Kategori: Pojok Kampus

Kisah Leni Apriliani, Pegawai UNSERA: Dari Wattpad Hingga Terbitkan Tiga Buku Fiksi

Leni Apriliani, SE., merupakan sosok inspiratif dan membanggakan civitas akademika Universitas Serang Raya (UNSERA). Meski disibukkan dengan kegiatannya sebagai Kepala Subbagian Keuangan, hal tersebut tak membatasi jemarinya menghasilkan karya. Perempuan kelahiran Serang, 17 April 1988 ini telah mengukir prestasi luar biasa di bidang literasi. Leni berhasil melahirkan tiga buku fiksi dan beberapa karya tulis lainnya di platform online dengan banyak pembaca. Awalnya, minat menulis Leni muncul sejak ia masih duduk di bangku SMP. “Dari SMP memang senang baca-baca cerpen dan tabloid. Sewaktu SMA sering ke Rumah Dunia untuk bedah buku, ketemu penulis. Sempat mau ikut jadi peserta kelas menulis, tapi pas daftar kurang persyaratannya, akhirnya nggak jadi ikut, belajar otodidak aja,” ungkapnya. Lebih lanjut Leni bercerita bahwa sejak 2014, dirinya telah tergabung dan aktif di komunitas ‘Bisa Menulis’ milik Asma Nadia di facebook. Bakat menulisnya terasah di sana, tak jarang Leni mendapatkan banyak apresiasi, kritik, dan saran dari sesama penulis dan pembaca, yang semakin memotivasinya untuk terus berkembang. Pada tahun 2017, Leni mulai berani menulis dan mempublikasikan karyanya di platform Wattpad, sebuah wadah bagi penulis dan pembaca cerita. Awal-awal, tulisannya hanya dibaca oleh sang adik, tetapi seiring berjalannya waktu, ia mulai memiliki pengikut. Semakin hari, semakin banyak pengikut yang menantikan kelanjutan cerita yang ditulisnya. Sebelum mulai menulis, Leni melakukan langkah ekstra yang membuatnya semakin dekat dengan hati para pembaca, yaitu dengan observasi lapangan. Menurutnya penting untuk memahami preferensi pembaca agar tulisan yang dibuat tak sekadar untuk memenuhi hasrat kreatifnya tetapi juga dapat memikat hati banyak orang. Keseriusan dan semangat Leni dalam menulis akhirnya mengantarkannya pada sebuah peluang. Ada penerbit yang tertarik dan menawarkan untuk menerbitkan karyanya secara gratis. Leni dengan penuh semangat menerima tawaran ini. Hasilnya, pada 2018 “Wedding Goals” terbit. Disusul “Kakak, I Love You” terbit pada April 2019, kemudian “Dendam Sang Mantan” terbit Oktober 2019. “Memang saya pernah punya harapan menerbitkan novel di usia 30 tahun. Ternyata novel pertama terbit pas di usia saya 30 tahun,” ujarnya sembari tersenyum. “Sebenarnya ada dua cerita lagi yang ingin dipinang penerbit. Tapi semangat nulis lagi turun, kalau mau terbit kan harus selesai. Akhirnya tulisan saya dialihkan ke platform baca berbayar,” imbuhnya. Lewat hobi menulisnya ini Leni mengaku senang ceritanya banyak disukai pembaca, terlebih lagi apa yang dulu dimulainya karena iseng, kini telah menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Rektor Unsera Dr. Abdul Malik, M.Si, beserta jajarannya secara khusus memberikan pengakuan dan apresiasi berupa sertifikat penghargaan kepada Leni Apriliani atas pencapaiannya dalam dunia literasi. “Double bahagia. Nggak berekspektasi dapat penghargaan seperti ini. Dikasih langsung sama pak Rektor dan jajarannya, itu rasanya spesial. Sebelumnya, saya juga dapat sertifikat dari kepala UPT Perpustakaan Unsera karena telah menghibahkan novel saya di sana,” katanya. Ke depan, Leni akan terus menulis dan melahirkan karya-karya terbarunya. “Saya sudah kepikiran ide-ide baru, tapi masih ada 3 cerita lama yang belum selesai, masih mangkrak. Mungkin saya mau selesaikan yang itu dulu,” pungkasnya.

Read More

Bertukar Sementara Bermakna Selamanya, Cerita Lili Harliyani Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Bisa mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) adalah impian banyak mahasiswa nusantara, tak terkecuali untuk Lili Harliyani. Mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) Prodi Ilmu Hukum semester 5 ini tak menyangka namanya tertera di antara 15.000 mahasiswa seluruh Indonesia yang dinyatakan lolos program PMM batch 3 2023. Program PMM sendiri adalah salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek sebagai bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Lili berkesempatan mengikuti pembelajaran di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong selama satu semester. Melalui PMM, Lili menuturkan bahwa dirinya ingin lebih mengenal makna Bhinneka Tunggal Ika. Menginjakkan kaki di tanah Papua memberikan pengalaman tak terlupakan. Tak hanya keindahan alamnya yang memikat mata, namun keramahan warga lokalnya turut menyempurnakan julukan Pulau Papua sebagai ‘Surga Kecil di Timur Indonesia’. “Masyarakat di sini ramah terhadap pendatang, terlebih lagi di sini banyak sekali orang yang dari pulau jawa merantau ke Sorong. Tetapi karena budaya di sini masih kental dengan adat istiadatnya, maka penting menjaga sikap. Ada pribahasa, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi,” ujarnya. Selama mengikuti program PMM, Lili bersama teman-temannya tinggal di asrama yang telah disediakan oleh kampus Unimuda Sorong. Terkait biaya hidup, menurutnya tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar, namun untuk meminimalisir pengeluaran, Lili bersama teman kamarnya lebih memilih masak sendiri. Tinggal di lingkungan baru dan dihadapkan dengan perbedaan budaya, suku, agama, dan ras menjadi tantangan tersendiri bagi Lili untuk beradaptasi.   “Karena Mahasiswa Inbound Unimuda Sorong mayoritas dari Pulau Sumatera yang terkenal dengan nada tingginya, padahal itu sudah hal biasa di daerah mereka,” tuturnya. Kendati demikian, Lili memandang positif perbedaan tersebut. Dari teman-temannya yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda, dirinya mengaku banyak belajar kebhinnekaan yang semakin menambahkan warna di kesehariannya dalam mengikuti PMM. Salah satu keunikan dari Program PMM terletak pada kegiatan Modul Nusantara, mata kuliah khusus bagi peserta PMM yang memfasilitasi pembelajaran tentang keberagaman nusantara, khususnya keragaman budaya dan keunikan daerah lokasi Perguruan Tinggi (PT) Penerima. Modul Nusantara terdiri atas 16 aktivitas yang mengusung 4 tema utama, yaitu kebinekaan, inspirasi, refleksi, serta kontribusi sosial. “Selain perkuliahan, setiap minggu kami melakukan Modul Nusantara, di mana dalam kegiatan ini kami dikenalkan dengan budaya yang ada di Papua serta tempat-tempat bersejarah yang ada di Sorong. Selain itu, kalian akan sering menyebrangi Pulau dan mengenal budaya serta makanan khas yang ada di pulau tersebut,” ungkapnya. Lebih lanjut Lili menuturkan banyak mendapat keuntungan dengan mengikuti PMM, mulai dari subsidi tiket pesawat PP, bantuan biaya hidup, memiliki banyak teman dari berbagai daerah, serta bisa mengeksplor budaya baru. Dirinya berharap akan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti PMM. “Indonesia memiliki beragam budaya, ras, serta suku yang patutnya kita pelajari dan tunjukan ke dunia luar bahwa kekayaan alam Indonesia seindah itu dengan perbedaan yang ada,” katanya. Lili Harliyani turut memberikan pesan khusus untuk mahasiswa Unsera. “Untuk Mahasiswa Unsera yang ingin mengikuti Program PMM tidak usah khawatir akan kehidupan di PT Penerima, nanti punya teman atau tidak, karena di sini kalian akan memiliki begitu banyak teman dari berbagai daerah, serta ada kegiatan Modul Nusantara yang pasti akan selalu kalian nantikan, karena kegiatan ini merupakan refreshing dari padatnya kegiatan perkuliahan kalian toh, jadi jangan khawatir terkait apapun di PT Penerima kalian cukup siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dan jangan sampai tertinggal ya,” pungkasnya.

Read More

Fresh Graduate Merapat, Ini 7 Website untuk Mencari Lowongan Pekerjaan

Lulus kuliah, pasti misi selanjutnya… Cari kerja!  INFO LOKERNYA KAKAAAA…! FG MERAPAT..!!! Perjalanan cari kerja memang nggak selalu mulus. Apalagi buat para fresh graduate yang effortnya mesti berkali-kali lipat lebih keras supaya dapat tempat terbaik. Tapiii, tenang. Ada banyak kemudahan yang bisa kita dapat pada era modern seperti ini. Mulai rapikan CV, rajin melamar, dan update secara berkala, semua bisa dilakukan dari rumah, tinggal klik-klik ajaa~  Berikut rekomendasi portal job untuk kamu PPK (Para Pencari Kerja). Check this out! Di situs ini, kita bisa memfilter lowongan pekerjaan berdasarkan kota terdekat, tipe pekerjaan, pengalaman, dan waktu terakhir diperbaharui. Dengan begitu, kita nggak akan ketinggalan lowongan terbaru! Situs legendaris ini jadi andalan para FG buat memulai karir! Banyaknya variasi lowongan yang tersedia dan berbagai opsi filter, seperti range gaji, spesialisasi, hingga pengalaman sangat memudahkan pengguna. Di Kalibrr, kita akan menemukan banyak lowongan pekerjaan dari perusahaan top, lengkap dengan detail kapan terakhir rekruter aktif di setiap lowongan. Tersedia fitur skill test yang bisa dicoba juga!~ Fitur Glassdoor ini lengkap banget, loh. Kita bisa cek perkiraan gaji sampai ulasan karyawan atau pegawai yang pernah bekerja di perusahaan yang ingin kita pilih. Membantu banget untuk mengenal lebih jauh dan sebagai tambahan pertimbangan. Sesuai dengan namanya, di sini kita bisa cari lowongan yang berkaitan dengan teknologi di seluruh wilayah Asia! Ladangnya start-up nih, dari e-commerce sampai fintech. Proses rekrutmennya juga jelas loh, kamu akan dapat update lewat email~ Pasti udah nggak asing lagi sama yang satu ini. Jangan lupa lengkapi halaman dan aktifkan badge “Open to Work” supaya rekruter tahu kamu sedang aktif cari loker, ya! Coba juga fitur Easy Apply lalu connect dengan para HR~ Kalau kita search “nama perusahaan+career” atau “nama perusahaan+hiring” biasanya akan langsung diarahkan ke situs resminya. Informasinya tentu akan lebih valid dan lengkap. Berhubung situs resmi, nggak usah was-was sama loker bodong yaa!

Read More

Lasera Food Court kantin Serba Ada di UNSERA

Mahasiswa UNSERA tentunya sudah tidak asing lagi dengan Lasera Food Court, tempat yang berada tepat disamping gedung B, dan jika dilihat dari kejauhan tepat ini mempunyai suasana yang gelap. Disamping ‘dark vibesnya’, Lasera Food Court bisa menjadi solusi mahasiswa untuk mengembalikan mood yang drop karna perut keroncongan loh! Di Lasera Food Court tersedia beragam pilihan makanan, mulai dari makanan ringan seperti pentol, cimol, dan kentang goreng. Makanan dengan cita rasa tradisional, seperti seblak dan makanan warteg juga tersedia, dan bagi pecinta mie instan, ada beragam pilihan mie yang bisa dinikmati di sini. Tapi bosen deh, makan gituan mulu? Eh, jangan khawatir! Di Lasera Food Court, kamu bisa menikmati makanan kekinian yang lagi hits, seperti dimsum, sushi, spagetti, dan bento. Seru banget kan!! Harganya pasti mahal? Tenang! Harga di Lasera Food Court sangat bersahabat dengan dompet mahasiswa. Kamu bisa menikmati hidangan lezat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Namun, perlu diingat bahwa pembayaran di Lasera Food Court terpusat di kasir yang berada tepat disamping pintu masuk. Jadi, ingatlah untuk tidak membayar atau menyerahkan uang tunai langsung kepada pedagang. Cukup serahkan struk pembayaran dari kasir, dan kamu bisa langsung mengambil makananmu. Bukan cuma makanan enak dan harga terjangkau aja yang ada di Lasera Food Court, tapi ada juga hiburan live music dari UKM Akustik tiap minggunya,  yang pasti bikin suasana nongkrong kamu makin seru. Jadi, tunggu apalagi? Ayo jadi mahasiswa UNSERA dan kunjungi Lasera Food Court di Universitas Serang Raya bersama teman-temanmu. Nikmati hidangan yang ramah diperut dan dikantong juga tentunya!

Read More

Mengenal Lebih Dekat UKM KAMUS

Apa yang terlintass di benak kamu ketika mendengar kata “KAMUS”? ya.. pastinya kamu akan membayangkan buku tebal, dengan halaman yang berjumlah ribuan dan huruf alfabet disampingnya. Bayanganmu tentu benar, hanya saja KAMUS yang ada di UNSERA berbeda. Apa yang berbeda dengan KAMUS di UNSERA ? check this out! KAMUS merupakan kepanjangan dari “Kajian Mahasiswa Universitas Serang Raya”. Seperti namanya, KAMUS merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang kajian. Dengan slogan “to be smart and excellent” UKM KAMUS mengajak mahasiswa UNSERA untuk terus berinovasi dalam dunia teknologi dan Pendidikan. UKM KAMUS memiliki dua departemen kajian yaitu departemen teknologi dan Pendidikan. di departemen teknologi kamu bisa belajar tentang pemeograman, multimedia, jaringan dan juga robotic, wah.. untuk kamu yang suka teknologi tapi bukan dari jurusan IT, UKM ini tentu sangat cocok ya! Sekarang kita bahas Departemen Pendidikan, kegiatan di departemen ini berhubungan dengan pengembangan kemampuan anggota UKM KAMUS secara akademisi dan intelektual melalui divisi penelitian dan minat bakat yang ada. Selain mengadakan kajian UKM KAMUS juga rutin mengadakan pengabdian masyarakat. KKN maksudnya? Bukan.. bukan… tapi sangat mirip, Jadi pangabdian masyarakat yang diadakan UKM KAMUS bertujuan untuk mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, kegiatan pengabdiannya sama dengan KKN tapi dengan waktu yang singkat. Jadi untuk kamu yang ingin “Latihan” KKN bisa juga bergabung bersma UKM KAMUS! Bukan hanya itu kegiatan yang ada UKM KAMUS, kamu tau PKM ? iya.. pekan kreativitas mahasiswa itu. Jadi di UKM KAMUS ini kamu bisa belajar tips and tricks PKM dari anggota lainnya, FYI!! Sudah ada Anggota UKM KAMUS yang berhasil lolos sampai tahap pendanaan di bidang PKM-K dan PKM-GFK, wihh keren kan?

Read More

3 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MULAI GUNAKAN TUMBLER

Holla Serapeeps! Kamu pasti sadar kan bahwa botol plastik yang digunakan sebagai wadah kopimu di pagi hari itu bisa merusak lingkungan? Lingkungan yang rusak tentunya akan berpengaruh terhadap Kesehatan kita juga loh! Satu hal yang perlu diingat bahwa Plastik nggak mudah terurai oleh tanah! Bayangkan jika kita menggunakan botol plastik setiap hari, akan ada berapa banyak tumpukan limbah botol plastik selama sebulan? Setahun? Sewindu?  Banyak kan? Kalo sekarang saja alam sudah rusak, lantas bagaimana nasib bumi di masa depan nanti? Ehmm.. itu Cuma berawal dari botol plastic kopimu tiap pagi loh! Tapi, tahu nggak, guys? Semua masalah ini bisa dimulai dengan keputusan sederhana, yaitu beralih dari botol plastik ke tumbler. Gimana? Penasaran kenapa? Nah, simak yuk, 3 alasan kenapa kita harus banget memakai tumbler, check this out! Beli air yang murni dan terlindungi atau beli yang ada manis-manisnya ya? Tapi harganya beda dikit doang? kamu kaum mendang-mending kayak gini? Kalo gituTumbler cocok banget buat kamu! Ayo berhitung berapa biaya rata-rata yang kamu habiskan setiap hari untuk membeli sebotol air mineral? Jawaban pastinya bervariasi. Jika kamu membelinya di kantin, mungkin kamu hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp. 3.000,- hingga Rp. 5.000,-. Tetapi jika membelinya di tempat makan yang lebih modern, tentu harganya akan lebih tinggi kan? Tapi jika kamu membawa air mineral dari rumah menggunakan tumbler tentunya akan sangat-sangat murah dan menghemat pengeluaran. Bayangkan berapa banyak uang yang bisa kita simpan jika nggak harus beli minuman dalam botol plastik setiap hari. tumbler itu ramah lingkungan, Serapeeps! Dengan memakai tumbler, kita mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di lautan, sungai, dan tempat-tempat lain yang seharusnya hijau dan bersih. Jadi, dengan tumbler, kita turut menjaga keindahan bumi kita! Dengan tumbler, kita bisa lebih kontrol terhadap apa yang kita minum. Kita bisa menghindari minuman sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Tumbler juga biasanya terbuat dari bahan yang aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti yang terkadang ada dalam plastik. Jadi, lebih aman buat kesehatan kita. Jadi, Serapeeps, mulai sekarang yuk bawa tumbler dari rumah! Selain menjaga lingkungan, kamu juga bisa hemat uang dan menjaga kesehatan. Ini adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk masa depan bumi yang lebih baik. Yuk, bersama-sama kita jadi bagian dari perubahan positif ini!

Read More

Ada Makhluk Lain di Unsera

Kata siapa Unsera cuma dihuni sama makhluk bernama manusia? Eitsss jangan salah, ternyata kampus ini juga punya penghuni lain lho!..Sssiapa dia?*Psssttt..sini gw bisikin..Kakinya ada 4, berbulu, giginya bertaring pula! Kalau di kegelapan, matanya bakal glow in the dark alias nyala! Hiiiyy makhluk apaan tuh?!*backsoundhorror Tapi tenang, makhluk ini masih napak ke bumi kok, ehe. Makhluk yang satu ini juga jadi kesayangan banyak mahasiswa Unsera. Yup, dia adalah KOCHENG. Miaw miaw. Hayo, cat lovers angkat kaki*eh angkat tangan mana suaranyaaaa*wuwuwu.  Di Unsera, kucing juga gak kalah eksis sama mahasiswanya. Buktinya, kucing di Unsera punya akun Instagram sendiri loh. Kalau kita cek akunnya @kucingunsera, pasti bakal gemesh banget liat tingkah laku para kucing kampus yang kiyowo abis!~ Selain itu, Tim @kucingunsera juga punya ‘Satgas Meyong’ yang bertugas untuk kasih makan para kucing kampus setiap hari. Wow! Applause ya untuk dedikasinya. Terus juga nih, mereka -para kucing kampus- punya identitas masing-masing, ada yang namanya Milo, Miya, Cio, Haru, dan masih banyak lagi. Haduh, kayaknya mereka juga perlu KTM deh, Kartu Tanda Meyong, hihihi. Kucing Unsera bukan cuma diisi sama aktivitas feeding aja nih, tapi juga hooman-hooman super di baliknya dengan telaten dan sabar ngurusin kesehatan para anabul kampus juga loh! Mulai dari minumin obat cacing rutin, nyisirin bulu mereka supaya gak rontok, bersihin telinga, sampai sterilisasi guna mencegah overpopulasi. Tentunya proses steril dilakukan di Dokter Hewan ya. All out banget ya actionnya! Pelayanan bintang lima pokoknya~ Lo tahu gak sih? Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal AERA Open, mengelus kucing dan anjing dapat menurunkan hormon stres dalam jumlah yang signifikan. Nah, pas banget nih buat mahasiswa yang sehari-harinya stres karena tugas belom kelar, mikirin tugas kelompok yang anggotanya gak mau gerak ckck, yang lagi ngejar-ngejar acc dosen, yang lagi mikirin revisi, skripsian belom kelar, sampe yang lagi capek ditanya kapan wisuda*ups, kalian coba deh main dan elus-elus manja kucing di kampus, dijamin bakal healing banget deh!~ Oiya, kalau mau jadi bestie sama mereka, jangan lupa buat kasih ‘bayaran’ ya.. Apa kek gitu, Whiskas, ikan tongkol, ayam tulang lunak, atau wagyu A5 juga boleh~ canda wagyu. Gak susah-susah kok, mereka -para kucing kampus- suka makan dryfood atau wetfood. Kalau ketemu mereka jangan lupa disapa ya! Myaw~

Read More

Gandeng OJK Prov. Jakarta dan Banten, HIMAKSI UNSERA Gelar Gebyar Akuntansi 2023

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNSERA sukses menggelar Gebyar Akuntansi 2023 pada Senin, (2/10). Kegiatan ini merupakan acara tahunan sebagai wadah pembelajaran dan praktik Ilmu Akuntansi untuk diimplementasikan para calon akuntan muda dalam mengembangkan kemampuannya secara kognitif dan afektif. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium UNSERA ini memiliki 2 rangkaian kegiatan, yaitu Accounting Challenge untuk tingkat SMK se-Banten dan Seminar Nasional. Maudi selaku Ketua Umum HIMAKSI, menuturkan bahwa persiapan Gebyar Akuntansi dilakukan selama 3 bulan. “Persiapan dilakukan selama 3 bulan, mulai dari membuat konsepan, membentuk panitia acara, mencari topik yang sedang krusial dan menentukan tema. Kita juga mendatangi SMK yang ada di Banten,” ungkapnya saat diwawancarai Humas UNSERA (4/10). Lebih lanjut Maudi mengungkapkan hal yang menjadi kendala dalam proses persiapan Gebyar Akuntansi. “Rencana Accounting challenge itu untuk tingkat perguruan tinggi, namun karena kurangnya minat mahasiswa dari tiap univ yang kami undang, akhirnya kami batal mengadakan lomba Accounting Challenge tingkat mahasiswa ini,” tuturnya. Kendati demikian, kegiatan Accounting Challenge tetap terlaksana dan diikuti oleh 11 tim dari 7 SMK se-Banten. HIMAKSI UNSERA juga bekerja sama dengan OJK Provinsi DKI Jakarta dan Banten dalam kegiatan Seminar Nasional yang mengusung tema “How to be Financially Literate an Eye Opener for New Generation” dengan menghadirkan narasumber Ahmad Husain selaku Kepala Bagian Pengawasan Perbankan 2 Kantor Regional 1 OJK Prov. DKI Jakarta dan Banten. Kegiatan ini sukses dihadiri oleh 165 audiens. Terakhir, Maudi turut mengungkapkan harapannya agar kegiatan Gebyar Akuntansi yang telah terlaksana dapat membawa dampak positif. “Harapan saya semoga dengan terlaksananya kegiatan ini ada hal positif untuk para peserta dan juga menjadi branding bagi Universitas Serang Raya, khususnya untuk jurusan Akuntansi,” Pungkasnya.

Read More

Cerita Zaka Muzakillah Ikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Hasanuddin

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) akhirnya mengantarkan Zaka Muzakillah berlabuh di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan. Bagi mahasiswa UNSERA jurusan Teknik Informatika ini, Program Pertukaran Mahasiswa (PMM) memberikan cerita pengalaman yang beragam. PMM merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang memberikan kesempatan mahasiswa Indonesia mencicipi iklim pendidikan di luar program studi dan di luar perguruan tinggi (PT) asal. Zaka Muzakillah berhasil mewujudkan targetnya tahun ini, di mana dirinya berhasil lolos sebagai peserta PMM Angkatan ke-3. Mahasiswa semester 5 ini menuturkan awal mula ketertarikannya mengikuti PMM karena programnya sangat mewakili dirinya yang senang bereksplorasi. “Program PMM aku rasa “aku banget”. Eksplorasi budaya nusantara, berkesempatan belajar di Universitas lain, dan bisa punya banyak teman dari seluruh Indonesia,” ungkapnya saat diwawancarai Humas Unsera, Senin (2/10). Setibanya di Sulawesi, Zaka menuturkan sempat mengalami culture shock karena perbedaan budaya. Tapi tak butuh waktu lama baginya untuk bisa segera beradaptasi di lingkungan baru. “Aku asli orang Banten. Beberapa minggu pertama pasti bakal nemuin banyak culture shock, tapi lama kelamaan pasti terbiasa kok, mulai dari bahasa dan cara berbicara orang Makassar yang cepat banget sampai di makanan yang hampir semuanya pakai jeruk. Lucu dan berkesan,” ujarnya. Selama mengikuti PMM, Zaka dan peserta PMM lainnya tinggal di Pondok Arfa, daerah pemukiman warga yang berada di dalam area Universitas Hasanuddin. Sebagai ‘tamu’, Zaka dan mahasiswa pertukaran lainnya disambut baik oleh warga lokal. Tak jarang pula peserta PMM keluar rumah untuk menyapa warga sekitar. “Mereka selalu menawarkan bantuan kepada kami dan welcome. Masyarakat di sini asik banget!,” ungkapnya antusias. Lebih lanjut, mahasiswa yang merupakan Duta Bahasa Unsera 2021 ini juga berbagi cerita kesehariannya selama berada di Makassar dan berkuliah di Universitas ‘Ayam Jantan dari Timur’. “Yang pasti sih kuliah ya kalau weekdays. Gak jarang juga kalau malam, aku selalu diajak explore bareng teman-teman Makassarku ke tempat yang belum aku kunjungi. Lalu kalau weekend, kami ada kegiatan namanya ‘Modul Nusantara’. Modul Nusantara ini sebenarnya mata kuliah khusus bagi Mahasiswa PMM. Dari mata kuliah ini aku bisa mengunjungi tempat-tempat wisata, museum, tempat peninggalan bersejarah dan masih banyak lagi yang bisa aku pelajari dan mengenal budaya lebih dalam lagi. Pokoknya kegiatannya seseru itu deh,” jelasnya. Bagi Zaka, mengikuti PMM memberikan banyak keuntungan. Selain fully funded alias gratis, program ini juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalin relasi lintas budaya, mengembangkan softskills, dan sebagai sarana eksplorasi keragaman budaya Indonesia. Dirinya berharap program PMM akan terus ada semakin banyak yang mengikuti program ini. “Aku harap akan lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa mengikuti program PMM, khususnya dari UNSERA. Maka dari itu, nanti aku akan membuka kelas bimbingan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia khususnya mahasiswa UNSERA yang serius ingin lolos dan bergabung menjadi bagian dari PMM. Aku minta doanya semoga hal ini terealisasikan ya,” ujarnya. Penutup wawancara, Zaka memberikan pesan agar selalu termotivasi untuk berprestasi. “Kamu tidak harus menjadi lebih hebat dari orang lain untuk melakukan sesuatu. Cobalah dan mulailah dari hal yang terkecil terlebih dahulu. Karena itu adalah peluang untuk membuat hal besar dan hebat terjadi,” pungkasnya.

Read More

PSM UNSERA – Paduan Suara Mahasiwa Universitas Serang Raya

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Serang Raya (PSM UNSERA) merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang mewadahi mahasiswa Unsera untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang olah vokal.  PSM Unsera yang dikenal juga sebagai PSM Unsera Voice didirikan pada tahun 2007 dan berkembang sebagai salah satu organisasi yang berperan penting dalam kegiatan-kegiatan protokoler dan seremonial di lingkungan Universitas Serang Raya, seperti Wisuda, Pelantikan Mahasiswa Baru, Dies Natalis, dan berbagai event kampus lainnya. Unsera Voice dengan jargonnya “Creation of Symphony” senantiasa mendorong para anggotanya untuk terus mengembangkan bakatnya melalui lomba-lomba yang diikuti. Organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan ini juga rutin mencari talenta-talenta baru setiap tahunnya melalui audisi dan penilaian yang ketat. Dalam eksistensinya di dunia paduan suara, PSM Unsera Voice telah berhasil meraih silver medal di ajang perlombaan paduan suara 16th National Folklore Festival Universitas Indonesia 2022.  Hingga kini PSM Unsera Voice terus meningkatkan kualitasnya dengan aktif melakukan latihan rutin sampai mengikuti lomba paduan suara maupun bernyanyi solo. Kamu mahasiswa UNSERA dan tertarik mengolah vokal? Gabung PSM Unsera Voice jawabannya! Kamu bisa kepoin info seputar PSM Unsera di instagram @unseravoice ya..!

Read More

Bilah Aksesibilitas