Dari IPK Tinggi hingga Cerita Perjuangan: Wisudawan Terbaik UNSERA Wisuda ke-18 Gelombang 1 2025

Serang, unsera.ac.id – Momen Wisuda ke-18 Gelombang 1 Universitas Serang Raya (UNSERA) yang digelar pada 22–23 Desember 2025 di Rachmatoellah Convention Hall (RCH) UNSERA bukan hanya tentang toga dan ijazah. Di balik angka IPK yang tinggi, tersimpan cerita perjuangan, konsistensi, dan manajemen diri yang patut jadi inspirasi.

Pada Wisuda ke-18 Gelombang 1, Universitas Serang Raya (UNSERA) memberikan penghargaan kepada para lulusan yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di setiap fakultas. Penetapan wisudawan terbaik tersebut dibacakan oleh Assoc. Prof. Dr. Denny Kurnia, SE., M.M. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Serang Raya Nomor 143/UNSERA/S SK/XII/2025 tentang penetapan lulusan dengan IPK tertinggi per fakultas pada Tahun Akademik 2025–2026. Adapun deretan wisudawan terbaik pada Wisuda ke-18 Gelombang 1 Universitas Serang Raya adalah sebagai berikut:

  1. Intan Ida nahampun
    Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Program Studi Magister Manajemen
    IPK 3,98 | NIM 3212310
  2. Dwi Yuniarni
    Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum
    Program Studi Ilmu Komunikasi (Sarjana)
    IPK 3,97 | NIM 51121038
  3. Vaneesa Sabila
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Program Studi Manajemen (Sarjana)
    IPK 3,97 | NIM 31221268
  4. Intan Alya Putri
    Fakultas Teknik
    Program Studi Teknik Industri (Sarjana)
    IPK 3,96 | NIM 21221084
  5. Cindy Nurul Afifah
    Fakultas Studi Islam dan Pendidikan
    Program Studi Matematika (Sarjana)
    IPK 3,93 | NIM 71121002
  6. Gilang Aprilia Putri
    Fakultas Teknologi dan Informasi
    Program Studi Sistem Komputer (Sarjana)
    IPK 3,90 | NIM 11321006
  7. Naufal Ahmad Hafizh
    Program Pendidikan Vokasi
    Program Studi Komputerisasi Akuntansi (Diploma Tiga)
    IPK 3,98 | NIM 00123006

Sebagai perwakilan wisudawan terbaik, Intan Alya Putri dan Dwi Yuniarni membagikan cerita di balik pencapaian mereka. Bagi Intan Alya, tantangan terbesarnya adalah beradaptasi di lingkungan Teknik Industri yang mayoritas laki-laki, ditambah latar belakang SMA IPA yang membuatnya sempat merasakan jarak antara teori dan praktikum. Namun, ia memilih tidak menyerah. Dengan aktif menjadi Asisten Laboratorium, Intan berhasil menyeimbangkan teori dan praktik. Menurutnya, mengenali karakter dosen, membangun relasi positif dengan kakak tingkat, dan menjaga konsistensi adalah kunci bertahan dan berkembang selama kuliah.

Sementara itu, Dwi Yuniarni justru menghadapi tantangan yang lebih “sunyi”, yaitu rasa jenuh dan burnout. Jadwal padat, tugas menumpuk, dan rutinitas yang terasa monoton sempat membuatnya kelelahan. Cara Dwi mengatasinya cukup sederhana namun efektif: manajemen prioritas. Ia mengerjakan tugas yang paling mendesak lebih dulu, sambil tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan produktif di luar kelas. Baginya, menjadi wisudawan terbaik bukan soal belajar 24 jam tanpa henti, melainkan tentang punya sistem, self-management yang baik, dan rasa penasaran untuk terus belajar dan mengeksplorasi diri.

Keduanya sepakat bahwa IPK tinggi bukanlah garis finish, melainkan titik awal. Dunia kerja memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan dunia perkuliahan, sehingga pengalaman, keaktifan, dan konsistensi menjadi bekal penting. “IPK tetap dijaga, tapi jangan lupa cari pengalaman dan jangan malas masuk kelas,” pesan Intan. Senada dengan itu, Dwi berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang untuk mencoba banyak hal positif, terus penasaran, dan berani mengeksplorasi potensi diri.

Lewat kisah para wisudawan terbaik ini, UNSERA berharap semangat belajar, berkembang, dan berproses tidak berhenti di momen wisuda. Karena pada akhirnya, angka IPK hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih besar.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:

🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus

Editor: Dea|Humas Unsera

Bilah Aksesibilitas