Kategori: Kisah Inspiratif

Behind the Achievement: Perjalanan Kaila Tazkia dan Tim Pendidikan Matematika UNSERA Menembus Pendanaan PKM-AI 2026

Di balik sebuah prestasi nasional, selalu ada proses panjang yang penuh perjuangan. Hal itulah yang menggambarkan perjalanan Kaila Tazkia bersama dua rekannya, Shinta Yuhanida dan Muhammad Ihsan Idzharuddien, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Serang Raya (UNSERA), yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Artikel Ilmiah (PKM-AI) Tahun 2026. Keberhasilan mereka menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa UNSERA mampu menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan. Kaila Tazkia bersama tim merupakan mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis teknologi. Berbekal semangat untuk menghadirkan inovasi di dunia pendidikan, mereka menyusun artikel ilmiah berjudul “Eksplorasi Struktur Faktor Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa Melalui Area Model Berbantuan PhET Interactive Simulation” di bawah bimbingan Dr. Rina Oktaviyanthi, M.Pd. Perjalanan menuju pendanaan nasional tentu tidak berjalan mudah. Menyusun artikel ilmiah yang layak bersaing membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kerja sama tim yang kuat. Berbagai proses mulai dari pengumpulan data, penyusunan naskah, diskusi intensif, hingga revisi berulang menjadi bagian dari perjalanan yang harus mereka lalui. Di tengah kesibukan menjalani perkuliahan, mereka juga dituntut mampu membagi waktu agar seluruh tahapan penelitian dapat diselesaikan dengan optimal. Semangat untuk terus belajar menjadi titik balik yang mengantarkan tim ini menuju keberhasilan. Setiap masukan dari dosen pembimbing dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang disusun. Proses yang awalnya penuh tantangan perlahan berubah menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kualitas penelitian mereka. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim Kaila Tazkia resmi dinyatakan lolos pendanaan PKM Skema Insentif 2026 tingkat nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga memperkuat budaya riset dan inovasi yang terus berkembang di lingkungan Universitas Serang Raya. Lebih dari sekadar memperoleh pendanaan, keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak mahasiswa untuk berani meneliti, menghasilkan karya ilmiah, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan akademik. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UNSERA memiliki daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Kami percaya setiap proses yang dijalani, sekecil apa pun, akan membawa kami lebih dekat pada tujuan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan tidak takut mencoba.” Bagi Kaila dan tim, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan kampus. Mereka berharap semakin banyak mahasiswa UNSERA yang berani keluar dari zona nyaman, menuangkan ide-ide inovatif, dan membuktikan bahwa kerja keras serta kolaborasi mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Kalau ini akan dijadikan seri Cerita Berdampak, aku juga bisa membuat gaya penulisannya lebih emosional dan khas feature media, sehingga tidak terasa seperti mengulang isi berita rilis, melainkan benar-benar mengajak pembaca mengikuti perjalanan tokohnya.

Read More

Researcher Stories: Menjaga Kearifan Lokal Baduy Melalui Riset yang Berdampak

Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Baduy tetap teguh mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Keunikan tersebut menjadi perhatian Dr. Liza Diniarizky Putri, dosen Universitas Serang Raya (UNSERA), yang memilih mengangkat literasi sosial dan ekologi masyarakat Baduy sebagai fokus penelitiannya hingga berhasil memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM Tahun 2025. Bagi Dr. Liza, penelitian bukan hanya tentang menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi upaya untuk memahami sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat. Ketertarikannya pada isu sosial, budaya, dan lingkungan mendorongnya melakukan riset yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat adat yang memiliki nilai-nilai keberlanjutan. Meneliti masyarakat adat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap budaya lokal, proses penelitian juga menuntut pendekatan yang menghormati adat istiadat, membangun kepercayaan dengan masyarakat, serta memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan secara etis. Di sisi lain, penyusunan proposal hingga memenuhi standar hibah nasional juga memerlukan proses yang panjang dan penuh penyempurnaan. Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika penelitian yang diusulkan dinilai memiliki relevansi terhadap isu keberlanjutan dan pelestarian pengetahuan lokal. Literasi sosial dan ekologi yang diwariskan masyarakat Baduy dinilai memiliki nilai penting sebagai sumber pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa kini. Dari situlah lahir keyakinan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut akhirnya terjawab melalui keberhasilan Dr. Liza memperoleh Pendanaan Hibah Penelitian Nasional DRTPM 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari kearifan lokal mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pelestarian budaya Indonesia. Lebih dari sekadar hibah penelitian, riset ini diharapkan mampu memperkuat dokumentasi pengetahuan masyarakat Baduy, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, serta menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan masyarakat adat. “Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.” — Dr. Liza Diniarizky Putri Melalui penelitian ini, Dr. Liza ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat dan kembali memberikan manfaat bagi mereka. Harapannya, semakin banyak dosen maupun mahasiswa yang terdorong melakukan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉️ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Mariyam | Humas UNSERA

Read More

Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA Raih Gelar Guru Besar Bidang Kebijakan Lingkungan

Serang – Universitas Serang Raya (UNSERA) menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) UNSERA, atas diraihnya gelar Guru Besar pada bidang Kebijakan Lingkungan. Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Prof. Delly Maulana dalam pengembangan keilmuan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan. Keahliannya menegaskan pentingnya kebijakan lingkungan sebagai fondasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Di lingkungan UNSERA, Prof. Delly Maulana dikenal aktif mendorong penguatan budaya akademik, riset, serta keterhubungan antara kajian ilmiah dan kebutuhan nyata masyarakat. Raihan gelar Guru Besar ini menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika sekaligus memperkuat komitmen UNSERA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak. Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Delly Maulana, M.PA atas amanah sebagai Guru Besar Bidang Kebijakan Lingkungan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA

Read More

Cerita di Balik Suksesnya Tim PKM Unsera Raih Dana Hibah PKM 8 Bidang 2024

Empat proposal dari Universitas Serang Raya (Unsera) telah berhasil meraih pendanaan hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang tahun 2024. Pada program ini, Tim PKM Fakultas Teknik Industri Unsera menjadi salah satu penerima dana tersebut. Tim tersebut diketuai oleh Syifa Husna yang terdiri dari empat anggota. Keempat anggota tersebut adalah Sion Ira Cahyati, Moch. Lingga Ramadhani Muhammad Dimas Adhitya , dan Muhammad Alam Adeyaka Putra. Pada program tersebut, mereka dibimbing oleh Sahrupi, ST., MT. Mereka mengusung sebuah inovasi berupa mesin pengolah sampah botol plastik menggunakan energi terbarukan. Mesin tersebut berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah botol plastik yang terus menerus meningkat dengan menggunakan energi terbarukan yaitu tenaga surya. “kita berinisiatif melakukan pengurangan sampah botol plastik dengan cara melakukan daur ulang menjadi filament mesin 3D printing, dan dari sekian banyaknya mesin 3D printing yang ada selalu menggunakan energi listrik dengan itu kita juga berinovasikan untuk membuatnya dengan tenaga surya.” Jelas Syifa saat dihubungi oleh tim unsera.ac.id. pada Rabu (29/05/2024). Syifa menceritakan awal mula terbentuknya Tim eco.revine, yang dibentuk oleh sekelompok asisten laboratorium Teknik Industri dari berbagai angkatan dengan tujuan yang sama untuk mengikuti program PKM. Berawal dari kesamaan visi tersebut, mereka memutuskan untuk mendirikan tim eco.revine. Syifa juga membagikan tips dalam menyusun proposal PKM. Ia menyarankan untuk mengikuti panduan yang telah diberikan oleh panitia dalam menyusun proposal tersebut. Lebih lanjut, Syifa membagikan kesan menarik di balik pembuatan produk mereka. “Selama menjalani proses pembuatan alat ini selalu menyenangkan. Kami selalu senang karena dikerjakan bersama-sama, dengan kompak dan penuh semangat. Semoga setelah lolos hibah pendanaan, kami bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu Pimnas,”. Pada akhir wawancara, Syifa menyampaikan harapannya terhadap Tim PKM Unsera pada masa yang akan datang. “harapan kita untuk PKM Unsera yaitu selalu support program ini dan semoga mahasiswa/i lebih banyak berminat yang mengikuti Program PKM.” Harap Syifa. (H)

Read More

Inspiratif! KKM 21 UNSERA Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai

Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) kelompok 21 yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Serang, Banten, telah menginisiasi program pemanfaatan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan minyak jelantah sembarangan. Dalam menjalankan program, Kelompok KKM 21 mendapatkan dukungan dari pengurus PKK dan Ketua RT setempat. Mereka bersama-sama mengumpulkan warga Desa Citerep untuk melakukan sosialisasi mengenai program ini. Meski tidak semua warga menerima dengan baik, anggota KKM 21 tetap semangat dan optimis melanjutkan kegiatan tersebut. “Kami juga memfasilitasi pengumpulan minyak jelantah, memberikan informasi benefit atau manfaat ekonomis kepada para warga, memberikan contoh nyata agar warga percaya minyak jelantah bisa dimanfaatkan sembari terus menjaga etika serta komunikasi agar warga mau berpartisipasi dan percaya kepada kami,” ujar Syarief, Ketua KKM 21. Minyak jelantah yang terkumpul akan disetorkan kepada pengepul untuk diolah menjadi biodiesel. Setiap liter minyak jelantah dihargai Rp. 3000, memberikan insentif ekonomi bagi warga yang berpartisipasi. Tak hanya itu, Kelompok KKM 21 juga membuat alat penyulingan dengan mengambil beberapa sampel minyak jelantah untuk dijadikan lilin aromaterapi. “Nantinya akan kami demokan juga kepada warga sebagai ide UMKM untuk warga Desa Citerep yang tertarik dengan kerajinan lilin aromaterapi ini,” kata Syarief. Program pemanfaatan limbah minyak jelantah ini merupakan contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam mengatasi masalah lingkungan melalui inovasi dan pendidikan masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat terwujud kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. “Kami juga berharap dengan program ini warga desa bisa memiliki keterampilan baru dan bisa menjadi ladang atau sumber pendapatan tambahan. Semoga progam ini bisa menjadi inspirasi bagi individual, komunitas, atau siapapun itu untuk menjalankan program serupa pengolahan limbah dan memperluas dampak positifnya,” pungkas Syarief. (Z)

Read More

Kisah Inspiratif Mahasiswa Unsera dalam Program PTMGRMD: Memimpin Perubahan untuk Membangun Desa

Serapeeps! Masih ingat dengan mahasiswa Unsera yang mengikuti program PTMGRMD? Yuk, mari kita lihat kisahnya! Sebagai bagian dari kelompok mahasiswa yang berpartisipasi dalam Program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD), mereka tidak hanya sekadar menjadi peserta, tetapi agen perubahan untuk membangun kesejahteraan masyarakat desa. Lili Harliyani, Renni Nurhalisa Amelia, Risha Putri Laksana, dan Wilda Oktariani adalah empat mahasiswa Unsera yang menjalani pengalaman luar biasa ini. Dari ruang kelas ke desa, mereka membawa semangat kebersamaan dan inovasi untuk menciptakan perubahan yang positif. Setiap hari, mereka memfokuskan kegiatan pada key performance indicator (KPI) yang sudah ditentukan diantaranya, “New Zero Stunting”, meningkatkan literasi masyarakat miskin ekstrim, menjalankan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), mengembangkan One Village One Product (OVOP), dan menerapkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan tempat tinggal di posko yang sederhana namun hangat, mereka merencanakan dan melaksanakan program-program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa. Dana program kerja dan uang saku dari kampus menjadi energi bagi mereka untuk terus bergerak maju. Tujuannya tentu tidak hanya mengejar konversi SKS selama satu semester saja, tetapi juga menggali pengalaman berharga yang tidak bisa diukur dengan angka. Dalam setiap interaksi dengan masyarakat desa, mereka belajar lebih dari yang diajarkan di dalam kelas. (H)

Read More

Kisah Leni Apriliani, Pegawai UNSERA: Dari Wattpad Hingga Terbitkan Tiga Buku Fiksi

Leni Apriliani, SE., merupakan sosok inspiratif dan membanggakan civitas akademika Universitas Serang Raya (UNSERA). Meski disibukkan dengan kegiatannya sebagai Kepala Subbagian Keuangan, hal tersebut tak membatasi jemarinya menghasilkan karya. Perempuan kelahiran Serang, 17 April 1988 ini telah mengukir prestasi luar biasa di bidang literasi. Leni berhasil melahirkan tiga buku fiksi dan beberapa karya tulis lainnya di platform online dengan banyak pembaca. Awalnya, minat menulis Leni muncul sejak ia masih duduk di bangku SMP. “Dari SMP memang senang baca-baca cerpen dan tabloid. Sewaktu SMA sering ke Rumah Dunia untuk bedah buku, ketemu penulis. Sempat mau ikut jadi peserta kelas menulis, tapi pas daftar kurang persyaratannya, akhirnya nggak jadi ikut, belajar otodidak aja,” ungkapnya. Lebih lanjut Leni bercerita bahwa sejak 2014, dirinya telah tergabung dan aktif di komunitas ‘Bisa Menulis’ milik Asma Nadia di facebook. Bakat menulisnya terasah di sana, tak jarang Leni mendapatkan banyak apresiasi, kritik, dan saran dari sesama penulis dan pembaca, yang semakin memotivasinya untuk terus berkembang. Pada tahun 2017, Leni mulai berani menulis dan mempublikasikan karyanya di platform Wattpad, sebuah wadah bagi penulis dan pembaca cerita. Awal-awal, tulisannya hanya dibaca oleh sang adik, tetapi seiring berjalannya waktu, ia mulai memiliki pengikut. Semakin hari, semakin banyak pengikut yang menantikan kelanjutan cerita yang ditulisnya. Sebelum mulai menulis, Leni melakukan langkah ekstra yang membuatnya semakin dekat dengan hati para pembaca, yaitu dengan observasi lapangan. Menurutnya penting untuk memahami preferensi pembaca agar tulisan yang dibuat tak sekadar untuk memenuhi hasrat kreatifnya tetapi juga dapat memikat hati banyak orang. Keseriusan dan semangat Leni dalam menulis akhirnya mengantarkannya pada sebuah peluang. Ada penerbit yang tertarik dan menawarkan untuk menerbitkan karyanya secara gratis. Leni dengan penuh semangat menerima tawaran ini. Hasilnya, pada 2018 “Wedding Goals” terbit. Disusul “Kakak, I Love You” terbit pada April 2019, kemudian “Dendam Sang Mantan” terbit Oktober 2019. “Memang saya pernah punya harapan menerbitkan novel di usia 30 tahun. Ternyata novel pertama terbit pas di usia saya 30 tahun,” ujarnya sembari tersenyum. “Sebenarnya ada dua cerita lagi yang ingin dipinang penerbit. Tapi semangat nulis lagi turun, kalau mau terbit kan harus selesai. Akhirnya tulisan saya dialihkan ke platform baca berbayar,” imbuhnya. Lewat hobi menulisnya ini Leni mengaku senang ceritanya banyak disukai pembaca, terlebih lagi apa yang dulu dimulainya karena iseng, kini telah menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Rektor Unsera Dr. Abdul Malik, M.Si, beserta jajarannya secara khusus memberikan pengakuan dan apresiasi berupa sertifikat penghargaan kepada Leni Apriliani atas pencapaiannya dalam dunia literasi. “Double bahagia. Nggak berekspektasi dapat penghargaan seperti ini. Dikasih langsung sama pak Rektor dan jajarannya, itu rasanya spesial. Sebelumnya, saya juga dapat sertifikat dari kepala UPT Perpustakaan Unsera karena telah menghibahkan novel saya di sana,” katanya. Ke depan, Leni akan terus menulis dan melahirkan karya-karya terbarunya. “Saya sudah kepikiran ide-ide baru, tapi masih ada 3 cerita lama yang belum selesai, masih mangkrak. Mungkin saya mau selesaikan yang itu dulu,” pungkasnya.

Read More

Mahasiswa UNSERA Berprestasi: Cerita Anggita Salsa Cahyani, Berprestasi Lewat Hobi

Perkuliahan bukan hanya sekadar menuntut ilmu secara akademis melainkan juga tentang eksplorasi diri. Anggita Salsa Cahyani, mahasiswa UNSERA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Matematika semester 8, membuktikan bahwa di sela-sela kesibukan akademis, ia tetap dapat berprestasi dan mendapatkan berbagai macam pengalaman. Saat ini selain sibuk di kegiatan perkuliahan, Anggita juga menjadi asisten pelatih color guard di marching band Gita Satria Kaibon. Baginya, marching band yang telah digeluti sejak kelas 1 SMP ini telah menjadi hobi dan bagian dari kehidupannya. Selama bergabung di marching band sejak 2013-2023 banyak prestasi yang telah Anggita raih, mulai dari kejuaraan nasional maupun internasional. Di antaranya: Prestasi yang ditorehkan Anggita tak terlepas dari dirinya yang mampu membagi waktu antara kegiatan akademik dan non akademik. “Karena aku udah aktif di marching band dari SMP kelas 1, jadi mungkin aku udah terbiasa untuk bisa membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas lainnya, karena latihan juga cuma 3 hari dalam seminggu dan gak full seharian, jadi masih bisa banget buat aku tetap belajar dan menyeimbangkan keduanya,” ungkap Anggita saat diwawancarai Humas Unsera, Minggu (20/7) Hobinya di marching band juga dijadikannya sebagai pelampiasan yang positif ketika dihadapkan pada stress belajar. “Biasanya kalo lagi stress karena akademik itu aku coba alihin ke latihan marching band, karena secara tidak langsung ketika aku main colorguard, aku ngerasa otak aku lebih happy. Kalau lagi gak aktif latihan, biasanya aku coba ngerjain tugas-tugas bareng temen sekelas supaya kita bisa tukar pikiran dan tugas jadi cepet selesai deh, no more stress-stress,” tuturnya. Sebagai penutup, Anggita berpesan untuk memperdalam dan menjadikan hobi yang disukai sebagai motivasi untuk tetap semangat kuliah sampai bisa memberikan pengaruh positif nantinya. “Buat hobi yang kalian sukain itu bukan hanya sekadar hobi, melainkan jadi hobi yang paling berpengaruh dalam hidup kalian. Apalagi kalau hobi kalian itu bisa berpotensi jadi pekerjaan untuk kalian ke depannya, dan karena sebagai mahasiswa juga, coba buat hobi kalian sebagai motivasi untuk semangat kuliah,” pungkasnya.

Read More

Bilah Aksesibilitas