Tak Sekadar Motif: UNSERA Bangkitkan Makna Filosofis Batik Sukadiri

Serang, 14 Agustus 2025 — Universitas Serang Raya (UNSERA) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan pelatihan batik cap khas Sukadiri di Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Pokdarwis Maulana Yusuf Melalui Inovasi Teknologi Cap Manual dalam Strategi Branding Produk Batik Khas Sukadiri Banten Lama”.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga menggali nilai historis yang menjadi identitas batik khas Sukadiri. Ketua Pokdarwis Maulana Yusuf, Bapak Saefudin, menjelaskan bahwa inspirasi utama lahirnya motif batik Sukadiri berasal dari peninggalan sejarah yang ditemukan oleh masyarakat setempat.

“Awalnya, masyarakat menemukan berbagai artefak gerabah saat menggali sumur. Dari temuan tersebut, muncul inisiatif untuk menjadikan motif gerabah sebagai ciri khas batik Sukadiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, penamaan motif batik “Lor” dan “Kidul” juga memiliki makna tersendiri. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian di wilayah Sukadiri, ditemukan perbedaan karakter motif antara wilayah utara (Lor) dan selatan (Kidul). Perbedaan inilah yang kemudian diangkat menjadi identitas visual dalam batik khas Sukadiri.

“Motif Lor dan Kidul menjadi representasi wilayah sekaligus kekayaan budaya yang berbeda dalam satu daerah. Dari situlah lahir penamaan batik Lor dan batik Kidul sebagai ciri khas Sukadiri,” tambahnya.

Dalam proses pembuatannya, batik tulis memiliki tantangan tersendiri, terutama pada tahap awal pembuatan pola yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Proses mencanting dari nol dinilai cukup rumit dan memakan waktu lama. Namun, melalui inovasi teknologi batik cap manual, proses produksi menjadi lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan pasar, terutama dalam pemenuhan pesanan dalam jumlah besar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan batik khas Sukadiri tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk unggulan daerah. Batik ini diharapkan dapat memperkuat identitas Banten Lama sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.

“Harapan kami, batik Lor dan Kidul ini bisa menjadi ciri khas Sukadiri yang terus berkembang, maju, dan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Semoga ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis budaya,” tutup Bapak Saefudin.

Kegiatan PKM ini menjadi wujud nyata kontribusi UNSERA dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:

🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus

Editor: Dea|Humas UNSERA

Bilah Aksesibilitas