Serang, unsera.ac.id – Di balik keberhasilan sebuah organisasi menjaga reputasi dan membangun kepercayaan publik, terdapat proses komunikasi strategis yang dirancang secara matang. Pengalaman tersebut dipelajari secara langsung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, salah satu agensi komunikasi global terkemuka.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Educompreneur 2026 ini diikuti oleh 43 mahasiswa dan 4 dosen pendamping. Bertempat di Event Hall, Level 13A, Menara AIA Sentral, Kuala Lumpur, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja public relations internasional melalui sesi pemaparan materi, diskusi profesional, hingga office tour bersama tim Burson Malaysia.
Program ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik industri yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori public relations di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana strategi komunikasi disusun dan dijalankan oleh para profesional dalam mengelola reputasi, membangun hubungan dengan media, serta menciptakan komunikasi yang efektif bagi berbagai klien dan pemangku kepentingan.
Ketua Pelaksana Educompreneur 2026, Annisarizki, menjelaskan bahwa Public Relations Professional Exposure Program menjadi salah satu upaya Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA dalam memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika industri komunikasi yang terus berkembang.
“Melalui program ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana dunia public relations bekerja di tingkat internasional, mulai dari pengelolaan reputasi, komunikasi strategis, media relations, komunikasi krisis, hingga pengelolaan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengalaman ini penting karena memberikan gambaran nyata mengenai standar kerja profesional yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai alur kerja public relations profesional, mulai dari memahami kebutuhan klien, melakukan riset komunikasi, menyusun strategi kampanye, menentukan pesan utama, memetakan publik sasaran, mengelola hubungan dengan media, hingga mengevaluasi keberhasilan program komunikasi.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai praktik profesional yang menjadi bagian penting dalam industri komunikasi modern, seperti stakeholder mapping, media monitoring, content planning, penyusunan brief, presentasi ide, hingga pengelolaan isu dan reputasi organisasi. Melalui paparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa public relations bukan sekadar aktivitas publikasi, melainkan fungsi strategis yang berperan dalam membangun kepercayaan dan menjaga reputasi organisasi.
Menurut Annisarizki, salah satu pembelajaran terpenting yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja adalah pentingnya riset, ketepatan pesan, etika komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat di industri.
“Public relations adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berpikir strategis, kreativitas, tanggung jawab, dan kepekaan dalam membaca situasi. Selain itu, mahasiswa juga perlu membiasakan diri bekerja secara profesional, berkolaborasi dalam tim, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ide dan solusi,” jelasnya.
Selain mendapatkan wawasan profesional, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung budaya kerja yang diterapkan di lingkungan agensi komunikasi global. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi, kualitas pesan, kecepatan respons, serta kemampuan menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter publik yang beragam.
Salah satu peserta, Ahmad Farid, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai dunia public relations setelah mengikuti program tersebut.
“Selama ini kami mempelajari banyak konsep public relations di kelas, tetapi melalui program ini kami bisa melihat langsung bagaimana strategi komunikasi dirancang dan dijalankan oleh para profesional. Saya jadi lebih memahami bahwa dunia PR tidak hanya soal publikasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, mengelola reputasi, dan menciptakan hubungan yang baik dengan berbagai publik,” ungkapnya.
Melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri global. Program ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, membangun global mindset, serta mempersiapkan lulusan yang adaptif dan siap berkarier di bidang komunikasi dan public relations, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:
🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus
Editor: Mariyam | Humas UNSERA