Serang, unsera.ac.id – Website perguruan tinggi kini bukan sekadar etalase digital, melainkan wajah institusi yang mencerminkan kualitas layanan, keterbukaan informasi, dan kemampuan membangun komunikasi dengan publik. Melalui komitmen tersebut, Universitas Serang Raya (UNSERA) berhasil meraih Peringkat Terbaik 4 Kategori Laman pada Anugerah Humas Diktisaintek 2026 tingkat LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten. Capaian ini menjadi apresiasi atas konsistensi UNSERA dalam mengembangkan website resmi sebagai pusat informasi sekaligus media komunikasi publik yang informatif, adaptif, dan mudah diakses. Berbagai publikasi mengenai pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi sivitas akademika, hingga kerja sama strategis terus dihadirkan melalui laman resmi universitas dengan mengedepankan kualitas konten serta optimalisasi Search Engine Optimization (SEO). Kepala Humas dan Kerja Sama Universitas Serang Raya, Dr. Liza Diniarizky Putri, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari semangat kolaborasi seluruh tim dalam membangun komunikasi publik yang semakin relevan di era digital. “Website bukan hanya media informasi, tetapi juga menjadi wajah institusi yang menghubungkan UNSERA dengan masyarakat. Karena itu, setiap konten yang kami hadirkan diupayakan memiliki nilai, memberikan manfaat, dan mampu merepresentasikan berbagai kontribusi UNSERA. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dalam komunikasi digital yang berkualitas.” Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menilai bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun reputasi institusi melalui transformasi digital. “Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika. Di era digital, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan layanan informasi yang profesional, terbuka, dan mudah diakses. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi UNSERA untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” Raihan Peringkat Terbaik 4 Anugerah Humas Diktisaintek 2026 Kategori Laman menjadi langkah penting dalam memperkuat transformasi digital Universitas Serang Raya. Ke depan, UNSERA akan terus mengembangkan website resmi sebagai media informasi yang kredibel, inovatif, dan berdampak, sekaligus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi (Ujikom) Batch 4 Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. Kegiatan yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 ini diikuti oleh 210 peserta dari berbagai program studi yang mengikuti proses asesmen sesuai dengan skema sertifikasi profesinya. Pelaksanaan Uji Kompetensi Batch 4 menghadirkan beragam skema sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan kebutuhan dunia industri, di antaranya Supervisor SDM, Junior Web Programmer, Associate Data Analyst, Digital Marketing, Personil Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Network Administrator, Asisten Produser, Analisis Pencegahan dan Penyelesaian Hubungan Industrial, Melaksanakan Penyediaan Informasi Akuntansi Keuangan, Jenjang 4 Bidang Kewirausahaan Industri, hingga Melaksanakan Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan. Seluruh asesmen dilaksanakan oleh asesor kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Direktur LSP UNSERA, Rt. Erlina Gentari, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis untuk memastikan lulusan UNSERA memiliki kompetensi yang terukur sekaligus diakui secara profesional oleh dunia usaha dan dunia industri. “Tujuan utama pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi LSP UNSERA Batch 4 adalah memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar yang diakui industri. Kami ingin lulusan UNSERA tidak hanya membawa ijazah akademik, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai bukti nyata kemampuan yang dimiliki. Hal ini menjadi nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki dunia kerja,” ungkapnya. Menurutnya, kualitas hasil sertifikasi hanya dapat terwujud melalui proses asesmen yang kredibel, objektif, dan sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan. “Seluruh proses sertifikasi kami laksanakan berdasarkan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mulai dari pendaftaran, verifikasi persyaratan, pelaksanaan asesmen, hingga penetapan hasil kompetensi. Proses ini didukung oleh asesor yang telah memiliki lisensi resmi BNSP sehingga penilaian dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional. Kami juga terus melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian mutu agar kredibilitas sertifikasi yang diterbitkan LSP UNSERA tetap terjaga,” jelas Rt. Erlina Gentari. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa LSP UNSERA terus melakukan pengembangan skema sertifikasi agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang. “Pada Batch 4 ini kami juga terus melakukan pengembangan skema sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan program studi dan perkembangan dunia industri. Selain memperkuat skema yang telah ada, LSP UNSERA akan terus menghadirkan skema kompetensi baru yang relevan dengan transformasi digital, kebutuhan sektor jasa, manufaktur, manajemen, hingga kewirausahaan. Ke depan, kami juga akan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan para pemangku kepentingan agar skema sertifikasi yang dimiliki LSP UNSERA selalu selaras dengan kebutuhan pasar kerja,” tambahnya. Salah satu peserta Uji Kompetensi dari Program Studi Teknik Informatika, Wira Atmaja, mengungkapkan bahwa sertifikasi kompetensi memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. “Mengikuti uji kompetensi membuat saya lebih percaya diri karena kemampuan yang kami miliki diuji berdasarkan standar profesi yang berlaku. Selain menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat, sertifikasi ini juga menjadi nilai tambah ketika nantinya memasuki dunia kerja. Saya berharap mahasiswa UNSERA dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan industri,” ujarnya. Melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Batch 4 Tahun 2026 yang diikuti oleh 210 peserta, Universitas Serang Raya kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang terverifikasi secara profesional. Sinergi antara UNSERA, LSP, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreKAIFA 2026 Resmi Ditutup, LDK Karisma UNSERA Perkuat Syiar Islam dan Apresiasi Talenta Generasi Muda
SERANG – Rangkaian Karisma Islamic Fair (KAIFA) 2026 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Karisma Universitas Serang Raya (UNSERA) resmi ditutup pada Kamis (9/7). Memasuki hari kedua, kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat melalui tabligh akbar, santunan anak yatim, pengumuman pemenang lomba, hingga closing ceremony, sebagai penutup festival yang mengusung semangat syiar Islam, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi generasi muda. Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Serang Raya, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan KAIFA 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi kampus maupun masyarakat. “KAIFA menjadi bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan kegiatan yang bernilai edukatif, religius, dan berdampak bagi masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi LDK Karisma dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan berharap KAIFA terus berkembang sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan syiar Islam, sekaligus pengembangan bakat generasi muda,” ujar Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M. Selain menjadi ajang kompetisi, hari kedua KAIFA 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial melalui santunan kepada anak yatim serta tabligh akbar yang mengajak peserta untuk semakin mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah terasa hingga penghujung acara. Pada kesempatan tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari dua cabang perlombaan, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Marawis. Pemenang Lomba MTQ Pemenang Lomba Marawis Ketua Pelaksana KAIFA 2026, Eka Rizki Ramdhani, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang mendapat respons positif dari peserta dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan KAIFA tidak hanya diukur dari banyaknya peserta maupun kelancaran acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan setelah kegiatan berakhir. “Bagi kami, keberhasilan sebuah acara bukan hanya soal ramainya peserta atau lancarnya kegiatan, tetapi juga tentang manfaat yang dirasakan setelah acara selesai. Alhamdulillah, banyak peserta memberikan kesan positif dan merasa senang menjadi bagian dari KAIFA 2026. Semoga KAIFA ke depannya dapat berkembang lebih baik, menjangkau peserta yang lebih luas, menghadirkan inovasi baru, dan tetap menjadi wadah syiar Islam yang membawa manfaat bagi generasi muda,” ungkap Eka. Kesan positif juga disampaikan oleh Tubagus Ahmad Mumtaz, peraih Juara 1 MTQ. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti sekaligus meraih prestasi pada ajang KAIFA 2026. “Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengikuti KAIFA tahun ini. Semoga KAIFA tahun depan lebih maju lagi, lebih besar lagi, dan lebih semangat lagi,” tuturnya. Sementara itu, Sigit Kamsan Aji, perwakilan tim Risma Anajla yang berhasil meraih Juara 1 Marawis, berharap festival ini terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seni Islami. “Saya sangat bersyukur dapat berpartisipasi di Festival KAIFA 2026. Semoga festival ini bisa terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi festival yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Melalui penyelenggaraan KAIFA 2026, LDK Karisma Universitas Serang Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program kemahasiswaan yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga memperkuat syiar Islam, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter. Diharapkan, KAIFA dapat terus menjadi agenda unggulan UNSERA yang menginspirasi lahirnya generasi muda yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSERANG – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus mendorong lahirnya kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual. Komitmen tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Karisma Islamic Fair (KAIFA) 2026 yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Karisma UNSERA pada Rabu (8/7) di Auditorium Gedung A UNSERA. Mengusung semangat syiar Islam yang inklusif, KAIFA 2026 menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyalurkan bakat, mempererat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan seni Islam. Tahun ini, kegiatan menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Marawis, yang diikuti peserta dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Provinsi Banten. Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Serang Raya, Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., mengapresiasi inisiatif LDK Karisma dalam menghadirkan kegiatan yang mampu menjadi media pembinaan karakter mahasiswa sekaligus memperkuat syiar Islam di lingkungan kampus. “KAIFA merupakan kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga spiritual dan sosial. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena mampu membentuk generasi muda yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman,” ujarnya. Rangkaian hari pertama diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi kegiatan, hingga pelaksanaan babak perlombaan MTQ dan Marawis. Suasana kompetisi berlangsung semarak dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang mengikuti setiap sesi perlombaan secara sportif. Ketua Pelaksana KAIFA 2026, Eka Rizki Ramdhani, mengatakan bahwa penyelenggaraan KAIFA tahun ini dilatarbelakangi oleh keinginan LDK Karisma untuk kembali menghadirkan ruang syiar Islam yang dekat dengan generasi muda setelah beberapa tahun tidak diselenggarakan. “KAIFA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi salah satu ikhtiar LDK Karisma untuk menghadirkan syiar Islam yang lebih dekat dengan mahasiswa dan pelajar. Kami melihat banyak generasi muda memiliki potensi di bidang keislaman, hanya saja mereka membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan tersebut. Karena itu, kami ingin KAIFA menjadi tempat mereka belajar, berkompetisi, memperluas relasi, sekaligus semakin mencintai Al-Qur’an dan seni Islam,” jelas Eka. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa kegiatan bernuansa keislaman masih mendapat sambutan positif dari generasi muda. Antusiasme tersebut terlihat sejak proses registrasi hingga pelaksanaan perlombaan yang berlangsung sepanjang hari pertama. Di balik kelancaran acara, Eka mengungkapkan terdapat proses persiapan yang tidak singkat. Salah satu tantangan terbesar panitia adalah memastikan informasi mengenai KAIFA dapat menjangkau calon peserta secara luas dalam waktu yang terbatas. Hal tersebut diatasi melalui koordinasi antardivisi yang intensif serta optimalisasi media sosial sebagai sarana publikasi. “Momen yang paling berkesan bagi saya justru ketika melihat seluruh panitia tetap saling membantu meskipun sudah lelah. Di balik acara yang terlihat lancar, ada banyak proses dan kerja keras yang mungkin tidak terlihat. Saat seluruh rangkaian hari pertama selesai dengan baik dan semua dapat tersenyum, kami merasa perjuangan selama berbulan-bulan benar-benar terbayarkan,” ungkapnya. Melalui KAIFA 2026, LDK Karisma berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi muda, serta memperluas jejaring silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa di Provinsi Banten. Rangkaian KAIFA 2026 masih akan berlanjut pada hari kedua dengan berbagai agenda, mulai dari tabligh akbar, santunan anak yatim, pengumuman pemenang perlombaan, hingga penutupan kegiatan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreDi balik setiap penelitian, selalu ada pertanyaan yang ingin dijawab. Bagi Usep Sholahudin, pertanyaan tersebut bukan hanya menjadi awal sebuah riset, tetapi juga menjadi dorongan untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Hibah Internal Penelitian, Usep Sholahudin terus mengembangkan kajian akademik sebagai bagian dari komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperluas wawasan keilmuan dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Perjalanan penelitian selalu menghadirkan tantangan, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun metode, hingga memastikan hasil yang diperoleh memiliki nilai ilmiah dan manfaat praktis. Namun, bagi Usep, proses tersebut justru menjadi ruang untuk terus belajar dan memperkaya cara pandang terhadap suatu permasalahan. Keikutsertaannya dalam Hibah Internal menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang produktif di lingkungan Universitas Serang Raya. Penelitian tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kesempatan untuk melahirkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dan publikasi ilmiah. Dampak dari penelitian tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Namun, setiap temuan yang dihasilkan akan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat dimanfaatkan oleh dunia akademik maupun masyarakat. “Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika kita tidak pernah berhenti bertanya, meneliti, dan berbagi hasilnya kepada sesama.” – Usep Solahudin Bagi Usep Sholahudin, penelitian adalah perjalanan tanpa garis akhir. Setiap hasil yang dicapai bukan menjadi penutup, melainkan langkah awal untuk melahirkan penelitian berikutnya yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi Indri Lestari, teknologi bukan sekadar perangkat yang mempermudah pekerjaan. Di dunia pendidikan, teknologi adalah kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Melalui Hibah Internal Penelitian, Indri Lestari mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Penelitian tersebut lahir dari keyakinan bahwa proses belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi pendidikan itu sendiri. Mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran tentu bukan perkara sederhana. Setiap media digital yang digunakan harus tetap memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Karena itu, setiap tahapan penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik sekaligus tantangan yang dihadapi pendidik di era digital. Lebih dari sekadar menghasilkan penelitian, perjalanan ini menjadi ruang bagi Indri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dapat tumbuh dari persoalan yang ditemui sehari-hari di kelas. Dari berbagai percobaan, evaluasi, hingga penyempurnaan metode, lahirlah gagasan yang diharapkan mampu memperkaya praktik pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, tetapi juga mendorong semakin banyak pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. “Teknologi akan memberikan manfaat ketika mampu membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, bukan sekadar membuat proses belajar menjadi serba digital.” – Indri Lestari Melalui penelitian ini, Indri Lestari ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pendidikan sering kali dimulai dari keberanian mencoba pendekatan baru. Ketika inovasi terus tumbuh, ruang kelas pun akan berkembang menjadi ruang yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBelajar matematika sering kali dianggap sebagai tantangan bagi sebagian siswa. Rumus yang kompleks dan cara penyampaian yang monoton membuat mata pelajaran ini kerap dipandang sulit. Berangkat dari kondisi tersebut, Dr. Yani Supriyani melihat bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. Yani Supriyani memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika. Melalui Hibah Internal Fakultas Studi Ilmu Pendidikan (FSIP) Tahun 2025, ia mengembangkan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari inovasi dalam proses belajar mengajar. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Dari sinilah penelitian yang dilakukan Dr. Yani berangkat, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media yang mendukung proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Proses penelitian tentu membutuhkan ketelitian, mulai dari merancang konsep, mengembangkan metode, hingga memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan dalam pembelajaran. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi dunia pendidikan. Melalui Hibah Internal FSIP 2025, Dr. Yani terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian yang dilakukan diharapkan mampu menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dampak yang ingin diwujudkan tidak berhenti pada hasil penelitian semata. Lebih dari itu, inovasi pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta didik memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan, sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi jembatan agar proses belajar semakin bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.” – Dr. Yani Supriyani Bagi Dr. Yani Supriyani, penelitian merupakan ruang untuk terus menghadirkan pembaruan dalam dunia pendidikan. Melalui inovasi yang lahir dari riset, ia berharap pembelajaran tidak hanya menjadi proses transfer ilmu, tetapi juga mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat belajar sepanjang hayat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi riset yang mampu diberikan kepada masyarakat. Di Universitas Serang Raya (UNSERA), semangat tersebut terus dibangun melalui berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sosok yang konsisten mendorong lahirnya budaya riset adalah Dr. Ing. Farid Wajdi. Selain aktif sebagai akademisi, Dr. Ing. Farid Wajdi juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA. Peran tersebut membawanya tidak hanya fokus menghasilkan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkompetisi dalam berbagai hibah penelitian tingkat nasional. Membangun budaya riset bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mendampingi para peneliti agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan demi memperkuat budaya akademik di lingkungan UNSERA. Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Semakin banyak dosen UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari berbagai skema nasional. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya riset di lingkungan kampus terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Dr. Ing. Farid Wajdi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Karena itu, LPPM terus mendorong penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan. “Riset yang baik bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mampu menjawab persoalan melalui penelitian, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya sebagai agen perubahan.” – Dr. Ing. Farid. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dr. Ing. Farid Wajdi berharap budaya riset di UNSERA terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas kampus. Ia meyakini bahwa setiap penelitian yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan nyata akan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKetika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More