Kategori: Unsera Mendunia

Program Studi Teknik Industri dan Asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA Perkuat Pembelajaran Berdampak melalui Industrial Insight Visit 2026 di PT Krakatau Chandra Energi

Serang, 11 Juni 2026 – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama Asisten Laboratorium Teknik Industri melaksanakan kegiatan Industrial Insight Visit 2026 ke PT Krakatau Chandra Energi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai penerapan ilmu Teknik Industri dalam lingkungan industri secara nyata sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia industri. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Teaching Industry yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik dan Program Studi Teknik Industri UNSERA. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kondisi industri nyata. Dengan demikian, mahasiswa dan Asisten Laboratorium Teknik Industri dapat memahami secara langsung budaya kerja, sistem operasional, standar industri, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Teknik UNSERA yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. “Kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” ujar Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ermawanto selaku Operation Engineering Maintenance & Services Department Manager PT Krakatau Chandra Energi yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri. “Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini,” ungkap Ermawanto. Peserta kemudian mendapatkan pemaparan mengenai profil perusahaan, Safety Induction, implementasi Smart Industry dan teknologi Industri 4.0, sistem operasi industri, Maintenance Management, Otomasi Industri, Health, Safety and Environment (HSE), serta Sustainability. Materi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teknologi, pengelolaan operasional, budaya keselamatan kerja, dan praktik keberlanjutan yang diterapkan dalam lingkungan industri modern. Selain observasi lapangan, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para profesional PT Krakatau Chandra Energi. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan industri saat ini, perkembangan teknologi di sektor energi, serta kompetensi yang dibutuhkan lulusan Teknik Industri dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Ketua Program Studi Teknik Industri UNSERA, Mohamad Jihan Shofa, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia industri. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dengan praktik industri. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan mampu mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa serta memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Program Studi Teknik Industri,” ujar Mohamad Jihan Shofa, S.T., M.T. Senada dengan hal tersebut, Alam selaku Ketua Asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan. “Sebagai mahasiswa Teknik Industri, kunjungan ke PT Krakatau Chandra Energi memberikan perspektif baru mengenai bagaimana teori yang dipelajari di kelas, seperti tata letak pabrik, ergonomi, dan manajemen rantai pasok diterapkan secara nyata di industri. Kami juga belajar mengenai komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan dan keselamatan kerja. Kegiatan ini sangat relevan untuk mempersiapkan kami terjun ke dunia industri setelah lulus nanti,” ujarnya. Melalui Industrial Insight Visit 2026, Program Studi Teknik Industri dan Asisten Laboratorium Teknik Industri UNSERA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Prestasi Membanggakan! Dosen UNSERA Terpilih Ikuti Inspiring Lecturer Program 2026

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui terpilihnya sejumlah dosen dalam Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026, program pengembangan dosen bergengsi yang diselenggarakan oleh Paragon Technology and Innovation. Adapun dosen UNSERA yang terpilih mengikuti program tersebut adalah: Keikutsertaan dosen UNSERA dalam Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui program-program nasional yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini. Melalui program ini, para dosen akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas profesional, serta membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Capaian ini sejalan dengan komitmen UNSERA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kompetensi dosen yang berkelanjutan. Dengan dosen yang terus bertumbuh dan berprestasi, UNSERA semakin siap mencetak lulusan unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Climate Action Center UNSERA Dorong Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim melalui Penanaman Mangrove

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Center (CAC) UNSERA kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2026, di kawasan pesisir Sawah Luhur, Banten. Kegiatan ini melibatkan Duta Perubahan Iklim CAC serta mahasiswa UNSERA sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari langkah nyata UNSERA dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi krisis iklim yang saat ini menjadi perhatian global. Mangrove dipilih karena memiliki peran ekologis yang penting, seperti mencegah abrasi pantai, menyerap emisi karbon biru (blue carbon), serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya terlibat secara langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Edukasi tersebut menjadi penguatan nilai akademik sekaligus implementasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim. Direktur Climate Action Center UNSERA, Assoc. Prof. Dr. Liza Diniarizky P., S.I.P., M.Kesos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Melalui aksi sederhana seperti penanaman mangrove, mahasiswa diajak untuk hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Duta Climate Action Center UNSERA, Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, M.P.A. mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Firdaus, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti penanaman mangrove,” ujarnya. Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Climate Action Center, Duta Perubahan Iklim CAC, dan mahasiswa Fakultas Teknik UNSERA mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penanaman bibit mangrove, edukasi lingkungan, serta kampanye digital melalui media sosial. Dokumentasi kegiatan turut dilakukan sebagai sarana penyebaran pesan positif mengenai pentingnya aksi iklim kepada masyarakat luas. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNSERA terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata demi terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Gandeng Akademisi Prancis Perkuat Kolaborasi Riset Global di Banten

Serang, 26 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset bersama École Française d’Extrême-Orient (EFEO) Prancis dan Institute of Research on Contemporary Southeast Asia (IRASEC). Kegiatan ini mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Prancis untuk membahas dinamika sosial serta budaya masyarakat lokal melalui kunjungan lapangan, diskusi akademik, dan pertukaran perspektif lintas budaya. Kolaborasi ini dipimpin oleh Prof. Xavier Guillot dari EFEO Prancis sebagai Project Leader, serta melibatkan Dr. Gabriel Facal dari IRASEC dan akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. Kegiatan menjadi ruang berbagi pengalaman penelitian sekaligus memperkuat kerja sama akademik internasional yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut Prof. Xavier Guillot, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting untuk menghasilkan penelitian yang lebih kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi internasional memungkinkan kita memahami suatu komunitas dari berbagai sudut pandang. Melalui kerja sama ini, pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Gabriel Facal menegaskan bahwa penelitian sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar mampu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap realitas masyarakat. “Pertukaran perspektif antara peneliti lokal dan internasional sangat penting untuk membangun penelitian yang lebih reflektif, inklusif, dan berdampak,” jelasnya. Akademisi UNSERA Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M. Si. menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang berharga bagi sivitas akademika UNSERA untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas riset di tingkat global. “Melalui kolaborasi ini, UNSERA tidak hanya menjadi mitra penelitian, tetapi juga bagian dari jaringan akademik internasional yang terus berkembang,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat, memperluas kolaborasi internasional, dan menghadirkan pengalaman akademik berkelas dunia bagi mahasiswa maupun dosen. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Hadirkan Akademisi Dunia, Bahas Penelitian Komunitas Adat dan Peran Seni dalam Pemberdayaan Masyarakat

Serang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Kekayaan Intelektual Bersama Perguruan Tinggi se-Banten

Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya turut berpartisipasi dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia Kantor Wilayah Banten bersama APTISI Wilayah IV-B/Banten pada Selasa, 12 Mei 2026 di Universitas Raharja, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Universitas Serang Raya menjadi salah satu perguruan tinggi di Banten yang terlibat dalam penandatanganan kerja sama tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan dari APTISI dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, diseminasi paten dan hak cipta, diskusi, hingga penandatanganan kerja sama bersama perguruan tinggi se-Banten. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akademisi terhadap perlindungan karya dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. “Kekayaan intelektual bukan hanya tentang perlindungan karya, tetapi juga bagaimana kampus mampu melahirkan inovasi yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Melalui kegiatan ini, UNSERA terus berkomitmen mendukung budaya inovasi, kreativitas, dan penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual di lingkungan kampus. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terjaga: Saatnya Banten Mengembangkan Green Entrepreneurship

Penulis :  Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Gelar Company Visit ke Bursa Efek Indonesia: Membangun Generasi Investor Muda yang Cerdas dan Adaptif

Jakarta, 29 April 2026 — Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Digital menggelar kegiatan company visit ke Bursa Efek Indonesia yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Mengenal Pasar Modal Indonesia: Membangun Generasi Investor Muda yang Cerdas dan Adaptif” dan diikuti oleh 105 mahasiswa/i semester 4 dan 6. Kegiatan ini didampingi oleh dosen: Dr. Andari, S.E., M.M.; Suhaemi, S.E., M.M.; Gugup Tugi Prihatma, M.M.; Herman Wijaya, M.Ak.; dan Kodriyah, M.Akt. Mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai mekanisme pasar modal serta peran strategis Bursa Efek Indonesia dalam perekonomian nasional. Selain kunjungan utama, rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan edukatif ke Masjid Istiqlal dan kawasan Kota Tua Jakarta sebagai bentuk penguatan wawasan kebangsaan dan pengalaman lapangan mahasiswa. Dalam sambutannya, Dr. Andari selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat langsung praktik di dunia pasar modal. Harapannya, mahasiswa UNSERA dapat tumbuh menjadi investor muda yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja dan industri. Yuk, jadi bagian dari generasi unggul bersama UNSERA! Saatnya kamu berkembang, berprestasi, dan siap menghadapi dunia kerja dengan pengalaman nyata. Daftar sekarang dan wujudkan masa depanmu bersama UNSERA! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

UNSERA Makin Bersinar! Prodi Sistem Komputer Fakultas Teknologi Informasi Raih Akreditasi UNGGUL

Serang, 17 April 2026 — Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui capaian membanggakan. Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UNSERA pada jenjang Sarjana resmi meraih predikat Akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Pencapaian ini ditetapkan melalui Surat Keputusan LAM INFOKOM Nomor 045/SK/LAM-INFOKOM/Ak/S/IV/2026. Berdasarkan hasil asesmen menyeluruh, Program Studi Sistem Komputer UNSERA dinilai telah memenuhi standar tertinggi dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola program studi, kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, hingga capaian lulusan dan kontribusi terhadap masyarakat. Status akreditasi UNGGUL ini berlaku selama tiga tahun, terhitung sejak 17 April 2026 hingga 17 April 2029. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa UNSERA terus berupaya mengembangkan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Berbagai langkah strategis dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem akademik yang inovatif dan kolaboratif. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.“Alhamdulillah, capaian akreditasi UNGGUL ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh civitas akademika UNSERA yang senantiasa berkomitmen menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Kami berharap pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pemacu semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.” Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Assoc. Prof. Sumiati, S.T., M.M., Ph.D. menambahkan bahwa capaian ini merupakan refleksi dari konsistensi dalam menjaga standar mutu pendidikan.“Akreditasi UNGGUL ini mencerminkan komitmen kami dalam memastikan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dalam pembelajaran, riset, serta kolaborasi strategis guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi.” Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Komputer, Anharudin, M.Kom. menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas program studi.“Predikat UNGGUL ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim yang telah berupaya menjaga standar mutu akademik. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat kurikulum berbasis teknologi terkini, serta memperluas kemitraan dengan dunia industri dan institusi lainnya”. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh civitas akademika UNSERA, mulai dari pimpinan universitas, jajaran fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni yang turut berkontribusi dalam proses peningkatan mutu secara berkelanjutan. Dengan diraihnya akreditasi UNGGUL, Universitas Serang Raya semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang informatika dan komputer. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Hari Air Sedunia: Akademisi UNSERA Soroti Risiko Eksploitasi Air Tanah di Banten

Serang, unsera.ac.id — Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga saat ini, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan nasional. Meskipun sebagian besar rumah tangga telah memiliki akses air minum layak, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran sekitar 11–12 persen (Kompas.com, 2026). Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (UNSERA), Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air, termasuk air tanah, harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Provinsi Banten, penggunaan air tanah oleh masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta terus meningkat. Apabila pemanfaatannya tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin besar. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) yang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir. Selain itu, eksploitasi air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut sehingga air tawar berubah menjadi payau serta mengakibatkan mengeringnya mata air dan aliran sungai.Lebih lanjut, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan kontaminasi. Peningkatan konsentrasi logam berat seperti tembaga dan timbal, serta kandungan klorida dalam air tanah, dapat berdampak terhadap kesehatan manusia sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Secara regulasi, pengelolaan air tanah telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan bahwa air tanah merupakan bagian dari sumber daya air yang harus dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Ketentuan ini juga diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024 yang mengatur pemanfaatan air tanah agar tidak terjadi praktik eksploitasi yang merusak tanpa memperhatikan aspek konservasi. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan adanya upaya pelestarian fungsi lingkungan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, dan pengawasan terhadap sumber daya lingkungan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan air bersih oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Banten dinilai belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air tanah secara mandiri dengan memasang mesin pompa air tanpa adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, kondisi tersebut perlu segera dimitigasi agar tidak menimbulkan krisis air bersih dan kerusakan lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperkuat advokasi dan penegakan aturan terkait eksploitasi air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya air. Kedua, optimalisasi fungsi PDAM sebagai pengelola air bersih di tingkat daerah perlu diperkuat agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dapat dikurangi. Ketiga, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong keseimbangan antara pengambilan dan pengisian ulang air tanah melalui berbagai upaya konservasi, seperti pembangunan sumur resapan atau biopori. Keempat, pemanfaatan teknologi juga perlu didorong guna mengurangi potensi kontaminasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah. Melalui momentum Hari Air Sedunia, Prof. Dr. Delly Maulana, MPA menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNSERA dalam mendorong kesadaran publik serta kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan di Banten. Opini oleh: Prof. Dr. Delly Maulana, MPA Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA

Read More

Bilah Aksesibilitas