Serang, unsera.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional bagi mahasiswanya melalui kegiatan Outing Public Relations (PR) Class ke Burson Malaysia, salah satu agensi komunikasi global terkemuka. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Educom Visit Malaysia 2026 yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik komunikasi dan hubungan masyarakat di tingkat internasional. Sebanyak 43 mahasiswa dan 4 dosen pendamping mengikuti kunjungan yang berlangsung di Event Hall, Level 13A, Annexe Management Office, Menara AIA Sentral, Kuala Lumpur. Selama kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja industri komunikasi melalui sesi pemaparan materi, tur kantor, hingga diskusi interaktif bersama para profesional Burson Malaysia. Kunjungan ini terlaksana melalui kolaborasi antara UNSERA dan Burson Malaysia yang mendukung penguatan hubungan antara dunia akademik dan industri. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai perkembangan industri komunikasi global, fungsi dan peran strategis public relations dalam organisasi, serta berbagai peluang karier yang dapat ditekuni oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Perwakilan Burson Malaysia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda sekaligus memperkenalkan lingkungan kerja profesional kepada generasi calon praktisi komunikasi masa depan. Selain mengikuti sesi pemaparan materi, mahasiswa juga diajak melihat secara langsung aktivitas operasional perusahaan melalui office tour. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai divisi, alur kerja, serta budaya kerja yang diterapkan di lingkungan agensi komunikasi global. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teori komunikasi yang selama ini dipelajari di ruang perkuliahan. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Siska Mardiana, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Outing PR Class menjadi salah satu upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif melalui interaksi langsung dengan praktisi komunikasi profesional. Kami berharap mahasiswa dapat memahami dinamika industri secara nyata, memperluas wawasan global, serta meningkatkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi sharing experience dan tanya jawab, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan para praktisi mengenai tantangan industri, pengembangan karier, hingga keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi dinamika dunia kerja komunikasi yang terus berkembang. Salah satu peserta, Rekta, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. “Kunjungan ke Burson Malaysia memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kami bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah agensi komunikasi global bekerja, memahami budaya kerja profesional, serta mengetahui keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di industri komunikasi. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dunia profesional dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta perspektif global yang dapat mendukung pengembangan karier mereka di masa depan. Kolaborasi bersama Burson Malaysia juga menjadi bukti komitmen UNSERA dalam menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri internasional. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Di balik keberhasilan sebuah organisasi menjaga reputasi dan membangun kepercayaan publik, terdapat proses komunikasi strategis yang dirancang secara matang. Pengalaman tersebut dipelajari secara langsung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, salah satu agensi komunikasi global terkemuka. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Educompreneur 2026 ini diikuti oleh 43 mahasiswa dan 4 dosen pendamping. Bertempat di Event Hall, Level 13A, Menara AIA Sentral, Kuala Lumpur, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia kerja public relations internasional melalui sesi pemaparan materi, diskusi profesional, hingga office tour bersama tim Burson Malaysia. Program ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik industri yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori public relations di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana strategi komunikasi disusun dan dijalankan oleh para profesional dalam mengelola reputasi, membangun hubungan dengan media, serta menciptakan komunikasi yang efektif bagi berbagai klien dan pemangku kepentingan. Ketua Pelaksana Educompreneur 2026, Annisarizki, menjelaskan bahwa Public Relations Professional Exposure Program menjadi salah satu upaya Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA dalam memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika industri komunikasi yang terus berkembang. “Melalui program ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana dunia public relations bekerja di tingkat internasional, mulai dari pengelolaan reputasi, komunikasi strategis, media relations, komunikasi krisis, hingga pengelolaan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengalaman ini penting karena memberikan gambaran nyata mengenai standar kerja profesional yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai alur kerja public relations profesional, mulai dari memahami kebutuhan klien, melakukan riset komunikasi, menyusun strategi kampanye, menentukan pesan utama, memetakan publik sasaran, mengelola hubungan dengan media, hingga mengevaluasi keberhasilan program komunikasi. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai praktik profesional yang menjadi bagian penting dalam industri komunikasi modern, seperti stakeholder mapping, media monitoring, content planning, penyusunan brief, presentasi ide, hingga pengelolaan isu dan reputasi organisasi. Melalui paparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa public relations bukan sekadar aktivitas publikasi, melainkan fungsi strategis yang berperan dalam membangun kepercayaan dan menjaga reputasi organisasi. Menurut Annisarizki, salah satu pembelajaran terpenting yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja adalah pentingnya riset, ketepatan pesan, etika komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat di industri. “Public relations adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berpikir strategis, kreativitas, tanggung jawab, dan kepekaan dalam membaca situasi. Selain itu, mahasiswa juga perlu membiasakan diri bekerja secara profesional, berkolaborasi dalam tim, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ide dan solusi,” jelasnya. Selain mendapatkan wawasan profesional, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung budaya kerja yang diterapkan di lingkungan agensi komunikasi global. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi, kualitas pesan, kecepatan respons, serta kemampuan menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter publik yang beragam. Salah satu peserta, Ahmad Farid, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai dunia public relations setelah mengikuti program tersebut. “Selama ini kami mempelajari banyak konsep public relations di kelas, tetapi melalui program ini kami bisa melihat langsung bagaimana strategi komunikasi dirancang dan dijalankan oleh para profesional. Saya jadi lebih memahami bahwa dunia PR tidak hanya soal publikasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, mengelola reputasi, dan menciptakan hubungan yang baik dengan berbagai publik,” ungkapnya. Melalui Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri global. Program ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi profesional mahasiswa, membangun global mindset, serta mempersiapkan lulusan yang adaptif dan siap berkarier di bidang komunikasi dan public relations, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) mengikuti program Educompreneur 2026 melalui perjalanan edukatif ke Singapura dan Malaysia pada 8–12 Juni 2026. Program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung praktik komunikasi, public relations, branding destinasi, komunikasi budaya, hingga komunikasi internasional di luar ruang kelas. Kegiatan ini menjadi solusi atas keterbatasan pembelajaran yang selama ini lebih banyak berlangsung secara teoritis di kampus. Melalui Educompreneur, mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi dari buku dan perkuliahan, tetapi juga dapat mengamati secara langsung bagaimana komunikasi diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari industri, pariwisata, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat di tingkat internasional. Ketua Pelaksana Educompreneur 2026, Annisarizki, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi perkembangan global dan persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. “Educompreneur memberikan ruang belajar yang lebih nyata bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat langsung bagaimana praktik public relations, komunikasi budaya, komunikasi internasional, jurnalistik, hingga branding destinasi diterapkan di berbagai lingkungan. Pengalaman ini penting untuk meningkatkan value diri mahasiswa agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi, globalisasi, dan kebutuhan industri di masa depan,” ujarnya. Selama berada di Singapura, mahasiswa mengunjungi sejumlah destinasi unggulan seperti Jewel Changi Airport, Merlion Park, Gardens by the Bay, Universal Studios Singapore, Masjid Sultan, dan Chinatown. Destinasi tersebut menjadi media pembelajaran untuk memahami strategi city branding, komunikasi pariwisata, promosi destinasi, serta komunikasi lintas budaya yang berhasil membangun citra Singapura sebagai salah satu destinasi global. Perjalanan berlanjut ke Malaysia dengan mengunjungi Melaka, Jonker Street, Putrajaya, KLCC Twin Towers, Dataran Merdeka, Batu Caves, Genting Highlands, Kwai Chai Hong, hingga Mitsui Outlet Park. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman akademik dan profesional melalui kunjungan ke Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia serta mengikuti Public Relations Professional Exposure Program di Burson Malaysia untuk mengenal praktik komunikasi strategis dan public relations di tingkat internasional. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai komunikasi organisasi, manajemen reputasi, hubungan masyarakat, komunikasi budaya, hingga strategi branding yang diterapkan oleh berbagai institusi dan destinasi internasional. Pengalaman ini sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang karier di bidang komunikasi yang semakin luas dan kompetitif. Salah satu peserta Educompreneur 2026, Dirga, mengaku kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai luasnya ruang lingkup ilmu komunikasi yang selama ini dipelajarinya di bangku kuliah. “Yang paling berkesan bagi saya adalah bisa melihat langsung bagaimana komunikasi diterapkan di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pendidikan, sampai industri. Selama ini kami mempelajarinya dalam teori, tetapi melalui Educompreneur kami bisa menyaksikan praktiknya secara nyata. Pengalaman ini membuat saya lebih memahami bahwa kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi sangat dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin global,” ungkapnya. Melalui Educompreneur 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman praktik di tingkat internasional. Program ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi, memperluas wawasan global, serta mempersiapkan mahasiswa menjadi komunikator yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama mahasiswa Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, menginisiasi proyek International Community Service bertema Green Influencers: Youth Collaboration for Environmental Sustainability. Program ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara bagi generasi muda dalam merancang kampanye komunikasi lingkungan yang relevan dengan tantangan global saat ini. Melalui pembentukan kelompok internasional yang terdiri atas mahasiswa Indonesia dan Malaysia, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari sampah plastik, mikroplastik, hingga dampak industri fast fashion. Berbagai isu tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kampanye edukatif berbasis media digital yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu tim mengangkat kampanye “Pause Before Plastic: Small Habits, Big Impact”, yang mendorong perubahan perilaku sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sementara itu, beberapa kelompok lainnya mengangkat isu plastic waste, microplastic exposure in daily life, serta pentingnya mengurangi konsumsi plastik demi menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain isu sampah plastik, sejumlah kelompok juga menyoroti dampak lingkungan dari industri fast fashion melalui tema “The Environmental Impact of Fast Fashion in Indonesia and Malaysia”, “Breaking the Fast Fashion Cycle Through Sustainable Consumption”, “Fast Fashion, Slow Future”, hingga kampanye “Unfasten Fashion”. Melalui pendekatan komunikasi kreatif, mahasiswa mengajak masyarakat untuk lebih memahami konsekuensi lingkungan dari pola konsumsi yang tidak berkelanjutan. Sebagai luaran program, setiap tim menghasilkan berbagai produk komunikasi berupa poster digital, konten media sosial Instagram dan TikTok, serta rancangan kampanye yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi publik. Produk-produk tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik audiens muda yang aktif mengakses informasi melalui platform digital. Ketua delegasi UNSERA, Dr. Liza Diniarizky Putri, menjelaskan bahwa International Community Service ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu komunikasi untuk menjawab isu-isu global yang dihadapi masyarakat. “Permasalahan lingkungan tidak mengenal batas negara. Karena itu, penyelesaiannya juga membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas budaya. Melalui program ini, mahasiswa Indonesia dan Malaysia belajar bekerja bersama, bertukar perspektif, sekaligus menghasilkan kampanye komunikasi yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. Program ini tidak hanya memperkuat kompetensi komunikasi strategis mahasiswa, tetapi juga membangun kemampuan kolaborasi internasional, literasi lingkungan, kreativitas digital, serta kepedulian sosial terhadap tantangan global. Melalui kerja sama antara UNSERA dan UiTM Malaysia, mahasiswa didorong untuk menjadi generasi muda yang mampu berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. International Community Service ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pembelajaran yang berdampak melalui kolaborasi global, pengabdian masyarakat, dan pengembangan solusi komunikasi terhadap berbagai isu keberlanjutan yang dihadapi dunia saat ini. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA). Rekta Nasywa Andrian, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Film Animasi Cerita Rakyat Berbasis AI pada Festival Cilegon Bertutur 2026 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Cilegon. Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UNSERA dalam mengintegrasikan kreativitas, teknologi, dan keterampilan komunikasi ke dalam karya digital yang inovatif. Melalui film animasi yang mengangkat cerita rakyat Si Kebo Gerem, Rekta berhasil menyajikan warisan budaya lokal dalam format yang menarik dan relevan bagi generasi muda. Rekta mengaku tidak menyangka karya yang dibuatnya mendapat apresiasi hingga berhasil meraih juara pertama. Menurutnya, ide awal pembuatan karya tersebut berangkat dari keinginannya untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam produksi media digital. “Saya tentu merasa sangat senang, bersyukur, dan bangga bisa meraih Juara 1 dalam Festival Cilegon Bertutur 2026. Awalnya saya hanya ingin mencoba menggabungkan kreativitas dengan teknologi AI dari hasil pembelajaran yang saya dapatkan di kampus. Ternyata karya tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkarya di bidang media digital,” ungkap Rekta. Dalam proses kreatifnya, Rekta memilih cerita rakyat Si Kebo Gerem karena memiliki kedekatan dengan daerah asalnya. Ia ingin turut memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat melalui media yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi saat ini. Proses produksi dilakukan mulai dari penyusunan alur cerita dan naskah, pembuatan visual karakter dan latar berbasis AI, hingga proses penyuntingan video. Berbagai teknologi kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk menghasilkan aset visual dan animasi, sementara proses penyusunan cerita, pengemasan pesan, serta narasi tetap dilakukan secara kreatif oleh pembuat karya. “Menurut saya, AI adalah alat yang dapat membantu proses kreatif. Namun ide, kreativitas, dan penyampaian pesan tetap menjadi tanggung jawab pembuat karya. Karena itu, teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung, bukan menggantikan kreativitas manusia,” jelasnya. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNSERA, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNSERA,Drs. Abdul Fatah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Rekta. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Rekta Nasywa Andrian. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki kreativitas, kemampuan adaptasi teknologi, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Rekta berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNSERA untuk terus mengeksplorasi teknologi secara positif dan produktif. “Saya berharap pencapaian ini dapat menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu menggabungkan kreativitas, komunikasi, dan teknologi dalam menghasilkan karya yang inovatif. Untuk teman-teman mahasiswa UNSERA, jangan ragu untuk belajar dan memanfaatkan AI sebagai media berkarya. Teknologi bisa menjadi pendukung yang sangat membantu, tetapi yang paling penting tetap ide, kreativitas, dan bagaimana kita menyampaikan pesan melalui karya yang dibuat,” tuturnya. Prestasi ini semakin memperkuat komitmen UNSERA dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui pendekatan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id – Universitas Serang Raya melalui Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan kegiatan asesmen lapangan akreditasi pada 24–26 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan penyambutan asesor dan sambutan di Ruang Rektor UNSERA sebelum dilanjutkan dengan peninjauan berbagai fasilitas dan sarana pendukung akademik yang dimiliki Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. Dua asesor yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. dan Prof. Dra. Prahastiwi Utari, M.Si., Ph.D.. Setelah agenda pembukaan, asesor melakukan visitasi ke berbagai fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, sarana pembelajaran, hingga fasilitas mahasiswa sebagai bagian dari proses asesmen lapangan. Kegiatan asesmen lapangan turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. Rektor Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung proses asesmen lapangan tersebut. “UNSERA saat ini masih terus tumbuh dan berkembang. Meski usia universitas belum genap 20 tahun, proses asesmen ini menjadi momentum evaluasi dan pembelajaran agar kualitas pendidikan terus meningkat serta kepercayaan masyarakat terhadap UNSERA semakin baik,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Beliau juga menambahkan bahwa proses akreditasi bukan hanya sekadar penilaian, tetapi menjadi ruang evaluasi untuk melihat berbagai kekurangan dan potensi pengembangan yang dapat dilakukan ke depannya. Dalam proses asesmen, para asesor melakukan diskusi dan konfirmasi terkait penelitian dosen, capaian mahasiswa, pengabdian masyarakat, hingga keterlibatan alumni dalam mendukung pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA. “Kegiatan asesmen ini menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan program studi, baik dari sisi akademik, penelitian, fasilitas, maupun keterlibatan mahasiswa dan alumni. Harapannya, hasil evaluasi ini dapat menjadi langkah perbaikan dan penguatan kualitas ke depan,” ujar Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing di dunia kerja. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Mata kuliah Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menghadirkan kegiatan pembelajaran aplikatif berupa Table Manner Workshop for Public Relation Class pada Jumat, (23/1) bertempat di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengantar mata kuliah Public Relations yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar etika profesional di luar ruang kelas. Mengusung tema “Beyond the Table: Building Professional Image Through Dining Etiquette”, workshop ini menekankan pentingnya etika dan etiket jamuan makan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang melekat pada profesi Public Relations. Mahasiswa dibekali pemahaman praktis mengenai tata cara bersikap dalam situasi formal, mulai dari urutan penyajian, penggunaan alat makan yang tepat, hingga membangun citra profesional saat menghadiri jamuan resmi bersama relasi kerja. Dosen pengampu mata kuliah Public Relations, Annisarizki, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pengantar agar mahasiswa memiliki kesadaran awal tentang pembentukan citra dan reputasi sejak dini. “Tujuan kegiatan ini agar mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya yang berminat pada bidang Public Relations, memahami cara membentuk citra dan reputasi diri maupun institusi yang kelak mereka wakili melalui etika dan etiket di meja makan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mengetahui etika makan yang sopan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Indrianti Azhar Firdausi, M.I.Kom., menyampaikan bahwa integrasi praktik langsung dalam mata kuliah Public Relations merupakan upaya prodi dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. “Pembelajaran Public Relations tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan seperti Table Manner Workshop, mahasiswa dilatih untuk memahami pentingnya etika dan citra profesional sebagai bagian dari kompetensi seorang praktisi PR,” jelasnya. Sebagai peserta, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA merasakan langsung manfaat dari pembelajaran berbasis praktik ini. Dhafin Rahmatul Haya, mahasiswa semester 3, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang relevan dengan dunia profesional. “Saya jadi lebih paham bagaimana etika makan yang benar dalam dunia profesional. Hal-hal kecil seperti cara menggunakan alat makan ternyata sangat berpengaruh terhadap image kita saat berada di acara formal atau meeting dengan orang-orang profesional,” tuturnya. Melalui Table Manner Workshop for Public Relation Class sebagai bagian dari pengantar mata kuliah Public Relations, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA diharapkan memiliki fondasi awal yang kuat dalam membangun citra diri, etika profesional, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja di bidang Public Relations. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas UNSERA
Read More