Kategori: Berita

Menggali Keindahan dan Warisan Budaya Banten: Kunjungan Mahasiswa PMM 4 Unsera ke Sentra Kerajinan Gerabah dan Emping

Heaven of Earth merupakan sebuah julukan kehormatan yang diberikan untuk Indonesia melalui kekayaan alam, keindahan budaya, dan keberagaman suku bangsa. Cara hidup masyarakat Indonesia yang berlandaskan nilai dan kepercayaan menjadi kebiasaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. salah satu wujud aktivitas kebudayaan yang masih terjaga tersebut adalah Kerajinan gerabah dan emping. Kerajinan gerabah dan emping di Provinsi Banten hingga saat ini masih menjadi komoditi yang eksis. untuk memperkenalkan kerajinan dan aktivitas budaya Banten dalam sektor ekonomi kreatif tersebut Universitas Serang Raya (Unsera) mengajak sebanyak 34 mahasiswa PMM 4 Inbound mengunjungi Desa Bumi Jaya dan Cikolelet Anyer pada Sabtu (08/06/2024). “Kunjungan modul nusantara ke pengeranjin gerabah dan emping hari ini seru sekali, karena kita anak PMM bisa lihat dan ikut langsung dalam pembuatan grabah dan empingnya” ungkap paulus Ardi Pernando Berutu mahasiswa asal Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai budaya-budaya Banten yang masih belum dikenal para mahasiswa yang datang dari berbagai daerah diluar Jawa ini. pada modul ini Mahasiswa diajak untuk mengenal usaha emping melinjo yang tersebar di hampir seluruh kabupaten Banten. Emping melinjo memiliki akar yang mendalam dalam kebudayaan Nusantara. Pohon melinjo sendiri (Gnetum gnemon) telah lama tumbuh dan dimanfaatkan di Indonesia, walaupun sejarah emping sendiri tidak terdokumentasi dengan pasti, namun diketahui bahwa emping telah menjadi bagian dari konsumsi masyarakat Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. “Selama kunjungan ke pengerajin emping, kita bisa belajar tentang proses pembuatan emping dari awal hingga akhir, teknik-teknik yang digunakan, bahan-bahan yang digunakan, dan juga sejarah serta budaya di balik produksi emping di desa cikolelet.” ungkap Paulus. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang proses pembuatan emping dan gerabah, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal. Mahasiswa diajak untuk menghargai kekayaan budaya yang ada di Banten serta memahami bagaimana kegiatan ekonomi kreatif seperti ini bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (H)

Read More

MENGENAL KOMODITAS UNIK DI BANTEN YANG EKSIS HINGGA SEKARANG LEWAT MODUL NUSANTARA

Serang — Kerajinan Gerabah dan emping masih menjadi komiditi yang eksis di Provinsi Banten hingga saat ini. Hal ini mendorong Universitas Serang Raya (Unsera) untuk memperkenalkan Banten mahasiswa PMM Inbound Kerajinan dan budaya Banten dalam sektor ekonomi kreatif melalui agenda modul nusantara ke Desa Bumi Jaya dan Cikolelet Anyer pada Sabtu (08/06/2024) Kegiatan Modul Nusantara selalu menguak budaya Banten yang tersembunyi. Hal ini tentunya menjadi kesempatan emas untuk memberikan para mahasiswa PMM dari berbagai daerah pengetahuan mengenai budaya-budaya Banten yang masih belum dikenal. Upaya ini juga dibenarkan oleh Sofwan selaku PIC MBKM Unsera, ia menjelaskan “seperti tagline yang ada di program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini, bertukar sementara bermakna selamanya. Kami mau mahasiswa PMM ini ketika pulang dapat  makna dan pengetahuan baru yang berkesan dari Banten,” jelasnya. Diharapkan dengan adanya modul nusantara, Unsera dapat turut memberikan kontribusi nyata untuk sentiasa melestarikan budaya di Provinsi Banten dan menyebarkannya kepada masyarakat luas. (M)

Read More

Jurnal Sistem Informasi Unsera Raih Akreditasi SINTA 3

Universitas Serang Raya (UNSERA) dengan bangga mengumumkan bahwa jurnal akademiknya, JSIL: Jurnal Sistem Informasi, telah meraih akreditasi SINTA 3. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kualitas yang konsisten ditunjukkan oleh tim editorial, penulis, dan reviewer dalam pengelolaan jurnal ini. Akreditasi ini berlaku mulai Volume 8 Nomor 2 Tahun 2021 sampai Volume 13 Nomor 1 Tahun 2026, yang mencerminkan komitmen jurnal tersebut terhadap standar tinggi dalam keunggulan akademik dan kualitas penelitian di bidang sistem informasi. JSIL: Jurnal Sistem Informasi secara konsisten menunjukkan keunggulan dalam menerbitkan penelitian yang berdampak dan berkontribusi pada kemajuan sistem informasi. Akreditasi SINTA 3 ini menegaskan pengaruh dan relevansi jurnal ini dalam komunitas akademik. Dr. Abdul Malik, Rektor Unsera, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Predikat Akreditasi SINTA 3 merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim yang terlibat dalam pengelolaan Jurnal. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas jurnal ini sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan ilmu sistem informasi,” tuturnya. Universitas Serang Raya berkomitmen untuk memupuk persatuan, kemanusiaan, integritas, dan martabat dalam komunitas akademik dan lokalnya. UNSERA berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi dan mendukung inisiatif penelitian yang memberikan dampak berarti bagi masyarakat. Dengan predikat Akreditasi Sinta 3, JSIL: Jurnal Sistem Informasi Unsera diharapkan dapat menjadi platform yang lebih kredibel dan diakui dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkualitas. (Z)

Read More

Mengabdi untuk Negeri, Perjalanan KKM Risha Putri di Sumedang

Risha Putri, mahasiswi Ilmu Hukum angkatan 2021 Universitas Serang Raya (Unsera), tengah menjalani program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Sumedang. Program ini merupakan bagian dari inisiatif PTMGRMD yang diselenggarakan oleh LLDIKTI dan Pemerintah Daerah Sumedang. Risha mengetahui tentang program ini melalui informasi yang dibagikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan merasa tertarik untuk berpartisipasi. “Saya tertarik mengikutinya karena semester ini saya mengambil mata kuliah KKM,” tuturnya. Risha dan rekan-rekannya dari Unsera berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya dan ditempatkan di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Sumedang. Program KKM ini berlangsung selama empat bulan, dimulai dari tanggal 17 Februari hingga 17 Juni 2024. Selama KKM, program yang dilaksanakan terdiri dari lima Key Performance Indicators (KPI), yaitu New Zero Stunting, Literasi Masyarakat Miskin Ekstrem, PUSKESOS (Pusat Kesejahteraan Sosial), OVOP (One Village One Product), dan Inovasi. Untuk program OVOP, kelompok Risha memanfaatkan tempe menjadi produk inovatif seperti keripik tempe dengan bumbu sanjai, nugget tempe, dan susu kedelai. Risha berharap program-program yang mereka laksanakan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Nagarawangi. Selain itu, ia juga berharap angka stunting di desa tersebut dapat menurun. “Semoga dengan adanya program-program ini, perekonomian masyarakat dapat meningkat dan angka stunting di Desa Nagarawangi dapat berkurang,” ungkap Risha. Program KKM ini tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga mahasiswa dituntut untuk dapat berperan, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi dalam pembangunan masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. (Z)

Read More

Unsera Kolaborasi dengan Al Wutsqo Dirikan Satgas PPKS dan Gelar Seminar Pendidikan

Serang, 3 Juni 2024 – SMP dan SMK Al Wutsqo, yang berada di bawah naungan Yayasan Al Wutsqo di Kota Serang, resmi berkolaborasi dengan kelompok 47 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya (UNSERA) dalam pendirian Satuan Tugas (SATGAS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan penyelenggaraan seminar bertema “3 Dosa Besar Pendidikan”. Pendirian SATGAS PPKS ini adalah inisiatif dari KKM UNSERA kelompok 47, yang didasari oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. SATGAS PPKS di SMP dan SMK Al Wutsqo bertugas untuk mengoordinasikan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Tim ini terdiri dari guru, komite atau wali murid, serta tenaga pendidik di jenjang pendidikan pertama dan menengah. Pembentukan SATGAS PPKS di SMP dan SMK Al Wutsqo dilakukan berdasarkan rekomendasi dari kepala sekolah dan disahkan melalui Surat Keputusan Kepala SMP dan SMK Al Wutsqo. KKM kelompok 47 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Ade Nahdiatul Hasanah telah mendampingi proses pendirian dan penyusunan pedoman tugas sejak Mei 2024. Puncak kegiatan ini adalah seminar kolaboratif yang diselenggarakan pada Juni 2024 dengan tema “3 Dosa Besar Pendidikan”. Seminar ini menghadirkan Ketua SATGAS PPKS UNSERA, Hendry Gunawan, M.Kom, sebagai pembicara utama. Dalam seminar ini, Hendry Gunawan membahas tiga dosa besar pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi, yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa tren, pola asuh, dan pergaulan yang salah menjadi penyebab utama kasus-kasus tersebut. Pembahasan yang diberikan dalam seminar sangat menarik dan mudah dipahami oleh siswa SMP dan SMK Al Wutsqo, berkat materi interaktif dan lagu-lagu yang dinyanyikan bersama. Diharapkan, seminar ini dapat membantu siswa, guru, dan seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk mencegah tiga dosa besar pendidikan dan menangani kasus-kasus tersebut secara efektif melalui SATGAS PPKS yang telah dibentuk. Dengan adanya SATGAS PPKS dan kegiatan edukatif ini, SMP dan SMK Al Wutsqo bersama UNSERA berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kota Serang dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Read More

Cerita Dea Belajar Budaya Baru dalam Program PMM di Universitas Hasanuddin

Dea Marseliana, mahasiswa Universitas Serang Raya (UNSERA) jurusan Teknik Industri angkatan 2022, berbagi pengalamannya mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Universitas Hasanuddin Makassar. Dea mengungkapkan motivasinya untuk mengikuti program ini yang salah satunya adalah mengambil kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat baru melalui Modul Nusantara. “Tentunya mempelajari budaya baru dan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam suku dan budaya yang berbeda,” ungkapnya. Dea juga menceritakan kendala yang dihadapinya selama berada di Makassar, khususnya terkait makanan. “Makanan di Makassar, Sulawesi Selatan, hampir semua disediakan jeruk nipis di mejanya, bahkan nasi goreng pun pakai jeruk nipis. Unik bukan?,” ujarnya sambil tertawa. Meskipun demikian, Dea merasa sangat diterima oleh teman-teman lokal maupun sesama peserta PMM yang sangat asyik dan menyenangkan, walaupun mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Momen paling berkesan bagi Dea selama mengikuti program Modul Nusantara adalah ketika mengunjungi destinasi wisata Leang-Leang. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan memperkaya wawasan budaya serta sejarahnya. Dea juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh pihak universitas, termasuk adanya pelepasan mahasiswa UNSERA yang mengikuti program ini serta dukungan penuh dari Kaprodi dalam hal konversi nilai dan lain-lain. Dea berharap program PMM selanjutnya pemerintah dapat memberi kepastian mengenai BBH yang sampai saat ini masih menjadi kesimpangsiuran. “Berharap agar jumlah yang di janjikan dapat di realisasikan sepenuhnya demi mendukung kebutuhan mahasiswa selama mengikuti program ini,” tuturnya. Melalui pengalaman ini, Dea Marseliana berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk ikut serta dalam program-program serupa yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademis tetapi juga pengalaman budaya dan persahabatan antar mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara. (Z)

Read More

Kuliah Sambil Kerja? Kenapa Enggak! Kan Ada Kelas R3 Unsera

Banyak orang enggan melanjutkan kuliah setelah mulai bekerja karena merasa sudah memiliki penghasilan yang stabil. Namun, melanjutkan pendidikan sebenarnya bisa menjadi kunci untuk mendapatkan prospek karier yang lebih baik. Mari kita telusuri mengapa kuliah tetap penting meskipun sudah bekerja dan simak tips untuk menjalani kuliah sambil bekerja. Mengapa Harus Melanjutkan Pendidikan Meski Sudah Bekerja? Banyak alasan yang membuat orang ragu untuk melanjutkan kuliah saat sudah bekerja, seperti jadwal yang padat, kesulitan dalam mengatur waktu, dan keengganan untuk mengeluarkan biaya tambahan. Namun, kuliah adalah investasi pada diri sendiri yang manfaatnya bisa dirasakan di masa depan. Jika kamu juga merasa demikian, berikut beberapa alasan untuk mempertimbangkan kuliah sambil bekerja: Melanjutkan pendidikan memungkinkan kamu untuk memperoleh keterampilan baru dan memperdalam pengetahuan di bidang yang relevan dengan pekerjaanmu. Ini bisa meningkatkan kompetensimu dan membuka peluang karier yang lebih baik. Gelar tambahan atau sertifikasi sering kali menjadi syarat untuk promosi atau posisi yang lebih tinggi. Dengan melanjutkan kuliah, kamu bisa memenuhi kualifikasi tersebut dan meningkatkan prospek karier. Kuliah memberi kesempatan untuk bertemu dengan dosen, pakar industri, dan sesama mahasiswa yang bisa menjadi jaringan profesional yang berharga. Jaringan ini bisa membantu dalam karier dan membuka peluang baru. Memiliki gelar yang lebih tinggi bisa menambah kredibilitas dan reputasimu di tempat kerja. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan atasan dan kolega terhadap kemampuanmu. Tips Kuliah Sambil Kerja Apakah kuliah sambil bekerja itu mungkin? Bukankah itu proses yang sulit dan melelahkan? Jangan khawatir, hal tersebut sangat mungkin dilakukan jika kamu menerapkan tips-tips berikut ini: Bagi yang bekerja di sebuah perusahaan, hari Senin sampai Jumat akan penuh digunakan untuk bekerja. Waktu pun akan tersita hampir seharian penuh dari pagi hingga sore hari. Kondisi seperti ini tentu akan menyulitkanmu untuk membagi waktu dengan kuliah. Oleh karena itu, cara membagi waktu kuliah sambil kerja agar dapat efektif adalah memilih waktu weekend untuk kuliah. Saat ini, di Indonesia tersedia sejumlah kampus yang menyediakan sistem pembelajaran khusus bagi para karyawan. Jadwal yang diberikan pun tidak menyita waktu kerja mahasiswanya. Oleh karena itu, pilihlah sistem perkuliahan yang fleksibel seperti di Program R3 Unsera . Dengan jadwal perkuliahan di weekend kamu bisa tetap mencari ilmu ditengah kesibukanmu. Sangat memudahkan, bukan? Cari program kuliah yang menawarkan jadwal fleksibel, seperti kelas malam, kelas akhir pekan, atau program online. Ini akan memudahkanmu untuk menyesuaikan jadwal kuliah dengan pekerjaan. Tak perlu bingung, kamu bisa langsung mendaftar di Program R3 Unsera yang sistem perkuliahannya dijalankan secara online. Hal ini tentunya akan membuatmu lebih fleksibel serta hemat waktu dan tenaga. Kuliah Online Sambil Kerja di Kelas R3 Unsera Ingin mulai kuliah lagi sambil tetap bekerja? Pastikan kamu memilih universitas terbaik di Indonesia. Kelas R3 Unsera merupakan program kelas 100% online yang memungkinkan kamu untuk kuliah dan meraih gelar dari mana saja. Program R3 Unsera ini tidak berbeda dengan program kuliah tatap muka pada umumnya. Ini beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan: Mendapatkan kurikulum dan gelar yang sama dengan mahasiswa yang belajar secara offline. Pembelajaran 100% online menggunakan metode e-learning. Waktu kuliah hanya saat weekend. UTS dan UAS dilaksanakan secara online. Waktu pembelajaran yang fleksibel, termasuk penjadwalan bimbingan dan sidang akhir. Dengan mengaplikasikan tips kuliah sambil kerja di atas, jadwal yang padat bukan lagi jadi halangan. Apalagi, jika kamu ingin menaiki tangga karier lebih tinggi lagi. Lalu, pastikan kamu mengambil program kelas R3 Unsera yang memang dirancang untuk kamu yang sibuk bekerja. Yuk, daftar sekarang! (H)

Read More

Kelompok 3 KKM UNSERA Ciptakan Inovasi Pengolahan Limbah UMKM di Desa Kasemen

Kelompok 3 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya (Unsera) di bawah bimbingan Thoha Nurdhiyan Hikmawan, M. Kom, mengusung program kerja untuk mengoptimalkan dan menciptakan inovasi limbah UMKM Desa Kasemen, Serang. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh limbah kulit melinjo dan minyak jelantah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. “Efek pembuangan limbah jelantah sembarangan sangat mencemari lingkungan, seperti penyumbatan saluran air, mencemari tanah, yang akan mengganggu kesehatan,” ujar Alim, ketua kelompok. Desa Kasemen dikenal dengan produksi emping melinjo. Untuk itu kelompok 3 berupaya mengolah limbah berupa kulit melinjo menjadi arang yang mana saat ini masih dalam proses pengeringan. “Masih dalam tahap pengeringan menggunakan cahaya matahari. Sebenarnya lebih optimal menggunakan oven, karena matahari suhunya tidak stabil,” katanya. Selain itu, banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Desa Kasemen yang menggunakan minyak goreng dalam aktivitas sehari-hari dan menghasilkan limbah minyak jelantah yang mencemari lingkungan. Kelompok 3 berencana mengolah minyak jelantah ini menjadi berbagai produk berguna seperti sabun pembersih dan pupuk. Saat ini, kelompok 3 sedang melakukan uji coba pembuatan pupuk dari minyak jelantah, dengan hasil yang diharapkan akan siap dalam satu bulan. Setelah pupuk siap, akan diadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk memperkenalkan cara pembuatannya. Pembuatan arang dari limbah melinjo juga masih dalam proses. Selanjutnya, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun akan dilakukan setelah uji coba pupuk selesai. Rencana lain yang belum terlaksana adalah membuat tong sampah dari bekas cat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. “Kami punya planning akan mengadakan sesi praktik langsung agar masyarakat dapat mencoba dan mengimplementasikan teknik pengolahan limbah ini sendiri,” tutur Alim. Dengan program ini, diharapkan masyarakat Desa Kasemen dapat memberikan tanggapan positif dan mengimplementasikan inovasi ini dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok KKM 3 optimis bahwa program ini akan sangat membantu masyarakat dalam mengelola limbah dan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. (Z)

Read More

Pelantikan DPM DAN MPM UNSERA, Rektorat Bangun Sinergitas Bersama Mahasiswa Menuju Kampus Unggul

Serang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Serang Raya (Unsera) merampungkan rangkaian pelantikan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), yaitu Abdul Salam dan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), yaitu Riyan Miftar Khoir. Acara ini dihadiri oleh seluruh rekan Organisasi Mahasiswa Unsera yang bertempat di Auditorium lantai 6 pada Senin, (27/05/2024) Tidak hanya melibatkan elemen mahasiswa dan organisasi, namun jajaran Rektorat dan Walikota Serang yang diwakili oleh Yudi Suryadi selaku PJ Walikota turut hadir dalam agenda ini. Dalam kesempatannya, Yudi juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk tetap menjaga semangat dan mempersiapkan masa depan organisasi yang lebih baik lagi. Tidak hanya seputar pelantikan belaka, agenda ini diupayakan dapat menjadi langkah awal untuk membangun sinergitas yang baik antara Rektorat dengan BEM maupun Organisasi Mahasiswa menuju Unsera yang unggul dan inovatif, sehingga dalam sambutannya, Rektor Unsera, Dr. Abdul Malik, M.Si juga menyampaikan hal serupa. “Dari masa ke masa organisasi mahasiswa tentunya memiliki kontribusi yang tidak sedikit kepada kampus, hal ini juga menjadi tanggung jawab kita semua bagaimana di masa depan organisasi mahasiswa dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dari segi kreativitas, kredibilitas maupun inovasinya,” ujarnya Pelantikan MPM dan DPM periode 2024/2025 ini tentunya memberikan harapan besar kepada kampus agar mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa dapat terus memberikan kontribusi yang baik dan kritis di masa yang akan datang untuk terus menghidupkan napas nasionalisme dalam lingkup perguruan tinggi.

Read More

Mahasiswa KKM Unsera Gandeng Satgas PPKS Unsera Adakan Sosilasisasi Anti Bullying

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Serang Raya hadir dalam sosialisasi pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan bersama siswa-siswi SMK Al Had Nusantara, didampingi oleh Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 45 Universitas Serang Raya. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying ini berlangsung di SMK Al Had Nusantara, Kota Serang, Banten, pada senin, 20 Mei 2024. Acara tersebut dihadiri oleh para siswa, guru, dan perwakilan dari berbagai lembaga terkait. Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Satgas PPKS Unsera, Hendry Gunawan, memaparkan berbagai penyebab kekerasan dan bullying di kalangan anak-anak. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah pola asuh dan luka pengasuhan yang dialami anak-anak di dalam keluarga. “Luka yang terus mereka terima dalam bentuk kekerasan yang dilakukan oleh keluarga seringkali mereka tumpahkan di lingkungan bermain atau sekolah, salah satunya dalam bentuk kekerasan terhadap teman sebaya atau adik kelasnya,” ujar Hendry. Ia menambahkan bahwa pemahaman yang salah mengenai kekerasan ini harus segera diatasi melalui pendekatan edukatif. Selain itu, Hendry juga menekankan bahwa dampak dari lingkungan dan media sosial menjadi faktor penting yang menyebabkan anak-anak menganggap bahwa kekerasan adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah. “Ini menjadi PR bagi kita semua untuk memperbaikinya,” tambahnya. Menurut Hendry, anak-anak yang terpapar konten kekerasan di media sosial cenderung meniru perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hendry, yang juga merupakan Sekretaris Prodi di Sistem Informasi Universitas Serang Raya, menekankan bahwa kekerasan di sekolah dapat dikurangi dengan melibatkan siswa-siswi sebagai pelopor dan pelapor. “Sebagai pelopor, mereka diharapkan untuk mensosialisasikan bahaya kekerasan dan berada di garis depan dalam upaya pencegahan. Sebagai pelapor, mereka diharapkan untuk segera melaporkan jika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya kekerasan kepada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah,” jelas Hendry. Ia menyebutkan bahwa ini adalah salah satu implementasi dari Permendikbud 46 tahun 2023, yang mendorong partisipasi aktif guru, orang tua, siswa, dan seluruh sivitas akademika dalam mencegah kekerasan secara bersama-sama. Selain itu, Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Serang Raya, Sumiati, ST., MM., Ph.D., yang juga menjadi Pembimbing KKM kelompok 45 di daerah Taktakan, menjelaskan pentingnya kegiatan ini. “Melibatkan mahasiswa dalam sosialisasi bahaya kekerasan terhadap anak sangat penting untuk menyadarkan berbagai pihak akan dampak buruk kekerasan bagi masa depan anak,” kata Sumiati. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung program-program pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Sumiati juga mengapresiasi antusiasme para siswa SMK Al Had Nusantara dalam mengikuti sosialisasi ini. Menurutnya, kesadaran dan partisipasi aktif dari siswa sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bahaya bullying, tetapi juga termotivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” tambahnya. Ketua Kelompok 45 KKM Unsera, Bagus Setia Darmawan, menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja akan dampak negatif bullying dan narkoba. “Kami ingin memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada remaja tentang bahaya narkoba dan bullying, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan menghindari terlibat dalam perilaku tersebut,” ujarnya. Selain itu, tujuan sosialisasi juga mencakup memberikan keterampilan dan strategi kepada remaja untuk menjauhi narkoba, ” Kami juga berharap para siswa dapat menghadapi tekanan sebaya dan situasi yang mungkin memunculkan godaan narkoba dan intimidasi, sehingga mereka dapat melindungi diri dan teman-teman mereka,” pungkasnya. Dalam kegiatan ini, hadir juga pihak kepolisian yang mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan anak-anak serta cara pencegahannya. Perwakilan dari kepolisian memberikan penjelasan tentang jenis-jenis narkoba yang sering menyasar anak-anak dan remaja, serta dampak buruk yang ditimbulkan. Mereka juga mengajarkan cara-cara sederhana untuk menghindari narkoba dan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan anak-anak. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan serta narkoba. Diharapkan, sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi bullying dan narkoba demi masa depan anak-anak yang lebih baik.

Read More

Bilah Aksesibilitas