Ilmu Komunikasi UNSERA Rumuskan Kurikulum Baru Bersama 10 Mitra Dunia Kerja

Serang, 3 September 2026 — Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum (FISIPKUM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Eksternal Perumusan Perubahan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi, Kamis (3/9). Kegiatan ini melibatkan 10 mitra dari unsur pemerintah, industri, media, industri kreatif, akademisi, hingga sektor telekomunikasi.

Mengusung tema “Link and Match Kompetensi Lulusan Ilmu Komunikasi dengan Dunia Kerja melalui Kurikulum Berbasis OBE”, FGD menjadi ruang untuk menghimpun masukan langsung dari pengguna lulusan dan mitra dunia usaha/dunia industri (DUDI) mengenai kompetensi yang dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan dunia kerja.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNSERA, Dr. Siska Mardiana, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa masukan dari stakeholder menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum agar pembelajaran di perguruan tinggi tetap terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kurikulum Ilmu Komunikasi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja dan teknologi. Lulusan tidak cukup hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan karya, memanfaatkan teknologi dan AI secara etis, membaca kebutuhan audiens, berpikir strategis, serta memberikan solusi atas persoalan komunikasi.”

Dr. Media Sucahya, M.Si., selaku Ketua Tim Pengembangan Kurikulum, mengatakan bahwa masukan dari praktisi menjadi bahan penting dalam menentukan kompetensi yang perlu diperkuat dalam kurikulum.

“Kami ingin melihat langsung kebutuhan di lapangan, sehingga kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa memang sesuai dengan apa yang mereka temui ketika masuk ke dunia kerja.”

Dari sisi industri media, Ari Yulianto dari CNN Indonesia TV menilai bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan perubahan di industri.

“Sekarang mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya bisa menyampaikan pesan. Mereka juga perlu memahami teknologi, bisa membuat konten, dan tahu siapa audiens yang dituju.”

Hasil FGD merekomendasikan penguatan Outcome-Based Education (OBE), kompetensi digital, content creation, data dan AI, serta kemampuan strategis seperti business communication, audience insight, strategic communication, problem solving, dan crisis management. Penguatan juga diarahkan pada bidang Government Communication, Government Relations, Corporate Communication, serta ESG/Sustainability Communication. Masukan ini menjadi bahan untuk menyusun perubahan visi, misi, profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta menyesuaikan struktur kurikulum dan mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.

FGD melibatkan Diskominfo Kota Cilegon, Catchlight Picture, CNN Indonesia TV, Humas Badan Pengelola Keuangan Haji, Humas PT Krakatau Baja Industri, BINUS University, Kremov Picture, Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Kabar Banten, dan PT Telkomsel. Pembelajaran juga diarahkan pada pola teori, praktik, proyek, hingga portofolio, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan yang relevan dan dapat diterapkan saat memasuki dunia kerja.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:

🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus

Editor: Dea|Humas UNSERA

Bilah Aksesibilitas