Cerita Anastasya Grizelda, Mahasiswa Unsera yang ikuti Program PMM di Universitas Sam Ratulangi Manado


UNSERA

Anastasya Grizelda Br Karo, mahasiswi Universitas Serang Raya (Unsera) program studi Teknik Kimia angkatan 2022 ini menorehkan pengalaman tak terlupakan dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.

Bukan tanpa alasan, Anastasya tertarik mengikuti program PMM karena dirinya bisa berkesempatan untuk merasakan pengalaman belajar di luar daerah, yang memperkaya wawasan budaya dan meningkatkan kualitas pendidikan. Pertukaran mahasiswa ini juga memperkuat jaringan antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan mendorong fleksibilitas akademik di perguruan tinggi negeri

Selama mengikuti kegiatan PMM, Anastasya mengaku dirinya menghadapi beberapa kendala, terutama dalam hal budaya. Tetapi hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk terus mengeksplor banyak hal.

“Budaya di asal saya dan di Manado sangat berbeda, terutama dalam segi bahasa. Di Manado, bahasa daerah sangat sering digunakan, dan saya sedikit kesulitan dalam memahami bahasa mereka. Tetapi lama kelamaan, saya juga mengerti dan bisa sedikit berbahasa Manado. Jadi, itu bukanlah kendala besar saat saya berada di Manado. Saya dapat mengeksplor banyak hal, dan dapat berbaur dengan masyarakat lokal di sana,” ujarnya.

Anastasya juga membagikan momen yang paling berkesan saat mengikuti PMM, yaitu saat ia mengikuti Modul Nusantara trip ke tiga pulau yang sangat indah di Sulawesi Utara, yaitu Pulau Bunaken, Nain Pasir Timbul, dan Siladen.

“Jika saya tidak ikut Modul Nusantara ini, mungkin saya tidak bisa menikmati keindahan alam Sulawesi Utara,” katanya.

Anastasya juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh UNSERA kepada mahasiswa PMM outbound.

“UNSERA sangat membantu saya dalam program ini. Saya dibantu dalam mengurus KRS dan dipermudah dalam konversi SKS mata kuliah saya. Koordinator PMM UNSERA juga sangat peduli dan membantu dalam mengurus program ini,” tambahnya.

Untuk ke depannya, Anastasya berharap Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tetap menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi keberagaman budaya, sosial, dan akademik di berbagai wilayah Indonesia. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengalami dinamika kehidupan dan pendidikan di luar kampus asal mereka, sehingga dapat memperkaya wawasan dan keterampilan secara holistik.

“Terima kasih banyak untuk program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Saya dapat bertemu orang-orang hebat dari Sabang sampai Merauke. Terima kasih PMM batch 4,” tutupnya. (Z)