Tag: DesaBerkelanjutan

PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA Kolaborasikan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Mangunreja

Mangunreja, 1 Oktober 2026 — PT Inti Everspring Indonesia bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Pusat Studi Lingkungan dan Pembangunan (PSLP) melaksanakan program kolaborasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Mangunreja, Kabupaten Serang. Program ini melibatkan PT Inti Everspring Indonesia, UNSERA melalui PSLP, Pemerintah Desa Mangunreja, SDN Mangunreja, kader PKK, dan mahasiswa KKM Tematik UNSERA. Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai edukasi, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar manfaatnya dapat berkelanjutan. Pada pelaksanaan perdana, kegiatan berlangsung di dua lokasi. Di SDN Mangunreja, sekitar 80 peserta didik mengikuti edukasi pemilahan sampah, pengenalan sampah organik dan anorganik, dampak sampah plastik, games edukasi, penyematan simbolis Duta Lingkungan, pemasangan poster, serta praktik pemasangan biopori. Materi menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Wawa, selaku guru sekaligus koordinator kegiatan di SDN Mangunreja, menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik edukasi pemilahan sampah ini karena anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kebiasaan ini dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah.” Sementara itu, sebanyak 30 kader PKK mengikuti kegiatan bertema “Sampah Menjadi Berkah: Pemilahan Sampah, Biopori, Kompos, dan Ecoenzyme untuk Keluarga Sehat.” Kegiatan membahas pengelolaan sampah dari rumah sekaligus mendorong kader PKK menjadi penggerak kebiasaan ramah lingkungan di keluarga. H. Astuti, Ketua TP PKK sekaligus Ibu Lurah/Kepala Desa Mangunreja, mengapresiasi kolaborasi tersebut. “Kami mengapresiasi program kolaborasi ini karena PT Inti Everspring Indonesia bersama UNSERA hadir langsung di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berlanjut dan memberikan perubahan nyata di lingkungan Mangunreja.” Kolaborasi untuk Keberlanjutan Mewakili PT Inti Everspring Indonesia, Ahmad Nahudin menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami tidak ingin hanya hadir dalam satu kegiatan, tetapi membangun proses yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Karena itu, kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM Tematik UNSERA dalam pendampingan, monitoring, dan evaluasi program.” Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PT Inti Everspring Indonesia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Mangunreja, sehingga kolaborasi tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Prof. Dr. AP. Delly Maulana, MPA, selaku PIC kegiatan, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa KKM Tematik menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. “Program ini kami rancang tidak berhenti pada kegiatan edukasi hari ini. Mahasiswa KKM Tematik akan terlibat dalam pendampingan, monitoring, dan evaluasi untuk melihat penerapan program di lapangan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.” Rangkaian kegiatan selanjutnya mencakup pendampingan berkelanjutan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta acara puncak kolaborasi pada 14 Oktober 2026 di Balai Desa Mangunreja. Kolaborasi PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA bersama pemerintah desa, sekolah, PKK, dan mahasiswa KKM Tematik diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA berkolaborasi, bergerak bersama, dan membangun perubahan dari Mangunreja. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Berdampak: KKM Kelompok 29 Hadirkan Edukasi UMKM dan Ketahanan Pangan di Desa Tembong Wakaf

Serang, unsera.ac.id — Semangat kolaborasi terasa di Desa Tembong Wakaf, Kota Serang, pada Sabtu (8/8/2026). KKM Kelompok 29 Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar kegiatan sosialisasi yang tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat potensi desa dari sisi ekonomi, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan, Ketahanan Pangan, UMKM, dan Teknologi Tepat Guna untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Desa Tembong Wakaf mulai pukul 16.00 WIB tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam satu ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. selaku Rektor Universitas Serang Raya, Lina Marlina Dewi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKM 29 Universitas Serang Raya, Entis Haryadi, S.E., M.Akt. selaku Dosen Universitas Serang Raya, serta Tubagus Yusuf Kusnadi selaku Ketua Poktan Sumur Kecapi Kelurahan Tembong. Kehadiran para narasumber membawa pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui sesi edukasi yang disampaikan Entis Haryadi, S.E., M.Akt. Masyarakat diajak memahami bahwa mengembangkan usaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengelolaan keuangan yang tertata. Mulai dari bagaimana memutar modal, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola kas, hingga menyusun strategi bisnis menjadi bagian dari materi yang dibagikan. Hal sederhana tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih terarah dalam mengembangkan usahanya. “Usaha yang berkembang bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh bagaimana modal tersebut dikelola dengan baik dan berkelanjutan.” Beranjak dari persoalan ekonomi, pembahasan kemudian menyentuh potensi pangan yang ada di sekitar masyarakat. Tubagus Yusuf Kusnadi membagikan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman pangan serta budidaya ikan lele yang memiliki potensi ekonomi. Bagi masyarakat, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Di tengah rangkaian kegiatan, kehadiran Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. turut memperkuat pesan bahwa kegiatan mahasiswa di masyarakat merupakan bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat secara langsung. “Mahasiswa memiliki peran penting untuk hadir di tengah masyarakat, membawa pengetahuan yang dimiliki, sekaligus belajar dari kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.” Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kegiatan KKM Kelompok 29: bahwa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan ruang kelas. Ilmu justru menemukan maknanya ketika dapat diterapkan, dibagikan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Peta Wilayah Desa Tembong Wakaf secara simbolis bersama warga. Momen tersebut menjadi penanda sederhana dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang setelah kegiatan selesai. Bagi KKM Kelompok 29 UNSERA, kegiatan ini bukan sekadar agenda program kerja. Ada cerita tentang mahasiswa yang datang untuk berbagi, masyarakat yang membuka ruang untuk belajar bersama, serta berbagai pihak yang bertemu dalam satu tujuan: mendorong potensi desa agar semakin berkembang. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari wajah UNSERA Berdampak ketika mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga didorong untuk mampu berkolaborasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya. Karena pada akhirnya, dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa tumbuh dari satu pengetahuan yang dibagikan, satu kolaborasi yang dibangun, dan satu langkah kecil yang dilakukan bersama. UNSERA Berdampak. Berkarya bersama, tumbuh bersama, dan hadir untuk masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera

Read More

KKM 40 Universitas Serang Raya Resmikan dan Serahkan Rocket Stove Minim Asap di Desa Kramatwatu

Serang, unsera.ac.id – Program kerja unggulan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 40 Universitas Serang Raya (UNSERA) di Desa Kramatwatu mencapai puncaknya melalui kegiatan Peresmian Rocket Stove Pembakaran Sampah Minim Asap. Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Rocket Stove ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna. Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Serang Raya Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Sekretaris Desa Kramatwatu Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, Ketua RT 06 Sabdo Waluyo, Ketua RW 02 Ade Ahmad, Dosen Pembimbing Lapangan Apriliana Dwijayanti, S.Si., M.T., Ketua KKM 40 Erlan Priadi, mahasiswa KKM, serta masyarakat Desa Kramatwatu. Dalam laporannya, Ketua KKM 40 Desa Kramatwatu, Erlan Priadi, menjelaskan bahwa pembangunan Rocket Stove merupakan hasil identifikasi permasalahan yang ditemukan selama pelaksanaan KKM, yaitu masih ditemukannya praktik pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. “Rocket Stove ini kami bangun sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Dengan sistem pembakaran yang lebih efisien, alat ini mampu menghasilkan panas yang tinggi, mempercepat proses pembakaran, serta meminimalkan asap yang dihasilkan sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelas Erlan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi penggunaan Rocket Stove, dimana mahasiswa memperlihatkan proses pembakaran sampah kering menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang menghasilkan nyala api lebih stabil dengan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Demonstrasi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan prosesi peresmian secara simbolis Rocket Stove kepada Pemerintah Desa Kramatwatu sebagai bentuk penyerahan hasil program pengabdian agar dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKM Kelompok 40 Universitas Serang Raya yang telah menghadirkan inovasi Rocket Stove di Desa Kramatwatu. Program ini merupakan wujud nyata implementasi semangat UNSERA Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan hasil pembelajaran di perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Desa Kramatwatu, Abdi Rahmadan, S.E., M.M., CPLA, mengapresiasi kontribusi Universitas Serang Raya melalui KKM Kelompok 40 yang telah memberikan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Serang Raya dan seluruh mahasiswa KKM Kelompok 40. Rocket Stove ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Desa siap mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas ini,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan pemotongan pita, foto bersama, dan sosialisasi singkat mengenai tata cara penggunaan serta perawatan Rocket Stove kepada masyarakat. Melalui program ini, KKM 40 Universitas Serang Raya berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembakaran sampah yang lebih efisien, aman, dan minim asap. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan di Desa Kramatwatu. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea | Humas UNSERA

Read More

Bilah Aksesibilitas