Sebuah budaya tidak terbentuk dalam semalam. Begitu pula budaya riset di perguruan tinggi. Dibutuhkan komitmen, keteladanan, dan semangat untuk terus mengajak orang lain berkembang. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan Dr. Heru Winarno sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA) yang aktif mengembangkan penelitian di lingkungan Fakultas Teknik. Melalui Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025, Dr. Heru Winarno terus menunjukkan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Baginya, riset bukan sekadar kewajiban seorang dosen, melainkan sarana untuk menghasilkan inovasi, memperkaya ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di tengah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menjaga semangat meneliti tentu bukan perkara mudah. Menyusun proposal, mengembangkan ide penelitian, hingga memastikan hasil riset memiliki manfaat nyata membutuhkan komitmen yang kuat. Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian yang berkualitas sekaligus mendorong rekan-rekan dosen agar aktif berkarya. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset di Fakultas Teknik. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan, budaya berdiskusi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya ilmiah perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik. Keikutsertaan dalam Hibah Internal Fakultas Teknik Tahun 2025 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat budaya tersebut. Tidak hanya menghasilkan luaran penelitian, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpeneliti serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dampak dari penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari tumbuhnya semangat meneliti di kalangan sivitas akademika. Ketika semakin banyak dosen terlibat dalam penelitian, semakin besar pula peluang lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Budaya riset dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Setiap penelitian yang dilakukan menjadi langkah kecil untuk menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.” – Dr. Heru Winarno Melalui perjalanan ini, Dr. Heru Winarno berharap penelitian menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan UNSERA, khususnya Fakultas Teknik. Dengan kolaborasi, konsistensi, dan semangat untuk terus belajar, riset tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreKemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi riset yang mampu diberikan kepada masyarakat. Di Universitas Serang Raya (UNSERA), semangat tersebut terus dibangun melalui berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sosok yang konsisten mendorong lahirnya budaya riset adalah Dr. Ing. Farid Wajdi. Selain aktif sebagai akademisi, Dr. Ing. Farid Wajdi juga mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSERA. Peran tersebut membawanya tidak hanya fokus menghasilkan penelitian, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkompetisi dalam berbagai hibah penelitian tingkat nasional. Membangun budaya riset bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mendampingi para peneliti agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang terus dijalankan demi memperkuat budaya akademik di lingkungan UNSERA. Perjalanan tersebut mulai menunjukkan hasil. Semakin banyak dosen UNSERA yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari berbagai skema nasional. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa budaya riset di lingkungan kampus terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Bagi Dr. Ing. Farid Wajdi, penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Lebih dari itu, riset harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, maupun pemerintah. Karena itu, LPPM terus mendorong penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan. “Riset yang baik bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mampu menjawab persoalan melalui penelitian, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya sebagai agen perubahan.” – Dr. Ing. Farid. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, Dr. Ing. Farid Wajdi berharap budaya riset di UNSERA terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas kampus. Ia meyakini bahwa setiap penelitian yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan nyata akan memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreBagi sebagian orang, penelitian mungkin hanya identik dengan jurnal, data, dan laporan akademik. Namun, bagi Dr. A.P. Delly Maulana, penelitian adalah cara menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan di Banten, ia mengembangkan riset yang berhasil memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Sebagai dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), Dr. A.P. Delly Maulana menaruh perhatian pada isu-isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir. Ketertarikannya pada bidang penelitian sosial mendorongnya untuk menghasilkan kajian yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan solusi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Perjalanan hingga memperoleh pendanaan nasional bukanlah proses yang singkat. Menyusun proposal penelitian membutuhkan kajian yang mendalam, pengumpulan data awal, penyusunan metodologi yang matang, hingga berbagai penyempurnaan agar penelitian memiliki nilai kebaruan sekaligus manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, sebagai dosen, beliau juga harus menjalankan tanggung jawab dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Titik balik datang ketika gagasan penelitian yang dibangun berhasil menunjukkan relevansinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat pesisir. Fokus penelitian yang tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan pendekatan berbasis data untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantarkan proposal tersebut memperoleh pendanaan dari DRTPM. Keberhasilan meraih Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025 menjadi pencapaian yang membuktikan bahwa riset di lingkungan UNSERA terus berkembang dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. Lebih dari sekadar pendanaan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan, pemberdayaan masyarakat nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Banten. Dampak yang ingin diwujudkan melalui penelitian ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di atas kertas. Ilmu pengetahuan akan memberikan makna ketika hasilnya dapat dirasakan dan memberi manfaat bagi masyarakat.” — Dr. A.P. Delly Maulana. Melalui perjalanan ini, Dr. A.P. Delly Maulana ingin menunjukkan bahwa setiap penelitian memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Dengan kepedulian terhadap persoalan di sekitar serta semangat untuk terus menghasilkan inovasi, riset dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Harapannya, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi bangsa. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreSERANG – Komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan terus ditunjukkan oleh Perpustakaan Universitas Serang Raya (UNSERA). Pada 28–29 Juni 2026, Perpustakaan UNSERA berpartisipasi dalam Capacity Building Pustakawan Se-Banten Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Banten di Hotel Novotel Tangerang BSD City, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini diikuti oleh 41 pustakawan yang berasal dari 21 instansi di Provinsi Banten. Program tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi profesional pustakawan, memperkuat jejaring antarlembaga, serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia perpustakaan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Banten, Tinawati Andra Soni, yang memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran di Banten. Kepala UPT Perpustakaan UNSERA, Erma Perwitasari, S.S.,M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di tengah perkembangan dunia pendidikan dan transformasi digital. “Kegiatan ini memberikan ruang bagi pustakawan untuk memperluas wawasan, berbagi praktik baik, serta membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Banten. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan layanan Perpustakaan UNSERA agar semakin inovatif, adaptif, dan mampu memenuhi kebutuhan sivitas akademika.” Keikutsertaan Perpustakaan UNSERA dalam Capacity Building Pustakawan Se-Banten 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang modern, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Melalui peningkatan kompetensi pustakawan, UNSERA optimistis dapat terus mendukung terciptanya ekosistem akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MoreDi tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Baduy tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut menjadi perhatian Dr. Liza Diniarizky Putri, dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memilih mengangkat literasi sosial dan ekologi masyarakat Baduy sebagai fokus penelitiannya hingga berhasil memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Bagi Dr. Liza, penelitian bukan hanya tentang menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi upaya untuk memahami sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat. Ketertarikannya pada isu sosial, budaya, dan lingkungan mendorongnya melakukan riset yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat adat yang memiliki nilai-nilai keberlanjutan. Meneliti masyarakat adat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap budaya lokal, proses penelitian juga menuntut pendekatan yang menghormati adat istiadat, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan secara etis. Di sisi lain, penyusunan proposal hingga memenuhi standar hibah nasional juga memerlukan proses yang panjang dan penuh penyempurnaan. Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika penelitian yang diusulkan dinilai memiliki relevansi terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan lokal. Literasi sosial dan ekologi yang diwariskan masyarakat Baduy dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa kini. Dari situlah lahir keyakinan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut akhirnya terjawab melalui keberhasilan Dr. Liza memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari kearifan lokal mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari sekadar hibah penelitian, riset ini diharapkan mampu memperkuat dokumentasi pengetahuan masyarakat Baduy, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat adat. “Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.” — Dr. Liza Diniarizky Putri Melalui penelitian ini, Dr. Liza ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi mereka. Harapannya, semakin banyak dosen maupun mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA
Read MorePenulis : Ratu Erlina Gentari, SE., MM., Penulis adalah Dosen Manajemen UNSERA, Anggota Pusat Studi Climate Action Center (CAC) Universitas Serang Raya Krisis lingkungan saat ini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, serta pola konsumsi masyarakat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran pesisir, degradasi ekosistem mangrove, hingga meningkatnya volume sampah di wilayah perkotaan. Di sisi lain, Banten memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Perkembangan kawasan industri, sektor perdagangan, dan pariwisata menjadikan wilayah ini sebagai motor penggerak ekonomi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, konsep green entrepreneurship atau kewirausahaan hijau menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk dikembangkan. Konsep ini menekankan aktivitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Sejumlah studi global menunjukkan bahwa ekonomi hijau memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menekan emisi karbon. Sejalan dengan itu, Indonesia juga mulai mengarahkan kebijakan pembangunan menuju prinsip keberlanjutan, meskipun implementasinya masih memerlukan penguatan di berbagai sektor. Di tingkat daerah, peluang pengembangan green entrepreneurship di Banten sebenarnya cukup besar. Berbagai persoalan lingkungan yang ada justru dapat diolah menjadi potensi ekonomi, seperti pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan energi terbarukan, hingga penerapan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya, misalnya, mulai menjadi alternatif yang menjanjikan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Selain itu, wilayah selatan Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Namun demikian, pengembangan kewirausahaan hijau tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari kebijakan pemerintah, kemudahan akses pembiayaan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendorong riset, inovasi, serta edukasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Serang Raya (UNSERA), melalui berbagai program akademik dan pusat studi, termasuk Climate Action Center (CAC), terus berupaya mendorong kesadaran serta implementasi konsep green entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan edukatif, pelatihan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman nilai kewirausahaan hijau sejak dini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meskipun masih terdapat berbagai tantangan, seperti persepsi bahwa bisnis ramah lingkungan membutuhkan biaya yang lebih besar serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan pendanaan, peluang pengembangannya tetap terbuka luas. Dalam jangka panjang, praktik bisnis berkelanjutan justru terbukti lebih efisien dan memiliki ketahanan yang lebih baik. Melalui penguatan green entrepreneurship, Banten memiliki peluang untuk membangun model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak perlu dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Banten yang lebih berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kerja civitas akademika pasca Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (30/3), bertempat di Auditorium, Lantai 6, Gedung A, UNSERA. Kegiatan yang dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika UNSERA ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum Halal Bihalal menjadi ruang refleksi bersama setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus menjadi titik awal untuk kembali menjalankan aktivitas akademik dan profesional dengan semangat baru. Dalam sambutannya, Rektor UNSERA Assos. Prof. Dr. H. Abdul Malik., M.Si, menyampaikan bahwa Halal Bihalal tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antarsesama serta membangun lingkungan kerja yang harmonis. “Momentum ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai penguat motivasi dalam meningkatkan kualitas kinerja dan kontribusi. “Mari kita kembali bekerja dan berkarya dengan semangat baru setelah menjalani Ramadan. Dengan semangat tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik dalam setiap pekerjaan,” lanjutnya. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai lebih dalam setiap peran yang dijalankan, termasuk dalam memberikan pelayanan dan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Semangat Idul Fitri harus tercermin dalam peningkatan kinerja dan pelayanan. Apa yang kita lakukan di UNSERA harus memiliki nilai lebih dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kolaborasi, dan integritas. Pelaksanaan Halal Bihalal 1447 H di lingkungan UNSERA tidak hanya menjadi simbol perayaan pasca Idul Fitri, tetapi juga merepresentasikan penguatan nilai-nilai fundamental dalam kehidupan akademik, yaitu kebersamaan, refleksi diri, dan peningkatan kualitas kinerja. Momentum ini menegaskan bahwa keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh capaian individu, tetapi juga oleh sinergi kolektif seluruh civitas akademika. Dengan semangat silaturahmi yang terbangun, UNSERA diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, memperkuat kontribusi kepada masyarakat, serta menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan produktif. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika didorong untuk menjadikan nilai-nilai Idul Fitri sebagai landasan dalam bekerja secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan institusi secara berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang reflektif dan inspiratif, Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan kegiatan Dialog Ramadan bertema “Cara Cerdas Meraih Berkah di 10 Terakhir Ramadan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/3) pukul 16.00 WIB di Auditorium Lantai 6 Gedung A UNSERA dan diikuti oleh civitas akademika UNSERA. Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat. “Momentum Ramadan ini bukan hanya tentang meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial. Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak lupa menunaikan zakat sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya. Dialog Ramadan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si., Nina Arlofa, S.Si., M.T., dan Entis Haryadi, S.E., M.Akt. Ketiganya membahas berbagai perspektif mengenai makna Ramadan, penguatan karakter, serta peran pendidikan dalam membentuk generasi yang berintegritas. Pada sesi pemaparan materi, Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.Si. menyampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.“Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini penting untuk terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Sementara itu, Nina Arlofa, S.Si., M.T. menilai kegiatan dialog keagamaan seperti ini penting sebagai ruang refleksi bagi civitas akademika dalam memaknai hubungan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan. “Melalui kegiatan ini kita diingatkan kembali bahwa ilmu, etika, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang berintegritas,” ungkap Nina. Pada kesempatan yang sama, Entis Haryadi, S.E., M.Akt. menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik dalam membentuk kualitas dan karakter mahasiswa. “Peran dosen tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membentuk karakter, pola pikir, dan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional,” tuturnya. Melalui kegiatan Dialog Ramadan ini, UNSERA berharap civitas akademika dapat memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai spiritual, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun karakter yang berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam menghadirkan ruang dialog yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai moral dan spiritual bagi civitas akademika dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 5 Februari 2026 — Universitas Serang Raya (UNSERA) secara resmi melaksanakan Pelantikan dan Mutasi Pejabat Struktural Tahun 2026 pada Rabu (5/2), bertempat di lingkungan Universitas Serang Raya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kinerja institusi dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Serang Raya Nomor 003/UNSERA/SK/II/2026 dan 004/UNSERA/SK/II/2026 tanggal 3 Februari 2026, yang mencakup mutasi jabatan struktural serta perpanjangan masa jabatan pejabat struktural di lingkungan UNSERA. Rektor Universitas Serang Raya, Assoc. Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Si, secara langsung melantik para pejabat yang terdiri dari unsur fakultas, biro, lembaga, dan unit pelaksana teknis (UPT). Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa rotasi dan penetapan jabatan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga dinamika organisasi serta mendorong peningkatan kualitas layanan akademik dan nonakademik. “Pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen untuk memajukan Universitas Serang Raya,” ujar Rektor UNSERA. Adapun pejabat yang dilantik dan dimutasi berasal dari berbagai unit kerja, antara lain Biro Akademik, Biro Kemahasiswaan, Badan Penjaminan Mutu Internal, fakultas-fakultas, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), LPPM, UPT Pengembangan Sistem Informasi, serta UPT Perpustakaan. Selain itu, UNSERA juga menetapkan perpanjangan masa jabatan bagi sejumlah pejabat struktural guna menjamin keberlanjutan program dan kinerja unit kerja. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, serta sivitas akademika Universitas Serang Raya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarunit dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program strategis universitas ke depan.Dengan dilantiknya pejabat struktural tahun 2026 ini, Universitas Serang Raya optimis dapat terus berinovasi, meningkatkan mutu layanan, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi dan pembangunan masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read More