Serang, unsera.ac.id — Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Studi Islam dan Pendidikan Universitas Serang Raya telah melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi pada 21–22 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama para asesor, Prof. Dr. Zaitun, M.Ag. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Dr. Saiful, S.Ag., M.Ag. dari UIN Ar-Raniry Aceh, sebagai bagian dari proses evaluasi mutu akademik, tata kelola, pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pengembangan program studi secara berkelanjutan. Asesmen lapangan ini menjadi tahapan penting dalam menilai kesiapan dan capaian program studi, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu di lingkungan Fakultas Studi Islam dan Pendidikan. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Universitas Serang Raya, pimpinan Fakultas Studi Islam dan Pendidikan, serta seluruh unsur sivitas akademika selama proses asesmen berlangsung. Dukungan juga datang dari seluruh panitia, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra/stakeholder, dan semua pihak yang telah mendukung, membersamai, serta berkontribusi secara nyata sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan asesmen selesai. Kebersamaan, kerja keras, dan kolaborasi yang terbangun menjadi kekuatan penting dalam mendukung kelancaran proses akreditasi ini. Dekan Fakultas Studi Islam dan Pendidikan Universitas Serang Raya, Dr. H. M. Kamil Husain, Lc., M.S.I., menyampaikan bahwa asesmen lapangan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu institusi. “Asesmen lapangan akreditasi ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memastikan kualitas akademik, tata kelola, dan pengembangan program studi berjalan secara berkelanjutan. Sinergi seluruh unsur di lingkungan universitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung terwujudnya Program Studi Pendidikan Agama Islam yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Serang Raya, H. Uus M. Husaini, Lc., M.Pd.I., menegaskan asesmen lapangan menjadi wujud ikhtiar bersama dalam menunjukkan kesiapan dan capaian program studi. “Alhamdulillah, proses asesmen ini menjadi langkah penting untuk menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap hasil dari proses ini menjadi pijakan untuk terus menghadirkan program studi yang semakin berkualitas, adaptif, dan kompetitif,” ungkapnya. Asesmen lapangan ini menjadi bagian dari proses akreditasi dalam mendukung penguatan mutu dan pengembangan berkelanjutan Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Serang Raya. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, Kamis 23 April 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Lulusan bagi mahasiswa semester akhir melalui seminar bertema “Cara Menciptakan Karier dan Berkontribusi dengan Luar Biasa” yang dilaksanakan di Gedung Aula Lantai 6 UNSERA, sebagai upaya membekali mahasiswa dengan wawasan, strategi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Serang Raya serta dihadiri Dekan FEB dan para Ketua Program Studi di lingkungan fakultas. Melalui seminar ini, peserta memperoleh wawasan inspiratif dari narasumber Lutfi Arief, S.M., C.S.T., yang membawakan materi tentang strategi membangun karier, meningkatkan daya saing, serta mendorong mahasiswa agar mampu berkontribusi secara luar biasa di dunia profesional. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Assoc. Prof. Dr. Nana Umdiana, S.E., M.Akt, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan strategis bagi calon lulusan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi individu yang berdaya saing, inovatif, dan berdampak. “Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki strategi karier, kemampuan beradaptasi, dan mentalitas untuk berkontribusi secara nyata,” ungkapnya. Melalui seminar ini, mahasiswa mendapatkan berbagai wawasan mengenai perencanaan karier, personal branding, peningkatan kompetensi, hingga pentingnya membangun kontribusi yang bernilai di dunia profesional. Sesi diskusi interaktif yang dipandu moderator juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan dan peluang karier setelah lulus. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UNSERA dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga penguatan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Melalui program-program pembekalan seperti ini, UNSERA terus mendorong lahirnya generasi profesional yang unggul, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Sebagai kampus yang terus bertransformasi dan berinovasi, Universitas Serang Raya (UNSERA) berkomitmen mencetak lulusan berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik, kolaborasi industri, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 7 April 2026 – Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMANURA) Universitas Serang Raya menggelar Seminar Nasional HIMANURA 2026 dengan tema “Politik dan Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Rakyat” pada Selasa (7/4) di Aula Lantai 6 Gedung A Universitas Serang Raya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa serta civitas akademika sebagai ruang diskusi akademik mengenai peran politik dan pelayanan publik dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Seminar nasional ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Rizal Fauzi, M.Pd. selaku Pimpinan Redaksi (PIMRED) Ekbis Banten, Deni Legawa, S.E., M.M., MT AWP sebagai ASN Muda Kota Serang, serta Dr. Fikri Habibi, S.Sos., M.Si. dosen Universitas Serang Raya. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari berbagai pihak, yakni Ketua Pelaksana Andika Saputra, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Rifa Maulida, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum Winda Triana Yulianti, Presiden Mahasiswa Asril Alyessa, serta Dekan FISIPKUM Prof. Dr. Delly Maulana yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan seminar nasional tersebut. Rektor Universitas Serang Raya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya Seminar Nasional HIMANURA 2026 yang digagas oleh mahasiswa Administrasi Negara. Kegiatan akademik ini dinilai penting sebagai ruang diskusi yang dapat memperluas wawasan mahasiswa terkait isu-isu politik dan pelayanan publik di masyarakat. Sementara itu, Prof. Dr. Delly Maulana menekankan bahwa seminar nasional menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan terhadap berbagai persoalan publik. “Kegiatan seperti ini penting untuk mengasah kepekaan mahasiswa terhadap berbagai isu publik, khususnya yang berkaitan dengan politik dan pelayanan publik, sehingga mampu melahirkan gagasan yang konstruktif bagi masyarakat.” Di sisi lain, Asril Alyessa menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dalam mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada masyarakat. “Politik tidak boleh direduksi sekadar menjadi ruang perebutan kekuasaan. Ia harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan melalui pelayanan publik yang berpihak. Ketika kebijakan mulai menjauh dari realitas rakyat, maka di situlah mahasiswa mengambil posisi bukan sebagai penonton, tetapi sebagai kekuatan moral yang menjaga arah dan memastikan negara tetap setia pada tujuan utamanya: kesejahteraan rakyat.” Ketua Pelaksana Andika Saputra juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami politik dan pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agent of control dan agent of change dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Pada sesi pemaparan materi, para narasumber menyampaikan berbagai perspektif mengenai hubungan antara politik dan pelayanan publik serta tantangan implementasinya di masyarakat. Rizal Fauzi menyoroti pentingnya peran media dalam mengawal kebijakan publik agar tetap transparan dan berpihak kepada masyarakat. Deni Legawa membagikan pengalaman sebagai ASN muda terkait tantangan implementasi kebijakan dan pelayanan publik di tingkat pemerintahan daerah. Sementara itu, Dr. Fikri Habibi menekankan pentingnya kebijakan publik yang berbasis kajian akademik serta peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Seminar Nasional HIMANURA 2026 ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori politik dan kebijakan publik, tetapi juga mampu bersikap kritis, solutif, serta berkontribusi aktif dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pelayanan publik di masyarakat. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga saat ini, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan nasional. Meskipun sebagian besar rumah tangga telah memiliki akses air minum layak, proporsi rumah tangga yang memperoleh air minum aman sesuai standar kesehatan masih berada di kisaran sekitar 11–12 persen (Kompas.com, 2026). Guru Besar Kebijakan Lingkungan Universitas Serang Raya (UNSERA), Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air, termasuk air tanah, harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di Provinsi Banten, penggunaan air tanah oleh masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta terus meningkat. Apabila pemanfaatannya tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan, maka potensi kerusakan lingkungan akan semakin besar. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak lingkungan, seperti penurunan muka tanah (land subsidence) yang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir. Selain itu, eksploitasi air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut sehingga air tawar berubah menjadi payau serta mengakibatkan mengeringnya mata air dan aliran sungai.Lebih lanjut, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali juga berpotensi menimbulkan kontaminasi. Peningkatan konsentrasi logam berat seperti tembaga dan timbal, serta kandungan klorida dalam air tanah, dapat berdampak terhadap kesehatan manusia sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Secara regulasi, pengelolaan air tanah telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan bahwa air tanah merupakan bagian dari sumber daya air yang harus dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Ketentuan ini juga diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024 yang mengatur pemanfaatan air tanah agar tidak terjadi praktik eksploitasi yang merusak tanpa memperhatikan aspek konservasi. Selain itu, perlindungan terhadap lingkungan hidup juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan adanya upaya pelestarian fungsi lingkungan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, dan pengawasan terhadap sumber daya lingkungan. Namun dalam praktiknya, pengelolaan air bersih oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sejumlah kabupaten dan kota di Banten dinilai belum berjalan optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air tanah secara mandiri dengan memasang mesin pompa air tanpa adanya pengendalian dan pengawasan yang memadai. Menurut Prof. Dr. Delly Maulana, MPA, kondisi tersebut perlu segera dimitigasi agar tidak menimbulkan krisis air bersih dan kerusakan lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Pertama, pemerintah perlu memperkuat advokasi dan penegakan aturan terkait eksploitasi air tanah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi sumber daya air. Kedua, optimalisasi fungsi PDAM sebagai pengelola air bersih di tingkat daerah perlu diperkuat agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dapat dikurangi. Ketiga, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong keseimbangan antara pengambilan dan pengisian ulang air tanah melalui berbagai upaya konservasi, seperti pembangunan sumur resapan atau biopori. Keempat, pemanfaatan teknologi juga perlu didorong guna mengurangi potensi kontaminasi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air tanah. Melalui momentum Hari Air Sedunia, Prof. Dr. Delly Maulana, MPA menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pandangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNSERA dalam mendorong kesadaran publik serta kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan di Banten. Opini oleh: Prof. Dr. Delly Maulana, MPA Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, 14 Agustus 2025 — Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan pelatihan batik cap khas Sukadiri di Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Pokdarwis Maulana Yusuf Melalui Inovasi Teknologi Cap Manual dalam Strategi Branding Produk Batik Khas Sukadiri Banten Lama”. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menggali nilai historis yang menjadi identitas batik khas Sukadiri. Ketua Pokdarwis Maulana Yusuf, Bapak Saefudin, menjelaskan bahwa inspirasi utama lahirnya motif batik Sukadiri berasal dari peninggalan sejarah yang ditemukan oleh masyarakat setempat. “Awalnya, masyarakat menemukan berbagai artefak gerabah saat menggali sumur. Dari temuan tersebut, muncul inisiatif untuk menjadikan motif gerabah sebagai ciri khas batik Sukadiri,” jelasnya. Lebih lanjut, penamaan motif batik “Lor” dan “Kidul” juga memiliki makna tersendiri. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian di wilayah Sukadiri, ditemukan perbedaan karakter motif antara wilayah utara (Lor) dan selatan (Kidul). Perbedaan inilah yang kemudian diangkat menjadi identitas visual dalam batik khas Sukadiri. “Motif Lor dan Kidul menjadi representasi wilayah sekaligus kekayaan budaya yang berbeda dalam satu daerah. Dari situlah lahir penamaan batik Lor dan batik Kidul sebagai ciri khas Sukadiri,” tambahnya. Dalam proses pembuatannya, batik tulis memiliki tantangan tersendiri, terutama pada tahap awal pembuatan pola yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Proses mencanting dari nol dinilai cukup rumit dan memakan waktu lama. Namun, melalui inovasi teknologi batik cap manual, proses produksi menjadi lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan pasar, terutama dalam pemenuhan pesanan dalam jumlah besar. Melalui kegiatan ini, diharapkan batik khas Sukadiri tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk unggulan daerah. Batik ini diharapkan dapat memperkuat identitas Banten Lama sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat. “Harapan kami, batik Lor dan Kidul ini bisa menjadi ciri khas Sukadiri yang terus berkembang, maju, dan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Semoga ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis budaya,” tutup Bapak Saefudin. Kegiatan PKM ini menjadi wujud nyata kontribusi UNSERA dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Universitas Serang Raya (Unsera) berkolaborasi dengan Lembaga Pers dan Diskusi Studi (LPDS) dalam penyelenggaraan webinar bertema “Masyarakat Kampus dan Jurnalis dalam Era Artificial Intelligence” pada Selasa, (3/2) secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik mengenai peran, etika, tantangan, perkembangan, serta dampak penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik dan pendidikan tinggi. Dalam Webinar ini menghadirkan 4 tokoh penting sebagai pembicara utama: Diskusi ini dipandu oleh moderator Lestanya R Baskoro dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, jurnalis, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menegaskan komitmen UNSERA dalam merespon isu-isu aktual di bidang media dan teknologi digital. Peringatan Hari Pers Nasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga sebagai momentum penguatan literasi media serta kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi transformasi teknologi. Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. A.P. Delly Maulana, S.soc., MPA., selaku Dekan FISIPKUM UNSERA menyampaikan bahwa kehadiran AI dalam dunia jurnalistik dan akademik merupakan realitas yang tidak dapat dihindari. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga peran manusia dalam proses verifikasi informasi. “AI bukan sesuatu yang bisa kita tolak. Tantangannya adalah jangan sampai jurnalis hanya melakukan copy paste tanpa verifikasi. AI seharusnya menjadi alat bantu dalam proses kreatif dan pengecekan data, bukan menggantikan tanggung jawab profesional,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses verifikasi data di tengah maraknya hoaks, dengan catatan tetap berada dalam koridor etika, transparansi, dan pedoman yang jelas. “AI bisa membantu proses verifikasi data di tengah maraknya hoaks. Namun penggunaannya harus tetap dalam koridor etika, transparansi, dan pedoman yang jelas,” tambah Prof. Dr. A.P. Delly Maulana. Sementara itu, Apni Jaya Putra selaku Praktisi AI membahas Disrupsi AI di tengah arus informasi digital yang semakin dikendalikan oleh algoritma platform. Ia menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat serta meningkatnya peran teknologi dalam distribusi berita. “AI sudah menjadi bagian dari ekosistem informasi. Jika kampus tidak beradaptasi, maka akan tertinggal. Bukan yang paling pintar yang bertahan, tetapi yang paling adaptif terhadap perubahan,” jelasnya. Ia juga mengingatkan adanya risiko seperti hoaks, halusinasi data, dan deepfake, sehingga literasi digital serta kendali manusia menjadi faktor penting dalam pemanfaatan AI. “AI tidak menciptakan fakta, manusia yang menciptakan fakta. Selama jurnalis disiplin melakukan verifikasi, perannya tidak akan tergantikan,” tegas Apni. Melalui kolaborasi ini, UNSERA dan LPDS mendorong terciptanya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Diskusi ini juga memperkuat sinergi antara dunia kampus dan insan pers dalam menjaga kualitas informasi di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Peringatan Hari Pers Nasional 2026 ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik dan jurnalistik yang adaptif, kritis, serta tetap berpegang pada etika dan integritas di era Artificial Intelligence (AI). Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam|Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Serang Raya (UNSERA) melaksanakan kegiatan Campus and Company Visit (CCV) 2026 ke Yogyakarta pada 11–14 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam memperkuat kompetensi mahasiswa serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan dunia industri teknologi yang semakin dinamis. Ketua Pelaksana CCV 2026, Bapak Riyan Naufal Hay’s, menjelaskan bahwa pelaksanaan CCV tahun ini dirancang selaras dengan identitas program studi di Fakultas Teknologi Informasi serta perkembangan teknologi terkini. “Tema CCV 2026 dibagi berdasarkan tiga lokasi kunjungan, yaitu Inovasi Deep Learning dan Computer Vision untuk Meningkatkan Efisiensi Otomatisasi di Era Society 5.0, Inovasi Digital dan Transformasi Bisnis: Peran Software Development dalam Industri 5.0, serta Tren dan Tantangan Keamanan Internet of Things. Pemilihan tema ini disesuaikan dengan karakteristik tiga program studi di Fakultas Teknologi Informasi, dengan harapan mahasiswa memperoleh wawasan keilmuan yang relevan, terkini, dan selaras dengan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan,” ujarnya. Rangkaian kegiatan CCV 2026 diawali dengan seminar dan kunjungan akademik ke Universitas AMIKOM Yogyakarta. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Kusrini, M.Kom, menyampaikan bahwa kolaborasi antarpenguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi. Menurutnya, diskusi akademik menjadi fondasi awal dalam merancang kerja sama yang relevan dan berdampak. Sebanyak 105 mahasiswa yang didampingi sembilan mentor mengikuti seminar yang dibawakan langsung oleh Prof. Dr. Kusrini, M.Kom, dengan tema “Inovasi Deep Learning dan Computer Vision untuk Meningkatkan Efisiensi Otomatisasi di Era Society 5.0”. Dalam pemaparannya, Beliau tidak hanya menyampaikan konsep, tetapi juga membagikan berbagai penerapan nyata yang dikembangkan di Fakultas Ilmu Komputer AMIKOM. Berbagai riset yang dipaparkan meliputi pemanfaatan kamera untuk analisis kepadatan lalu lintas, sistem deteksi hama tanaman berbasis citra digital, pemantauan potensi kebakaran hutan, serta pengembangan sistem cerdas untuk sektor peternakan dan pariwisata. “Teknologi deep learning dan computer vision bukan sekadar tren, tetapi alat yang harus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan industri ke PT Integra, perusahaan pengembang perangkat lunak terkemuka. Yuda Wicaksana Putra, S.T., MBA, Direktur Utama PT Integra, menyampaikan materi bertema “Inovasi Digital dan Transformasi Bisnis: Peran Software Development dalam Industri 5.0”. Dalam pemaparannya, Pak Yuda menjelaskan strategi transformasi digital yang digerakkan oleh pengembangan perangkat lunak yang agile dan scalable. Materi menyoroti peran software development sebagai enabler utama dalam menghadapi disrupsi industri, dengan contoh penerapan Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data analytics pada sektor logistik, fintech, dan ritel. Diskusi juga membahas keterampilan yang paling dibutuhkan di pasar kerja teknologi saat ini. Assoc. Prof. Sumiati, ST., MM., Ph.D. Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya berharap kegiatan Campus and Company Visit (CCV) dapat memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa FTI. CCV mampu membentuk mindset profesional dan visioner pada mahasiswa sejak dini, sehingga mereka memiliki gambaran yang jelas tentang arah pengembangan karier, kompetensi yang harus dipersiapkan, serta tuntutan dunia industri teknologi yang terus berkembang,selain itu kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi akademik dan praktis, karena mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik nyata di industri. Pengalaman tersebut diharapkan memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan teknis, mengikuti sertifikasi, riset terapan, maupun inovasi berbasis teknologi, dan memperkuat ejaring kerja sama strategis antara FTI UNSERA dengan perguruan tinggi dan mitra industri, yang pada akhirnya membuka peluang magang, rekrutmen lulusan, kolaborasi riset, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri. “Interaksi langsung dengan pakar seperti Prof. Kusrini dan Pak Yuda memberikan perspektif autentik tentang bagaimana inovasi lahir dari kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Dialog antar pimpinan juga membuka peluang kerja sama riset serta pengembangan kurikulum yang lebih integratif,” ujarnya. Kegiatan CCV kemudian dilanjutkan dengan seminar dan kunjungan akademik ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang membahas penerapan serta otomatisasi Internet of Things (IoT). Dr. Ir. H. Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., perwakilan dari UII, dalam sambutan balasannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan FTI UNSERA. “Kami menyambut hangat mahasiswa dan pimpinan FTI UNSERA. UII memiliki komitmen kuat dalam pengembangan teknologi yang aman dan beretika. Diskusi hari ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik dalam penelitian, pengembangan kurikulum, maupun program pengabdian kepada masyarakat di bidang keamanan siber dan IoT,” tuturnya. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti agenda Jeep Lava Tour Merapi yang dikemas sebagai sesi refreshing untuk mempererat kebersamaan dan refleksi pascakegiatan. Sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan zaman, FTI UNSERA terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. FTI UNSERA mengajak generasi muda bergabung bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) untuk menyiapkan karier di bidang teknologi—ingin jadi bagian UNSERA? Ayo daftar sekarang! info-pmb.unsera.ac.id Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Universitas Serang Raya (UNSERA) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan studi lapangan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) di kawasan Ciboleger, Baduy, Kabupaten Lebak, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan FISIPKUM, yaitu Program Studi Ilmu Hukum (S1) melalui mata kuliah Hukum Adat, Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) melalui mata kuliah Komunikasi Antarbudaya, serta Program Studi Administrasi Negara (S1) melalui mata kuliah Pemerintahan Desa. Kolaborasi lintas program studi tersebut menjadi wujud nyata penerapan pembelajaran multidisipliner yang menjadi ciri khas FISIPKUM UNSERA. Bagi mahasiswa Ilmu Hukum semester III, studi lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang bertujuan memperdalam pemahaman mengenai hukum adat yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester V dan Administrasi Negara semester VII memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika komunikasi lintas budaya serta praktik pemerintahan desa adat. Kegiatan studi lapangan ini didampingi oleh dosen dari masing-masing program studi. Dari Program Studi Ilmu Hukum, kegiatan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Hukum Adat, Hikmatullah, S.HI., M.Sy., bersama asisten dosen A. Azzam Fatoni, S.H., C.Med., CIRP, CPLA. Dari Program Studi Administrasi Negara, pendampingan dilakukan oleh Rachmi Yulianti, S.Sos., M.Si. dan Rethorika Berthanila, M.Si. Sementara itu, dari Program Studi Ilmu Komunikasi, kegiatan ini didampingi oleh Endang Tri Santi, S.Sos., M.I.Kom. Kehadiran para dosen pendamping ini memperkuat proses pembelajaran dan pendampingan akademik selama kegiatan berlangsung. Selama kegiatan, mahasiswa melakukan observasi, diskusi, dan refleksi akademik terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Baduy. Asisten dosen mata kuliah Hukum Adat, A. Azzam Fatoni, S.H., C.Med., CIRP, CPLA, menjelaskan bahwa studi lapangan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan perspektif mahasiswa mengenai hukum adat. Menurutnya, hukum adat tidak dapat dipahami secara tekstual semata, melainkan harus dipelajari sebagai sistem hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. “Hukum adat itu hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, untuk menghindari pemahaman yang bersifat tekstual semata, diperlukan studi lapangan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih empiris mengenai perkembangan hukum adat,” ujarnya. Salah satu mahasiswa peserta kegiatan menyampaikan bahwa studi lapangan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan berbeda dibandingkan perkuliahan di dalam kelas. “Melalui studi lapangan ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana hukum adat diterapkan dalam kehidupan masyarakat Baduy. Pengalaman ini sangat membantu kami dalam memahami materi perkuliahan secara lebih nyata dan mendalam,” ungkapnya. Dosen Program Studi Administrasi Negara, Rachmi Yulianti, S.Sos., M.Si., selaku salah satu perwakilan dosen pendamping, menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memahami secara langsung kearifan lokal masyarakat Baduy, khususnya nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan harmonisasi dengan alam. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori administrasi pemerintahan desa dengan praktik kehidupan sosial masyarakat adat. Hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan refleksi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, FISIPKUM UNSERA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis lapangan, serta pemahaman budaya yang kuat. FISIPKUM UNSERA terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan diri di bidang Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, dan Administrasi Negara melalui kurikulum aplikatif, dosen yang kompeten, serta pengalaman belajar langsung di lapangan. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id✉ Email: info@unsera.ac.id📷 Instagram: @unseracampus📺 YouTube: Unsera TV🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Dea|Humas Unsera
Read MoreSerang – Mata kuliah Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menghadirkan kegiatan pembelajaran aplikatif berupa Table Manner Workshop for Public Relation Class pada Jumat, (23/1) bertempat di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengantar mata kuliah Public Relations yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar etika profesional di luar ruang kelas. Mengusung tema “Beyond the Table: Building Professional Image Through Dining Etiquette”, workshop ini menekankan pentingnya etika dan etiket jamuan makan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang melekat pada profesi Public Relations. Mahasiswa dibekali pemahaman praktis mengenai tata cara bersikap dalam situasi formal, mulai dari urutan penyajian, penggunaan alat makan yang tepat, hingga membangun citra profesional saat menghadiri jamuan resmi bersama relasi kerja. Dosen pengampu mata kuliah Public Relations, Annisarizki, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pengantar agar mahasiswa memiliki kesadaran awal tentang pembentukan citra dan reputasi sejak dini. “Tujuan kegiatan ini agar mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya yang berminat pada bidang Public Relations, memahami cara membentuk citra dan reputasi diri maupun institusi yang kelak mereka wakili melalui etika dan etiket di meja makan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mengetahui etika makan yang sopan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Indrianti Azhar Firdausi, M.I.Kom., menyampaikan bahwa integrasi praktik langsung dalam mata kuliah Public Relations merupakan upaya prodi dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. “Pembelajaran Public Relations tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan seperti Table Manner Workshop, mahasiswa dilatih untuk memahami pentingnya etika dan citra profesional sebagai bagian dari kompetensi seorang praktisi PR,” jelasnya. Sebagai peserta, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA merasakan langsung manfaat dari pembelajaran berbasis praktik ini. Dhafin Rahmatul Haya, mahasiswa semester 3, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang relevan dengan dunia profesional. “Saya jadi lebih paham bagaimana etika makan yang benar dalam dunia profesional. Hal-hal kecil seperti cara menggunakan alat makan ternyata sangat berpengaruh terhadap image kita saat berada di acara formal atau meeting dengan orang-orang profesional,” tuturnya. Melalui Table Manner Workshop for Public Relation Class sebagai bagian dari pengantar mata kuliah Public Relations, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSERA diharapkan memiliki fondasi awal yang kuat dalam membangun citra diri, etika profesional, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja di bidang Public Relations. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas UNSERA
Read MoreSerang, unsera.ac.id — Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menyelenggarakan Kuliah Pakar bertajuk “Implementasi & Evaluasi Kebijakan Kepemiluan” pada Kamis (22/01) bertempat di Ruang Kaca Lantai 1, Gedung A UNSERA. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari FISIPKUM UNSERA. Kuliah pakar ini menghadirkan Ali Faisal, S.H., M.H., M.E, Ketua Bawaslu Provinsi Banten, sebagai keynote speaker, serta dibuka dengan opening speech oleh Budi Hasnah, S.Sos., M.Si, Dosen Program Studi Administrasi Negara UNSERA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kebijakan kepemiluan, khususnya dalam aspek implementasi, pengawasan, dan evaluasi pemilu di Indonesia. Dalam opening speech-nya, Budi Hasnah, S.Sos., M.Si menekankan pentingnya kegiatan akademik seperti kuliah pakar sebagai sarana menjembatani teori dan praktik kepemiluan. Ia menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga gambaran nyata tentang dinamika pelaksanaan pemilu di lapangan. “Melalui Kuliah Pakar ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga penjelasan langsung mengenai bagaimana kebijakan pemilu dijalankan di lapangan. Dari situ terlihat bahwa praktik kepemiluan memiliki banyak kendala dan tantangan yang perlu dipahami secara kritis,” ujarnya Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan dan evaluasi pemilu merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas demokrasi. Evaluasi formatif dinilai penting untuk mencegah potensi pelanggaran sejak tahapan awal pemilu, sementara evaluasi sumatif diperlukan untuk menilai keberhasilan kebijakan setelah seluruh proses pemilu selesai. Dengan pendekatan tersebut, pengawasan pemilu tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga menjadi dasar perbaikan kualitas pemilu pada periode berikutnya. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal kebijakan kepemiluan. Partisipasi aktif melalui pengawasan partisipatif, penyampaian pandangan kritis, serta penolakan terhadap praktik-praktik yang mencederai demokrasi seperti politik uang menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pemilu. Antusiasme peserta terlihat dari respons positif mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Salah satu mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Rifa Maulida, menyampaikan bahwa kuliah pakar ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas implementasi kebijakan kepemiluan. “Kegiatan ini memberikan gambaran utuh tentang implementasi kebijakan pemilu, mulai dari dasar hukum, tahapan penyelenggaraan, hingga peran lembaga seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP. Saya menjadi lebih memahami bahwa kebijakan kepemiluan tidak hanya bersifat normatif, tetapi sangat kompleks dalam praktiknya,” ungkapnya. Mahasiswa tersebut juga menilai bahwa pengawasan dan evaluasi pemilu harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar pemilu tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat. Melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar ini, FISIPKUM UNSERA berharap mahasiswa dapat menjadi generasi akademik yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSERA dalam mendukung penguatan demokrasi melalui pendidikan dan literasi politik yang berkelanjutan. Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi: 🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id ✉ Email: info@unsera.ac.id 📷 Instagram: @unseracampus 📺 YouTube: Unsera TV 🐦 Twitter: @unseracampus Editor: Maryam | Humas UNSERA
Read More