Tim riset Universitas Serang Raya (UNSERA) yang beranggotakan M. Rafli Yudhzan, Arbi Parianta Lukman, SST., MT, dan M. Oka Mahendra, SST., MT, dengan judul penelitian “Strategi Pemeliharaan Berdasarkan Kondisi Fungsional Jalan Menggunakan Metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) dan International Roughness Index (IRI) dengan Aplikasi Roadroid” berhasil meraih predikat sebagai best paper pada bidang Sains dan Teknologi dalam ajang Seminar Nasional Penelitian (SEMNASLIT) Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2023 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (26/10/23). Seminar nasional ini diselenggarakan secara berkala tiap setahun sekali. Kali ini, seminar mengusung tema Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Penelitian Serta Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Merdeka Belajar Menuju World Class University. Tim riset Unsera melihat fenomena kerusakan jalan yang banyak menyebabkan terjadinya ketidaknyamanan dan ketidakamanan saat berkendara sebagai urgensi yang harus diketahui penyebabnya. Untuk itu Tim Unsera melakukan penelitian dengan mengobservasi tingkat kerusakan pada perkerasaan di ruas jalan AMD Lintas Timur Pandeglang. Keluaran daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kerusakan perkerasan jalan serta bagaimana pemeliharaan jalan yang tepat. Hal tersebut nantinya akan berimplikasi pada peningkatan kualitas jalan. Hasil penelitian Tim Unsera bisa dimanfaatkan oleh pihak berwenang, seperti Bina Marga, Dinas PUPR, BPJN, dan sebagainya. Tak cepat puas akan pencapaian yang telah diraih, M. Rafli Yudhzan menuturkan rencana selanjutnya untuk mempublikasikan penelitiannya ini ke dalam bentuk makalah, laporan, atau berbagi informasi dengan komunitas akademik, pemerintah, atau industri terkait. “Bila berkesempatan, saya ingin melakukan diskusi hasil penelitian saya dengan pihak berwenang atau badan pemerintah yang bertanggung jawab atas perawatan jalan serta memberikan hasil analisis dan rekomendasi perbaikan untuk mendiskusikan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.
Read MoreProgram Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) akhirnya membawa Ambar Putriani ke Politeknik Negeri Bali (PNB). Bagi mahasiswi asal Universitas Serang Raya ini, Bali dan PNB memberikan cerita yang begitu beragam. PMM, sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek), memberikan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa Indonesia untuk mengeksplorasi pendidikan di luar kampus asal mereka. Ambar, yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Akuntansi Unsera, memiliki harapan besar untuk melangkah jauh dari batas nyamannya dan memperluas cakrawala keilmuannya. Bali, dengan budayanya yang kaya dan mayoritas penduduknya yang menganut agama Hindu, memberikan “culture shock” yang memperkaya perspektifnya akan budaya. “selama disini saya belum pernah mendengar suara adzan di tempat tinggal saya, jadi saya menggunakan aplikasi pembantu untuk mengetahui waktu shalat” tuturnya. Ini adalah salah satu contoh bagaimana Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) berhasil membentuk mahasiswa untuk menggali lebih dalam tentang budaya dan agama yang ada di Indonesia. PMM juga membawanya menjelajahi berbagai tempat bersejarah dan objek wisata yang ada di Bali. Dalam kurun waktu dua bulan ini, Ambar telah mengunjungi banyak tempat menarik, terutama pantai-pantai indah yang menjadi ikon Pulau Dewata. “Selama berada di Bali, saya menjadi lebih mengenal budaya, tempat bersejarah, dan tempat wisata yang ada di pulau ini,” ujar Amba. Dengan pengalaman berharga selama PMM, Ambar ingin memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lain di luar sana. “Jangan pernah ragu untuk mencoba hal-hal baru, jangan merasa kurang percaya diri saat menjalani pengalaman baru, selalu pertahankan semangat dan berusaha sebaik mungkin. Jika kita menginginkan sesuatu, niatkan dan berjuanglah dengan sepenuh hati,” kata Ambar. Ambar Putriani adalah salah satu contoh nyata bagaimana PMM dapat mengubah pandangan mahasiswa akan Indonesia, memperkaya pemahaman budaya, dan memberikan dorongan untuk meraih impian dengan tekad kuat. Seperti halnya Ambar, mahasiswa lainnya juga memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang menghidupkan semangat toleransi dan rasa cinta pada budaya Indonesia. yuk daftarkan dirimu sekarang juga dan jadi bagian dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4. Daftar sekarang di https://pmm.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/ untuk informasi lebih lanjut.
Read MoreHai hai Serapeeps! 11.11 bakal hadir menyambut November kita tahun ini, kira-kira bakalan ada apa ya di 11 November nanti? Terus pantengin @unserajawara dan www.unsera.ac.id buat tahu informasi lengkapnya ya! Jangan sampai ketinggalan teman-teman.
Read MoreHalo Serapeeps!! Info penting nih! Pendaftaran kampus mengajar dibuka hari ini! Periode pendaftaran kampus mengajar Angkatan 7: Rabu, 1 November 2023 hingga 24 November 2023. Mengutip dari laman resmi kemdikbud.go.id, Kampus Mengajar merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester. program ini membuka kesempatan untuk 30.000 mahasiswa yang akan terpilih yang nantinya para pendaftar akan mengikuti berbagai rangkaian seleksi sebelum akhirnya diterjunkan ke 3.000 target Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. “Melalui Program Kampus Mengajar, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif serta memperluas wawasan mereka. Menjadi bagian dari Program Kampus Mengajar berarti berkomitmen untuk memperjuangkan hak pendidikan anak-anak Indonesia dan membantu membangun generasi yang cerdas dan berakhlak,” tulis akun Instagram kampus mengajar, dikutip rabu (1/11/2023) Berikut merupakan syarat dan ketentuan pendaftaran program kampus mengajar: Daftarkan dirimu sekarang dan dapatkan benefitnya Serapeeps! Info lebih lanjut silakan mengakses tautan: Kampus Mengajar
Read MorePada wisuda ke-16 gelombang satu Universitas Serang (Unsera), H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc, M. Hum selaku Ketua Yayasan Pendidikan Informatika Serang, menyampaikan harapannya kepada para wisudawan dan wisudawati. Dalam sambutannya, beliau tidak hanya menyoroti prestasi akademis wisudawan, tetapi juga merenungkan makna mendalam akan nilai-nilai penting dalam pendidikan dan keluarga. Salah satu pesan utama yang disampaikan Mulya adalah pentingnya menjaga nama baik kampus serta hubungan dengan almamater. Dalam konteks ini, ia menggambarkan makna “harfan wahidan fiddin fahuwa abuka fiddin,” merupakan sebuah ungkapan dari dunia Pesantren yang menegaskan bahwa orang yang telah mengajarkan tentang agama walau hanya satu huruf adalah seperti orang tua. Hal ini menggambarkan sosok dosen adalah seperti orang tua kedua bagi mahasiswa. Dalam akhir sambutannya, Mulya mengutip sebuah puisi yang sangat menginspirasi karya Khahlil Gibran, di mana puisi tersebut berbicara tentang anak-anak sebagai makhluk yang memiliki jiwanya sendiri. Beliau menekankan pentingnya memberikan kebebasan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat dan kepribadian mereka. Seperti kata puisi tersebut, “anak adalah kehidupan, mereka sekadar lahir melalui kita tetapi bukan berasal dari kita.” “mereka ini sudah diwisuda sudah sarjana mereka punya pilihan dan berikan kesempatan dia untuk tumbuh dewasa karena kehidupannya bukan lagi milik orang tua,” Pungkasnya.
Read MoreDi hadapan ratusan wisudawan, undangan, senat, rektor, dan civitas akademik Universitas Serang Raya, Dr. Siska Mardiana, S.Sos, M.M. menyampaikan orasi ilmiah di Rachmatoellah Convention Hall, Selasa (24/10/2023). Dr. Siska mempresentasikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Peran Teknologi Komunikasi dalam Pembelajaran di Era Digital Bagi Hambatan Penglihatan”. Berangkat dari realitas sosial di mana lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia, atau sekitar 15% dari populasi dunia di antaranya adalah penyandang disabilitas yang hidup dengan hambatan tertentu, termasuk masalah akses terhadap informasi pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja yang terbatas, Dr. Siska melakukan kajian ilmiah dengan mengobservasi kaum disabilitas, khususnya pada mereka yang mengalami hambatan penglihatan atau disebut sebagai tuna netra (total blind), serta mereka yang memiliki low vision (penglihatan terbatas). Hasil penelitian yang disampaikan dalam orasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi komunikasi, seperti komputer, smartphone, dan jaringan internet, memainkan peran kunci dalam memungkinkan peserta didik dengan hambatan penglihatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam masyarakat. Dalam konteks pendidikan, teknologi komunikasi telah membantu para siswa dengan hambatan penglihatan menjadi lebih mandiri dalam belajar. Mereka dapat mengakses berbagai sumber belajar, membuat konten, dan bahkan mengembangkan bakat dan minat mereka melalui penggunaan teknologi. Dalam orasinya, Dr. Siska mengungkapkan bahwa literasi media digital menjadi hal yang sangat penting. Para peserta didik dengan hambatan penglihatan harus belajar untuk menggunakan teknologi dengan bijak, mengevaluasi kredibilitas informasi, dan menciptakan konten kreatif. Peneliti juga menggarisbawahi perlunya literasi digital untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan saat ini. Selain hal di atas, diperlukan kontribusi dan kolaborasi dari pemerintah, swasta, masyarakat, dan akademisi untuk terus mendukung peserta didik dengan hambatan penglihatan agar mereka dapat bersaing dan maju seperti individu lainnya di era digital saat ini. Teknologi komunikasi menjadi alat bantu dalam mengatasi hambatan penglihatan yang dapat menciptakan peluang pendidikan yang lebih inklusif. “Teknologi komunikasi mengatasi keterbatasan tanpa batas,” katanya mengakhiri orasi ilmiah tersebut.
Read MoreSerang (25/10)- Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Hukum (FISIPKUM) Universitas Serang Raya (Unsera) menyelenggarakan kuliah tamu menghadirkan narasumber sekretaris Komisi Pemilhan Umum (KPU) Provinsi Banten Ferry Syahminan, S.Sos., M.Si bertempat di Aula Gedung A Lantai 6 FISIPKUM Unsera (25/10). Pada kegiatan tersebut turut hadir Dekan Fisipkum Unsera Dr. A.P. Delly Maulana,MPA Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipkum Unsera Daffa Putri, Direktur Eksekutif SAF Muhamad Suhada serta dosen dan mahasiswa. Kegiatan tersebut mengusung tema Pemilu sebagai wadah aspirasi menentukan kepemimpinan yang di hadiri sekitar 200 orang peserta. Daffa Putri sebagai penyelenggara kegiatan melaporkan bahwa persiapan kegiatan ini dilakukan tidak terlalu lama, namun kegiatan hari diharapkan memberikan dampak positif terkait informasi kepemiluan. “Kehadiran mahasiswa dalam pemilu sangatlah penting, karena dapat memberikan informasi seluas-luasnya pada masyarakat terkait agenda-agenda pemilu”. “Selaku mahasiswa tentunya memberikan terima kasih dan apresiasi pada KPU dalam hal ini sekretaris KPU Banten yang bersedia hadir memberikan informasi tentang kepemiluan”. ujarnya Dekan Fisipkum Unsera Delly Maulana dalam sambutannya memberikan ucapan terima kasih atas kehadiran KPU ditengah-tengah mahasiswa untuk memberikan pencerahan terkait pemilu yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. Delly menyampaikan bahwa dalam ruang-ruang intelektual sangat dibutuhkan kehadiran penyelenggara pemilu, agar berbagai perkembangan tentang kepemiluan dapat tersampaikan dengan lugas dan cermat pada kalangan civitas akademika. “Sebagai insan akademik, tentunya saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran sekretaris KPU Banten di Kampus Unsera dalam rangka memberikan pendidikan pada mahasiswa terkait hak dan kewajiban pemilih pemula dalam menghadapi pemilu tahun 2024.” Tegasnya. Sekretaris KPU Banten Ferry Syahminan dalam paparannya menyampaikan dari mengapa pemilu itu penting hingga pada tahapan proses pemilu dan hak serta kewajiban warga negara dalam pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024, dimana pemilu menjadi salah satu sarana penting untuk proses regenerasi kepimpinan, patut semuanya hadir dalam mengawal pemilu, termasuk pemilih pemula. Lanjut Ferry tahapan pemilu bagi anak-anak milenial dan termasuk di dalamnya adalah mahasiswa baru harus betul-betul mengetahui dan memahami konsep dan proses pelaksanaan pemilu agar pemilu ini dapat terselenggara dengan baik. “Selain itu kita berharap tingkat partisipasi kalangan milenial dan mahasiswa dapat meningkat. Hal itu dapat terjadi apabila ada kemauan untuk terlibat langsung datan di TPS dan mengajak orang-orang disekelilingnya untuk datang di TPS.“ Terangnya. “proses pemilu dapat berjalan dengan baik apabila kehadiran warga negara secara berdaulat dan kesadarannya memberikan suaranya dalam pemilu tanpa ada intervensi dari seseorang dan dari pihak manapun juga. ”Terangnya. “Politik uang dan kampanye negatif dalam pelaksanaan pemilu sering menjadi issu yang sangat strategis dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Untuk itulah kita semua patut harus hadir dalam melakukan pengawalan dan pengawasan jalannya proses pemilu tahun 2024.”Harapnya. Direktur Eksekutif SAF Muhammad Suhada turut mengapresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan sangat antusias terkhusus kepada panitia terlibat sudah mempersiapkan kegiatan kuliah tamu tentang kepemiluan sehingga berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah senang sekali rasanya saya melihat antusiasme mahasiswa mengikuti kuliah tamu tentang kepemiluan ini, semoga ini menjadi salah satu langkah bersama dari semua pihak dalam mendukung kesuksesan pemilu 2024 mendatang, terima kasih juga kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini dengan baik, sehingga bisa berjalan dengan lancar”. Pungkas Suhada.
Read MoreSerang- Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar wisuda ke 16 gelombang 1 tahun akademik 2023/2024 di gedung Rachmatoellah Convention Hall (RCH) UNSERA, Selasa (24/10/2023). Kali ini Rektor mewisuda 410 sarjana dan ahli madya dari berbagai prodi dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.78 dan lama studi rata-rata 4 tahun. Dalam 15 tahun berkiprah, UNSERA terhitung telah melahirkan 12.175 lulusan sarjana dan ahli madya. Rektor Unsera Dr. Abdul Malik, M.Si, dalam sambutannya mengatakan bahwa wisuda bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga merupakan refleksi diri. Abdul malik menekankan para wisudawan sebagai sosok dewasa berilmu pengetahuan haruslah bisa bermanfaat untuk orang lain melalui kiprah dan berkarya nyata di masyarakat. Lebih lanjut Abdul Malik menegaskan bahwa 10 tahun yang akan datang manusia akan dihadapkan pada tantangan geopolitik, geoteknologi, geoekologi, dan geoekonomi. Untuk itu dirinya berpesan agar wisudawan Unsera mulai mempersiapkan masa depan dengan meningkatkan kemampuan yang akan digeluti. “Dunia saat ini berubah. Kita harus berbenah agar tidak tergilas,” ujarnya. Melanjutkan sambutannya, Abdul Malik mengatakan pentingnya memiliki kemampuan adaptasi di era digital saat ini. “orang yang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa itu orang yang bisa memenangkan masa depan, most adaptable. Saya yakin wisudawan Unsera adalah orang yang mampu membeli masa depan dengan harga sekarang,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Serang, H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc, M.Hum, berpesan kepada para wisudawan Unsera agar senantiasa menjaga almamater dan nama baik Unsera. “Ada cita-cita yang kami titipkan kepada para wisudawan. Ada spirit dan almamater yang harus dipelihara sampai akhir hayat nanti,” tuturnya. Unsera memberikan penghargaan kepada 5 wisudawan terbaik, yakni Putri Hana Sarwah dari Program Studi Administrasi Negara dengan IPK 3.95, Ridho Rizkhon Fadilah dari Program Studi Sistem Komputer dengan IPK 3.95, Tri Anggraini dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3.93, Putri Dwi Maerohman dari Program Studi Teknik Industri dengan IPK 3.92 dan Wina Rohaeni dari Program Studi Keuangan Perbankan dengan IPK 3.92. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) turut memberikan apresiasi kepada 5 wisudawan terbaik Unsera dengan memberikan dana apresiasi pendidikan yang diserahkan langsung oleh masing-masing pimpinan BSI dan BTN.
Read MoreLulus kuliah dengan nilai sempurna tentu dambaan setiap mahasiswa, sama halnya dengan Putri Hana Sarwah. Mahasiswi yang akrab dipanggil Putri ini berhasil meraih predikat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi, yakni 3,95 pada Wisuda XVI Gelombang I UNSERA tahun akademik 2023/2024. Putri Hana Sarwah berasal dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum Program Studi Administrasi Negara. Masih dalam balutan toga, Putri mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian yang baru saja diraih. “Alhamdulillah, bisa jadi salah satu yang terbaik dari 410 wisudawan. Bangga dan nggak nyangka banget,” tuturnya saat diwawancarai di Rachmatoellah Convention Hall UNSERA, (24/10). Menurutnya, pencapaian tersebut tak terlepas dari dukungan dan doa orang tua yang selalu menyertai. Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam perkuliahan, Putri mengungkapkan strategi versi dirinya, yakni dengan terlebih dahulu mempelajari dan memahami materi yang akan dibahas di kelas. “Kita nggak harus pintar, tapi kita harus mau memahami dan menguasai apa yang akan dibahas di kelas, dengan begitu kita dapat acuan untuk bisa bertanya dan berunding dengan dosen,” tuturnya. Lebih lanjut Putri mengungkapkan dirinya bukanlah tipe mahasiswa ambisius di akademik. Dalam kesehariannya, ia tetap memiliki porsi bermain bersama teman-temannya. “Porsi belajar jangan terlalu besar, karena sudah mahasiswa, bukan SMA atau SMP yang harus dituntut belajar ini itu. Mahasiswa harus lebih banyak baca. Main perlu juga karena namanya kuliah kan pusing,” katanya. Pencapaian membanggakan ini turut dirasakan orang tua Putri. Sang ibu, Yeni turut mengungkapkan rasa bangga akan prestasi yang diraih puterinya itu. “Alhamdulillah, berarti sungguh-sungguh niat ingin sekolah,” ujarnya. Diketahui penguasaan Putri akan materi Administrasi Negara sedikit banyaknya adalah hasil diskusi bersama ibunya yang juga menggeluti bidang yang sama. Terakhir, sang ibu berharap besar anaknya itu bisa bekerja di bidang yang linier dengan studi yang telah ditempuhnya. “berharapnya bisa bekerja di pemerintahan jadi PNS”, ujar Yeni. “Aamiin, kalau rezekinya di tempat lain juga nggak apa-apa,” timpal Putri.
Read MoreSerang– Sebuah perjalanan pasti akan ada akhirnya, sama halnya seperti pendidikan yang ditempuh mahasiswa pada bangku perkuliahan. Dengan berbagai kisah perjalanan yang telah dilewati, semua yang diusahakan pasti akan berbuah manis. Akhir dari perjalanan kuliah yang telah dilaksanakan yaitu adalah saat di mana mahasiswa lulus dan diwisuda. Hal tersebut juga yang telah dirasakan oleh Mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera). Bertempat di Gedung Rachmatoellah Convention Hall (RCH) Unsera, dipimpin Oleh Rektor Dr. Abdul Malik, M.Si., menyelenggarakan wisuda yang ke-16 gelombang 1, Selasa (24/10/2023). Pada wisuda ke 16 Gelombang 1 ini Unsera meluluskan sebanyak 410 orang yang terdiri dari program studi Sistem Informasi sebanyak 42 orang, Teknik Informatika sebanyak 94 orang, program studi Sistem Komputer sebanyak 35 orang, program studi Teknik Sipil sebanyak 27 orang, program studi Teknik Kimia sebanyak 24 orang, program studi Teknik Industri sebanyak 80 orang, program studi Akuntansi sebanyak 44 orang, program studi Manajemen sebanyak 135 orang, Pendidikan Matematika sebanyak 6 orang, program studi Administrasi Negara sejumlah 38 orang, program studi ilmu hukum sebanyak 17 orang, program studi ilmu komunikasi sebanyak 63 orang, program studi Keuangan Perbankan sebanyak 14 orang, Komuterisasi Akuntansi Diplomatika sebanyak 11 orang, Manajemen Perusahaan D3 2 orang dan Akuntansi D3 sebanyak 10 orang. Dengan bertambahnya jumlah lulusan tersebut, maka sampai saat ini Universitas Serang Raya telah melahirkan 12.175 orang sarjana. Berdasarkan indikator prestasi yang diperoleh, maka dari 410 wisudawan telah ditetapkan, yaitu 5 wisudawan terbaik dari 5 program studi. Adapun lulusan terbaik setiap program studi sesuai Keputusan Rektor Unsera nomor: 051/UNSERA/SK/X/2023 sebagai berikut: program studi Administrasi Negara Putri Hana Sarwah dengan IPK 3.95, program studi Sistem Komputer Ridho Rizkhon Fadilah dengan IPK 3.95, program studi Akuntansi Tri Anggraini dengan IPK 3.93, Program Studi Teknik Industri Putri Dwi Maerohman dengan IPK 3.92 dan Program Studi Keuangan Perbankan Wina Rohaeni dengan IPK 3.92. Rektor Unsera Dr. Abdul Malik, M.Si, dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda tidak hanya sebatas seremoni, melainkan juga sebagai bentuk refleksi diri. “Anda diwisuda karena dianggap sudah berilmu pengetahuan. Untuk itu keberadaan Anda haruslah bermanfaat untuk orang lain melalui kiprah dan karya nyata di masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut Abdul Malik menerangkan bahwa 10 tahun yang akan datang, manusia akan dihadapkan dengan tantangan geopolitik, geoteknologi, geoekonomi, dan geoekologi. Untuk itu diperlukan kemampuan adaptasi agar dapat memenangkan masa depan. “Orang yang memenangkan masa depan itu bukan orang yang kuat dan pintar, melainkan most adaptable. Orang yang mampu beradaptasi ialah orang yang mampu membeli masa depan dengan harga sekarang,” katanya.
Read More