Lebih dari 700 tamu undangan yang terdiri dari ulama, Ketua dan Pengurus MUI Provinsi Banten, para pejuang veteran, civitas akademika, serta kolega dan keluarga besar memadati gedung RCH Unsera untuk menghadiri acara Haul ke-19 H. Mochammad Rachmatoellah Siddik, Senin (6/5/2024). Menghadirkan penceramah KH Fikri Haikal MZ, yang merupakan putra sulung Almarhum KH Zainuddin MZ, serta dihadiri para ulama dan tokoh pendiri Provinsi Banten, acara ini dimulai dengan istigasah dan lantunan ayat suci Al-Quran yang kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar dan halal bi halal. Ketua Pelaksana, Ahmad Zainuri dalam sambutannya mengungkapkan acara haul ini bertujuan agar civitas akademika Yayasan Pendidikan Rachmatoellah Siddik, Yayasan Pendidikan Informatika dan Unsera lebih mengenal siapa sosok pendirinya. “Hal ini tentu akan membuat internal yayasan semakin solid dan memiliki spirit juang yang sama untuk dunia pendidikan seperti yang diwariskan almarhum,” tambahnya. Ketua Yayasan Pendidikan Informatika, H. Mulya R Rachmatoellah mengatakan acara haul ini merupakan cara mengenang Almarhum akan jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa serta membangun pendidikan berkualitas di Banten. “Jasadnya tidak ada, tapi spiritnya sampai hari ini masih kami rasakan, Unsera ini merupakan wujud dari cita-citanya almarhum,” ungkapnya. Sebagai wujud rasa syukur, dalam kesempatan ini Yayasan Pendidikan Informatika memberikan penghargaan Rachmatoellah Award kepada 4 tokoh pendidikan di Provinsi Banten dengan kategori tokoh masyarakat inspiratif Prof Dr HMA Tihami, MA, kategori Dikti Dr. H. Hamdan, MM, kategori Dikdasmen Syafiuddin, S.Ag, dan kategori YPRS Awey Mulyana, M.Pd. Melalui haul ini, semangat untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses pendidikan bagi semua kalangan, dan menciptakan terobosan-terobosan baru dalam bidang pendidikan menjadi landasan yang akan diteruskan sebagaimana cita-cita almarhum dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Banten. (Z)
Read MoreMenggelar haul ke-19 Almarhum Almaghfurlah H. Mochamad Rachmatoelah Siddik Yayasan Pendidikan informatika (YPI) memberikan penghargaan Rachmatoellah Award kepada tokoh Pendidikan di Banten, Senin (6/5/2024). Penghargaan tersebut diberikan kepada empat tokoh Pendidikan dengan kategori tokoh masyarakat inspiratif Prof. Dr. H. M. A Tihami, MA., MM katagori Dikti Dr. H. Hamdan, MM, katagori Dikdasmen Syafiuddin, S.Ag, dan katagori YPRS ; Awey Mulyana, M.Pd. Ketua Yayasan Pendidikan Informatika Siddik H Mulya R Rachmatullah mengatakan, acara Haul ini merupakan cara mengenang jasa-jasa Almarhum dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa, serta membangun dunia pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses oleh banyak orang, terutama di Banten. “apapun kegiatan almarhum Pasti landasannya karena ingin membangun pendidikan dan Universitas Serang Raya adalah perwujudan dan cita-cita almarhum, kami juga senantiasa ingin memberikan apresiasi kepada orang-orang hebat, orang-orang yang peduli terhadap pendidikan.” kata Mulya R Rachmatullah Konsistensi Almarhum dalam membangun dunia Pendidikan khususnya di Banten ternyata menjadi inspirasi untuk orang-orang yang punya kontribusi besar di dunia pendidikan. Orang-orang itulah yang kemudian diberi penghargaan Rachmatoellah Award, salah satunya ialah Ketua Senat Unsera Dr. H. Hamdan, M.M, yang sudah mendedikasikan diri menjadi tenaga pendidik di Unsera dengan waktu yang cukup lama. Mulya Rachmatullah juga menekankan kepada generasi muda akan pentingnya cinta pada pendidikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang berbudaya dan bermartabat. “roh jasad boleh saja rusak, tetapi roh senantiasa tidak pernah menua, dia bahkan tumbuh terus. Bahkan dia bisa menginspirasi orang-orang yang masih hidup dan buktinya adalah Universitas Serang Raya.” Pesan Mulya R Rachmatullah. (H)
Read MorePendiri Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) Serang, Almaghfurlah Mochammad Rachmatoellah Siddik mendedikasikan hidupnya untuk berkontribusi memajukan kecerdasan anak bangsa melalui pendidikan. Semasa hidupnya, Alm.Rachmatoellah rela meninggalkan ketentaraannya dan beralih peran sebagai pendidik. Menurutnya, musuh terbesar bangsa ini setelah tiadanya penjajah ialah kebodohan, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Alasan tersebutlah yang menjadikan Alm. Rachmatoellah mantap menyimpan senjatanya untuk digantikan dengan kapur, untuk bisa mengajar masyarakat. Dedikasinya kepada pendidikan ia curahkan hingga akhir hayat. Menurut penuturan Ketua YPI Serang, H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc., M.Hum, di usianya yang ke-75 tahun, Alm. Rachmatoellah masih menandatangi instruksi untuk menggelar rapat. “Tidak mengenal kata pensiun,” ujarnya. Sosok dan jasanya yang luar biasa menjadikan sumber inspirasi bagi banyak orang tak terkecuali putera-puterinya. Setiap tahun, kegiatan haul dilaksanakan untuk mengenang dan memberi hadiah berupa doa dan tahlil kepada Almaghfurlah Mochammad Rachmatoellah Siddik. Perjuangannya di bidang pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat dan pahala yang mengalir untuk almarhum, sebagaimana ada tiga pahala yang akan terus mengalir, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. (Z)
Read More