Serang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui terpilihnya sejumlah dosen dalam Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026, program pengembangan dosen bergengsi yang diselenggarakan oleh Paragon Technology and Innovation. Adapun dosen UNSERA yang terpilih mengikuti program tersebut adalah: Keikutsertaan dosen UNSERA dalam Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui program-program nasional yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini. Melalui program ini, para dosen akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas profesional, serta membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Capaian ini sejalan dengan komitmen UNSERA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kompetensi dosen yang berkelanjutan. Dengan dosen yang terus bertumbuh dan berprestasi, UNSERA semakin siap mencetak lulusan unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 30 Mei 2026 – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Climate Action Centre (CAC) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menghadirkan program internasional melalui kegiatan International Guest Lecture bertema “Researching Indigenous Communities: Ethics, Methods, and Field Experiences” yang berlangsung di Hall Lantai 3 Universitas Serang Raya. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional dari Thailand dan Prancis, di antaranya Dr. Gabriel Facal, Deputy Director Research Institute on Contemporary Southeast Asia (IRASEC), Bangkok, Thailand, serta Charles Garcin, praktisi seni dan pemberdayaan masyarakat asal Prancis. Turut hadir pula Dr. Olivier Tessier, Prof. Xavier Guillot, dan Prof. Dr. Jérôme Ballet yang berbagi pengalaman mengenai penelitian komunitas adat, etika penelitian lapangan, pendekatan partisipatif, hingga peran seni dalam pembangunan masyarakat. Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. selaku Wakil Rektor I Universitas Serang Raya. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi sivitas akademika UNSERA. “Kita harus memiliki perspektif global. Kehadiran akademisi internasional ini bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis,” ujar Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Pada sesi materi, Dr. Gabriel Facal membagikan pengalaman risetnya mengenai masyarakat adat dan komunitas agraria di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penelitian sosial agar masyarakat turut berperan dalam proses penciptaan pengetahuan. “Pendekatan partisipatif memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan pengetahuan,” ujar Dr. Gabriel Facal. Selain membahas metodologi penelitian, Dr. Gabriel Facal juga menjelaskan pentingnya menjaga etika penelitian, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memahami konteks budaya lokal sebelum melakukan pengumpulan data di lapangan. Pada sesi berikutnya, Charles Garcin membahas bagaimana seni dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menjelaskan berbagai proyek seni kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, dan berbagai profesi untuk menciptakan dampak sosial yang nyata. “Seni tidak hanya hadir di ruang pamer atau galeri. Seni dapat menjadi media untuk membangun dialog, memahami masyarakat, dan menciptakan perubahan sosial yang berdampak,” jelas Charles Garcin. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu penelitian masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ini, UNSERA kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar internasional serta memperkuat budaya riset dan kolaborasi global di lingkungan kampus. Ingin merasakan pengalaman belajar bersama akademisi dunia dan memiliki kesempatan berkolaborasi dalam berbagai program internasional? Saatnya bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA)! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya terus mendorong mahasiswa untuk aktif, kreatif, dan produktif melalui berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Melalui informasi terbaru yang dibagikan UNSERA, mahasiswa diajak untuk membagikan prestasi, pengalaman organisasi, volunteer, konferensi, exchange, hingga kegiatan nasional dan internasional agar dapat dipublikasikan di media sosial resmi kampus. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa UNSERA untuk menunjukkan potensi dan karya terbaiknya kepada publik. Tidak hanya prestasi juara lomba, mahasiswa juga dapat membagikan pengalaman inspiratif lainnya yang berdampak positif bagi pengembangan diri. Mahasiswa dapat mengirimkan kegiatan maupun prestasi melalui link pendaftaran berikut:🔗 https://bit.ly/4bhW7zJ Selain menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap mahasiswa berprestasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi mahasiswa lain agar semakin aktif mengikuti kompetisi, organisasi, dan berbagai kegiatan pengembangan diri selama masa perkuliahan. ✨ Di UNSERA, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga didukung untuk berkembang, berprestasi, dan membangun pengalaman yang berguna untuk masa depan. 🎓 Yuk jadi bagian dari mahasiswa produktif UNSERA dan tunjukkan prestasimu sekarang juga! Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya melalui Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan kegiatan asesmen lapangan akreditasi pada 24–26 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan penyambutan asesor dan sambutan di Ruang Rektor UNSERA sebelum dilanjutkan dengan peninjauan berbagai fasilitas dan sarana pendukung akademik yang dimiliki Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. Dua asesor yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. dan Prof. Dra. Prahastiwi Utari, M.Si., Ph.D.. Setelah agenda pembukaan, asesor melakukan visitasi ke berbagai fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, sarana pembelajaran, hingga fasilitas mahasiswa sebagai bagian dari proses asesmen lapangan. Kegiatan asesmen lapangan turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung proses asesmen lapangan tersebut. “UNSERA saat ini masih terus tumbuh dan berkembang. Meski usia universitas belum genap 20 tahun, proses asesmen ini menjadi momentum evaluasi dan pembelajaran agar kualitas pendidikan terus meningkat serta kepercayaan masyarakat terhadap UNSERA semakin baik,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Beliau juga menambahkan bahwa proses akreditasi bukan hanya sekadar penilaian, tetapi menjadi ruang evaluasi untuk melihat berbagai kekurangan dan potensi pengembangan yang dapat dilakukan ke depannya. Dalam proses asesmen, para asesor melakukan diskusi dan konfirmasi terkait penelitian dosen, capaian mahasiswa, pengabdian masyarakat, hingga keterlibatan alumni dalam mendukung pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. “Kegiatan asesmen ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan program studi, baik dari sisi akademik, penelitian, fasilitas, maupun keterlibatan mahasiswa dan alumni. Harapannya, hasil evaluasi ini dapat menjadi langkah perbaikan dan penguatan kualitas ke depan,” ujar Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing di dunia kerja. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya turut berpartisipasi dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia Kantor Wilayah Banten bersama APTISI Wilayah IV-B/Banten pada Selasa, 12 Mei 2026 di Universitas Raharja, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Universitas Serang Raya menjadi salah satu perguruan tinggi di Banten yang terlibat dalam penandatanganan kerja sama tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan dari APTISI dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, diseminasi paten dan hak cipta, diskusi, hingga penandatanganan kerja sama bersama perguruan tinggi se-Banten. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akademisi terhadap perlindungan karya dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. “Kekayaan intelektual bukan hanya tentang perlindungan karya, tetapi juga bagaimana kampus mampu melahirkan inovasi yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Melalui kegiatan ini, UNSERA terus berkomitmen mendukung budaya inovasi, kreativitas, dan penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual di lingkungan kampus. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MorePenulis : Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga saat ini, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan nasional. Meskipun sebagian besar rumah tangga telah memiliki akses air minum layak, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran sekitar 11–12 persen (Kompas.com, 2026). Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (UNSERA), Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air, termasuk air tanah, harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Provinsi Banten, penggunaan air tanah oleh masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta terus meningkat. Apabila pemanfaatannya tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin besar. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) yang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir. Selain itu, eksploitasi air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut sehingga air tawar berubah menjadi payau serta mengakibatkan mengeringnya mata air dan aliran sungai.Lebih lanjut, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan kontaminasi. Peningkatan konsentrasi logam berat seperti tembaga dan timbal, serta kandungan klorida dalam air tanah, dapat berdampak terhadap kesehatan manusia sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Secara regulasi, pengelolaan air tanah telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan bahwa air tanah merupakan bagian dari sumber daya air yang harus dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Ketentuan ini juga diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024 yang mengatur pemanfaatan air tanah agar tidak terjadi praktik eksploitasi yang merusak tanpa memperhatikan aspek konservasi. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan adanya upaya pelestarian fungsi lingkungan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, dan pengawasan terhadap sumber daya lingkungan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan air bersih oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Banten dinilai belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air tanah secara mandiri dengan memasang mesin pompa air tanpa adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, kondisi tersebut perlu segera dimitigasi agar tidak menimbulkan krisis air bersih dan kerusakan lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperkuat advokasi dan penegakan aturan terkait eksploitasi air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya air. Kedua, optimalisasi fungsi PDAM sebagai pengelola air bersih di tingkat daerah perlu diperkuat agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dapat dikurangi. Ketiga, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong keseimbangan antara pengambilan dan pengisian ulang air tanah melalui berbagai upaya konservasi, seperti pembangunan sumur resapan atau biopori. Keempat, pemanfaatan teknologi juga perlu didorong guna mengurangi potensi kontaminasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah. Melalui momentum Hari Air Sedunia, Prof. Dr. Delly Maulana, MPA menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNSERA dalam mendorong kesadaran publik serta kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan di Banten. Opini oleh: Prof. Dr. Delly Maulana, MPA Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Komite Etik Penelitian membuka layanan Ethical Clearance bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti eksternal yang akan melaksanakan penelitian. Layanan meliputi: Selain itu, tersedia Pelatihan Kaji Etik Penelitian untuk mendukung peningkatan pemahaman etika riset bagi sivitas akademika.Catatan: Layanan hanya untuk pengajuan penelitian yang akan dilaksanakan. Informasi & Pendaftaranhttps://lppm.unsera.ac.id/2025/09/12/dibuka-pendaftaran-pengajuan-ethical-clearance-melalui-komite-etik-penelitian-unsera 📱Wa: 0877-5716-9665📧 komisetik@unsera.ac.id Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Serang Raya (UNSERA) melaksanakan kegiatan Campus and Company Visit (CCV) 2026 ke Yogyakarta pada 11–14 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat kompetensi mahasiswa serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan dunia industri teknologi yang semakin dinamis. Ketua Pelaksana CCV 2026, Bapak Riyan Naufal Hay’s, menjelaskan bahwa pelaksanaan CCV tahun ini dirancang selaras dengan identitas program studi di Fakultas Teknologi Informasi serta perkembangan teknologi terkini. “Tema CCV 2026 dibagi berdasarkan tiga lokasi kunjungan, yaitu Inovasi Deep Learning dan Computer Vision untuk Meningkatkan Efisiensi Otomatisasi di Era Society 5.0, Inovasi Digital dan Transformasi Bisnis: Peran Software Development dalam Industri 5.0, serta Tren dan Tantangan Keamanan Internet of Things. Pemilihan tema ini disesuaikan dengan karakteristik tiga program studi di Fakultas Teknologi Informasi, dengan harapan mahasiswa memperoleh wawasan keilmuan yang relevan, terkini, dan selaras dengan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan,” ujarnya. Rangkaian kegiatan CCV 2026 diawali dengan seminar dan kunjungan akademik ke Universitas AMIKOM Yogyakarta. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom, menyampaikan bahwa kolaborasi antarpenguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi. Menurutnya, diskusi akademik menjadi fondasi awal dalam merancang kerja sama yang relevan dan berdampak. Sebanyak 105 mahasiswa yang didampingi sembilan mentor mengikuti seminar yang dibawakan langsung oleh Prof. Dr. Kusrini, M.Kom, dengan tema “Inovasi Deep Learning dan Computer Vision untuk Meningkatkan Efisiensi Otomatisasi di Era Society 5.0”. Dalam pemaparannya, Beliau tidak hanya menyampaikan konsep, tetapi juga membagikan berbagai penerapan nyata yang dikembangkan di Fakultas Ilmu Komputer AMIKOM. Berbagai riset yang dipaparkan meliputi pemanfaatan kamera untuk analisis kepadatan lalu lintas, sistem deteksi hama tanaman berbasis citra digital, pemantauan potensi kebakaran hutan, serta pengembangan sistem cerdas untuk sektor peternakan dan pariwisata. “Teknologi deep learning dan computer vision bukan sekadar tren, tetapi alat yang harus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan industri ke PT Integra, perusahaan pengembang perangkat lunak terkemuka. Yuda Wicaksana Putra, S.T., MBA, Direktur Utama PT Integra, menyampaikan materi bertema “Inovasi Digital dan Transformasi Bisnis: Peran Software Development dalam Industri 5.0”. Dalam pemaparannya, Pak Yuda menjelaskan strategi transformasi digital yang digerakkan oleh pengembangan perangkat lunak yang agile dan scalable. Materi menyoroti peran software development sebagai enabler utama dalam menghadapi disrupsi industri, dengan contoh penerapan Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data analytics pada sektor logistik, fintech, dan ritel. Diskusi juga membahas keterampilan yang paling dibutuhkan di pasar kerja teknologi saat ini. Assoc. Prof. Sumiati, ST., MM., Ph.D. Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya berharap kegiatan Campus and Company Visit (CCV) dapat memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa FTI. CCV mampu membentuk mindset profesional dan visioner pada mahasiswa sejak dini, sehingga mereka memiliki gambaran yang jelas tentang arah pengembangan karier, kompetensi yang harus dipersiapkan, serta tuntutan dunia industri teknologi yang terus berkembang,selain itu kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi akademik dan praktis, karena mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik nyata di industri. Pengalaman tersebut diharapkan memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan teknis, mengikuti sertifikasi, riset terapan, maupun inovasi berbasis teknologi, dan memperkuat ejaring kerja sama strategis antara FTI UNSERA dengan perguruan tinggi dan mitra industri, yang pada akhirnya membuka peluang magang, rekrutmen lulusan, kolaborasi riset, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri. “Interaksi langsung dengan pakar seperti Prof. Kusrini dan Pak Yuda memberikan perspektif autentik tentang bagaimana inovasi lahir dari kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Dialog antar pimpinan juga membuka peluang kerja sama riset serta pengembangan kurikulum yang lebih integratif,” ujarnya. Kegiatan CCV kemudian dilanjutkan dengan seminar dan kunjungan akademik ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang membahas penerapan serta otomatisasi Internet of Things (IoT). Dr. Ir. H. Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., perwakilan dari UII, dalam sambutan balasannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan FTI UNSERA. “Kami menyambut hangat mahasiswa dan pimpinan FTI UNSERA. UII memiliki komitmen kuat dalam pengembangan teknologi yang aman dan beretika. Diskusi hari ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik dalam penelitian, pengembangan kurikulum, maupun program pengabdian kepada masyarakat di bidang keamanan siber dan IoT,” tuturnya. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti agenda Jeep Lava Tour Merapi yang dikemas sebagai sesi refreshing untuk mempererat kebersamaan dan refleksi pascakegiatan. Sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan zaman, FTI UNSERA terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. FTI UNSERA mengajak generasi muda bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) untuk menyiapkan karier di bidang teknologi—ingin jadi bagian UNSERA? Ayo daftar sekarang! info-pmb.unsera.ac.id Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Universitas Serang Raya (UNSERA) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan studi lapangan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) di kawasan Ciboleger, Baduy, Kabupaten Lebak, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan FISIPKUM, yaitu Program Studi Ilmu Hukum (S1) melalui mata kuliah Hukum Adat, Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) melalui mata kuliah Komunikasi Antarbudaya, serta Program Studi Administrasi Negara (S1) melalui mata kuliah Pemerintahan Desa. Kolaborasi lintas program studi tersebut menjadi wujud nyata penerapan pembelajaran multidisipliner yang menjadi ciri khas FISIPKUM UNSERA. Bagi mahasiswa Ilmu Hukum semester III, studi lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang bertujuan memperdalam pemahaman mengenai hukum adat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester V dan Administrasi Negara semester VII memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika komunikasi lintas budaya serta praktik pemerintahan desa adat. Kegiatan studi lapangan ini didampingi oleh dosen dari masing-masing program studi. Dari Program Studi Ilmu Hukum, kegiatan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Hukum Adat, Hikmatullah, S.HI., M.Sy., bersama asisten dosen A. Azzam Fatoni, S.H., C.Med., CIRP, CPLA. Dari Program Studi Administrasi Negara, pendampingan dilakukan oleh Rachmi Yulianti, S.Sos., M.Si. dan Rethorika Berthanila, M.Si. Sementara itu, dari Program Studi Ilmu Komunikasi, kegiatan ini didampingi oleh Endang Tri Santi, S.Sos., M.I.Kom. Kehadiran para dosen pendamping ini memperkuat proses pembelajaran dan pendampingan akademik selama kegiatan berlangsung. Selama kegiatan, mahasiswa melakukan observasi, diskusi, dan refleksi akademik terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Baduy. Asisten dosen mata kuliah Hukum Adat, A. Azzam Fatoni, S.H., C.Med., CIRP, CPLA, menjelaskan bahwa studi lapangan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan perspektif mahasiswa mengenai hukum adat. Menurutnya, hukum adat tidak dapat dipahami secara tekstual semata, melainkan harus dipelajari sebagai sistem hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. “Hukum adat itu hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, untuk menghindari pemahaman yang bersifat tekstual semata, diperlukan studi lapangan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih empiris mengenai perkembangan hukum adat,” ujarnya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan menyampaikan bahwa studi lapangan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan berbeda dibandingkan perkuliahan di dalam kelas. “Melalui studi lapangan ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana hukum adat diterapkan dalam kehidupan masyarakat Baduy. Pengalaman ini sangat membantu kami dalam memahami materi perkuliahan secara lebih nyata dan mendalam,” ungkapnya. Dosen Program Studi Administrasi Negara, Rachmi Yulianti, S.Sos., M.Si., selaku salah satu perwakilan dosen pendamping, menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memahami secara langsung kearifan lokal masyarakat Baduy, khususnya nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan harmonisasi dengan alam. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori administrasi pemerintahan desa dengan praktik kehidupan sosial masyarakat adat. Hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan refleksi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, FISIPKUM UNSERA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis lapangan, serta pemahaman budaya yang kuat. FISIPKUM UNSERA terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan diri di bidang Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, dan Administrasi Negara melalui kurikulum aplikatif, dosen yang kompeten, serta pengalaman belajar langsung di lapangan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read More