Ketika berbicara tentang inovasi, banyak orang langsung membayangkan teknologi canggih atau alat yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Namun, perubahan tidak selalu lahir dari sebuah mesin. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian memahami manusia, lingkungan sosial, dan berbagai persoalan yang hidup di tengah masyarakat. Itulah jalan yang dipilih Ardika Antasari. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Ardika memilih mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa penelitian sosial memiliki kontribusi yang sama pentingnya dengan bidang lainnya. Berbeda dengan penelitian berbasis teknologi, riset sosial menuntut kemampuan memahami realitas kehidupan masyarakat secara lebih mendalam. Setiap gagasan harus dibangun berdasarkan fenomena yang benar-benar terjadi, didukung kajian ilmiah, serta mampu memberikan perspektif baru terhadap persoalan yang diangkat. Proses tersebut menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran bagi Ardika dan tim dalam menyusun proposal yang layak bersaing di tingkat nasional. Selama proses penyusunan proposal, berbagai diskusi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan penelitian yang diajukan memiliki manfaat yang jelas. Setiap masukan dari dosen pembimbing menjadi bekal untuk memperkuat substansi penelitian sekaligus memperluas cara pandang tim terhadap pentingnya riset sosial dalam menjawab tantangan masyarakat. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-RSH yang diajukan Ardika dan tim berhasil memperoleh pendanaan nasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan inovasi dalam bentuk produk atau teknologi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penelitian sosial yang berdampak. Bagi Ardika, keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos pendanaan. Pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian sosial memiliki peran penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan yang lebih baik. “Riset sosial mengajarkan kami untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, penelitian yang kami lakukan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujar Ardika Antasari. Melalui kisah ini, Ardika berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni penelitian sosial. Menurutnya, setiap persoalan yang ada di masyarakat menyimpan peluang untuk dipelajari dan dicari solusinya. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan rasa ingin tahu, mahasiswa dapat berkontribusi menghadirkan perubahan melalui karya ilmiah yang berdampak. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSemua penelitian berawal dari satu hal sederhana: rasa ingin tahu. Dari pertanyaan-pertanyaan kecil, lahirlah proses panjang yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jawaban. Itulah perjalanan yang dijalani Melyda Usrotun hingga berhasil membawa timnya meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2024. Sebagai mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA), Melyda melihat Program Kreativitas Mahasiswa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk belajar bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian yang bermanfaat. Bersama timnya, ia menjadi salah satu dari empat mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Memilih jalur riset berarti memilih perjalanan yang penuh proses. Tidak cukup hanya memiliki gagasan yang menarik, setiap ide harus dibuktikan melalui kajian ilmiah, disusun dengan metodologi yang tepat, dan mampu menjawab permasalahan yang diangkat. Setiap tahap penyusunan proposal menjadi tantangan yang melatih ketelitian, kemampuan berpikir kritis, sekaligus kekompakan tim. Di tengah berbagai revisi dan penyempurnaan, Melyda menyadari bahwa penelitian bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang terus mau belajar ketika menemukan kesalahan. Dari proses itulah timnya tumbuh, saling melengkapi, dan semakin yakin bahwa proposal yang mereka susun layak untuk diperjuangkan. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Proposal PKM-Riset Eksakta yang mereka ajukan berhasil memperoleh pendanaan nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset mahasiswa di lingkungan UNSERA. Lebih dari sekadar hibah, pengalaman mengikuti PKM mengajarkan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan. Bagi Melyda, setiap proses yang dijalani menjadi bekal untuk terus berkembang sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Setiap penelitian selalu dimulai dengan rasa ingin tahu. Jangan takut memulai, karena proses itulah yang akan membawa kita pada pengalaman dan pencapaian yang berharga.” Ujar Melyda Usrotun Melalui kisah ini, Melyda berharap semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba terjun ke dunia riset. Sebab, setiap gagasan yang lahir dari keingintahuan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSebuah inovasi sering kali lahir dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi awal perjalanan Uswatun Hasanah bersama tim mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) hingga berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 pada skema PKM-Karsa Cipta (PKM-KC). Uswatun Hasanah bersama Azrina Raisha Leman, Rifki Anwar, dan Roy Ainurroffi mengembangkan sebuah inovasi bertajuk Aquaditech, yaitu filter air alami berbasis sensor turbidity yang dirancang untuk membantu proses penyaringan air secara otomatis. Tim ini berada di bawah bimbingan Sahrupi, S.T., M.T. dan menjadi salah satu dari empat tim mahasiswa UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan PKM 8 Bidang Tahun 2024. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses air bersih di sejumlah wilayah, terutama saat musim kemarau. Melalui inovasi yang mereka rancang, tim berharap teknologi sederhana dapat menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan yang dilalui tentu tidak instan. Menyusun proposal PKM membutuhkan proses diskusi yang panjang, penyempurnaan ide, pembagian tugas di antara anggota tim, hingga berbagai revisi agar proposal memiliki nilai inovasi dan kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional. Kesibukan perkuliahan juga menjadi tantangan tersendiri yang harus diimbangi dengan komitmen menyelesaikan setiap tahapan penyusunan proposal. Kerja sama tim menjadi salah satu kunci yang membawa mereka terus berkembang. Dengan arahan dosen pembimbing dan semangat untuk terus memperbaiki setiap kekurangan, proposal yang mereka susun akhirnya berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Kreativitas Mahasiswa 8 Bidang Tahun 2024. Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Uswatun Hasanah dan tim untuk merealisasikan inovasi yang telah mereka rancang. Lebih dari sekadar keberhasilan memperoleh pendanaan, inovasi Aquaditech diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh akses air yang lebih bersih sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi melalui kreativitas dan teknologi. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah karya ilmiah, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa.” Ujar Uswatun Hasanah Keberhasilan Uswatun Hasanah dan tim menunjukkan bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdampak ketika dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap permasalahan di sekitar, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreDi balik sebuah prestasi nasional, selalu ada proses panjang yang penuh perjuangan. Hal itulah yang menggambarkan perjalanan Kaila Tazkia bersama dua rekannya, Shinta Yuhanida dan Muhammad Ihsan Idzharuddien, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Serang Raya (UNSERA), yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Artikel Ilmiah (PKM-AI) Tahun 2026. Keberhasilan mereka menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan. Kaila Tazkia bersama tim merupakan mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis teknologi. Berbekal semangat untuk menghadirkan inovasi di dunia pendidikan, mereka menyusun artikel ilmiah berjudul “Eksplorasi Struktur Faktor Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa Melalui Area Model Berbantuan PhET Interactive Simulation” di bawah bimbingan Dr. Rina Oktaviyanthi, M.Pd. Perjalanan menuju pendanaan nasional tentu tidak berjalan mudah. Menyusun artikel ilmiah yang layak bersaing membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kerja sama tim yang kuat. Berbagai proses mulai dari pengumpulan data, penyusunan naskah, diskusi intensif, hingga revisi berulang menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka lalui. Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan, mereka juga dituntut mampu membagi waktu agar seluruh tahapan penelitian dapat diselesaikan dengan optimal. Semangat untuk terus belajar menjadi titik balik yang mengantarkan tim ini menuju keberhasilan. Setiap masukan dari dosen pembimbing dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang disusun. Proses yang awalnya penuh tantangan perlahan berubah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kualitas penelitian mereka. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim Kaila Tazkia resmi dinyatakan lolos pendanaan PKM Skema Insentif 2026 tingkat nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset dan inovasi yang terus berkembang di lingkungan Universitas Serang Raya. Lebih dari sekadar memperoleh pendanaan, keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani meneliti, menghasilkan karya ilmiah, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan akademik. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Kami percaya setiap proses yang dijalani, sekecil apa pun, akan membawa kami lebih dekat pada tujuan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan tidak takut mencoba.” Ujar Kaila. Bagi Kaila dan tim, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan kampus. Mereka berharap semakin banyak mahasiswa UNSERA yang berani keluar dari zona nyaman, menuangkan ide-ide inovatif, dan membuktikan bahwa kerja keras serta kolaborasi mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya resmi melaksanakan kegiatan pelepasan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 pada Senin, 18 Mei 2026 bertempat di Aula Lantai 6 Gedung A Universitas Serang Raya. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Penguatan Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan Berkelanjutan dengan Teknologi Tepat Guna.” KKM Universitas Serang Raya Tahun 2026 melibatkan 42 kelompok mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kota Serang, terdiri dari 35 kelompok reguler dan 7 kelompok Reguler 2. Program kerja mahasiswa difokuskan pada bidang pendidikan, pemberdayaan UMKM, lingkungan berkelanjutan, serta penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan KKM berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 yang mencakup tahapan penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, seminar hasil, hingga pelaporan hasil program kerja mahasiswa. Laporan kegiatan disampaikan oleh Nina Arlofa, S.Si., M.T. selaku Ketua Pelaksana KKM 2026. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan KKM menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. “KKM 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan berkelanjutan, serta penerapan teknologi tepat guna yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Nina Arlofa, S.Si., M.T. Kegiatan pelepasan peserta KKM dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. yang menyampaikan bahwa KKM bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi momentum belajar bersama masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. “Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan KKM, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menjadi agen perubahan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan pentingnya penguatan edukasi lingkungan, literasi digital, pendampingan pendidikan, pemberdayaan ekonomi kreatif UMKM, hingga penataan lingkungan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Selain itu, Rektor UNSERA juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga etika, tanggung jawab, serta membangun kesan positif selama berada di tengah masyarakat. Apresiasi turut disampaikan kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi 42 kelompok mahasiswa selama proses pengabdian berlangsung. Kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, M.M. yang mengajak mahasiswa untuk turut memperkenalkan Universitas Serang Raya kepada masyarakat sebagai kampus yang aktif dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang disampaikan oleh Satgas PPKPT UNSERA sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai. yang di sampaikan oleh ketua satgas ppkt unsera pak hendry gunawan, m.kom Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang disampaikan oleh Ketua Satgas PPKPT Universitas Serang Raya, Hendry Gunawan, M.Kom sebagai bentuk edukasi tentang pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan saling menghargai. Melalui kegiatan KKM 2026, Universitas Serang Raya berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat serta menciptakan program-program yang bermanfaat, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read More