesi pemaparan materi, diskusi profesional, hingga office tour bersama tim Burson Malaysia. Program ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik industri yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori public relations di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana strategi komunikasi disusun dan dijalankan oleh para profesional dalam mengelola reputasi, membangun hubungan dengan media, serta menciptakan komunikasi yang efektif bagi berbagai klien dan pemangku kepentingan. Ketua Pelaksana Educompreneur 2026, Annisarizki, menjelaskan bahwa Public Relations Professional Exposure Program menjadi salah satu upaya Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA dalam memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika industri komunikasi yang terus berkembang. “Melalui program ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana dunia public relations bekerja di tingkat internasional, mulai dari pengelolaan reputasi, komunikasi strategis, media relations, komunikasi krisis, hingga pengelolaan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengalaman ini penting karena memberikan gambaran nyata mengenai standar kerja profesional yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai alur kerja public relations profesional, mulai dari memahami kebutuhan klien, melakukan riset komunikasi, menyusun strategi kampanye, menentukan pesan utama, memetakan publik sasaran, mengelola hubungan dengan media, hingga mengevaluasi keberhasilan program komunikasi. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai praktik profesional yang menjadi bagian penting dalam industri komunikasi modern, seperti stakeholder mapping, media monitoring, content planning, penyusunan brief, presentasi ide, hingga pengelolaan isu dan reputasi organisasi. Melalui paparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa public relations bukan sekadar aktivitas publikasi, melainkan fungsi strategis yang berperan dalam membangun kepercayaan dan menjaga reputasi organisasi. Menurut Annisarizki, salah satu pembelajaran terpenting yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja adalah pentingnya riset, ketepatan pesan, etika komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat di industri. “Public relations adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berpikir strategis, kreativitas, tanggung jawab, dan kepekaan dalam membaca situasi. Selain itu, mahasiswa juga perlu membiasakan diri bekerja secara profesional, berkolaborasi dalam tim, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ide dan solusi,” jelasnya. Selain mendapatkan wawasan profesional, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung budaya kerja yang diterapkan di lingkungan agensi komunikasi global. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi, kualitas pesan, kecepatan respons, serta kemampuan menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter publik yang beragam. Salah satu peserta, Ahmad Farid, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai dunia public relations setelah mengikuti program tersebut. “Selama ini kami mempelajari banyak konsep public relations di kelas, tetapi melalui program ini kami bisa melihat langsung bagaimana strategi komunikasi dirancang dan dijalankan oleh para profesional. Saya jadi lebih memahami bahwa dunia PR tidak hanya soal publikasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, mengelola reputasi, dan menciptakan hubungan yang baik dengan berbagai publik,” ungkapnya. Melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri global. Program ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, membangun global mindset, serta mempersiapkan lulusan yang adaptif dan siap berkarier di bidang komunikasi dan public relations, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Mahasiswa UNSERA dan UiTM Malaysia Kolaborasikan International Community Service untuk Kampanye Lingkungan Lintas Negara

Serang, unsera.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama mahasiswa Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, menginisiasi proyek International Community Service bertema Green Influencers: Youth Collaboration for Environmental Sustainability. Program ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara bagi generasi muda dalam merancang kampanye komunikasi lingkungan yang relevan dengan tantangan global saat ini. Melalui pembentukan kelompok internasional yang terdiri atas mahasiswa Indonesia dan Malaysia, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari sampah plastik, mikroplastik, hingga dampak industri fast fashion. Berbagai isu tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kampanye edukatif berbasis media digital yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu tim mengangkat kampanye “Pause Before Plastic: Small Habits, Big Impact”, yang mendorong perubahan perilaku sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sementara itu, beberapa kelompok lainnya mengangkat isu plastic waste, microplastic exposure in daily life, serta pentingnya mengurangi konsumsi plastik demi menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain isu sampah plastik, sejumlah kelompok juga menyoroti dampak lingkungan dari industri fast fashion melalui tema “The Environmental Impact of Fast Fashion in Indonesia and Malaysia”, “Breaking the Fast Fashion Cycle Through Sustainable Consumption”, “Fast Fashion, Slow Future”, hingga kampanye “Unfasten Fashion”. Melalui pendekatan komunikasi kreatif, mahasiswa mengajak masyarakat untuk lebih memahami konsekuensi lingkungan dari pola konsumsi yang tidak berkelanjutan. Sebagai luaran program, setiap tim menghasilkan berbagai produk komunikasi berupa poster digital, konten media sosial Instagram dan TikTok, serta rancangan kampanye yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi publik. Produk-produk tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik audiens muda yang aktif mengakses informasi melalui platform digital. Ketua delegasi UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menjelaskan bahwa International Community Service ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu komunikasi untuk menjawab isu-isu global yang dihadapi masyarakat. “Permasalahan lingkungan tidak mengenal batas negara. Karena itu, penyelesaiannya juga membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas budaya. Melalui program ini, mahasiswa Indonesia dan Malaysia belajar bekerja bersama, bertukar perspektif, sekaligus menghasilkan kampanye komunikasi yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi komunikasi strategis mahasiswa, tetapi juga membangun kemampuan kolaborasi internasional, literasi lingkungan, kreativitas digital, serta kepedulian sosial terhadap tantangan global. Melalui kerja sama antara UNSERA dan UiTM Malaysia, mahasiswa didorong untuk menjadi generasi muda yang mampu berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. International Community Service ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pembelajaran yang berdampak melalui kolaborasi global, pengabdian masyarakat, dan pengembangan solusi komunikasi terhadap berbagai isu keberlanjutan yang dihadapi dunia saat ini. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Bilah Aksesibilitas