Selasa, 5 Desember 2023 Universitas Serang Raya menjadi tuan rumah Seminar Wawasan Kebangsaan yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Provinsi Banten yang bertepatan di aula lantai 3 Gedung Utama Universitas Serang Raya. Turut hadir sebagai narasumber Rektor Universitas Serang Raya, Dr. H. Abdul Malik, M.Si yang memberikan paparan tentang tantangan bagi para milenial untuk mengokohkan identitas budaya Indonesia ditengah jajahan budaya dari negara lain yang masuk dari berbagai aspek di kehidupan masyarakat Indonesia. “Betapa negara lain menjajah Indonesia dari berbagai aspek seperti dari gaya hidup, produk makanan, bahkan film, yang mana hal ini harus menjadi poin agar para milenial tidak lupa dengan semangat nasionalis Wawasan kebangsaan harus ditanamkan agar tidak melupakan semangat nasionalis.” Imbuhnya. Beliau menambahkan bahwa wawasan kebangsaan harus ditanamkan agar para milenial tidak melupakan semangat nasionalis. Selain itu hadir pula narasumber lain yaitu Guru Besar Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd yang memaparkan mengenai penanaman wawasan kebangsaan di era digital untuk menghadapi ideologi transnasional. “Wawasan kebangsaan harus selalu disegarkan karena lunturnya semangat nasionalisme” tuturnya. Prof. Sholeh memaparkan di era digital ini dimana mudah sekali untuk mengakses informasi membuat milenial mudah terpengaruh dengan kemudahan informasi tersebut maka dari itu diperlukan wawasan kebangsaan untuk mengukuhkan semangat persatuan dan kesatuan. “Era digitalisasi jangan membuat kita merontokkan identitas budaya yang harus kita jaga bersama” imbuhnya. Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wasbang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten Fathurrahman, S.Pd.I, M.Si juga berpendapat semangat kebangsaan yang harus dimiliki ditunjukkan dengan semangat patriotisme. Beliau menambahkan jika wawasan kebangsaan penting sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan dengan mudah. Tujuan diselenggarakan seminar adalah untuk mengokohkan komitmen kebangsaan dalam menghadapi hajat demokrasi tahun 2024 sehingga tetap terpelihara kesatuan, persatuan dan kebersamaan, saling menghargai guna tercapainya keserasian, keseimbangan, dan keselarasan dalam segala aspek kehidupan menjelang pemilu tahun 2024. Seminar ini diharapkan dapat menjadi penyegar kepada para milenial untuk terus menjaga semangat nasionalis dan menguatkan identitas bangsa.
Read MoreUniversitas Serang Raya dan Universitas Dwijendra mengadakan seminar bersama, Selasa (14/11/23) bertempat di Aula Sadhu Gocara, Universitas Dwijendra, Bali. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Educomm 2023. Seminar bertemakan “Komunikasi Pariwisata Berlandaskan Kearifan Lokal” ini diikuti 90 mahasiswa prodi ilmu komunikasi Unsera semester 6 dan 65 mahasiswa prodi ilmu komunikasi Undwi. Dr. Media Sucahya, M.Si, sebagai pemateri dari UNSERA menyampaikan terkait komunikasi pariwisata berbasis kekayaan lokal berdasarkan perspektif kekayaan intelektual. Menurutnya, komunikasi pariwisata adalah menginisiasi, merancang, serta mempromosikan objek dan potensi wisata masa depan yang bersumber pada potensi budaya, kearifan lokal, berbasis hak kekayaan intelektual komunal, wisata halal, dan komunikasi ritual. Terdapat 8 kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya Banten, yaitu Seba Baduy, Dogdog Lonjor, Debus, Angklung Buhun, Ubrug, Golok Sulangkar, Zikir Saman, dan Koja Baduy. “model komunikasi pariwisata berbasiskan kearifan lokal merupakan bagian praktik komunikasi yang dapat memberikan nuansa pembaruan pada kegiatan wisata,” imbuhnya. Selain itu Media Sucahya turut memperkenalkan potensi wisata di Banten, seperti Tanjung Lesung, Badak Ujung Kulon, Masjid Agung Banten dan Anak Gunung Krakatau. Dalam kesempatan yang sama, Drs. I Made Sutika, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Undwi, turut menyampaikan materi terkait eksistensi komunikasi pariwisata berbasis budaya Bali. I Made Sutika menuturkan setidaknya terdapat 6 komponen yang perlu diperhatikan dalam komunikasi pariwisata, di antaranya SDM, potensi daerah, aksesibilitas, marketing, investor, dan produk industri pariwisata. “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia,” katanya. Seminar ini merupakan pengaplikasian dari program Merdeka Belajar dengan tujuan memperkenalkan budaya Nusantara kepada mahasiswa serta mempererat bhinneka tunggal ika, yaitu persatuan dalam keragaman budaya dan suku bangsa.
Read MoreBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Serang Raya (BEM UNSERA) berkolaborasi dengan BEM Nusantara Pulau Jawa menggelar Seminar Nasional di Auditorium UNSERA, pada (7/10). Acara yang rutin dilakukan 2-3 kali dalam setiap periode kepengurusan ini merupakan inisiasi BEM UNSERA yang bertujuan untuk menambah wawasan keilmuan mahasiswa. Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Pemekaran Daerah Menuju Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi Indonesia”, Seminar Nasional tahun ini menghadirkan Budiyanto S.Pi selaku Ketua Umum BPP Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia sebagai narasumber. Acara ini sukses dihadiri 200 audiens. Menurut Adi Darmawan selaku Presiden Mahasiswa UNSERA, mahasiswa sangat perlu memperkaya wawasan, salah satunya melalui Seminar Nasional yang digelar tahun ini. “Dialektika tentang perekonomian dan pemerataan ekonomi sangat penting diketahui oleh kita semua, untuk itu BEM UNSERA melakukan kegiatan seminar. Selain itu, kami rutin mengadakan dialog skala internal kampus ataupun regional,” ungkapnya. Lebih lanjut Adi menuturkan harapannya terhadap audiens yang sudah menghadiri acara seminar. “Semoga dengan adanya kegiatan seminar ini bisa mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan secara wawasan maupun keilmuan, baik memberikan solusi ataupun aksi untuk pemerintah daerah khususnya ataupun untuk Indonesia pada umumnya dan masyarakat juga bisa saling mengingatkan,” sambungnya. Setelah kegiatan Seminar Nasional terlaksana, BEM UNSERA akan terus aktif melakukan diskusi dan membahas isu-isu dari berbagai fenomena yang ada guna memantik pemikiran kritis mahasiswa. “Selanjutnya kami akan melakukan diskusi tentang keperempuanan, dan masih banyak planning kegiatan yang sedang kami persiapkan,” Pungkasnya.
Read More