Serang, unsera.ac.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dalam Wisuda ke-18 Gelombang 1 Universitas Serang Raya. Dwi Yuniarni, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi (Sarjana) dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Hukum, berhasil meraih IPK tertinggi 3,97 dengan NIM 51121038. Sebuah pencapaian yang bukan hanya soal angka, tetapi juga hasil dari proses panjang penuh disiplin dan pengelolaan diri yang matang.
Di balik prestasi gemilang tersebut, Dwi mengungkapkan bahwa tantangan terberat selama masa perkuliahan bukan semata-mata materi kuliah yang kompleks. “Tantangan paling berat justru saat harus melawan rasa jenuh dan burnout,” ujarnya. Jadwal yang padat, tugas yang datang bersamaan, serta rutinitas yang monoton berangkat kuliah, mengerjakan tugas dan pekerjaan, lalu beristirahat sebelum mengulang kembali menjadi fase yang cukup menguras energi dan motivasi.
Namun, Dwi tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Ia menerapkan manajemen prioritas sebagai strategi utama dalam menghadapi burnout. Tugas dengan tenggat terdekat serta bersifat penting dan mendesak dikerjakan lebih dahulu, kemudian disusul tugas lain dengan jangkauan waktu yang lebih panjang. Dengan cara ini, ia mampu menyelesaikan rangkaian tugas hampir bersamaan tanpa mengorbankan kualitas hasil.
Untuk mengatasi rasa jenuh dan monoton, Dwi memilih aktif mengikuti berbagai kegiatan produktif yang mendukung pengembangan diri. “It works,” ungkapnya, karena dari kegiatan tersebut ia tidak hanya terhindar dari kejenuhan, tetapi juga memperoleh banyak pengalaman dan wawasan baru.
Menurut Dwi, menjadi wisudawan terbaik bukan berarti harus belajar 24 jam non-stop. Kunci utamanya terletak pada sistem dan manajemen yang tepat, disertai rasa penasaran yang tinggi untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru. Strategi yang paling membantunya menjaga konsistensi dan prestasi akademik adalah self management. Tanpa kemampuan mengatur diri sendiri, konsistensi sulit untuk dibangun.
Ia membagikan rumus sederhana yang ia terapkan sejak awal perkuliahan: rajin mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, mengerjakan tugas sesuai tenggat waktu, memanfaatkan rasa ingin tahu untuk memperdalam bidang yang diminati, serta aktif mencari program dan kegiatan yang memberikan insight dan pengalaman. Tak kalah penting, Dwi juga menekankan pentingnya persiapan skripsi sejak dini. Sejak semester 3, setelah mendapatkan mata kuliah metodologi penelitian, ia mulai mencari tahu dan merancang arah skripsinya. Dengan begitu, ketika memasuki semester akhir, proses penyusunan skripsi tidak lagi terasa mengejutkan.
Sebagai penutup, Dwi memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa yang masih berjibaku dengan kelas pagi, tugas menumpuk, atau begadang mengerjakan skripsi dan revisian. Menurutnya, masa kuliah adalah ruang untuk mencoba banyak hal positif yang membangun dan membuat diri produktif. Jadikan masa kuliah lebih berwarna, kenali potensi diri, dan temukan arah masa depan. Yang paling penting, jangan pernah berhenti untuk penasaran dan terus mengeksplorasi.
Prestasi Dwi Yuniarni menjadi bukti bahwa dengan self management yang baik, konsistensi, dan keberanian untuk berkembang, pencapaian akademik tertinggi bukanlah hal yang mustahil.
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi:
🌐 Website resmi: www.unsera.ac.id
✉ Email: info@unsera.ac.id
📷 Instagram: @unseracampus
📺 YouTube: Unsera TV
🐦 Twitter: @unseracampus
Editor: Dea|Humas Unsera