Serang, unsera.ac.id – Kreativitas digital menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas. Semangat ini ditunjukkan oleh Winata Faturahman, M.Sn., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya (UNSERA), yang meraih predikat Pemenang Vlog Budaya dalam rangkaian Hari Kebudayaan Indonesia 2026 di kawasan Banten Lama.
Melalui vlog tersebut, Winata mengangkat beragam pertunjukan seni yang ditemuinya secara langsung di lokasi kegiatan. Ia menyoroti wayang kontemporer berbahan limbah sampah, Wayang Nganjor yang memadukan pertunjukan wayang golek dengan humor khas, serta tari kreasi dolanan anak. Ketiga pertunjukan itu menarik perhatiannya karena menghadirkan keunikan seni sekaligus pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
“Karena proses pembuatannya dilakukan langsung di lokasi, saya mengamati terlebih dahulu apa yang bisa diangkat menjadi materi video. Kebetulan, ada beberapa hal menarik yang saya temukan, seperti wayang kontemporer dari limbah sampah, Wayang Nganjor, dan tari kreasi dolanan anak,” jelas Winata.
Dari berbagai pertunjukan tersebut, tari kreasi dolanan anak menjadi salah satu hal yang dinilainya penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Kesenian ini mengingatkan kembali pada permainan tradisional anak yang memiliki nilai budaya, terutama di tengah meningkatnya penggunaan gawai dalam keseharian anak-anak.
“Saya kira itu menjadi isu yang penting untuk diangkat di tengah-tengah gempuran gadget terhadap anak-anak sekarang,” tambahnya.
Bagi Winata, pencapaian ini bukan sekadar prestasi dalam bidang kreatif digital, melainkan juga menjadi titik awal untuk mengenal lebih jauh kekayaan seni dan budaya Banten, khususnya Serang. Sebagai perantau, pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi budaya lokal sekaligus memahami nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Ia berharap pencapaian ini dapat mendorong Program Studi Ilmu Komunikasi dan UNSERA untuk semakin aktif mengeksplorasi budaya daerah melalui pendekatan akademis. Menurutnya, seni dan budaya lokal memiliki potensi untuk dikaji, didokumentasikan, serta diperkenalkan melalui berbagai karya kreatif yang dekat dengan perkembangan zaman.
“Bagi diri saya sendiri, ini bisa menjadi starting point untuk lebih mengenal budaya dan iklim seni yang ada di Banten dan Serang. Sementara bagi program studi dan universitas, semoga pencapaian ini bisa menjadi semangat untuk lebih mengeksplorasi budaya kita melalui jalur akademis,” ungkapnya.
Winata juga berpesan kepada para dosen dan mahasiswa UNSERA agar berani mencoba, terus memperbarui pengetahuan, dan tidak ragu memulai karya dari hal sederhana. Menurutnya, karya kreatif tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan kemauan untuk belajar dan mencoba, karya sederhana pun dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Jangan takut untuk mencoba, jangan berhenti untuk terus upgrade pengetahuan, dan jangan takut untuk mulai berkarya sekecil apa pun, karena dari karya yang kecil mungkin bisa menghasilkan dampak yang besar bagi masyarakat,” pesannya.
Prestasi Winata sejalan dengan semangat “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, yang mengingatkan pentingnya menjaga budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. Pemanfaatan media digital dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan seni lokal kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Melalui karya kreatif dan eksplorasi akademis, sivitas akademika UNSERA diharapkan terus berkontribusi dalam mengenalkan serta melestarikan kekayaan budaya daerah.
Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi:
🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉️ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 X: @unseracampus
Editor: Mariyam | Humas UNSERA